Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

PT. Hulane Tech Manufacturing
1. Mengelola klasifikasi, pengindeksan, dan digitalisasi dokumen manufaktur dengan tingkat ketertelusuran yang tinggi guna mendukung pemenuhan standar audit kepatuhan ISO.
2. Melakukan data entry pencapaian output mesin, durasi downtime, dan produk reject menggunakan spreadsheet tingkat mahir, dengan disiplin format tabular yang memastikan sel kosong tetap diisi tanda strip (-).
3. Mengeksekusi pencatatan absensi, cuti, dan verifikasi Surat Perintah Lembur (SPL) operator, serta merumuskan kalkulasi rekapitulasi harian agar grand total secara spesifik menampilkan akumulasi total menit keterlambatan, bukan sekadar frekuensi keterlambatan.
4. Mendistribusikan alokasi pergerakan manpower berdasarkan jadwal shift, serta memfasilitasi komunikasi lintas departemen (Warehouse, PPIC, QA/QC) dan Leader Produksi untuk melakukan rotasi silang jika terjadi absensi mendadak.
5. Memantau siklus hidup dokumen untuk memastikan operasional lantai produksi hanya menggunakan instruksi kerja versi mutakhir, menerapkan retensi arsip aktif/inaktif, dan menjaga kelengkapan rekam jejak pengesahan (approval signatures).
6. Mengkompilasi rekam jejak harian menjadi dasbor pelaporan bulanan menggunakan pengolahan data mentah untuk memvisualisasikan tren output dan rasio cacat secara efisien sebagai landasan evaluasi manajemen.
1. Mempelajari fungsi dan form dasar manufaktur, termasuk Work Order (Perintah Kerja), Bill of Materials (BOM/Daftar Kebutuhan Material), dan Daily Production Report (Laporan Harian Produksi). 2. Mengkaji Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengatur alur penerbitan, distribusi, hingga pengesahan dokumen di lantai produksi. 3. Mempelajari prinsip dasar sistem kearsipan fisik dan digital, meliputi teknik pengindeksan, sistem penomoran (numbering system), dan penentuan masa retensi dokumen agar arsip tertata rapi. 4. Memahami konsep traceability dokumen, memastikan setiap catatan produksi dapat ditarik kembali (retrieve) dengan cepat dan akurat saat dibutuhkan untuk keperluan audit. 5. Mengidentifikasi potensi risiko dari kesalahan administrasi dokumen (seperti salah penulisan part number atau hilangnya form ceklis) terhadap kelancaran operasional pabrik.
1. Mempelajari peta hierarki dan alur komunikasi lintas departemen, khususnya interaksi sentral Admin Produksi dengan Warehouse (pembaruan status material), PPIC (jadwal kerja), dan QA/QC (laporan reject). 2. Mengkaji prosedur koordinasi administratif dalam mempersiapkan kelengkapan dan validitas dokumen operasional harian guna memenuhi standar kepatuhan saat pelaksanaan audit mutu eksternal, seperti audit ISO. 3. Memahami tata cara sinkronisasi data manpower di produksi dengan departemen terkait, termasuk alur pelaporan absensi, pergantian shift, dan rekapitulasi waktu kerja . 4. Mengenal standar komunikasi internal dan tata cara penyampaian instruksi produksi secara lisan maupun tertulis kepada Leader Produksi agar terhindar dari hambatan informasi (bottleneck). 5. Mempelajari prosedur eskalasi berjenjang apabila ditemukan kelainan operasional, seperti ketidaksesuaian antara catatan di lembar Work Order dengan eksekusi fisik mesin di lapangan.
1. Melakukan data entry secara harian dengan memindahkan angka pencapaian output mesin, durasi downtime, dan jumlah reject dari formulir operator ke dalam database atau spreadsheet tanpa kesalahan input. 2. Mengaplikasikan formula spreadsheet tingkat mahir untuk menarik data mentah secara otomatis dan mengkonsolidasikan laporan dari berbagai lini kerja dengan cepat. 3. Menerapkan penyajian data tabular; memastikan format tabel tetap utuh dengan membiarkan sel atau bagian yang tidak memiliki data diisi menggunakan tanda strip (-). 4. Mengolah data administrasi manpower pada rekapitulasi harian, termasuk mengatur formula kalkulasi sedemikian rupa sehingga grand total pada ujung tabel secara spesifik menampilkan total menit keterlambatan operator, bukan sekadar jumlah frekuensi terlambatnya. 5. Menyiapkan kerangka data mentah (raw data) menggunakan agar akumulasi harian ini siap ditarik dan divisualisasikan dengan mudah saat pelaporan akhir bulan.
