Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Sewu Primatama Indonesia
Peserta magang bertugas mendukung kesiapan operasional New Factory dalam aspek Safety, Health, and Environment (SHE), meliputi inspeksi awal fasilitas, identifikasi bahaya dan penilaian risiko, pemantauan kesiapan fasilitas tanggap darurat, pengelolaan lingkungan dan limbah, serta pemetaan kepatuhan terhadap regulasi K3 dan lingkungan. Peserta juga membantu penyusunan dan pengelolaan dokumen SHE, monitoring tindak lanjut temuan, pembuatan dashboard kesiapan SHE, serta penyusunan laporan dan rekomendasi perbaikan sebelum pabrik beroperasi.
Peserta mempelajari struktur organisasi perusahaan, fungsi departemen SHE, ruang lingkup kerja SHE, kebijakan K3 dan lingkungan, tata tertib pabrik, prosedur keselamatan, serta mekanisme pelaporan kondisi tidak aman. Peserta juga diperkenalkan dengan tahapan persiapan New Factory hingga siap beroperasi.
Peserta mempelajari fungsi, lokasi, identifikasi, dan pemeriksaan visual fasilitas keselamatan, seperti APAR, kotak P3K, eyewash/shower, emergency stop, serta peralatan lain sesuai karakteristik area. Peserta juga memahami bahwa pemeriksaan visual berbeda dengan inspeksi teknis atau pengujian fungsi.
Peserta mempelajari dasar pengelolaan lingkungan industri, jenis dokumen lingkungan yang relevan, persetujuan lingkungan, kewajiban pengelolaan dan pemantauan, serta mekanisme pelaporan lingkungan. Peserta juga memahami hubungan antara aktivitas pabrik, dampak lingkungan, dan komitmen yang tercantum dalam dokumen lingkungan.
Peserta mempelajari cara mengidentifikasi dan mengelola peraturan perundang-undangan K3 dan lingkungan yang relevan dengan karakteristik perusahaan. Materi meliputi identitas peraturan, ruang lingkup, persyaratan yang berlaku, bukti pemenuhan, PIC, dan evaluasi status kepatuhan.
Peserta mempelajari pengendalian dokumen SHE, termasuk identifikasi dokumen, kode dokumen, nomor revisi, tanggal berlaku, pemilik dokumen, status persetujuan, dan pengendalian rekaman. Materi mencakup SOP, instruksi kerja, kebijakan, formulir, checklist, serta laporan SHE.
Peserta mempelajari evaluasi tindak lanjut, verifikasi bukti penyelesaian, pembaruan dashboard, dan pengendalian status temuan. Materi menekankan perbedaan antara tindakan yang baru direncanakan, sedang berlangsung, selesai secara administratif, dan telah diverifikasi efektivitasnya.
Peserta mengenali fungsi dan karakteristik setiap area New Factory untuk memahami potensi bahaya, aspek lingkungan, fasilitas pendukung, serta kebutuhan pengendalian SHE di masing-masing area.
Peserta memahami elemen kesiapsiagaan darurat, meliputi jalur evakuasi, pintu keluar darurat, exit sign, peta evakuasi, muster point, akses kendaraan darurat, dan sistem komunikasi keadaan darurat.
Peserta mempelajari fungsi WWTP (Wastewater Treatment Plant) dan STP (Sewage Treatment Plant), alur pengolahan air limbah, titik inlet dan outlet, parameter pemantauan, pencatatan operasional, serta dasar pengambilan sampel dan pengujian air limbah.
Peserta mempelajari inventarisasi fasilitas dan peralatan yang berpotensi memiliki persyaratan pemeriksaan, pengujian, sertifikasi, perizinan, atau dokumen teknis. Contoh peralatan meliputi boiler, genset, kompresor, chiller, instalasi listrik, dan peralatan lain sesuai fasilitas aktual.
Peserta mempelajari penyusunan formulir inspeksi dan pemantauan yang konsisten, mudah digunakan, dan menghasilkan data yang dapat ditelusuri. Materi mencakup checklist, jadwal, pencatatan temuan, bukti objektif, penetapan PIC, serta pelaporan tindak lanjut.
