Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

PT Vvf Indonesia
Mendukung pelaksanaan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pengelolaan lingkungan di area operasional perusahaan industri oleochemical, melalui kegiatan administrasi, inspeksi, monitoring, identifikasi potensi bahaya, pengumpulan data, serta pelaksanaan program HSE sesuai dengan prosedur perusahaan dan peraturan yang berlaku.
BULAN 1 – ORIENTASI PERUSAHAAN DAN DASAR-DASAR HSE Tujuan Pembelajaran Peserta memahami lingkungan kerja, budaya perusahaan, kebijakan HSE dan dasar-dasar keselamatan kerja sebelum memasuki area operasional. Materi Pembelajaran 1. Company Orientation. 2. Pengenalan industri oleochemicals. 3. Struktur organisasi perusahaan. 4. Pengenalan Departemen HSE. 5. Kebijakan HSE perusahaan. 6. Safety Induction. 7. Tata tertib dan peraturan perusahaan. 8. Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja. 9. Hazard, Risk dan Control. 10. Hierarchy of Control. 11. Unsafe Action dan Unsafe Condition. 12. Penggunaan Alat Pelindung Diri. 13. Emergency Response dasar. 14. Pengenalan Fire Safety. 15. Housekeeping dan 5R/5S. 16. Pengenalan pelaporan insiden. Praktik Lapangan • Mengikuti safety induction. • Mengenali jalur evakuasi. • Mengenali assembly point. • Pengenalan APAR dan peralatan emergency. • Observasi penggunaan APD. • Safety walk di area perusahaan. Output Peserta • Laporan orientasi perusahaan. • Checklist penggunaan APD. • Laporan safety walk. • Identifikasi minimal 5 potensi bahaya di area kerja.
BULAN 2 – PENGENALAN PROSES SPLITTING DAN IDENTIFIKASI BAHAYA Tujuan Pembelajaran Peserta memahami proses splitting dan potensi bahaya yang terdapat pada setiap tahapan proses. Materi Pembelajaran 1. Pengenalan proses splitting. 2. Pengenalan bahan baku dan produk. 3. Alur proses produksi splitting. 4. Pengenalan equipment utama. 5. Tangki dan vessel. 6. Pompa dan sistem perpipaan. 7. Steam system. 8. High temperature hazard. 9. High pressure hazard. 10. Hot surface. 11. Chemical exposure. 12. Mechanical hazard. 13. Slip, trip dan fall. 14. Confined space awareness. 15. Lock Out Tag Out awareness. 16. Permit to Work awareness. Praktik Lapangan • Plant tour splitting area. • Observasi proses kerja operator. • Identifikasi titik bahaya. • Safety inspection sederhana. • Pembuatan hazard identification. • Observasi penggunaan APD sesuai area. Assignment Peserta diminta membuat: Hazard Identification Area Splitting, meliputi: • Aktivitas kerja. • Potensi bahaya. • Risiko. • Dampak. • Existing control. • Rekomendasi perbaikan. Output Peserta • Process flow sederhana area splitting. • Hazard identification report. • Safety inspection report. • Dokumentasi unsafe condition.
BULAN 3 – PENGENALAN PROSES DISTILASI DAN PROCESS SAFETY Tujuan Pembelajaran Peserta memahami proses distilasi dan aspek keselamatan proses pada peralatan bertekanan, temperatur tinggi dan sistem produksi. Materi Pembelajaran 1. Pengenalan proses distilasi. 2. Prinsip dasar pemisahan melalui distilasi. 3. Pengenalan distillation column. 4. Reboiler. 5. Condenser. 6. Vacuum system. 7. Heat exchanger. 8. Storage tank. 9. High temperature hazard. 10. Vacuum hazard. 11. Pressure hazard. 12. Steam dan thermal energy. 13. Process safety awareness. 14. Loss of containment. 15. Leak dan spill awareness. 16. Emergency shutdown awareness. 17. Gas detection awareness. 18. Hot work awareness. Praktik Lapangan • Plant tour distillation area. • Observasi equipment kritis. • Identifikasi sumber panas dan tekanan. • Pemeriksaan kondisi housekeeping. • Safety observation terhadap aktivitas kerja. • Membantu pelaksanaan safety inspection. Assignment Peserta melakukan: Risk Assessment Sederhana pada Area Distilasi Minimal mencakup: • Aktivitas. • Hazard. • Risk. • Severity. • Likelihood. • Risk level. • Existing control. • Additional control. Output Peserta • Laporan pengenalan proses distilasi. • Risk assessment area distilasi. • Safety observation report. • Temuan dan rekomendasi perbaikan.
