Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Rs Pku Muhammadiyah Wonosobo
"1. Memahami proses penerimaan, penyiapan, dan penyerahan obat kepada pasien sesuai resep dan SOP.
2. Memahami prinsip pengkajian administratif resep, penyiapan obat, pelabelan, dan pengecekan obat sebelum diserahkan.
3. Memahami prinsip pelayanan informasi obat dan komunikasi yang baik kepada pasien di bawah supervisi apoteker."
Pada bulan pertama, peserta magang difokuskan pada proses orientasi dan adaptasi terhadap lingkungan kerja rumah sakit serta Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Peserta diperkenalkan dengan visi, misi, nilai-nilai organisasi, budaya kerja, struktur organisasi, sistem pelayanan rumah sakit, serta peran dan tanggung jawab Tenaga Teknis Kefarmasian dalam pelayanan kefarmasian. Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai etika profesi, keselamatan dan kesehatan kerja (K3RS), pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), keselamatan pasien (patient safety), penggunaan sistem informasi rumah sakit, serta standar operasional prosedur yang berlaku. Melalui kegiatan observasi dan pendampingan di berbagai unit pelayanan farmasi, peserta diharapkan mampu memahami alur pelayanan dan beradaptasi dengan lingkungan kerja secara profesional.
Pada bulan kedua, peserta mulai mempelajari dan mempraktikkan proses pengelolaan perbekalan farmasi secara menyeluruh mulai dari perencanaan kebutuhan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, hingga pengendalian persediaan obat dan alat kesehatan. Pembelajaran juga mencakup penerapan prinsip FIFO dan FEFO, pengelolaan obat dengan penyimpanan khusus seperti narkotika, psikotropika, dan obat rantai dingin (cold chain), serta pengelolaan obat high alert dan LASA (look-alike, sound-alike). Peserta dilibatkan dalam kegiatan administrasi stok, pencatatan, dan stock opname sehingga mampu memahami pentingnya akurasi, efisiensi, dan mutu dalam pengelolaan logistik kefarmasian.
Pada bulan ketiga, peserta diarahkan untuk memahami dan melaksanakan pelayanan kefarmasian di unit rawat jalan dengan pendampingan preseptor. Pembelajaran difokuskan pada alur pelayanan resep mulai dari penerimaan resep, skrining administratif dan farmasetik sesuai kewenangan Tenaga Teknis Kefarmasian, penyiapan obat, pelabelan, pengecekan akhir, hingga penyerahan obat kepada pasien. Peserta juga dilatih untuk memberikan informasi penggunaan obat sesuai arahan apoteker, menerapkan komunikasi yang efektif, memberikan pelayanan prima, serta menjaga keselamatan pasien melalui penerapan prosedur pelayanan yang benar.
Pada bulan keempat, peserta memperoleh pengalaman praktik di unit pelayanan farmasi rawat inap dengan mempelajari sistem distribusi obat kepada pasien sesuai dengan kebijakan rumah sakit. Kegiatan pembelajaran meliputi penyiapan obat pasien, distribusi obat ke ruang perawatan, pengelolaan floor stock, sistem unit dose dispensing, pengelolaan troli emergensi, dokumentasi pelayanan, serta pengendalian obat yang dikembalikan dari ruang perawatan. Selama proses pembelajaran, peserta juga dibimbing untuk memahami pentingnya koordinasi dengan tenaga kesehatan lain dalam mendukung pelayanan yang efektif, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Melaksanakan pelayanan teknis kefarmasian dengan tingkat kemandirian yang lebih tinggi sesuai kompetensi dan unit penempatan
Pada bulan terakhir, peserta diberikan kesempatan untuk mengintegrasikan seluruh kompetensi yang telah diperoleh selama program magang melalui rotasi mandiri dengan supervisi minimal di berbagai unit Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Peserta diharapkan mampu melaksanakan pelayanan kefarmasian secara lebih mandiri sesuai dengan kewenangannya, menerapkan standar operasional prosedur secara konsisten, bekerja sama dalam tim multidisiplin, serta menunjukkan sikap profesional dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Pada akhir program dilakukan evaluasi menyeluruh melalui penilaian kompetensi, penilaian kinerja, penyusunan laporan magang, dan umpan balik dari preseptor sebagai dasar penetapan kelulusan program magang dan kesiapan peserta untuk memasuki dunia kerja sebagai Tenaga Teknis Kefarmasian yang kompeten.
JWGR+J4J, Jl. Raya Wonosobo - Kertek, Kurahan, Sudungdewo, Kec. Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56371

Kab. Wonosobo
Rumah Sakit Syariah Terpadu (Integrated Sharia Hospital) Rumah Sakit bertujuan melaksanakan upaya pelayanan kesehatan secara islami kepada masyarakat secara efektif dan efisien dengan mengutamakan upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara terpadu serta melaksanakan upaya rujukan.

Uptd Puskesmas Sukoharjo 1
Fisioterapi

Uptd Puskesmas Sapuran
Kesehatan Gigi dan Mulut

Pusat Kesehatan Masyarakat Kecamatan Selomerto 1 Kabupaten Wonosobo
Psikologi

Uptd Puskesmas Watumalang
Keperawatan Gigi, Terapi Gigi

Pusat Kesehatan Masyarakat Kecamatan Wadaslintang 1
Farmasi

Pusat Kesehatan Masyarakat Kecamatan Selomerto 1 Kabupaten Wonosobo
Fisioterapi