Peserta menyusun laporan akhir yang menggambarkan hasil pembelajaran, kondisi kesiapan SHE berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan, kesenjangan yang ditemukan, serta rekomendasi prioritas. Peserta juga berlatih menyampaikan hasil analisis secara sistematis dan profesional kepada mentor atau tim SHE.
Peserta mempelajari prinsip inspeksi awal SHE, termasuk identifikasi kondisi tidak aman (unsafe condition), tindakan tidak aman (unsafe act), housekeeping, rambu keselamatan, APAR, P3K, jalur evakuasi, dan akses darurat.
Peserta mempelajari konsep Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC), termasuk identifikasi bahaya, kemungkinan kejadian, tingkat keparahan, penilaian risiko, dan hierarki pengendalian risiko. Materi diarahkan pada aktivitas yang berpotensi terjadi di area produksi, gudang, maintenance, utilitas, dan area pendukung New Factory.
Peserta mempelajari klasifikasi limbah B3, limbah non-B3, dan sampah domestik; prinsip pemilahan; pelabelan dan simbol; pencatatan timbulan; penyimpanan; serta pengelolaan limbah melalui pihak yang berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.
Peserta mempelajari cara menerjemahkan regulasi menjadi kewajiban praktis perusahaan. Materi mencakup pemetaan persyaratan, jenis bukti pemenuhan, kebutuhan pemeriksaan atau pengujian, jadwal, penanggung jawab, dan status kepatuhan.
Peserta mempelajari persiapan dokumen untuk induksi karyawan dan kontraktor serta administrasi tanggap darurat. Materi meliputi tata tertib keselamatan, penggunaan APD, pelaporan bahaya, akses area terbatas, jalur evakuasi, kontak darurat, dan pencatatan keikutsertaan induksi.
Peserta mempelajari metode analisis kesenjangan antara kondisi aktual, dokumen yang tersedia, dan kebutuhan SHE untuk mendukung kesiapan operasional. Peserta memahami perbedaan antara temuan lapangan, kekurangan dokumen, dan persyaratan yang belum dapat dinilai.
Peserta mempelajari cara mengelola temuan K3 dari identifikasi hingga penutupan, termasuk penentuan tingkat prioritas, penunjukan PIC, target penyelesaian, bukti perbaikan, dan verifikasi efektivitas.
Peserta mempelajari cara mengintegrasikan komitmen lingkungan, jadwal pemantauan, hasil pengujian, pencatatan limbah, dan kewajiban pelaporan ke dalam satu sistem monitoring.
Peserta mempelajari cara mengevaluasi kelengkapan dokumen dan pelaksanaan kewajiban berdasarkan bukti yang tersedia. Peserta memahami perbedaan antara dokumen belum ditemukan, kewajiban belum jatuh tempo, persyaratan belum dipenuhi, dan persyaratan yang belum relevan pada tahap persiapan pabrik.
Peserta mempelajari pengolahan data SHE menjadi dashboard yang menyajikan status kesiapan fasilitas, temuan K3, lingkungan, kepatuhan regulasi, dan kelengkapan dokumen. Peserta memahami bahwa indikator dashboard harus memiliki definisi, sumber data, periode pembaruan, dan penanggung jawab.
7728+FHP, Andir, Kec. Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat 45454

Kab. Majalengka
Sewu Primatama Indonesia adalah perusahaan FMCG yang akan melakukan berbagai langkah untuk merevolusi industri Food & Beverages (F&B) di Indonesia demi terciptanya masa depan yang lebih baik

PT Gistex Garmen Indonesia
Teknik Mesin Industri, Teknik Mesin

Dwipapuri Abadi
Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung

Dwipapuri Abadi
Teknik Mesin, Manajemen Konstruksi, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Sipil Bangunan Gedung

Dwipapuri Abadi
Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Konstruksi

PT Gistex Garmen Indonesia
Teknik Robotika, Teknik Elektro

Dwipapuri Abadi
Manajemen Konstruksi, Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung, Teknik Sipil, Teknik Konstruksi