BULAN 4 – IMPLEMENTASI PROGRAM HSE DI LAPANGAN Tujuan Pembelajaran Peserta mulai terlibat secara aktif dalam kegiatan rutin Departemen HSE. Materi Pembelajaran 1. Safety Inspection. 2. Safety Patrol. 3. Safety Observation. 4. Toolbox Meeting. 5. Safety Talk. 6. Safety Campaign. 7. Behavior Based Safety awareness. 8. Permit to Work. 9. Hot Work Permit awareness. 10. Work at Height awareness. 11. Confined Space awareness. 12. Electrical Safety awareness. 13. Lifting Operation awareness. 14. Contractor Safety Management. 15. Housekeeping inspection. Praktik Lapangan Peserta membantu: • Melaksanakan safety patrol. • Melakukan safety observation. • Mengikuti toolbox meeting. • Membantu safety campaign. • Memeriksa penggunaan APD. • Melakukan follow-up temuan sederhana. • Membantu dokumentasi kegiatan HSE. Output Peserta • Minimal 4 laporan safety patrol. • Minimal 10 safety observations. • Minimal 1 materi safety talk. • Rekapitulasi unsafe condition. • Rekapitulasi unsafe action.
BULAN 5 – INVESTIGASI INSIDEN DAN ENVIRONMENTAL MANAGEMENT Tujuan Pembelajaran Peserta memahami dasar investigasi insiden dan pengelolaan aspek lingkungan pada industri oleochemicals. Materi Pembelajaran A. Incident Investigation 1. Pengertian incident dan accident. 2. Near miss. 3. Unsafe action. 4. Unsafe condition. 5. Incident reporting. 6. Incident investigation. 7. Root Cause Analysis. 8. 5 Why Analysis. 9. Corrective Action. 10. Preventive Action. 11. Lesson Learned. B. Environmental Management 1. Aspek dan dampak lingkungan. 2. Pengelolaan limbah B3. 3. Pengelolaan limbah non-B3. 4. Waste segregation. 5. Chemical spill response. 6. Pengendalian pencemaran. 7. Pengelolaan air limbah. 8. Penghematan energi. 9. Penghematan air. 10. Environmental inspection. Praktik Lapangan • Mengikuti investigasi insiden atau simulasi investigasi. • Membuat laporan near miss. • Observasi pengelolaan limbah. • Melakukan environmental inspection. • Mengikuti kegiatan emergency drill apabila tersedia. Output Peserta • Simulasi laporan investigasi insiden. • Minimal 1 laporan near miss. • Environmental inspection report. • Rekomendasi improvement lingkungan.
BULAN 6 – PROJECT IMPROVEMENT DAN EVALUASI AKHIR Tujuan Pembelajaran Peserta mampu mengintegrasikan seluruh pengetahuan dan pengalaman selama program magang melalui proyek improvement HSE. Project Improvement Peserta memilih satu topik improvement yang relevan dengan kondisi perusahaan. Contoh topik: 1. Peningkatan kepatuhan penggunaan APD. 2. Improvement safety signage. 3. Program pengurangan unsafe condition. 4. Improvement housekeeping area produksi. 5. Peningkatan awareness chemical safety. 6. Improvement sistem safety observation. 7. Peningkatan segregasi limbah. 8. Kampanye keselamatan kerja. 9. Pembuatan safety information board. 10. Analisis risiko pada aktivitas tertentu di area splitting atau distilasi. Tahapan Project 1. Identifikasi masalah. 2. Pengumpulan data. 3. Analisis kondisi existing. 4. Identifikasi risiko. 5. Menentukan root cause. 6. Menyusun rekomendasi. 7. Implementasi sederhana apabila memungkinkan. 8. Evaluasi hasil. 9. Membuat laporan. 10. Presentasi hasil. Output Akhir Peserta wajib menyerahkan: • Logbook kegiatan magang. • Laporan kegiatan HSE. • Safety observation report. • Safety inspection report. • Hazard identification dan risk assessment. • Laporan environmental observation. • Project improvement HSE. • Laporan akhir magang. • Presentasi akhir.
