Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Matra Roda Piranti
HSE Staff bertanggung jawab melaksanakan, memantau, dan mendokumentasikan program Health, Safety & Environment di lingkungan PT Matra Roda Piranti untuk mencegah kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, kebakaran, pencemaran lingkungan, dan kejadian lain yang dapat mengganggu keselamatan manusia, aset, proses produksi, maupun kelangsungan operasional perusahaan.
Posisi ini mendukung identifikasi bahaya dan penilaian risiko, pelaksanaan inspeksi K3, pemantauan penggunaan alat pelindung diri (APD), pengelolaan aspek lingkungan, investigasi insiden, pelaksanaan pelatihan, serta pemantauan kepatuhan terhadap peraturan dan prosedur internal.
HSE Staff juga berperan sebagai mitra kerja bagi departemen operasional dalam memastikan risiko di area kerja dikendalikan melalui tindakan pencegahan, perbaikan kondisi tidak aman, peningkatan kesadaran karyawan, dan penerapan budaya kerja aman.
Tujuan utama jabatan
1. Mencegah kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, kebakaran, dan kejadian berbahaya melalui pengendalian risiko secara sistematis.
2. Memastikan identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko dilaksanakan pada seluruh aktivitas kerja yang relevan.
3. Mendukung kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan K3 dan lingkungan, izin yang berlaku, serta standar dan prosedur internal perusahaan.
4. Memastikan inspeksi, pemantauan kondisi kerja, dan tindak lanjut atas temuan K3 dan lingkungan dilakukan secara terencana.
5. Mendukung pengelolaan limbah, bahan kimia, emisi, air limbah, dan aspek lingkungan lainnya sesuai karakteristik proses serta ketentuan yang berlaku.
6. Meningkatkan kompetensi, kesadaran, dan keterlibatan karyawan, kontraktor, serta pihak terkait dalam penerapan K3 dan perlindungan lingkungan.
7. Menyediakan data dan laporan HSE yang akurat untuk evaluasi kinerja, penentuan tindakan perbaikan, dan pengambilan keputusan manajemen.
Tugas dan tanggung jawab
A. Identifikasi bahaya dan pengendalian risiko K3
- Melakukan identifikasi bahaya dan membantu penyusunan serta pembaruan HIRADC/HIRARC sesuai metodologi perusahaan.
- Mengidentifikasi risiko dari mesin, peralatan, bahan kimia, aktivitas pemeliharaan, pekerjaan panas, pekerjaan listrik, pengangkatan beban, dan aktivitas berisiko lainnya.
- Memantau penerapan pengendalian risiko berdasarkan hierarki pengendalian, mulai dari eliminasi, substitusi, rekayasa teknis, pengendalian administratif, hingga APD.
- Membantu memastikan penilaian risiko diperbarui ketika terdapat perubahan mesin, material, metode kerja, layout, atau proses produksi.
- Berkoordinasi dengan pemilik area untuk memastikan tindakan pengendalian risiko dilaksanakan dan diverifikasi.
- Mengeskalasi bahaya berisiko tinggi kepada atasan dan penanggung jawab area untuk penanganan segera.
B. Inspeksi K3 dan pemantauan area kerja
- Melaksanakan inspeksi rutin dan inspeksi khusus sesuai jadwal serta tingkat risiko.
- Memeriksa kondisi mesin, pelindung mesin (machine guarding), jalur evakuasi, APAR, panel listrik, instalasi, housekeeping, dan fasilitas keselamatan.
- Memantau kepatuhan penggunaan APD sesuai risiko pekerjaan.
- Melakukan pemeriksaan keselamatan di area stamping, welding, bending, powder coating, electrophoresis, warehouse, dan maintenance.
- Memantau kondisi tidak aman (unsafe condition) dan tindakan tidak aman (unsafe act), kemudian mencatat serta mengoordinasikan tindak lanjutnya.
