Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

PT. Medimas
Pelayanan rawat inap menuntut perhatian mendalam serta koordinasi yang sigap demi mengawal proses penyembuhan pasien secara optimal. Selama menjalani magang di unit rawat inap, peserta bertugas mendampingi tim medis dan keperawatan dalam memantau kondisi harian pasien, mencatat tanda-tanda vital, serta membantu administrasi rekam medis. Selain itu, peserta magang berinteraksi langsung dengan pasien dan keluarga untuk memberikan edukasi dasar mengenai instruksi perawatan serta membantu pemenuhan kebutuhan dasar pasien selama masa perawatan di rumah sakit.
Pemahaman konseptual mengenai pentingnya mencuci tangan secara mekanis sebagai standar utama keselamatan pasien di area registrasi.Materi ini mengupas tuntas rantai penularan infeksi (chain of infection) di lingkungan fasilitas kesehatan. Peserta akan mempelajari anatomi mikrobioma kulit, momen-momen kritis (five moments of hand hygiene) standar WHO yang diaplikasikan di area administrasi, serta alasan mengapa sabun dan air mengalir mutlak diutamakan saat tangan tampak kotor secara kasat mata atau setelah kontak dengan cairan tubuh.
Pengenalan parameter dasar fisiologis manusia yang mencakup tekanan darah, denyut nadi, laju pernapasan, dan suhu tubuh.Mengajarkan rentang nilai normal dan abnormal pada berbagai kelompok usia (bayi, anak, dewasa, lansia). Petugas akan diajarkan cara membaca situasi ketika pasien datang dengan keluhan pusing hebat atau lemas, serta memahami urgensi dari fluktuasi tanda-tanda vital sebagai dasar pengambilan keputusan untuk mengarahkan pasien ke unit gawat darurat.
Konsep anatomi jantung dasar dan pedoman penanganan henti jantung (Cardiac Arrest) pada pasien dewasa.Menjelaskan rantai kelangsungan hidup (Chain of Survival), pengenalan dini henti jantung, pentingnya kompresi dada yang berkualitas (kecepatan, kedalaman, dan recoil dada penuh), serta protokol aktivasi sistem tanggap darurat internal rumah sakit sebelum tim medis lengkap tiba di lokasi pendaftaran.
Pemahaman subjektivitas nyeri dan instrumen penilaian standar yang diakui secara global.Peserta mempelajari berbagai skala nyeri, seperti Numeric Rating Scale (NRS) untuk orang dewasa, Wong-Baker FACES Pain Rating Scale untuk anak-anak, dan observasi perilaku untuk pasien dengan gangguan kognitif. Teori ini memberikan wawasan bahwa nyeri adalah "tanda vital kelima" yang harus dicatat sejak di meja pendaftaran.
Analisis lingkungan kerja dan identifikasi bahaya fisik di area pendaftaran yang dapat memicu insiden jatuh.Membahas faktor ekstrinsik (lantai licin, kabel berserakan, pencahayaan kurang) dan faktor intrinsik (kondisi medis pasien, efek obat). Peserta mempelajari protokol intervensi standar rumah sakit dalam meminimalisir risiko, seperti penataan ulang tata letak lobi dan manajemen antrian bagi pasien dengan keterbatasan fisik.
Pengenalan ragam perangkat pengiriman oksigen dasar yang sering dibawa oleh perawat UGD saat menjemput pasien di pendaftaran.Penjelasan mengenai perbedaan antara nasal kanul (untuk kebutuhan oksigen rendah) dan masker wajah (untuk kebutuhan tinggi/kritis). Meski tidak melakukan pemasangan secara mandiri, petugas registrasi wajib memahami terminologi ini agar komunikasi saat menelepon unit UGD atau Rawat Inap untuk meminta bantuan alat menjadi presisi dan akurat.
Latihan langsung penerapan 6 langkah cuci tangan menggunakan cairan antiseptik berbasis alkohol di meja pendaftaran.Fasilitator akan mendemonstrasikan teknik membersihkan tangan dalam durasi 20-30 detik. Peserta diwajibkan mempraktikkan gerakan secara berurutan dan efisien di sela-sela melayani antrian pasien. Evaluasi difokuskan pada ketepatan gerakan (menggosok telapak, punggung tangan, sela jari, teknik mengunci, ibu jari, hingga ujung jari) tanpa mengganggu kecepatan pelayanan administrasi.