BULAN 1 – ORIENTASI PERUSAHAAN DAN DASAR-DASAR HSE Tujuan Pembelajaran Peserta memahami lingkungan kerja, budaya perusahaan, kebijakan HSE dan dasar-dasar keselamatan kerja sebelum memasuki area operasional. Materi Pembelajaran 1. Company Orientation. 2. Pengenalan industri oleochemicals. 3. Struktur organisasi perusahaan. 4. Pengenalan Departemen HSE. 5. Kebijakan HSE perusahaan. 6. Safety Induction. 7. Tata tertib dan peraturan perusahaan. 8. Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja. 9. Hazard, Risk dan Control. 10. Hierarchy of Control. 11. Unsafe Action dan Unsafe Condition. 12. Penggunaan Alat Pelindung Diri. 13. Emergency Response dasar. 14. Pengenalan Fire Safety. 15. Housekeeping dan 5R/5S. 16. Pengenalan pelaporan insiden. Praktik Lapangan • Mengikuti safety induction. • Mengenali jalur evakuasi. • Mengenali assembly point. • Pengenalan APAR dan peralatan emergency. • Observasi penggunaan APD. • Safety walk di area perusahaan. Output Peserta • Laporan orientasi perusahaan. • Checklist penggunaan APD. • Laporan safety walk. • Identifikasi minimal 5 potensi bahaya di area kerja.
BULAN 2 – PENGENALAN PROSES SPLITTING DAN IDENTIFIKASI BAHAYA Tujuan Pembelajaran Peserta memahami proses splitting dan potensi bahaya yang terdapat pada setiap tahapan proses. Materi Pembelajaran 1. Pengenalan proses splitting. 2. Pengenalan bahan baku dan produk. 3. Alur proses produksi splitting. 4. Pengenalan equipment utama. 5. Tangki dan vessel. 6. Pompa dan sistem perpipaan. 7. Steam system. 8. High temperature hazard. 9. High pressure hazard. 10. Hot surface. 11. Chemical exposure. 12. Mechanical hazard. 13. Slip, trip dan fall. 14. Confined space awareness. 15. Lock Out Tag Out awareness. 16. Permit to Work awareness. Praktik Lapangan • Plant tour splitting area. • Observasi proses kerja operator. • Identifikasi titik bahaya. • Safety inspection sederhana. • Pembuatan hazard identification. • Observasi penggunaan APD sesuai area. Assignment Peserta diminta membuat: Hazard Identification Area Splitting, meliputi: • Aktivitas kerja. • Potensi bahaya. • Risiko. • Dampak. • Existing control. • Rekomendasi perbaikan. Output Peserta • Process flow sederhana area splitting. • Hazard identification report. • Safety inspection report. • Dokumentasi unsafe condition.
BULAN 3 – PENGENALAN PROSES DISTILASI DAN PROCESS SAFETY Tujuan Pembelajaran Peserta memahami proses distilasi dan aspek keselamatan proses pada peralatan bertekanan, temperatur tinggi dan sistem produksi. Materi Pembelajaran 1. Pengenalan proses distilasi. 2. Prinsip dasar pemisahan melalui distilasi. 3. Pengenalan distillation column. 4. Reboiler. 5. Condenser. 6. Vacuum system. 7. Heat exchanger. 8. Storage tank. 9. High temperature hazard. 10. Vacuum hazard. 11. Pressure hazard. 12. Steam dan thermal energy. 13. Process safety awareness. 14. Loss of containment. 15. Leak dan spill awareness. 16. Emergency shutdown awareness. 17. Gas detection awareness. 18. Hot work awareness. Praktik Lapangan • Plant tour distillation area. • Observasi equipment kritis. • Identifikasi sumber panas dan tekanan. • Pemeriksaan kondisi housekeeping. • Safety observation terhadap aktivitas kerja. • Membantu pelaksanaan safety inspection. Assignment Peserta melakukan: Risk Assessment Sederhana pada Area Distilasi Minimal mencakup: • Aktivitas. • Hazard. • Risk. • Severity. • Likelihood. • Risk level. • Existing control. • Additional control. Output Peserta • Laporan pengenalan proses distilasi. • Risk assessment area distilasi. • Safety observation report. • Temuan dan rekomendasi perbaikan.
