Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

PT. Hulane Tech Manufacturing
1. Mengoperasikan sistem Enterprise Resource Planning (ERP), secara khusus modul SAP Production Planning (PP) dan Material Management (MM) sebagai dasar perencanaan penjadwalan.
2. Menyusun Master Production Schedule (MPS) berdasarkan data Sales Order dan Sales Forecast dengan mempertimbangkan perhitungan Capacity Planning dari ketersediaan mesin dan tenaga kerja.
3. Melakukan Material Requirements Planning (MRP) berdasarkan Bill of Materials (BOM) dan menerbitkan dokumen Permintaan Pembelian (Purchase Requisition) kepada departemen Procurement untuk mencegah kekosongan bahan baku.
4. Menerbitkan dokumen Work Order (Perintah Kerja) kepada para Leader di stasiun kerja dan melakukan pemantauan progres produksi harian (Plan vs Actual).
5. Memfasilitasi rapat koordinasi lintas departemen (Produksi, Gudang, QA/QC, dan Maintenance) untuk memecahkan masalah hambatan (bottleneck) serta mengawal kelancaran serah terima barang antar lini (Injection, Stamping, Assembling, Packing).
6. Menyusun laporan evaluasi kinerja produksi bulanan dan berpartisipasi dalam investigasi akar masalah (Root Cause Analysis) bersama departemen terkait apabila terjadi abnormalitas seperti tingginya reject (NG) atau downtime mesin.
Rincian Aktivitas: 1. Mempelajari konsep dasar Enterprise Resource Planning (ERP), secara khusus modul SAP yang digunakan oleh departemen PPIC (seperti modul Production Planning/PP dan Material Management/MM). 2. Memahami peran sentral PPIC sebagai koordinator dan "jembatan" informasi antara tim Sales (kebutuhan pelanggan), Warehouse (ketersediaan material), dan operasional pabrik (lini Injection, Stamping, Assembling, hingga Packing). 3. Mengenal karakteristik proses, kapasitas mesin, dan lead time (waktu tunggu) dari masing-masing lini kerja (Injection, Stamping, Assembling) guna memahami dasar perhitungan penjadwalan produksi. 4. Mempelajari logika dasar Material Requirements Planning (MRP) di dalam SAP untuk memastikan ketersediaan bahan baku di Warehouse selaras dengan rencana produksi harian/mingguan. 5. Mengkaji alur komunikasi dan distribusi dokumen turunan PPIC, seperti Production Schedule (Jadwal Produksi) dan Work Order (Perintah Kerja), kepada para Leader di seluruh stasiun kerja. Indikator Keberhasilan: 1. Peserta magang mampu menjelaskan fungsi utama sistem SAP dalam mendukung kelancaran pekerjaan PPIC secara terstruktur. 2. Peserta dapat menggambarkan peta alur koordinasi material dan informasi dari hulu (Warehouse bahan baku), proses (Injection/Stamping/Assembling), hingga hilir (Packing dan Warehouse Finished Goods). 3. Peserta memahami pentingnya sinkronisasi antara jadwal yang dibuat di sistem dengan kapasitas aktual di lantai produksi.
Rincian Aktivitas: 1. Mempelajari konsep pembuatan Master Production Schedule (MPS) atau Jadwal Induk Produksi berdasarkan data Sales Order (pesanan masuk) dan Sales Forecast (proyeksi penjualan). 2. Memahami prinsip Capacity Planning (Perencanaan Kapasitas) untuk menyeimbangkan beban target produksi dengan kapasitas maksimal mesin (Injection, Stamping, dll) serta ketersediaan tenaga kerja. 3. Mempelajari metode pemantauan progres produksi harian (Production Tracking) guna membandingkan antara Rencana vs Aktual (Plan vs Actual output) di lantai pabrik. 4. Mengkaji strategi mitigasi dan penyesuaian jadwal (rescheduling) apabila terjadi abnormalitas di lapangan, seperti mesin rusak (breakdown), kekurangan material, atau tingginya angka reject (NG). 5. Memahami alur koordinasi dan komunikasi proaktif antara PPIC dan departemen Sales terkait status ketersediaan barang jadi (Finished Goods) untuk memastikan target pengiriman (delivery time) ke pelanggan terpenuhi tanpa keterlambatan. Indikator Keberhasilan: 1. Peserta magang mampu menjelaskan langkah-langkah dasar mengonversi data pesanan penjualan menjadi jadwal produksi yang logis dan terukur. 2. Peserta memahami pentingnya menghitung kapasitas mesin sebelum menentukan target output harian. 3. Peserta dapat merumuskan alur komunikasi atau pelaporan jika terjadi kendala produksi yang berpotensi menghambat pemenuhan pesanan klien.
Rincian Aktivitas: 1. Mengeksekusi penarikan data pesanan harian (Sales Order) dari sistem dan menyusun draf Production Schedule mingguan yang mengalokasikan beban kerja ke masing-masing lini produksi (Injection, Stamping, Assembling, Packing). 2. Menghitung dan menyesuaikan kapasitas aktual (Capacity Planning) berdasarkan ketersediaan mesin yang beroperasi (bebas dari perawatan rutin) dan alokasi manpower yang hadir. 3. Menerbitkan dan mendistribusikan dokumen Work Order (Perintah Kerja) kepada Leader Produksi sebelum shift dimulai. 4. Melakukan pemantauan langsung ke lantai produksi (tindak lanjut kemajuan) atau mengecek Daily Production Report untuk melacak pencapaian output aktual harian dibandingkan dengan target di jadwal. 5. Berkoordinasi proaktif dengan tim Sales dan Gudang Finished Goods untuk mengonfirmasi bahwa produk telah selesai dikemas, memenuhi batas waktu kualitas, dan siap dikirim ke klien tepat waktu. Indikator Keberhasilan: 1. Peserta magang mampu membuat jadwal produksi mingguan yang realistis, tanpa terjadi over-capacity (beban berlebih) pada satu lini mesin. 2. Peserta berhasil merilis dokumen Work Order secara akurat (sesuai spesifikasi dan kuantitas Sales Order) tanpa ada kesalahan administrasi. 3. Peserta mampu mengidentifikasi sedini mungkin jika ada lini produksi yang tertinggal dari target harian dan segera melaporkannya untuk dilakukan penyesuaian (rescheduling).