Studi komprehensif terkait kewaspadaan standar dan pemisahan alur pasien infeksius di ruang tunggu Poli, UGD, dan Rawat Inap.Peserta dibekali pengetahuan mengenai transmisi penyakit (airborne, droplet, contact), tata cara pemakaian APD dasar (seperti masker medis saat musim wabah), serta manajemen lingkungan pendaftaran. Materi juga mencakup protokol dekontaminasi area kerja, termasuk meja registrasi, mesin cetak antrian, dan alat tulis yang sering disentuh oleh berbagai pasien.
Simulasi identifikasi awal (visual triage) risiko jatuh pada pasien lansia, anak-anak, atau pasien kelemahan fisik.Petugas mempraktikkan cara pengkajian observasional saat pasien berjalan dari pintu masuk menuju loket. Peserta akan disimulasikan untuk merespons dengan cepat, memprioritaskan antrian, menyediakan kursi roda, serta memasangkan penanda risiko jatuh (misalnya gelang kuning atau pita) sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) pendaftaran.
Pelatihan penggunaan alat ukur non-invasif dasar di meja pendaftaran atau area skrining awal.Peserta melakukan roleplay penggunaan termometer inframerah/digital dan tensimeter digital secara cepat dan akurat. Latihan ini juga melibatkan cara berkomunikasi yang menenangkan saat pasien menunjukkan tanda vital yang mengkhawatirkan, serta prosedur serah terima informasi (handover) kepada perawat triase di UGD.
Konsep dasar oksigenasi darah dan identifikasi kondisi hipoksia pada pasien yang baru tiba.Peserta belajar mengenai arti persentase saturasi oksigen (SpO2), penyebab umum penurunan oksigen (seperti asma, pneumonia, atau masalah kardiovaskular), dan observasi tanda-tanda klinis seperti kebiruan pada bibir (sianosis) atau napas tersengal-sengal yang sering terjadi di antrian registrasi.
Praktik penerapan alat pulse oximeter portabel pada jari pasien sebagai langkah skrining kegawatdaruratan napas.Latihan memasang alat oksimetri dengan benar, memastikan jari tidak dingin atau terhalang cat kuku yang mengganggu sensor, serta membaca hasil dalam hitungan detik. Jika pembacaan di bawah batas normal (< 95%), peserta mempraktikkan prosedur eskalasi panggilan darurat (Code Blue ringan atau panggilan perawat UGD).
Simulasi fisik tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) menggunakan manekin/boneka peraga.Peserta akan dievaluasi dalam kemampuannya melakukan cek respon (A-V-P-U), memanggil bantuan medis terdekat, dan melakukan kompresi dada (hands-only CPR atau rasio 30:2) dengan postur tubuh yang benar. Latihan difokuskan pada ketahanan dan koordinasi tim di area administrasi saat situasi kritis berlangsung.
Pemahaman tentang klasifikasi kejang (epilepsi, demam pada anak) dan prinsip perlindungan pasien.Materi mencakup mitos dan fakta seputar kejang (misalnya larangan memasukkan benda ke mulut pasien), tanda-tanda awal kejang (aura), dan bagaimana mengamankan area sekitar pasien di ruang tunggu yang padat untuk mencegah cedera sekunder akibat benturan dengan kursi atau meja registrasi.
Teknik memposisikan pasien yang mengalami sesak napas akut saat menunggu giliran administrasi.Peserta diajarkan cara memodifikasi tempat duduk ruang tunggu atau menggunakan kursi roda khusus untuk mengatur posisi tubuh pasien pada kemiringan 30-45 derajat. Posisi ini dipraktikkan untuk mengoptimalkan ekspansi paru-paru sembari menunggu kursi roda atau brankar dari unit UGD atau Rawat Inap.
Roleplay wawancara singkat untuk menilai intensitas nyeri pasien yang mendaftar.Simulasi skenario dengan berbagai jenis pasien (pasien trauma abdomen, sakit gigi, hingga ibu bersalin). Petugas melatih nada suara empati, mengajukan pertanyaan penapisan nyeri menggunakan PQRST (Provokes, Quality, Radiates, Severity, Time), dan mencatatnya ke dalam sistem informasi rumah sakit (HIS) secara real-time.
Pengetahuan dasar mengenai pendekatan non-farmakologis untuk meredakan kecemasan dan nyeri ringan di ruang tunggu.Membahas teknik relaksasi napas dalam, distraksi visual atau auditori, dan pentingnya komunikasi terapeutik. Petugas pendaftaran diajarkan bahwa memberikan informasi yang jelas mengenai perkiraan waktu tunggu dan alur pelayanan dapat secara psikologis menurunkan ambang stres dan persepsi nyeri pada pasien dan keluarga.
