Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

BBPVP Serang
1. Persiapan pelatihan
2. Pendampingan pelaksanaan pelatihan
3. Pengawasan K3
4. Pengelolaan peralatan, mesin dan bahan praktik
5. Pemeliharaan peralatan dan mesin
6. Pengembangan media pembelajaran
7. Koordinasi dan komunikasi dengan instruktur utama, teknisi sarana prasarana dan penata layanan operasional . Penempatan di Kejuruan Listrik
peserta pemagangan dibekali dengan pengetahuan dasar mengenai lingkungan kerja, budaya organisasi, serta peran dan tanggung jawab sebagai Asisten Instruktur. Pembelajaran difokuskan pada pemahaman penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta K3 Ketenagalistrikan, Standar Operasional Prosedur (SOP) pelatihan, budaya kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin), serta penguasaan dasar-dasar kompetensi kelistrikan sebagai bekal dalam mendukung kegiatan pelatihan. Melalui kegiatan praktik, peserta diarahkan untuk mengenal lingkungan workshop, menyiapkan ruang pelatihan beserta peralatan, mesin, dan bahan praktik, melakukan pemeriksaan kelayakan peralatan dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta mendampingi instruktur dalam pelaksanaan pembelajaran praktik. Selain itu, peserta juga dilatih dalam pengelolaan inventaris sarana dan prasarana, administrasi pelatihan, serta pengisian logbook sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan pemagangan. Kompetensi yang diperoleh pada tahap ini menjadi dasar bagi peserta untuk melaksanakan tugas-tugas teknis secara aman, tertib, efektif, dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku pada bulan-bulan berikutnya.
peserta pemagangan dengan pemahaman yang komprehensif mengenai kompetensi teknis kelistrikan sesuai program pelatihan yang diselenggarakan. Peserta diharapkan mampu menguasai konsep, prinsip kerja, serta prosedur pelaksanaan praktik pada masing-masing program kejuruan sehingga dapat memberikan dukungan teknis yang efektif selama proses pembelajaran. Selain itu, peserta mempelajari metode pembelajaran praktik yang meliputi teknik demonstrasi, pembimbingan, dan pendampingan peserta pelatihan agar kegiatan praktik dapat berlangsung secara sistematis, efektif, dan sesuai dengan capaian kompetensi.Pembelajaran juga mencakup pengembangan kemampuan komunikasi interpersonal dalam memberikan arahan, instruksi, dan umpan balik kepada peserta pelatihan, sehingga tercipta interaksi yang profesional dan mendukung proses belajar. Di samping itu, peserta dibekali kemampuan mengidentifikasi berbagai potensi bahaya dan risiko yang dapat muncul selama kegiatan praktik, melakukan penilaian risiko, serta menerapkan langkah-langkah pengendalian sesuai prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan prosedur operasional yang berlaku. Dengan kompetensi tersebut, peserta diharapkan mampu mendukung pelaksanaan pelatihan secara aman, efektif, dan sesuai standar mutu.
Materi ini dirancang untuk membekali peserta pemagangan dengan kompetensi dalam mengelola sarana dan prasarana workshop secara efektif, efisien, dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku. Peserta mempelajari prinsip-prinsip manajemen peralatan, mesin, dan bahan praktik yang meliputi perencanaan kebutuhan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, penggunaan, serta pengendalian inventaris guna memastikan seluruh fasilitas pelatihan selalu dalam kondisi siap pakai dan terdokumentasi dengan baik.Selain itu, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan pemeliharaan preventif terhadap peralatan dan mesin workshop melalui kegiatan inspeksi berkala, pembersihan, pelumasan, pengujian fungsi, serta identifikasi dini terhadap potensi kerusakan. Peserta juga mempelajari teknik pengembangan media pembelajaran yang mendukung proses pelatihan praktik, seperti penyusunan jobsheet, modul praktik, media demonstrasi, dan alat bantu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan program kejuruan. Di bidang administrasi workshop, peserta dilatih untuk mengelola berbagai dokumen operasional, termasuk inventaris peralatan, jadwal pemeliharaan, penggunaan bahan praktik, pencatatan peminjaman dan pengembalian alat, serta penyusunan laporan kegiatan workshop. Melalui materi ini, peserta diharapkan mampu mendukung penyelenggaraan pelatihan yang aman, tertib, efisien, dan berkualitas sesuai standar pengelolaan sarana dan prasarana pelatihan.