Rincian Aktivitas: 1. Melakukan kalkulasi kebutuhan bahan baku (Raw Material) dengan merujuk pada Bill of Materials (BOM) berdasarkan jadwal produksi mingguan yang akan berjalan. 2. Mengecek status ketersediaan stok material secara real-time di Warehouse menggunakan sistem ERP (SAP) untuk mengidentifikasi potensi kekurangan (shortage) bahan baku pendukung. 3. Menerbitkan dan memvalidasi dokumen Permintaan Pembelian (Purchase Requisition / PR) kepada departemen Procurement untuk item material yang telah mencapai batas minimum stok (reorder point). 4. Berkoordinasi dan mem-follow up secara intensif kepada tim Procurement atau Purchasing untuk melacak status Pesanan Pembelian (PO) dan memastikan estimasi kedatangan barang (Estimated Time of Arrival / ETA) dari supplier sesuai dengan jadwal. 5. Melakukan penyesuaian teknis pada jadwal kerja produksi (rescheduling) dan menginformasikannya kepada Leader Produksi apabila dipastikan terjadi keterlambatan kedatangan bahan baku di luar kendali. Indikator Keberhasilan: 1. Peserta magang mampu menghitung dan memetakan kebutuhan material produksi secara akurat tanpa ada komponen BOM yang terlewat. 2. Peserta berhasil melakukan fungsi pelacakan (tracking) ketersediaan barang secara proaktif, sehingga jadwal produksi dapat berjalan tepat waktu (on schedule). 3. Peserta mampu mencegah terjadinya henti mesin (downtime atau line stop) yang disebabkan oleh keterlambatan atau kekosongan bahan baku (zero material shortage).
Rincian Aktivitas: 1. Berpartisipasi atau memfasilitasi rapat koordinasi harian/mingguan (morning briefing atau production meeting) lintas departemen yang melibatkan tim Produksi, Gudang, QA/QC, dan Maintenance untuk menyinkronkan target operasional. 2. Menangani dan mengkomunikasikan perubahan jadwal mendadak (seperti rush order pesanan mendesak atau pembatalan) kepada seluruh Leader departemen terkait agar penyesuaian (penyiapan material, setup mesin) dapat dieksekusi dengan cepat. 3. Bertindak sebagai narahubung utama (point of contact) dalam memecahkan masalah hambatan (bottleneck) di lantai pabrik, misalnya dengan mempercepat rilis material yang sedang tertahan di tim QA/QC atau mendesak perbaikan mesin ke tim Maintenance. 4. Mengawal kelancaran serah terima barang antar stasiun kerja (handover), mulai dari lini Injection/Stamping berlanjut ke area Assembling, hingga ke area pengemasan (Packing), guna memastikan tidak terjadi penumpukan barang setengah jadi (Work In Process / WIP) yang berlebihan. 5. Melakukan mediasi dan merumuskan solusi taktis apabila terjadi perselisihan atau ketidaksesuaian data antara pencatatan hasil output dari tim Produksi dengan penerimaan fisik di Gudang Barang Jadi (Finished Goods). Indikator Keberhasilan: 1. Peserta magang mampu menjembatani komunikasi lintas departemen dengan bahasa yang profesional dan asertif, sehingga meminimalisir terjadinya miskomunikasi atau saling lempar tanggung jawab antar unit. 2. Peserta menunjukkan respons cepat (agility) dan taktis dalam mengatur ulang prioritas kerja ketika terjadi perubahan jadwal mendadak tanpa menimbulkan kekacauan operasional. 3. Peserta mampu menjaga kelancaran aliran produksi dari hulu ke hilir dengan memastikan serah terima material dan dokumen antar unit berjalan mulus sesuai prosedur perusahaan.
Rincian Aktivitas: 1. Mengumpulkan, memvalidasi, dan merekapitulasi data hasil produksi harian dari seluruh stasiun kerja (Injection, Stamping, Assembling, Packing) untuk diproses ke dalam sistem SAP atau pangkalan data perusahaan. 2. Menyusun laporan evaluasi kinerja produksi (Production Performance Report) yang membandingkan pencapaian aktual (Actual Output) terhadap target jadwal awal (Master Production Schedule / Plan). 3. Mengidentifikasi dan menganalisis masalah abnormal yang terjadi selama proses manufaktur, seperti tingginya persentase cacat (NG), downtime mesin yang berlebih, atau selisih pemakaian bahan baku (material variance). 4. Terlibat dalam proses investigasi akar masalah (Root Cause Analysis) bersama departemen Produksi, QA/QC, dan Maintenance untuk menindaklanjuti kelainan operasional yang berdampak pada keterlambatan jadwal pemenuhan Sales. 5. Merumuskan draf usulan tindakan perbaikan (Corrective Action) dan pencegahan bersama supervisor agar masalah abnormalitas serupa tidak kembali mengganggu stabilitas penjadwalan produksi di periode mendatang. Indikator Keberhasilan: 1. Peserta magang mampu menyusun laporan evaluasi produksi bulanan yang komprehensif, bebas dari kesalahan hitung, dan disajikan tepat waktu. 2. Peserta dapat mendeteksi dengan tajam adanya penyimpangan (abnormalitas) pada data pencapaian produksi dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan. 3. Peserta mampu berkontribusi aktif dalam memberikan evaluasi logis dan usulan solusi taktis untuk mengatasi akar masalah keterlambatan atau abnormalitas di lantai produksi.
PT Hulane Tech Manufacturing., Sertajaya, Kec. Cikarang Tim., Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530

