Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Blud Rumah Sakit Jiwa Aceh
Tugas utama seorang nutrisionis (ahli gizi) adalah merencanakan, mengelola, dan memberikan pelayanan di bidang gizi, makanan, serta dietetik untuk perorangan maupun kelompok
Memahami organisasi dan alur pelayanan. Memahami SOP, etika, keselamatan kerja, dan kerahasiaan data. Memahami peran dan tanggung jawab nutrisionis. Memahami dokumentasi pelayanan gizi.
Melakukan pengumpulan data gizi. Melakukan pengukuran antropometri. Melakukan skrining risiko masalah gizi. Mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan status gizi.
Mengolah data hasil pengkajian. Mengidentifikasi masalah gizi. Menghitung kebutuhan energi dan zat gizi sesuai kasus. Menyusun rencana intervensi gizi sesuai kewenangan. Aktivitas: Analisis kasus. Perhitungan kebutuhan energi. Perhitungan kebutuhan makronutrien dan zat gizi terkait. Penyusunan rencana makan/menu. Diskusi kasus dengan mentor. Dokumentasi hasil pengkajian dan rencana intervensi. Output: Portofolio minimal 3–5 studi kasus. Contoh perhitungan kebutuhan gizi. Contoh rencana menu/intervensi. Presentasi kasus kepada mentor.
Kompetensi: Melakukan komunikasi efektif. Memberikan edukasi gizi. Menyusun media edukasi. Melakukan konseling dasar sesuai kewenangan dan SOP. Aktivitas: Observasi konseling. Praktik komunikasi dengan klien. Simulasi konseling. Edukasi individu/kelompok. Membuat leaflet/poster/infografis edukasi. Melakukan edukasi mengenai pola makan sehat, gizi seimbang, dan topik sesuai kebutuhan tempat magang. Output: Minimal 1 media edukasi. Praktik edukasi/konseling terdokumentasi. Video/simulasi konseling bila diperbolehkan institusi. Evaluasi kemampuan komunikasi oleh mentor.
Kompetensi: Melakukan monitoring intervensi. Mengevaluasi perubahan status/kondisi gizi. Memahami manajemen penyelenggaraan makanan bila relevan. Memahami pengendalian mutu pelayanan gizi. Aktivitas: Follow-up kasus. Monitoring kepatuhan/intervensi. Evaluasi hasil pelayanan. Observasi penyelenggaraan makanan. Observasi higiene dan sanitasi makanan. Identifikasi masalah pelayanan. Pengumpulan data indikator mutu. Output: Laporan monitoring dan evaluasi. Audit sederhana proses pelayanan. Identifikasi minimal 1 masalah pelayanan gizi. Usulan perbaikan.
Kompetensi: Mengintegrasikan seluruh kompetensi. Menyelesaikan masalah secara sistematis. Menyajikan hasil pekerjaan secara profesional. Menunjukkan kesiapan memasuki dunia kerja. Aktivitas: Menyusun proyek akhir. Analisis masalah di unit kerja. Menyusun rekomendasi perbaikan. Presentasi proyek kepada mentor/manajemen. Finalisasi portofolio. Evaluasi kompetensi akhir. Output akhir: Laporan proyek. Presentasi proyek. Portofolio nutrisionis. Logbook lengkap. Evaluasi kompetensi. Rencana pengembangan karier.
melakukan pengukuran dan menetukan status gizi pasien
menyusun menu dan menghitung komposisi gizi
simulasi konseling
melakukan wawancara 24 jam recall
H86R+95P, Jl. Dr. Syarif Thayeb, Bandar Baru, Kec. Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Aceh 23126

Kota Banda Aceh
Sebagai rumah sakit rujukan kesehatan jiwa di Provinsi Aceh, Rumah Sakit Jiwa Aceh memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta akses pelayanan kesehatan yang berkualitas. Seiring meningkatnya kompleksitas kasus pasien dengan gangguan jiwa yang disertai penyakit penyerta (komorbid), diperlukan pengembangan layanan yang mampu memberikan pelayanan secara terpadu dalam satu sistem pelayanan rumah sakit.

BPVP Banda Aceh
Teknik Mesin, Teknik Industri Otomotif, Pemeliharaan Mesin Otomotif, Teknik Industri, Mesin Otomotif

BPVP Banda Aceh
Teknik Industri, Teknik Pengelasan Dan Fabrikasi, Pemeliharaan Mesin, Pendidikan Teknik Mesin, Teknik Pengelasan

Blu Rumah Sakit Ibu Dan Anak Provinsi Aceh
Teknologi Elektromedis

Blu Rumah Sakit Ibu Dan Anak Provinsi Aceh
Keperawatan Anestesiologi

Blu Rumah Sakit Ibu Dan Anak Provinsi Aceh
Ilmu Keperawatan

Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin Provinsi Aceh
Ilmu Keperawatan