- Membuat laporan inspeksi lengkap dengan foto atau bukti pendukung, penanggung jawab, tenggat penyelesaian, dan status penutupan.
- Memantau efektivitas tindakan perbaikan bersama departemen pemilik area.
C. Pengendalian izin kerja dan aktivitas berisiko tinggi
- Mendukung penerapan sistem izin kerja (permit to work) sesuai prosedur perusahaan.
- Memeriksa kelengkapan administrasi dan persyaratan keselamatan untuk pekerjaan panas, pekerjaan listrik, pekerjaan di ketinggian, pekerjaan di ruang terbatas, serta pekerjaan berisiko lainnya apabila relevan.
- Memantau penerapan prosedur Lockout/Tagout (LOTO) pada pekerjaan pemeliharaan atau aktivitas lain yang membutuhkan isolasi energi.
- Memastikan kontraktor memahami aturan keselamatan sebelum memulai pekerjaan.
- Mencatat penyimpangan dari persyaratan izin kerja dan mengoordinasikan tindakan koreksi dengan penanggung jawab pekerjaan.
Catatan: Kewenangan menerbitkan, menyetujui, atau menghentikan izin kerja harus ditetapkan secara formal dalam prosedur dan matriks kewenangan perusahaan.
D. Investigasi kecelakaan kerja dan insiden
- Mencatat kecelakaan kerja, near miss, kondisi berbahaya, kebakaran, tumpahan bahan kimia, dan kejadian lingkungan.
- Mengumpulkan bukti awal, keterangan saksi, foto, serta kronologi kejadian sesuai kewenangan.
- Membantu tim investigasi menganalisis penyebab langsung, faktor kontribusi, dan akar penyebab.
- Mengoordinasikan penyusunan tindakan korektif dan pencegahan bersama departemen terkait.
- Memantau penyelesaian tindakan dan membantu memverifikasi efektivitasnya.
- Menyiapkan laporan insiden dan pembelajaran (lessons learned) untuk mencegah kejadian berulang.
- Mendukung pelaporan insiden kepada pihak berwenang apabila diwajibkan dan sesuai penugasan perusahaan.
E. Kesiapsiagaan dan tanggap darurat
- Memelihara dokumen dan program kesiapsiagaan keadaan darurat.
- Memantau ketersediaan, aksesibilitas, dan kondisi APAR, alarm, jalur evakuasi, pintu darurat, kotak P3K, serta sarana tanggap darurat lainnya.
- Mendukung pembentukan, pembinaan, dan pelatihan tim tanggap darurat sesuai kebutuhan.
- Menyusun jadwal simulasi kebakaran, evakuasi, tumpahan bahan kimia, atau skenario lain berdasarkan hasil penilaian risiko.
- Mendokumentasikan pelaksanaan simulasi, waktu respons, hasil evaluasi, dan rencana perbaikannya.
- Memantau penyelesaian temuan hasil simulasi dan inspeksi sarana darurat.
F. Pengelolaan lingkungan dan limbah
- Mengidentifikasi serta memantau aspek dan dampak lingkungan dari kegiatan operasional.
- Mendukung pemilahan, pelabelan, penyimpanan, pencatatan, dan penyerahan limbah sesuai klasifikasi serta ketentuan yang berlaku.
- Memantau pengelolaan limbah B3, limbah non-B3, bahan kimia, tumpahan, dan potensi pencemaran.
- Mendukung pemantauan air limbah, emisi, kebisingan, atau parameter lingkungan lain yang relevan dengan proses dan kewajiban perusahaan.
- Memeriksa kondisi tempat penyimpanan limbah, label, simbol, wadah, serta dokumentasi serah terima kepada pihak yang berwenang.
- Berkoordinasi dengan vendor pengelola limbah dan pihak terkait berdasarkan prosedur serta izin yang berlaku.
- Memelihara rekaman pemantauan lingkungan dan menindaklanjuti temuan ketidaksesuaian.
