Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

PT Uluwatu
Pemeriksaan bahan baku (incoming material inspection) — membantu memeriksa kain, benang, kancing, resleting, bordir, label, dan aksesori lainnya berdasarkan spesifikasi dan standar yang berlaku.
Pemeriksaan sampel dan spesifikasi produk — mempelajari tech pack, measurement chart, standar jahitan, warna, konstruksi pakaian, serta sampel acuan (approved sample).
Pemeriksaan kualitas selama produksi (in-process inspection) — membantu memeriksa hasil cutting, sewing, embroidery, printing, finishing, dan proses lain yang relevan.
Pemeriksaan ukuran (measurement inspection) — melakukan pengukuran pakaian sesuai titik ukur dan toleransi yang tercantum pada measurement chart.
Identifikasi cacat produk (defect identification) — mengenali cacat seperti jahitan loncat, jahitan tidak rata, noda, lubang, perbedaan warna, ukuran di luar toleransi, serta kesalahan posisi bordir atau aksesori.
Pemeriksaan produk jadi (final inspection) — membantu memeriksa kualitas, ukuran, penampilan, kelengkapan label, pelipatan, dan kemasan sebelum produk dinyatakan siap untuk proses berikutnya.
Pencatatan hasil inspeksi — mengisi checklist pemeriksaan, defect report, measurement report, dan rekapitulasi temuan kualitas sesuai arahan pembimbing.
Monitoring perbaikan — membantu memantau proses perbaikan atau pengerjaan ulang (rework) serta memeriksa kembali hasilnya.
Analisis masalah kualitas — mempelajari penyebab cacat, frekuensi temuan, dan langkah pencegahan bersama tim QA/QC dan produksi.
Penerapan standar kerja — mematuhi SOP, ketentuan keselamatan kerja, kebersihan area kerja, dan prosedur pengendalian dokumen kualitas.
- Pengenalan perusahaan, departemen QA/QC, dan alur produksi garmen. - Perbedaan fungsi Quality Assurance dan Quality Control. - Pengenalan jenis kain, benang, aksesori, jahitan, bordir, dan finishing. - Pengenalan SOP, tech pack, sample approval, dan standar kualitas. - Dasar K3 dan tata tertib area produksi. Praktik: mengikuti observasi di setiap bagian produksi dan mempelajari contoh produk sesuai standar serta produk cacat.
- Incoming material inspection. - Pemeriksaan kain, warna, noda, lubang, dan cacat material. - Pemeriksaan aksesori dan kesesuaian spesifikasi. - Teknik menggunakan alat ukur dan membaca measurement chart. - Toleransi ukuran dan pengisian formulir inspeksi. Praktik: melakukan pemeriksaan material dan pengukuran pakaian dengan pendampingan pembimbing.
- Pemeriksaan hasil cutting, sewing, bordir, printing, dan finishing. - Identifikasi defect berdasarkan kategori dan tingkat keparahan. - Pemeriksaan kesesuaian produk dengan approved sample. - Pengenalan inline inspection dan patrol inspection. - Komunikasi temuan dengan operator dan supervisor produksi. Praktik: melakukan pemeriksaan sampel hasil produksi, mencatat defect, dan memantau tindak lanjut perbaikan. Target akhir: mampu melakukan pemeriksaan proses dan menyusun defect report di bawah supervisi.
- Final inspection dan pemeriksaan penampilan produk. - Pemeriksaan ukuran, label, aksesori, pelipatan, dan kemasan. - Klasifikasi critical, major, dan minor defects berdasarkan standar yang digunakan perusahaan. - Pengenalan konsep AQL dan sampling inspection. - Prosedur pencatatan ketidaksesuaian dan re-inspection. Praktik: membantu pemeriksaan produk jadi dan membandingkan hasil dengan standar kualitas yang telah disetujui. Target akhir: mampu melaksanakan checklist final inspection dengan supervisi. Evaluasi: simulasi final inspection dan penyusunan laporan.
- Pengolahan data hasil inspeksi menggunakan Excel. - Perhitungan defect rate dan DHU. - Pembuatan tabel dan grafik temuan kualitas. - Pengenalan analisis akar penyebab (root cause analysis), 5 Why, dan diagram fishbone. - Pengenalan corrective action dan preventive action (CAPA). Praktik: menganalisis data cacat dari satu proses atau produk dan menyusun usulan perbaikan. Target akhir: mampu membuat rekapitulasi defect dan memberikan rekomendasi perbaikan sederhana.
- Penerapan seluruh tahapan inspeksi secara terpadu. - Penggunaan checklist dan dokumentasi kualitas. - Koordinasi temuan dengan QA/QC dan produksi. - Monitoring tindak lanjut dan verifikasi hasil perbaikan. - Penyusunan laporan akhir program magang. Praktik: menjalankan tugas inspeksi rutin sesuai penugasan pembimbing, kemudian melakukan studi kasus kualitas pada satu produk atau lini produksi. Target akhir: mampu menjalankan tugas dasar QA secara terstruktur di bawah pengawasan dengan kebutuhan arahan yang semakin sedikit.
F43F+WJ8, Gg. VI, Delod Peken, Kec. Tabanan, Kabupaten Tabanan, Bali 82121

Kota Denpasar
Handmade Luxury Fashion, Since 1979

KANTOR IMIGRASI KELAS III NON TPI TABANAN
Sastra Cina, Sastra Inggris

KANTOR IMIGRASI KELAS III NON TPI TABANAN
Hubungan Masyarakat, Ilmu Komunikasi, Desain Komunikasi Visual

Kantor Pertanahan Kabupaten Tabanan
Perencanaan Tata Ruang Wilayah dan Kota, Teknik Informatika, Geografi, Pertanahan, Teknik Geodesi, Teknik Geomatika

KANTOR IMIGRASI KELAS III NON TPI TABANAN
Hubungan Masyarakat Dan Komunikasi Digital, Kepariwisataan

KANTOR IMIGRASI KELAS III NON TPI TABANAN
Komputer Akutansi