Materi ini bertujuan untuk memperdalam penguasaan kompetensi teknis peserta pada bidang kelistrikan sesuai dengan program pelatihan yang diselenggarakan, sehingga peserta mampu memahami konsep, prinsip kerja, prosedur operasional, serta penerapan standar teknis dalam setiap kegiatan praktik. Pendalaman materi ini menjadi bekal bagi peserta untuk memberikan dukungan teknis kepada instruktur serta memastikan pelaksanaan praktik berjalan sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan.Selain penguasaan materi teknis, peserta dibekali kemampuan menerapkan teknik demonstrasi praktik yang efektif, meliputi persiapan alat dan bahan, penyampaian langkah kerja secara sistematis, pemberian contoh yang benar, serta penerapan aspek keselamatan kerja selama demonstrasi. Peserta juga mempelajari teknik evaluasi hasil praktik melalui observasi unjuk kerja, penggunaan instrumen penilaian, pemberian umpan balik yang konstruktif, serta pendokumentasian hasil belajar peserta sesuai dengan indikator kompetensi. Untuk mendukung keberhasilan proses pembelajaran, peserta mengembangkan kemampuan komunikasi efektif yang mencakup penyampaian instruksi secara jelas, membangun interaksi yang positif, memberikan motivasi, serta menjalin komunikasi profesional dengan instruktur maupun peserta pelatihan. Melalui materi ini, peserta diharapkan mampu berperan secara aktif dalam mendukung proses pembelajaran praktik yang aman, interaktif, efektif, dan berorientasi pada pencapaian kompetensi.
Materi ini dirancang untuk membekali peserta pemagangan dengan kompetensi dalam mendukung penyelenggaraan pelatihan secara terencana, sistematis, dan sesuai dengan standar operasional lembaga pelatihan. Peserta mempelajari proses perencanaan pelaksanaan pelatihan yang meliputi penyusunan jadwal kegiatan, penyiapan sarana dan prasarana, kesiapan peralatan dan bahan praktik, serta pengorganisasian kebutuhan pembelajaran agar proses pelatihan dapat berlangsung secara efektif dan efisien.Selain itu, peserta dibekali kemampuan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran melalui pemantauan proses pelatihan, observasi pelaksanaan praktik, pengumpulan data hasil belajar, serta penyusunan laporan evaluasi sebagai bahan perbaikan dan peningkatan mutu pelatihan. Pada aspek administrasi, peserta mempelajari tata cara penyusunan dan pengelolaan dokumen pelatihan, seperti daftar hadir, logbook, formulir penggunaan alat dan bahan, berita acara, laporan kegiatan, serta dokumentasi administrasi lainnya secara tertib dan akuntabel. Materi ini juga mengembangkan kemampuan peserta dalam melakukan koordinasi pelaksanaan pelatihan dengan instruktur, teknisi, pengelola program, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Melalui penguasaan materi ini, peserta diharapkan mampu berkontribusi secara profesional dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan administrasi pelatihan sehingga tercipta proses pembelajaran yang berkualitas, efektif, dan berorientasi pada pencapaian kompetensi.
Materi ini merupakan tahap akhir dalam program pemagangan yang bertujuan untuk mengukur tingkat penguasaan kompetensi peserta sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam menjalankan tugas sebagai Asisten Instruktur atau Teknisi Sarana Prasarana Kejuruan Listrik. Kegiatan diawali dengan review materi kelistrikan untuk memastikan peserta memahami kembali konsep, prinsip kerja, prosedur instalasi, pengoperasian peralatan, pemeliharaan, serta aspek keselamatan kerja yang telah dipelajari selama program pemagangan. Selanjutnya, peserta melakukan review Standar Operasional Prosedur (SOP) pelatihan guna memastikan seluruh kegiatan pembelajaran, penggunaan sarana dan prasarana, serta pelaksanaan praktik telah sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku.Selain penguatan kompetensi teknis, peserta dibekali pemahaman mengenai etika profesi dan pelayanan, yang meliputi integritas, tanggung jawab, disiplin, komunikasi profesional, kerja sama tim, pelayanan prima, serta sikap yang mencerminkan budaya kerja di lingkungan pelatihan vokasi maupun industri. Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti evaluasi kompetensi Asisten Instruktur melalui penilaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja, yang mencakup kemampuan mendukung proses pembelajaran, mengelola sarana dan prasarana, menerapkan K3, berkomunikasi secara efektif, serta melaksanakan tugas sesuai standar operasional. Hasil evaluasi ini menjadi dasar untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta, memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran, serta menentukan tingkat kesiapan peserta untuk menjalankan peran secara mandiri dan profesional di lingkungan kerja.