- Membantu mengidentifikasi peluang pengurangan limbah, efisiensi sumber daya, dan pencegahan pencemaran.
G. Pengendalian bahan kimia
- Memelihara daftar bahan kimia yang digunakan di area kerja.
- Memastikan ketersediaan dan akses terhadap Safety Data Sheet (SDS) yang relevan.
- Memantau pelabelan, penyimpanan, segregasi, dan penanganan bahan kimia sesuai karakteristik bahayanya.
- Memeriksa ketersediaan perlengkapan penanganan tumpahan dan APD yang sesuai.
- Mendukung pelatihan penanganan bahan kimia serta tindakan darurat.
- Berkoordinasi dengan pemilik area powder coating dan electrophoresis untuk mengendalikan risiko paparan, kebakaran, tumpahan, dan pencemaran.
H. Pelatihan dan budaya K3
- Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan HSE bersama HRD, atasan, dan departemen terkait.
- Menyusun atau membantu pelaksanaan program seperti safety induction, toolbox meeting, sosialisasi APD, tanggap darurat, dan pelatihan sesuai risiko.
- Mendukung pelaksanaan pelatihan khusus yang dipersyaratkan oleh peraturan atau pekerjaan tertentu melalui personel yang kompeten.
- Memelihara rekaman pelatihan, daftar hadir, hasil evaluasi, dan bukti kompetensi.
- Melaksanakan kampanye keselamatan, komunikasi bahaya, dan pembelajaran dari insiden.
- Mendorong pelaporan near miss dan keterlibatan karyawan dalam perbaikan keselamatan.
I. Kepatuhan hukum dan administrasi HSE
- Membantu memelihara daftar peraturan dan kewajiban kepatuhan K3 serta lingkungan yang relevan.
- Memantau masa berlaku dokumen, izin, pemeriksaan, pengujian, dan sertifikasi sarana atau peralatan yang diwajibkan.
- Mengumpulkan bukti kepatuhan serta menyiapkan dokumen untuk inspeksi instansi, audit pelanggan, atau audit sistem manajemen.
- Mendukung penerapan persyaratan K3 dan lingkungan yang terkait dengan ISO 14001, ISO 45001, atau persyaratan pelanggan apabila termasuk dalam sistem perusahaan.
- Menyimpan rekaman HSE secara tertib, terkendali, dan mudah ditelusuri.
- Mengeskalasi potensi ketidakpatuhan kepada atasan dan unit terkait untuk penanganan yang tepat.
J. Pelaporan, analisis, dan perbaikan berkelanjutan
- Menyusun laporan harian, mingguan, atau bulanan sesuai kebutuhan perusahaan.
- Mengumpulkan data kecelakaan, near miss, hasil inspeksi, status tindakan korektif, penggunaan APD, dan kinerja lingkungan.
- Memantau tren insiden dan temuan berulang.
- Membantu menyusun program perbaikan berdasarkan risiko, hasil inspeksi, investigasi, dan evaluasi kinerja.
- Memantau pencapaian program HSE dan melaporkan hambatan kepada atasan.
- Berkoordinasi dengan departemen terkait untuk memastikan tindakan perbaikan dilaksanakan sesuai target.
