Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

PT Sanghiang Perkasa
Mendukung program peningkatan ergonomi di area operasional melalui analisis aktivitas kerja, penilaian risiko ergonomi, serta penyusunan dan evaluasi rekomendasi perbaikan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, nyaman, dan ergonomis.
Tanggung Jawab
- Mempelajari proses bisnis, aktivitas kerja, dan dasar-dasar ergonomi di lingkungan operasional.
- Melakukan observasi lapangan untuk mengidentifikasi potensi bahaya ergonomi, seperti postur janggal, gerakan berulang, dan aktivitas manual handling.
- Melakukan penilaian risiko ergonomi menggunakan metode yang relevan, seperti RULA, REBA, atau metode lain sesuai arahan mentor.
- Mengolah dan menganalisis hasil assessment untuk menentukan prioritas perbaikan.
- Menganalisis akar penyebab serta menyusun rekomendasi perbaikan metode kerja, fasilitas, layout, dan alat bantu kerja.
- Berkoordinasi dengan tim SHE dan departemen terkait untuk mendukung implementasi serta sosialisasi perbaikan ergonomi.
- Melakukan assessment ulang untuk mengevaluasi efektivitas perbaikan dan membandingkan hasil sebelum dan sesudah implementasi.
- Menyusun laporan, dokumentasi, dan presentasi hasil proyek beserta rekomendasi tindak lanjut.
"1. Memahami proses bisnis, struktur organisasi, alur produksi, dan proses kerja di area terkait. 2. Mempelajari dasar ergonomi kerja, faktor risiko ergonomi, dan metode assessment yang relevan. 3. Menentukan ruang lingkup project, area prioritas, stakeholder, target, serta jadwal pelaksanaan. 4. Menyusun rencana pengumpulan data dan kriteria keberhasilan project." "Teori: 60% Praktik: 40%"
"1. Melakukan observasi langsung terhadap aktivitas kerja di area produksi, warehouse, dan area lain yang menjadi prioritas. 2. Mengidentifikasi potensi bahaya ergonomi, seperti postur janggal, gerakan berulang, manual handling, gaya berlebih, dan durasi kerja statis. 3. Melakukan wawancara dengan operator dan supervisor terkait keluhan atau kesulitan saat bekerja. 4. Mendokumentasikan kondisi aktual melalui foto, video, pengukuran, dan checklist ergonomi. 5. Mengidentifikasi aktivitas kerja dengan potensi risiko ergonomi tertinggi." "Teori: 30% Praktik: 70%"
"1. Melakukan penilaian risiko ergonomi menggunakan metode yang sesuai dengan karakteristik pekerjaan, seperti RULA, REBA, atau metode manual handling bila relevan. 2. Menganalisis postur tubuh, frekuensi gerakan, beban yang ditangani, durasi kerja, dan faktor risiko lainnya. 3. Mengelompokkan hasil assessment berdasarkan tingkat risiko dan kebutuhan intervensi. 4. Menentukan prioritas perbaikan berdasarkan tingkat risiko, frekuensi paparan, dan potensi dampak terhadap pekerja. 5. Melakukan validasi hasil bersama tim SHE dan departemen terkait." "Teori: 30% Praktik: 70%"
"1. Melakukan analisis akar penyebab terhadap aktivitas dengan risiko ergonomi tinggi. 2. Menyusun alternatif pengendalian berdasarkan hierarki pengendalian, dengan prioritas pada eliminasi, substitusi, dan rekayasa teknik. 3. Mengembangkan rekomendasi perbaikan, seperti penyesuaian tinggi meja kerja, perbaikan layout, alat bantu angkat/angkut, dan perbaikan metode kerja. 4. Mendiskusikan kelayakan teknis, operasional, biaya, dan potensi dampak perbaikan bersama stakeholder. 5. Menentukan PIC, target waktu, dan indikator keberhasilan setiap tindakan." "Teori: 60% Praktik: 40%"
"1. Melakukan koordinasi dengan departemen terkait untuk implementasi perbaikan yang disetujui. 2. Mendukung uji coba perbaikan pada aktivitas kerja prioritas. 3. Melakukan sosialisasi metode kerja ergonomis dan teknik manual handling yang benar kepada pekerja. 4. Memantau kesesuaian implementasi dengan rencana pengendalian. 5. Mendokumentasikan kondisi sebelum dan sesudah perbaikan serta kendala implementasi." "Teori: 70% Praktik: 30%"
"1. Melakukan assessment ulang terhadap aktivitas kerja yang telah diperbaiki menggunakan metode yang sama dengan baseline. 2. Membandingkan skor risiko ergonomi sebelum dan sesudah intervensi. 3. Mengevaluasi efektivitas pengendalian, perubahan postur kerja, serta umpan balik pekerja. 4. Mengidentifikasi tindakan yang belum efektif dan menyusun rekomendasi tindak lanjut. 5. Menyusun laporan akhir, kesimpulan, lesson learned, dan rencana keberlanjutan program. 6. Mempresentasikan hasil project kepada pembimbing dan departemen terkait." "Teori: 50% Praktik: 50%"
Kawasan Industri Indotaisei, Sektor 1A/Q2, Kalihurip, Kec. Cikampek, Karawang, Jawa Barat 41373

Kab. Karawang
Perusahaan Nutrisi bagian dari Kalbe Group

Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery
Mesin Industri

Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery
Teknik Mesin Industri, Teknik Industri

PT. Gobel Dharma Sarana Karya
Tata Boga, Pendidikan Tata Boga

Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery
Kepabeanan dan Cukai

Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery
Kimia Industri

Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery
Proses Manufaktur