Kab. Bekasi
From its inception in 1977, Hu Lane Associate Inc. (Hu Lane) engaged in manufacturing of various types of metal stamped terminals products, and by 2004, expanded to involve in manufacturing of wide range of connector products. Today, Hu Lane has grown to become one of the world-class leading automotive connector manufacturers, not only for the automotive industry, but also expanded to support the electronics, medical, solar, and other Hi-Tech sectors.

PT.fusoh Tube Parts Indonesia
Administrasi Bisnis Otomotif

PT.yili Indonesia Dairy
Pendidikan Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, Sastra Cina, Bahasa Mandarin Untuk Komunikasi Bisnis Dan Profesional

PT. Hulane Tech Manufacturing
Pendidikan Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, Sastra Cina, Sastra Tiongkok, Pengobatan Tradisional Tiongkok, Bahasa Mandarin Untuk Komunikasi Bisnis Dan Profesional, Bahasa dan Budaya Tiongkok

PT. Hulane Tech Manufacturing
Pendidikan Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, Sastra Cina, Sastra Tiongkok, Pengobatan Tradisional Tiongkok, Bahasa Mandarin Untuk Komunikasi Bisnis Dan Profesional, Bahasa dan Budaya Tiongkok
East Jakarta Medika
Teknik Instalasi Listrik, Teknik Listrik, Sistem Kelistrikan, Arsitektur Bangunan Gedung

PT. Gunze Indonesia
Bahasa Jepang