Output yang diharapkan
1 Dokumen HIRADC/HIRARC: Bahaya dan risiko teridentifikasi, pengendalian ditetapkan, dan revisi terdokumentasi
2 Jadwal dan laporan inspeksi K3: Inspeksi terlaksana sesuai jadwal, temuan memiliki PIC dan tenggat
3 Daftar temuan dan tindakan perbaikan HSE: Status, bukti penyelesaian, dan verifikasi tindak lanjut tercatat
4 Laporan kecelakaan dan near miss: Kronologi, hasil investigasi, tindakan korektif, dan pembelajaran terdokumentasi
5 Rekaman izin kerja berisiko tinggi: Dokumen dan persyaratan keselamatan tersedia sesuai prosedur
6 Checklist sarana tanggap darurat: Kondisi dan kesiapan sarana diperiksa serta ditindaklanjuti
7 Program dan laporan simulasi darurat: Jadwal, peserta, hasil evaluasi, dan tindakan perbaikan tersedia
8 Daftar bahan kimia dan SDS: Data bahan kimia serta SDS relevan tersedia dan mudah diakses
9 Rekaman pengelolaan limbah: Pemilahan, penyimpanan, pengangkutan, dan serah terima terdokumentasi
10 Data pemantauan lingkungan: Hasil pemantauan dan bukti kepatuhan tersedia sesuai kewajiban
11 Program dan rekaman pelatihan HSE: Kebutuhan, pelaksanaan, peserta, evaluasi, dan kompetensi tercatat
12 Daftar kewajiban kepatuhan HSE: Persyaratan, penanggung jawab, tenggat, dan status pemenuhan terpantau
13 Dashboard kinerja HSE: Indikator keselamatan, lingkungan, dan status perbaikan disajikan berkala
14 Laporan HSE periodik: Data akurat, tepat waktu, disertai analisis dan rekomendasi
15 Program peningkatan HSE: Terdapat rencana, target, PIC, tenggat, dan evaluasi efektivitas
Materi pembelajaran 1. Profil PT Matra Roda Piranti dan proses manufaktur komponen otomotif. 2. Fungsi HSE dan pembagian tanggung jawab antara HSE, Produksi, Maintenance, HRD & GA, serta departemen lain. 3. Pengenalan bahaya dan risiko di area stamping, bending, welding, powder coating, electrophoresis, warehouse, dan maintenance. 4. Safety induction, jalur evakuasi, titik kumpul, APD, dan aturan akses area. 5. Prosedur pelaporan kecelakaan, near miss, kondisi tidak aman, dan keadaan darurat. 6. Etika kerja, kerahasiaan data, dan tata cara dokumentasi. Praktik/OJT - Mengikuti orientasi dan safety induction. - Melakukan plant walk-through bersama mentor. - Mengidentifikasi fungsi area kerja dan bahaya yang terlihat. - Mempelajari formulir inspeksi, laporan insiden, dan dokumen HSE yang digunakan perusahaan. - Membuat catatan hasil observasi awal. Output yang diharapkan - Laporan orientasi HSE. - Peta sederhana area kerja dan sumber bahaya utama. - Daftar istilah dan dokumen HSE yang dipelajari. - Checklist pemahaman aturan dasar keselamatan. Evaluasi - Tes pengetahuan dasar HSE. - Observasi kepatuhan terhadap APD dan aturan area. - Presentasi singkat mengenai risiko utama perusahaan.
Materi pembelajaran 1. Tujuan, jenis, dan frekuensi inspeksi K3. 2. Penggunaan checklist dan dokumentasi bukti objektif. 3. Pemeriksaan APD, machine guarding, housekeeping, jalur evakuasi, dan fasilitas keselamatan. 4. Identifikasi unsafe condition dan unsafe act. 5. Penentuan prioritas temuan berdasarkan risiko. 6. Sistem tindak lanjut dan verifikasi perbaikan. Praktik/OJT - Mengikuti inspeksi di area produksi dan fasilitas pendukung. - Melakukan pemeriksaan dengan checklist di bawah pengawasan mentor. - Mendokumentasikan temuan dengan foto apabila diizinkan. - Membuat daftar temuan dan mengidentifikasi penanggung jawab area. - Memantau beberapa temuan hingga tahap verifikasi. Output yang diharapkan - Checklist inspeksi yang terisi. - Laporan inspeksi dengan bukti pendukung. - Daftar temuan, prioritas risiko, PIC, dan tenggat. - Rekap status tindakan perbaikan. Evaluasi - Observasi langsung terhadap cara inspeksi. - Penilaian ketepatan dan kelengkapan temuan. - Uji kemampuan menyusun laporan dan melakukan tindak lanjut.