1. Mengeksekusi tata kelola klasifikasi dan pengindeksan dokumen produksi (seperti Work Order, Control Plan, dan Checklist Harian) berdasarkan penomoran urut, tanggal, atau kode lini kerja. 2. Melakukan digitalisasi arsip fisik ke dalam pangkalan data dengan struktur penamaan berkas (file naming convention) yang konsisten guna mempercepat sistem temu balik informasi (information retrieval). 3. Memantau siklus hidup dokumen dan memastikan hanya formulir, SOP, atau instruksi kerja versi mutakhir (latest revision) yang terdistribusi dan digunakan oleh operator di lantai produksi. 4. Menerapkan jadwal retensi arsip dasar dengan memisahkan secara fisik antara dokumen aktif yang masih digunakan harian dan dokumen inaktif yang harus dipindahkan ke ruang penyimpanan khusus. 5. Menjaga validitas dan kelengkapan rekam jejak pengesahan (approval signatures) pada seluruh dokumen operasional sebagai bentuk kesiapan pemenuhan standar saat jadwal audit sertifikasi ISO berlangsung.
1. Mengeksekusi pencatatan administrasi kehadiran secara aktual (timekeeping), termasuk merekap data absensi, izin, cuti, dan Surat Perintah Lembur (SPL) operator di lantai produksi. 2. Mendistribusikan alokasi pergerakan tenaga kerja (manpower allocation) antar stasiun kerja berdasarkan jadwal pergantian shift dan rencana produksi harian yang diterbitkan oleh PPIC. 3. Berkoordinasi secara langsung dengan Leader Produksi untuk segera melakukan rotasi silang (cross-training rotation) atau memanggil tenaga pengganti jika terjadi ketidakhadiran (absenteeism) mendadak. 4. Melakukan verifikasi data lembur operator yang telah disetujui, memastikan kesesuaian antara durasi jam lembur di sistem dengan aktual waktu kerja di mesin. 5. Menghimpun rekapitulasi data personel harian untuk diolah menjadi laporan efisiensi tenaga kerja, memastikan seluruh kolom pencatatan yang kosong ditandai dengan strip (-) agar struktur form pelaporan tetap rapi.
1. Mengkompilasi dan merekapitulasi seluruh arsip data produksi harian, absensi manpower, dan log downtime selama satu bulan penuh menjadi satu dokumen laporan terpadu. 2. Mengeksekusi pengolahan pangkalan data mentah untuk meringkas serta memvisualisasikan tren pencapaian output dan rasio cacat secara efisien. 3. Menyusun tata letak dasbor pelaporan (reporting dashboard) yang konsisten; memastikan kolom atau kategori metrik yang tidak memiliki data aktual pada bulan tersebut tetap ditampilkan dan diisi dengan tanda strip (-), tanpa menyembunyikan atau menghilangkan bagian tersebut. 4. Melakukan tinjauan menyeluruh terhadap kelengkapan dokumen pendukung pelaporan bulanan guna memastikan seluruh arsip telah terindeks dengan benar sebagai langkah persiapan menghadapi audit sertifikasi ISO. 5. Menyerahkan dan mempresentasikan hasil rekapitulasi laporan produksi bulanan kepada supervisor sebagai landasan evaluasi kinerja departemen.
PT Hulane Tech Manufacturing, Sertajaya, Kec. Cikarang Tim., Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530

Kab. Bekasi
From its inception in 1977, Hu Lane Associate Inc. (Hu Lane) engaged in manufacturing of various types of metal stamped terminals products, and by 2004, expanded to involve in manufacturing of wide range of connector products. Today, Hu Lane has grown to become one of the world-class leading automotive connector manufacturers, not only for the automotive industry, but also expanded to support the electronics, medical, solar, and other Hi-Tech sectors.

PT.fusoh Tube Parts Indonesia
Administrasi Bisnis Otomotif

PT Musashi Auto Parts Indonesia
Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, Bahasa Mandarin Untuk Komunikasi Bisnis Dan Profesional

Zeus Kimiatama Indonesia
Teknik Mesin, Instrumentasi, Teknik Instrumentasi, Instrumentasi Dan Kontrol Industri

PT. Topsystem Asia Base
Manajemen Pemasaran/Marketing, Manajemen Pemasaran

PT. Morita Tjokro Gearindo
Manajemen, Manajemen Logistik dan Material

PT. Hulane Tech Manufacturing
Pendidikan Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, Sastra Cina, Sastra Tiongkok, Pengobatan Tradisional Tiongkok, Bahasa Mandarin Untuk Komunikasi Bisnis Dan Profesional, Bahasa dan Budaya Tiongkok