Latihan komunikasi verbal untuk menenangkan pasien yang tidak sabar atau kesakitan akibat antrian panjang.Praktik menggunakan teknik de-escalation saat menghadapi komplain dari keluarga pasien. Petugas menyimulasikan cara memberikan instruksi relaksasi napas sederhana dan memberikan update berkala mengenai status kamar Rawat Inap atau ketersediaan dokter di Poliklinik secara transparan.
Tata cara operasional pengamanan pasien saat proses transfer dari pendaftaran menuju ruang perawatan.Pelatihan mekanika tubuh (body mechanics) saat membantu pasien pindah dari kursi ruang tunggu ke kursi roda atau brankar. Diikuti dengan simulasi pemasangan dan penguncian side rails (pagar pengaman) brankar dengan benar untuk mencegah pasien tergelincir selama perjalanan menyusuri koridor rumah sakit.
Pemahaman tentang kebutuhan dasar personal hygiene pasien yang akan masuk ke unit Rawat Inap.Peserta mempelajari apa saja barang bawaan pribadi yang diperbolehkan dan dilarang untuk dibawa masuk ke ruang rawat (misalnya barang berharga, jenis makanan tertentu). Teori ini krusial agar petugas dapat memberikan briefing administratif awal kepada keluarga pasien terkait regulasi jam besuk dan aturan perawatan diri mandiri di bangsal.
Simulasi pengelolaan dokumen persetujuan tindakan (informed consent) dan administrasi khusus pasien bedah.Latihan menyusun berkas rekam medis yang dibutuhkan sebelum pasien diarahkan ke kamar operasi atau rawat inap bedah. Petugas mempraktikkan cara menjelaskan formulir persetujuan pembiayaan dan tindakan kepada keluarga secara terstruktur, memastikan kelengkapan tanda tangan, dan verifikasi identitas ganda (nama dan tanggal lahir).
Konsep keseimbangan cairan tubuh pasien sebagai bagian dari edukasi persiapan puasa atau tindakan khusus.Pembahasan mengenai cairan yang masuk (minum, infus) dan keluar (urine, keringat, muntah). Petugas pendaftaran mempelajari hal ini untuk memberikan instruksi puasa yang benar bagi pasien yang akan menjadwalkan tindakan endoskopi, operasi, atau pemeriksaan laboratorium spesifik keesokan harinya melalui layanan registrasi poli/rawat inap.
Penyediaan dukungan mobilitas dan prioritas antrian bagi ibu hamil atau pasca bersalin yang melakukan pendaftaran.Roleplay khusus menangani pasien kebidanan. Mempraktikkan cara memberikan bantal penyangga, mengarahkan ke area duduk yang lebih nyaman (ruang tunggu khusus jika ada), dan memproses dokumen BPJS/Asuransi persalinan secara fast-track tanpa menambah beban fisik pasien.
Ujian praktik akhir yang menggabungkan seluruh keterampilan triase administratif, pengendalian infeksi, dan komunikasi krisis.Skenario beruntun: Peserta harus melayani pasien infeksius yang batuk parah (Praktik pengontrolan infeksi & cuci tangan), kemudian disela oleh pasien trauma yang merintih kesakitan (Praktik pengkajian skala nyeri & pencegahan jatuh), lalu diakhiri dengan koordinasi via telepon ke unit Rawat Inap untuk transfer pasien kritis secara cepat dan tepat. Penilaian didasarkan pada ketepatan prosedur, kecepatan penyelesaian dokumen, dan ketenangan personal.
Jl. Evakuasi No.116, Karyamulya

Kota Cirebon
Rumah Sakit Medimas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang berkomitmen memberikan layanan medis yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Dengan dukungan tenaga medis berpengalaman, perawat yang ramah, serta peralatan medis modern, Rumah Sakit Medimas hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang kesehatan secara menyeluruh. Visi: Menjadi rumah sakit unggulan di wilayah tiga Cirebon yang diakui profesionalismenya serta dapat bersaing di era globalisasi. Misi: 1. Memberikan pelayanan bermutu dan berorientasi pada kesehatan pasien 2. Mengembangkan SDM yang profesional dan bertanggung jawab 3. Menjalankan pengelolaan rumah sakit yang efektif dan efisien 4. Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, sehat dan harmonis
Puskesmas Pamitran
Kesehatan Gigi dan Mulut
Puskesmas Majasem
Kesehatan Gigi dan Mulut, Kesehatan Gigi

Puskesmas Kalitanjung
Kesehatan Gigi dan Mulut, Keperawatan Gigi

Puskesmas Jagasatru
Farmasi
Puskesmas Pamitran
Keperawatan

Puskesmas Kesunean
Farmasi