Materi pembelajaran 1. Kategori insiden dan alur pelaporan internal. 2. Prinsip pengamanan area dan pelestarian bukti awal. 3. Pengumpulan fakta, foto, kronologi, dan keterangan saksi sesuai kewenangan. 4. Analisis 5 Why dan diagram sebab-akibat. 5. Tindakan korektif, pencegahan kejadian berulang, dan verifikasi efektivitas. 6. Pembelajaran dari insiden dan komunikasi hasil investigasi. Praktik/OJT - Menelaah contoh laporan insiden yang telah dianonimkan atau disetujui untuk pembelajaran. - Menyusun kronologi dari studi kasus. - Membantu mengisi formulir investigasi awal. - Membuat analisis 5 Why untuk kasus simulasi. - Memantau status tindakan korektif dalam daftar tindak lanjut. Output yang diharapkan - Draft laporan investigasi berdasarkan studi kasus. - Analisis akar penyebab. - Daftar tindakan korektif dan PIC. - Ringkasan lessons learned. Evaluasi - Tes pengetahuan tentang pelaporan dan investigasi. - Penilaian objektivitas kronologi dan kecukupan bukti. - Penilaian keterkaitan antara akar penyebab dan tindakan perbaikan.
Materi pembelajaran 1. Aspek dan dampak lingkungan kegiatan manufaktur. 2. Perbedaan kategori limbah sesuai klasifikasi dan ketentuan yang berlaku. 3. Pengelolaan limbah B3 dan non-B3 sesuai karakteristiknya. 4. Persyaratan penyimpanan, label, simbol, wadah, dan dokumentasi. 5. Pemantauan air limbah, emisi, kebisingan, atau parameter lain yang relevan. 6. Pencegahan tumpahan, pencemaran, dan peluang pengurangan limbah. 7. Koordinasi dengan vendor pengelola limbah yang memenuhi persyaratan. Praktik/OJT - Mengamati tempat penyimpanan limbah bersama personel berwenang. - Memeriksa kelengkapan checklist dan label sesuai prosedur. - Meninjau contoh rekaman serah terima limbah. - Membantu merekap data limbah berdasarkan dokumen yang diizinkan. - Mengidentifikasi peluang perbaikan housekeeping atau pemilahan. Output yang diharapkan - Checklist observasi pengelolaan limbah. - Rekap data limbah dari sumber yang disetujui. - Daftar temuan dan rekomendasi perbaikan. - Ringkasan aspek dan dampak lingkungan dari area yang dipelajari. Evaluasi - Tes pemahaman pengelolaan limbah. - Penilaian ketepatan identifikasi ketidaksesuaian. - Penilaian kelengkapan data dan rekomendasi.
Materi pembelajaran 1. Identifikasi kebutuhan pelatihan HSE. 2. Safety induction, toolbox meeting, sosialisasi APD, dan komunikasi bahaya. 3. Penyusunan materi komunikasi keselamatan. 4. Pengelolaan daftar hadir, evaluasi, dan rekaman kompetensi. 5. Komunikasi hasil inspeksi dan lessons learned. 6. Pelaporan near miss dan budaya keselamatan yang tidak menyalahkan pelapor. Praktik/OJT - Membantu menyiapkan satu materi safety briefing. - Membantu administrasi satu kegiatan sosialisasi HSE. - Membuat poster atau media komunikasi keselamatan sesuai panduan perusahaan. - Merekap hasil evaluasi pelatihan. - Menyusun ide kampanye pelaporan near miss. Output yang diharapkan - Materi safety briefing. - Rekaman administrasi pelatihan. - Media komunikasi HSE. - Ringkasan evaluasi pelatihan dan usulan tindak lanjut. Evaluasi - Penilaian kualitas materi. - Observasi kemampuan komunikasi. - Pemeriksaan ketepatan rekaman dan hasil evaluasi.