BULAN 4 – IMPLEMENTASI PROGRAM HSE DI LAPANGAN Tujuan Pembelajaran Peserta mulai terlibat secara aktif dalam kegiatan rutin Departemen HSE. Materi Pembelajaran 1. Safety Inspection. 2. Safety Patrol. 3. Safety Observation. 4. Toolbox Meeting. 5. Safety Talk. 6. Safety Campaign. 7. Behavior Based Safety awareness. 8. Permit to Work. 9. Hot Work Permit awareness. 10. Work at Height awareness. 11. Confined Space awareness. 12. Electrical Safety awareness. 13. Lifting Operation awareness. 14. Contractor Safety Management. 15. Housekeeping inspection. Praktik Lapangan Peserta membantu: • Melaksanakan safety patrol. • Melakukan safety observation. • Mengikuti toolbox meeting. • Membantu safety campaign. • Memeriksa penggunaan APD. • Melakukan follow-up temuan sederhana. • Membantu dokumentasi kegiatan HSE. Output Peserta • Minimal 4 laporan safety patrol. • Minimal 10 safety observations. • Minimal 1 materi safety talk. • Rekapitulasi unsafe condition. • Rekapitulasi unsafe action.
BULAN 5 – INVESTIGASI INSIDEN DAN ENVIRONMENTAL MANAGEMENT Tujuan Pembelajaran Peserta memahami dasar investigasi insiden dan pengelolaan aspek lingkungan pada industri oleochemicals. Materi Pembelajaran A. Incident Investigation 1. Pengertian incident dan accident. 2. Near miss. 3. Unsafe action. 4. Unsafe condition. 5. Incident reporting. 6. Incident investigation. 7. Root Cause Analysis. 8. 5 Why Analysis. 9. Corrective Action. 10. Preventive Action. 11. Lesson Learned. B. Environmental Management 1. Aspek dan dampak lingkungan. 2. Pengelolaan limbah B3. 3. Pengelolaan limbah non-B3. 4. Waste segregation. 5. Chemical spill response. 6. Pengendalian pencemaran. 7. Pengelolaan air limbah. 8. Penghematan energi. 9. Penghematan air. 10. Environmental inspection. Praktik Lapangan • Mengikuti investigasi insiden atau simulasi investigasi. • Membuat laporan near miss. • Observasi pengelolaan limbah. • Melakukan environmental inspection. • Mengikuti kegiatan emergency drill apabila tersedia. Output Peserta • Simulasi laporan investigasi insiden. • Minimal 1 laporan near miss. • Environmental inspection report. • Rekomendasi improvement lingkungan.
BULAN 6 – PROJECT IMPROVEMENT DAN EVALUASI AKHIR Tujuan Pembelajaran Peserta mampu mengintegrasikan seluruh pengetahuan dan pengalaman selama program magang melalui proyek improvement HSE. Project Improvement Peserta memilih satu topik improvement yang relevan dengan kondisi perusahaan. Contoh topik: 1. Peningkatan kepatuhan penggunaan APD. 2. Improvement safety signage. 3. Program pengurangan unsafe condition. 4. Improvement housekeeping area produksi. 5. Peningkatan awareness chemical safety. 6. Improvement sistem safety observation. 7. Peningkatan segregasi limbah. 8. Kampanye keselamatan kerja. 9. Pembuatan safety information board. 10. Analisis risiko pada aktivitas tertentu di area splitting atau distilasi. Tahapan Project 1. Identifikasi masalah. 2. Pengumpulan data. 3. Analisis kondisi existing. 4. Identifikasi risiko. 5. Menentukan root cause. 6. Menyusun rekomendasi. 7. Implementasi sederhana apabila memungkinkan. 8. Evaluasi hasil. 9. Membuat laporan. 10. Presentasi hasil. Output Akhir Peserta wajib menyerahkan: • Logbook kegiatan magang. • Laporan kegiatan HSE. • Safety observation report. • Safety inspection report. • Hazard identification dan risk assessment. • Laporan environmental observation. • Project improvement HSE. • Laporan akhir magang. • Presentasi akhir.
Jl. Pulau Pinang VI - VII, Kawasan Industri Medan (KIM) II, , Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 30372

Kab. Deli Serdang
VVF Indonesia is industry of oleochemical & personal care product

Mandau Jaya Kontrindo
Teknik Mekatronika, Teknik Otomasi Industri, Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Elektronika
Kreasi Kotakmegah
Pendidikan Teknik Mesin, Mesin Industri, PJJ Teknik Industri, Otomasi Sistem Permesinan, Elektronika Industri
Kreasi Kotakmegah
Teknik Instalasi Listrik, Teknik Listrik, Pemeliharaan Mesin, Pendidikan Teknik Mesin, Mesin Industri

Capital Graha Indonesia
Teknik Konstruksi Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Pendingin Dan Tata Udara, Teknik Sipil

BKKBN Sumatera Utara
Psikologi, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Ilmu Komunikasi

Quadrant Kuala Namu
Bisnis Perhotelan, Tata Boga, Pendidikan Tata Boga