Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Bambang Djaja
Melaksanakan kegiatan K3 di lingkungan perusahaan melalui inspeksi area kerja, identifikasi potensi bahaya, pemantauan kepatuhan penggunaan APD, pemeriksaan fasilitas keselamatan, monitoring pekerjaan berisiko, pengelolaan administrasi K3, serta tindak lanjut temuan dan penyusunan laporan keselamatan kerja.
Peserta memahami profil perusahaan, aturan kerja, struktur organisasi, budaya keselamatan, area kerja produksi, serta prinsip dasar K3 di industri manufaktur transformator.
Peserta mempelajari cara mengenali bahaya di area produksi, seperti bahaya listrik, mekanik, panas, bahan kimia, pengangkatan, pekerjaan tinggi, kebisingan, housekeeping, dan ergonomi.
Peserta belajar melakukan inspeksi area kerja untuk melihat kondisi tidak aman, tindakan tidak aman, kerapian area, akses kerja, jalur evakuasi, APAR, dan kepatuhan APD.
Peserta memahami konsep izin kerja untuk pekerjaan berisiko seperti hot work, working at height, confined space, lifting, electrical work, dan pekerjaan maintenance tertentu.
Peserta belajar memahami perbedaan incident, accident, dan near miss, serta cara mengumpulkan data awal kejadian tanpa menyimpulkan penyebab secara sepihak.
Peserta belajar menyusun rekap data K3 seperti inspeksi, temuan, unsafe condition, unsafe action, near miss, APD, safety talk, dan status tindak lanjut.
Peserta memahami peran Safety Officer dalam membantu pengawasan K3, inspeksi area kerja, edukasi keselamatan, pelaporan kondisi tidak aman, dan pendampingan implementasi program HSE.
Peserta memahami prinsip penilaian risiko sederhana berdasarkan kemungkinan kejadian, tingkat keparahan, frekuensi paparan, dan prioritas pengendalian.
Peserta memahami jenis APD yang digunakan di area manufaktur transformator, fungsi APD, kondisi APD layak pakai, dan cara mencatat temuan ketidaksesuaian.
Peserta memahami potensi bahaya listrik, area testing, panel listrik, grounding, tegangan tinggi, rambu bahaya, pembatas area, dan pentingnya pengendalian akses kerja.
Peserta memahami cara membantu analisa sederhana menggunakan kronologi, faktor manusia, alat, metode, lingkungan, serta rekomendasi tindakan perbaikan dan pencegahan.
Peserta mempelajari cara memantau program K3, menyusun daftar temuan terbuka, melakukan follow up, dan memastikan bukti perbaikan terdokumentasi.
Peserta mempelajari alur proses produksi transformator seperti winding, core, mechanical/tank, assembling, drying, oil filling, testing, finishing, dan delivery dengan fokus pada potensi bahaya di tiap proses.
Peserta belajar memahami dokumen Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control atau Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko sebagai dasar pengendalian K3.
Peserta belajar mencatat, mendokumentasikan, dan melaporkan kondisi tidak aman maupun tindakan tidak aman secara objektif, jelas, dan mudah ditindaklanjuti.
Peserta mempelajari potensi bahaya pengangkatan material, penggunaan crane/hoist/forklift, jalur material, beban gantung, dan pentingnya komunikasi kerja aman.
Peserta memahami jalur evakuasi, titik kumpul, APAR, alarm, simulasi keadaan darurat, tanggap tumpahan, serta peran masing-masing pihak dalam kondisi darurat.
Peserta menyusun improvement sederhana yang bermanfaat untuk HSE, seperti dashboard temuan K3, checklist inspeksi, sistem pelaporan unsafe condition, atau materi safety campaign.
Peserta mengenal dokumen K3 seperti SOP kerja aman, form inspeksi, form unsafe condition, form incident report, izin kerja, checklist APD, dan dokumen emergency response.
Peserta memahami urutan pengendalian risiko mulai dari eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administrasi, hingga penggunaan APD.
Peserta belajar melakukan safety patrol, mencatat temuan, menentukan PIC tindak lanjut, memantau target penyelesaian, dan memperbarui status closing temuan.
Peserta memahami dasar pengelolaan bahan kimia, minyak trafo, limbah, label, SDS/MSDS, penyimpanan, tumpahan, dan pengendalian paparan di area kerja.
Peserta belajar menyampaikan pesan K3 sederhana kepada karyawan, tamu, vendor, atau peserta baru melalui briefing, safety talk, poster, dan media komunikasi internal.
Peserta mempresentasikan hasil pembelajaran, portofolio kerja, final project, kendala, dan rekomendasi perbaikan kepada mentor/user untuk mendapatkan penilaian akhir.
CJR3+2CX, Jarang Sari, Lolawang, Kec. Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur 61385

Kota Surabaya
Perusahaan Manufacturing Trafo

Estrella Duapuluh Dua Indonesia
Seni Kuliner dan Pengelolaan Jasa Makanan, Perhotelan, Manajemen Kuliner

Kantor Pertanahan Kabupaten Mojokerto
Perencanaan Tata Ruang Wilayah dan Kota, Teknik Informatika, Planologi, Geografi, Pertanahan, Teknik Geodesi, Teknik Geomatika

Kerta Rajasa Raya
Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Elektro

Estrella Duapuluh Dua Indonesia
Administrasi BIsnis, Administrasi Bisnis, Manajemen Pemasaran/Marketing

Estrella Duapuluh Dua Indonesia
Perhotelan, Manajemen Perhotelan

Estrella Duapuluh Dua Indonesia
Perhotelan