Materi pembelajaran 1. Struktur database temuan inspeksi dan insiden. 2. Penggunaan Excel untuk rekapitulasi, filter, formula, dan tabel ringkasan. 3. Indikator inspeksi, near miss, tindakan korektif, pelatihan, dan lingkungan. 4. Analisis tren temuan dan temuan berulang. 5. Pembuatan grafik dan dashboard HSE sederhana. 6. Prinsip validasi data, ketepatan periode, dan interpretasi hasil. 7. Penyusunan laporan bulanan dan rekomendasi perbaikan. Praktik/OJT - Mengolah data historis atau data simulasi yang disetujui. - Membuat rekap temuan berdasarkan area, kategori risiko, dan status. - Menyusun grafik tren serta dashboard sederhana. - Mengidentifikasi tiga temuan dominan atau masalah berulang. - Menyusun laporan analisis singkat untuk mentor. Output yang diharapkan - File rekapitulasi data HSE. - Dashboard HSE sederhana. - Analisis tren temuan dan status tindakan korektif. - Laporan berkala dengan rekomendasi. Evaluasi - Uji keterampilan Excel. - Penilaian akurasi dan konsistensi data. - Penilaian kualitas analisis, visualisasi, dan rekomendasi.
Materi pembelajaran 1. Pengertian bahaya, risiko, konsekuensi, dan kemungkinan kejadian. 2. Metode identifikasi bahaya dan matriks penilaian risiko yang digunakan perusahaan. 3. Hierarki pengendalian: eliminasi, substitusi, rekayasa teknis, administratif, dan APD. 4. Risiko mesin, listrik, kebisingan, ergonomi, bahan kimia, pekerjaan panas, dan material handling. 5. Penilaian risiko pada pekerjaan rutin dan nonrutin. 6. Perubahan mesin, material, metode kerja, atau layout sebagai pemicu peninjauan risiko. Praktik/OJT - Mengamati satu area produksi bersama mentor. - Mengidentifikasi bahaya pada aktivitas yang dipilih. - Membantu mengisi draft HIRARC berdasarkan format perusahaan. - Membandingkan pengendalian yang ada dengan risiko yang teridentifikasi. - Mengusulkan perbaikan untuk ditinjau mentor dan pemilik area. Output yang diharapkan - Draft HIRARC untuk satu aktivitas atau area terpilih. - Daftar bahaya dan pengendalian yang sudah tersedia. - Daftar usulan perbaikan risiko. - Catatan hasil verifikasi mentor. Evaluasi - Tes konsep HIRARC. - Penilaian ketepatan identifikasi bahaya dan konsistensi penilaian risiko. - Penilaian kualitas usulan pengendalian berdasarkan hierarki pengendalian.
Materi pembelajaran 1. Jenis pekerjaan berisiko tinggi yang relevan dengan kegiatan perusahaan. 2. Persyaratan administratif dan keselamatan izin kerja. 3. Pekerjaan panas, pekerjaan listrik, pekerjaan di ketinggian, dan ruang terbatas apabila relevan. 4. Prinsip LOTO dan pengendalian energi berbahaya. 5. Safety induction kontraktor dan verifikasi dokumen pendukung. 6. Pengawasan pekerjaan dan eskalasi penyimpangan. Praktik/OJT - Mempelajari contoh izin kerja yang telah digunakan perusahaan. - Mengamati proses pemeriksaan kelengkapan izin kerja bersama personel berwenang. - Mengikuti observasi pekerjaan kontraktor yang telah disetujui. - Membuat checklist kelengkapan dokumen dan catatan observasi. - Mendiskusikan skenario penyimpangan dengan mentor. Output yang diharapkan - Checklist kelengkapan izin kerja. - Laporan observasi keselamatan kontraktor. - Ringkasan alur LOTO dan izin kerja. - Daftar temuan atau rekomendasi untuk ditinjau mentor. Evaluasi - Tes pemahaman izin kerja dan LOTO. - Simulasi pemeriksaan dokumen. - Penilaian kemampuan mengenali kondisi yang memerlukan eskalasi.