peserta pemagangan dibekali dengan pengetahuan dasar mengenai lingkungan kerja, budaya organisasi, serta peran dan tanggung jawab sebagai Asisten Instruktur. Pembelajaran difokuskan pada pemahaman penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta K3 Ketenagalistrikan, Standar Operasional Prosedur (SOP) pelatihan, budaya kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin), serta penguasaan dasar-dasar kompetensi kelistrikan sebagai bekal dalam mendukung kegiatan pelatihan. Melalui kegiatan praktik, peserta diarahkan untuk mengenal lingkungan workshop, menyiapkan ruang pelatihan beserta peralatan, mesin, dan bahan praktik, melakukan pemeriksaan kelayakan peralatan dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta mendampingi instruktur dalam pelaksanaan pembelajaran praktik. Selain itu, peserta juga dilatih dalam pengelolaan inventaris sarana dan prasarana, administrasi pelatihan, serta pengisian logbook sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan pemagangan. Kompetensi yang diperoleh pada tahap ini menjadi dasar bagi peserta untuk melaksanakan tugas-tugas teknis secara aman, tertib, efektif, dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku pada bulan-bulan berikutnya.
peserta pemagangan dengan pemahaman yang komprehensif mengenai kompetensi teknis kelistrikan sesuai program pelatihan yang diselenggarakan. Peserta diharapkan mampu menguasai konsep, prinsip kerja, serta prosedur pelaksanaan praktik pada masing-masing program kejuruan sehingga dapat memberikan dukungan teknis yang efektif selama proses pembelajaran. Selain itu, peserta mempelajari metode pembelajaran praktik yang meliputi teknik demonstrasi, pembimbingan, dan pendampingan peserta pelatihan agar kegiatan praktik dapat berlangsung secara sistematis, efektif, dan sesuai dengan capaian kompetensi.Pembelajaran juga mencakup pengembangan kemampuan komunikasi interpersonal dalam memberikan arahan, instruksi, dan umpan balik kepada peserta pelatihan, sehingga tercipta interaksi yang profesional dan mendukung proses belajar. Di samping itu, peserta dibekali kemampuan mengidentifikasi berbagai potensi bahaya dan risiko yang dapat muncul selama kegiatan praktik, melakukan penilaian risiko, serta menerapkan langkah-langkah pengendalian sesuai prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan prosedur operasional yang berlaku. Dengan kompetensi tersebut, peserta diharapkan mampu mendukung pelaksanaan pelatihan secara aman, efektif, dan sesuai standar mutu.
Materi ini dirancang untuk membekali peserta pemagangan dengan kompetensi dalam mengelola sarana dan prasarana workshop secara efektif, efisien, dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku. Peserta mempelajari prinsip-prinsip manajemen peralatan, mesin, dan bahan praktik yang meliputi perencanaan kebutuhan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, penggunaan, serta pengendalian inventaris guna memastikan seluruh fasilitas pelatihan selalu dalam kondisi siap pakai dan terdokumentasi dengan baik.Selain itu, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan pemeliharaan preventif terhadap peralatan dan mesin workshop melalui kegiatan inspeksi berkala, pembersihan, pelumasan, pengujian fungsi, serta identifikasi dini terhadap potensi kerusakan. Peserta juga mempelajari teknik pengembangan media pembelajaran yang mendukung proses pelatihan praktik, seperti penyusunan jobsheet, modul praktik, media demonstrasi, dan alat bantu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan program kejuruan. Di bidang administrasi workshop, peserta dilatih untuk mengelola berbagai dokumen operasional, termasuk inventaris peralatan, jadwal pemeliharaan, penggunaan bahan praktik, pencatatan peminjaman dan pengembalian alat, serta penyusunan laporan kegiatan workshop. Melalui materi ini, peserta diharapkan mampu mendukung penyelenggaraan pelatihan yang aman, tertib, efisien, dan berkualitas sesuai standar pengelolaan sarana dan prasarana pelatihan.
Materi ini bertujuan untuk memperdalam penguasaan kompetensi teknis peserta pada bidang kelistrikan sesuai dengan program pelatihan yang diselenggarakan, sehingga peserta mampu memahami konsep, prinsip kerja, prosedur operasional, serta penerapan standar teknis dalam setiap kegiatan praktik. Pendalaman materi ini menjadi bekal bagi peserta untuk memberikan dukungan teknis kepada instruktur serta memastikan pelaksanaan praktik berjalan sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan.Selain penguasaan materi teknis, peserta dibekali kemampuan menerapkan teknik demonstrasi praktik yang efektif, meliputi persiapan alat dan bahan, penyampaian langkah kerja secara sistematis, pemberian contoh yang benar, serta penerapan aspek keselamatan kerja selama