Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Global Distribusi Nusantara - Jakarta
- Assist in monitoring supply chain activities, including procurement, inventory management, and product distribution, to ensure smooth operations.
- Support demand planning, inventory tracking, and stock replenishment to maintain product availability and optimize inventory levels.
- Coordinate with internal teams and external partners to support order fulfillment and ensure timely product delivery.
- Collect and analyze supply chain data to monitor operational performance, identify trends, and highlight areas for improvement.
- Prepare regular reports and support process improvement initiatives to enhance supply chain efficiency and operational effectiveness.
Peserta mengikuti onboarding MagangHub yang mencakup company profile, struktur organisasi, peraturan perusahaan, Winning Principles (Act Fast and Practical, Be the Solution, dan Continuous Improvement), perkenalan dengan mentor teknikal dan mentor HR, serta persiapan laptop dan akun kerja. Peserta juga mengikuti pelatihan soft skill dari tim Learning & Development dan pembekalan fungsi mengenai alur supply chain FAS dan logistik paket, dasar-dasar demand planning, sistem Warehouse Management System (WMS) dan Transportation Management System (TMS), serta KPI supply chain. Dengan pendampingan mentor, peserta memetakan alur barang dari supplier hingga pelanggan untuk satu kategori produk dan menyepakati rencana belajar enam bulan. Output: Rencana belajar enam bulan dan hasil pemetaan awal alur supply chain. KPI/Target Bulanan: Onboarding dan pelatihan wajib selesai 100%, peta alur supply chain untuk satu kategori selesai, minimal tiga titik proses atau potensi hambatan teridentifikasi, serta rencana belajar dan definisi KPI disepakati bersama mentor.
Peserta mempelajari dan menjalankan aktivitas pemantauan persediaan dengan memeriksa tingkat stok, mengidentifikasi barang yang mendekati batas minimum, serta menyiapkan usulan replenishment berdasarkan data stok dan kebutuhan. Peserta juga memperbarui laporan stok harian dan memeriksa kelengkapan data SKU, jumlah stok, serta status persediaan sebelum laporan diserahkan kepada mentor untuk ditinjau. Aktivitas ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menjaga ketersediaan barang dan memastikan data persediaan tercatat secara akurat. Output: Laporan stok harian dan usulan replenishment yang telah ditinjau mentor. KPI/Target Bulanan: Laporan stok diperbarui sesuai jadwal pada minimal 95% hari kerja yang ditugaskan, kelengkapan data stok minimal 95%, seluruh item yang mencapai ambang reorder teridentifikasi, serta setiap usulan replenishment dilengkapi dasar data yang relevan.
Peserta memantau status pesanan dan pengiriman, berkoordinasi dengan tim gudang serta mitra logistik ketika terjadi keterlambatan, dan mencatat penyebab serta tindak lanjut setiap kasus dalam log keterlambatan. Peserta juga mempelajari faktor-faktor yang memengaruhi ketepatan waktu pemenuhan pesanan, termasuk kesiapan stok, proses operasional gudang, dan jadwal pengiriman. Melalui aktivitas ini, peserta diharapkan mampu mendukung koordinasi antarbagian dan memastikan status pesanan diperbarui secara konsisten. Output: Log keterlambatan pesanan beserta penyebab dan tindak lanjutnya. KPI/Target Bulanan: Minimal 95% pesanan yang ditugaskan memiliki status terbaru, 100% kasus keterlambatan yang diketahui tercatat beserta penyebab atau status investigasinya, tindak lanjut diperbarui sesuai SLA tim, dan log keterlambatan ditinjau secara berkala oleh mentor.