Materi pembelajaran 1. Potensi kebakaran, tumpahan bahan kimia, keadaan darurat medis, dan kondisi darurat lain yang relevan. 2. Struktur komando dan peran tim tanggap darurat. 3. Fungsi APAR, alarm, jalur evakuasi, titik kumpul, dan kotak P3K. 4. Komunikasi dan prosedur eskalasi keadaan darurat. 5. Perencanaan dan pelaksanaan simulasi. 6. Evaluasi hasil simulasi dan rencana perbaikan. Praktik/OJT - Memeriksa kondisi dan aksesibilitas sarana darurat bersama mentor. - Membantu memperbarui checklist fasilitas darurat. - Mengikuti persiapan simulasi yang disetujui perusahaan. - Membantu pencatatan peserta, waktu, temuan, dan hasil evaluasi. - Menyusun usulan perbaikan berdasarkan hasil simulasi. Output yang diharapkan - Checklist kesiapan sarana darurat. - Peta atau daftar titik evakuasi sesuai dokumen resmi perusahaan. - Rekap hasil simulasi atau studi kasus. - Daftar tindakan perbaikan. Evaluasi - Tes pemahaman prosedur darurat. - Penilaian kelengkapan pemeriksaan sarana. - Evaluasi kemampuan dokumentasi dan analisis hasil simulasi.
Materi pembelajaran 1. Identifikasi bahan kimia dan klasifikasi bahayanya. 2. Struktur SDS dan informasi penting mengenai penanganan, penyimpanan, APD, serta respons darurat. 3. Pelabelan dan segregasi bahan kimia yang tidak kompatibel. 4. Penyimpanan dan pemindahan bahan kimia yang aman. 5. Perlengkapan penanganan tumpahan dan prosedur pelaporan. 6. Risiko khusus di area powder coating dan electrophoresis. 7. Pengendalian paparan dan penggunaan APD sesuai penilaian risiko. Praktik/OJT - Memeriksa daftar bahan kimia bersama personel berwenang. - Meninjau ketersediaan SDS dan kesesuaian identitas bahan. - Melakukan observasi penyimpanan dan pelabelan dengan supervisi. - Membuat ringkasan informasi keselamatan dari satu SDS. - Mengikuti simulasi meja (tabletop exercise) penanganan tumpahan. Output yang diharapkan - Rekap bahan kimia dan status SDS. - Checklist observasi penyimpanan bahan kimia. - Ringkasan bahaya dan pengendalian untuk satu bahan kimia. - Catatan hasil simulasi dan rekomendasi. Evaluasi - Tes interpretasi SDS. - Penilaian kemampuan mengidentifikasi ketidaksesuaian penyimpanan. - Penilaian pemahaman prosedur pelaporan dan respons darurat.
Materi pembelajaran 1. Daftar peraturan dan kewajiban kepatuhan HSE yang relevan. 2. Pengendalian dokumen dan rekaman HSE. 3. Pemantauan masa berlaku izin, pemeriksaan, pengujian, dan sertifikasi peralatan yang diwajibkan. 4. Persiapan bukti untuk audit internal, audit pelanggan, atau inspeksi instansi. 5. Dasar penerapan ISO 14001 dan ISO 45001 apabila termasuk dalam sistem perusahaan. 6. Kerahasiaan data dan pengendalian akses dokumen. Praktik/OJT - Meninjau daftar kewajiban kepatuhan yang telah disetujui untuk digunakan. - Membantu memeriksa kelengkapan dan masa berlaku dokumen. - Memperbarui rekap status dokumen dengan persetujuan mentor. - Menyusun indeks dokumen HSE untuk kebutuhan audit. - Membuat daftar dokumen yang memerlukan tindak lanjut. Output yang diharapkan - Rekap kewajiban kepatuhan dan status dokumen. - Daftar dokumen yang mendekati masa kedaluwarsa. - Indeks dokumen dan bukti HSE. - Laporan hasil pemeriksaan administrasi. Evaluasi - Tes pengetahuan dasar kepatuhan. - Penilaian akurasi data dan ketertelusuran dokumen. - Simulasi penyiapan dokumen untuk audit.