demonstrasi. Peserta juga mempelajari teknik evaluasi hasil praktik melalui observasi unjuk kerja, penggunaan instrumen penilaian, pemberian umpan balik yang konstruktif, serta pendokumentasian hasil belajar peserta sesuai dengan indikator kompetensi. Untuk mendukung keberhasilan proses pembelajaran, peserta mengembangkan kemampuan komunikasi efektif yang mencakup penyampaian instruksi secara jelas, membangun interaksi yang positif, memberikan motivasi, serta menjalin komunikasi profesional dengan instruktur maupun peserta pelatihan. Melalui materi ini, peserta diharapkan mampu berperan secara aktif dalam mendukung proses pembelajaran praktik yang aman, interaktif, efektif, dan berorientasi pada pencapaian kompetensi.
Materi ini dirancang untuk membekali peserta pemagangan dengan kompetensi dalam mendukung penyelenggaraan pelatihan secara terencana, sistematis, dan sesuai dengan standar operasional lembaga pelatihan. Peserta mempelajari proses perencanaan pelaksanaan pelatihan yang meliputi penyusunan jadwal kegiatan, penyiapan sarana dan prasarana, kesiapan peralatan dan bahan praktik, serta pengorganisasian kebutuhan pembelajaran agar proses pelatihan dapat berlangsung secara efektif dan efisien.Selain itu, peserta dibekali kemampuan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran melalui pemantauan proses pelatihan, observasi pelaksanaan praktik, pengumpulan data hasil belajar, serta penyusunan laporan evaluasi sebagai bahan perbaikan dan peningkatan mutu pelatihan. Pada aspek administrasi, peserta mempelajari tata cara penyusunan dan pengelolaan dokumen pelatihan, seperti daftar hadir, logbook, formulir penggunaan alat dan bahan, berita acara, laporan kegiatan, serta dokumentasi administrasi lainnya secara tertib dan akuntabel. Materi ini juga mengembangkan kemampuan peserta dalam melakukan koordinasi pelaksanaan pelatihan dengan instruktur, teknisi, pengelola program, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Melalui penguasaan materi ini, peserta diharapkan mampu berkontribusi secara profesional dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan administrasi pelatihan sehingga tercipta proses pembelajaran yang berkualitas, efektif, dan berorientasi pada pencapaian kompetensi.
Materi ini merupakan tahap akhir dalam program pemagangan yang bertujuan untuk mengukur tingkat penguasaan kompetensi peserta sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam menjalankan tugas sebagai Asisten Instruktur atau Teknisi Sarana Prasarana Kejuruan Listrik. Kegiatan diawali dengan review materi kelistrikan untuk memastikan peserta memahami kembali konsep, prinsip kerja, prosedur instalasi, pengoperasian peralatan, pemeliharaan, serta aspek keselamatan kerja yang telah dipelajari selama program pemagangan. Selanjutnya, peserta melakukan review Standar Operasional Prosedur (SOP) pelatihan guna memastikan seluruh kegiatan pembelajaran, penggunaan sarana dan prasarana, serta pelaksanaan praktik telah sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku.Selain penguatan kompetensi teknis, peserta dibekali pemahaman mengenai etika profesi dan pelayanan, yang meliputi integritas, tanggung jawab, disiplin, komunikasi profesional, kerja sama tim, pelayanan prima, serta sikap yang mencerminkan budaya kerja di lingkungan pelatihan vokasi maupun industri. Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti evaluasi kompetensi Asisten Instruktur melalui penilaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja, yang mencakup kemampuan mendukung proses pembelajaran, mengelola sarana dan prasarana, menerapkan K3, berkomunikasi secara efektif, serta melaksanakan tugas sesuai standar operasional. Hasil evaluasi ini menjadi dasar untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta, memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran, serta menentukan tingkat kesiapan peserta untuk menjalankan peran secara mandiri dan profesional di lingkungan kerja.
Jl. Raya Serang - Pandeglang No.197, Karundang, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten 42126

Kota Serang

Orisa Utama Sejahtera
Teknik Mesin Industri, Mesin Industri, PJJ Teknik Industri

Rumah Sehat Terpadu Serang
Refraksi Optisi

Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa I
Teknik Arsitektur, Teknik Sipil

Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa I
Teknik Arsitektur, Teknik Sipil
Matahari Department Store
Teknik Informatika, Teknologi Informasi, Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Manajemen Informatika, Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Komputer

KANIM KELAS I NON TPI SERANG
Pendidikan Luar Biasa