Peserta menghitung dan menganalisis indikator kinerja supply chain, meliputi fill rate, lead time, dan on-time delivery, berdasarkan data persediaan, pesanan, serta pengiriman yang tersedia. Peserta memvalidasi hasil perhitungan bersama mentor, mengidentifikasi titik hambatan utama dalam proses persediaan dan pemenuhan pesanan, serta menganalisis tren yang berpotensi memengaruhi kinerja operasional. Hasil analisis kemudian disusun dalam laporan yang memuat temuan, kemungkinan penyebab masalah, dan rekomendasi awal berdasarkan data. Output: Laporan analisis KPI supply chain yang telah ditinjau mentor. KPI/Target Bulanan: Perhitungan seluruh KPI yang disepakati selesai 100%, akurasi perhitungan pada sampel validasi minimal 98%, minimal tiga insight atau titik hambatan teridentifikasi apabila data mendukung, serta laporan analisis diselesaikan sesuai tenggat waktu.
Berdasarkan hasil analisis KPI, peserta merancang inisiatif perbaikan untuk meningkatkan efisiensi proses supply chain, seperti penyesuaian parameter reorder, pengaturan ulang alokasi stok antar gudang, atau perbaikan proses pemantauan pesanan. Peserta menghitung estimasi dampak setiap inisiatif terhadap ketersediaan stok, ketepatan waktu pemenuhan pesanan, dan akurasi data persediaan. Peserta juga mendokumentasikan asumsi, kebutuhan sumber daya, risiko implementasi, serta indikator keberhasilan yang akan digunakan untuk mengevaluasi inisiatif. Rancangan tersebut kemudian dipresentasikan kepada mentor dan tim terkait untuk mendapatkan masukan sebelum uji coba dilakukan. Output: Proposal inisiatif efisiensi supply chain beserta estimasi dampak dan rencana pengukuran. KPI/Target Bulanan: Minimal satu proposal inisiatif efisiensi selesai disusun, seluruh proposal mencakup estimasi dampak, kebutuhan data, risiko, dan ukuran keberhasilan, minimal dua alternatif atau skenario dipertimbangkan apabila relevan, serta proposal dipresentasikan dan mendapatkan umpan balik mentor.
Peserta menjalankan inisiatif perbaikan yang telah disetujui pada SKU, kategori produk, atau rute pengiriman terpilih dengan pendampingan tim terkait. Peserta mengumpulkan dan membandingkan data kinerja sebelum dan sesudah implementasi, khususnya pada indikator ketersediaan stok (fill rate), ketepatan waktu pemenuhan pesanan, dan akurasi data persediaan. Peserta juga mendokumentasikan kendala selama uji coba, mengevaluasi hasil berdasarkan baseline, serta menyusun Evaluation Report yang berisi hasil pengukuran, analisis dampak, dan rekomendasi tindak lanjut. Program magang ditutup dengan penyusunan laporan akhir sekitar 40 jam atau lima hari kerja dan presentasi hasil kepada mentor serta tim terkait, dengan penekanan pada prinsip Continuous Improvement. Output: Hasil uji coba inisiatif, Evaluation Report, laporan akhir magang, dan presentasi hasil. KPI/Target Bulanan: Minimal satu uji coba dilaksanakan apabila disetujui dan data tersedia, 100% KPI yang relevan dibandingkan dengan baseline, hasil uji coba beserta kendala dan rekomendasi terdokumentasi, serta Evaluation Report, laporan akhir, dan presentasi diselesaikan sesuai tenggat waktu.
RRC9+6R8, RT.2/RW.3, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110

Kota Adm. Jakarta Pusat
-

Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP)
Ilmu Komputer

PT Kapuas Cemerlang Maju
Tata Boga, Pendidikan Tata Boga
Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Fisioterapi, fisioterapi
Jaya Ripta Bhuwana
Hospitaliti dan Pariwisata, Hospitality dan Pariwisata

PT Halim Bangun Sarana Indah
Teknik Mesin, Teknik Industri, Pembuatan Peralatan dan Perkakas Produksi, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Pengelolaan Perhotelan

Bumi Perkasa Andhika
Pendidikan Teknik Elektro, PJJ Teknik Industri