Materi pembelajaran 1. Penentuan masalah berdasarkan data atau observasi yang disetujui. 2. Penetapan ruang lingkup, tujuan, indikator, dan rencana kerja. 3. Pengumpulan dan validasi data. 4. Analisis akar masalah dan penyusunan rekomendasi. 5. Penyusunan laporan, presentasi, dan rencana tindak lanjut. 6. Refleksi pembelajaran dan evaluasi akhir. Praktik/OJT Peserta memilih satu proyek yang disetujui mentor, misalnya: - Analisis temuan inspeksi K3 dan prioritas perbaikannya. - Perbaikan sistem pemantauan tindak lanjut temuan HSE. - Evaluasi kelengkapan SDS dan administrasi bahan kimia. - Perbaikan dashboard pemantauan sarana tanggap darurat. - Analisis tren near miss dan usulan pencegahan. - Evaluasi administrasi pemilahan atau pemantauan limbah di satu area. Peserta mengumpulkan data yang diizinkan, menganalisis penyebab, menyusun rekomendasi, dan mempresentasikan hasil. Implementasi perubahan operasional tetap memerlukan persetujuan pihak berwenang. Output yang diharapkan - Proposal dan rencana kerja proyek. - Data serta analisis pendukung. - Laporan proyek akhir. - Presentasi hasil kepada mentor dan pihak terkait. - Dokumen hasil kerja yang dapat digunakan perusahaan. - Portofolio kompetensi dan logbook pemagangan. Evaluasi - Penilaian kualitas proyek dan relevansi masalah. - Validitas data dan ketajaman analisis. - Kelayakan rekomendasi dan manfaat bagi perusahaan. - Presentasi serta kemampuan menjawab pertanyaan. - Evaluasi akhir mentor berdasarkan logbook dan observasi sepanjang program.
M3PJ+XGC, Jl. Flores II, Mekarwangi, Kec. Cikarang Bar., Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530

Kab. Bekasi
PT. Matra Roda Piranti is engaged in manufacturing of automotive parts or components and other industrial components; Established in 2000 with a commitment to provide a high quality product and services to its customers especially in automotive industry. Main product PT. Matra Roda Piranti includes stay headrest, press parts, wire forms, pipe bending, springs cushion, assy frame cushion and seat cushion. Besides supplying automotive factories, the company also make components non-automotive industry product such as for spring bed, supporting medical devices and others. Our products are strongly associated with high-tech machinery which produces a high quality product.

PT.fusoh Tube Parts Indonesia
Administrasi Bisnis Otomotif

PT.yili Indonesia Dairy
Pendidikan Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, Sastra Cina, Bahasa Mandarin Untuk Komunikasi Bisnis Dan Profesional

PT. Hulane Tech Manufacturing
Pendidikan Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, Sastra Cina, Sastra Tiongkok, Pengobatan Tradisional Tiongkok, Bahasa Mandarin Untuk Komunikasi Bisnis Dan Profesional, Bahasa dan Budaya Tiongkok

PT Musashi Auto Parts Indonesia
Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, Bahasa Mandarin Untuk Komunikasi Bisnis Dan Profesional

PT. Hulane Tech Manufacturing
Pendidikan Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, Sastra Cina, Sastra Tiongkok, Pengobatan Tradisional Tiongkok, Bahasa Mandarin Untuk Komunikasi Bisnis Dan Profesional, Bahasa dan Budaya Tiongkok
East Jakarta Medika
Teknik Instalasi Listrik, Teknik Listrik, Sistem Kelistrikan, Arsitektur Bangunan Gedung