Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

PT Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Pos Indonesia
Suatu mekanisme penanganan pertama pada respon permasalahan dan insiden atas layanan IT POS yang akan menerima, menetapkan, mendistribusikan masalah yang belum terpecahkan ke tingkat berikutnya, menjawab panggilan, menyelesaikan troubleshooting yang telah terdefinisi, memonitoring, mencatat, melacak dan mengarsipkan pertanyaan.
1. Fungsi dan peran IT Helpdesk Peserta mempelajari peran helpdesk sebagai titik kontak pengguna untuk menyampaikan gangguan dan permintaan layanan TI, serta hubungannya dengan tim teknis dan unit kerja lainnya. 2. Pengenalan layanan dan perangkat TI perusahaan Peserta memahami jenis layanan yang didukung, kanal pelaporan, perangkat kerja, aplikasi, akun, serta istilah dasar yang digunakan dalam operasional helpdesk. 3. Alur dasar penanganan tiket Peserta mempelajari tahapan tiket mulai dari diterima, dicatat, dikategorikan, diprioritaskan, ditugaskan, ditangani, dieskalasi bila perlu, dikonfirmasi, hingga ditutup. 4. Perbedaan insiden dan permintaan layanan Peserta mempelajari perbedaan laporan gangguan layanan dengan permintaan standar, seperti permintaan informasi atau akses yang telah ditentukan prosesnya. 5. Komunikasi dan etika pelayanan Peserta belajar mendengarkan kebutuhan pengguna, mengajukan pertanyaan klarifikasi, menggunakan bahasa profesional, menjaga kesopanan, dan menyampaikan informasi tanpa menjanjikan hal di luar kewenangan. 6. Kerahasiaan dan perilaku kerja Peserta memahami tanggung jawab menjaga kerahasiaan informasi pengguna dan perusahaan, penggunaan akun secara aman, serta kepatuhan pada prosedur dan batas akses.
1. Pengenalan sistem ticketing atau ITSM Peserta mempelajari fungsi sistem tiket, informasi yang perlu dicatat, kategori layanan, status tiket, penanggung jawab, dan riwayat aktivitas. 2. Pencatatan tiket yang lengkap dan akurat Peserta belajar mencatat uraian masalah, waktu kejadian, layanan terdampak, gejala yang muncul, langkah yang sudah dilakukan, serta informasi pendukung sesuai aturan perusahaan. 3. Kategorisasi dan prioritas tiket Peserta memahami cara mengelompokkan tiket dan mengenali faktor penentuan prioritas, seperti dampak terhadap pekerjaan, urgensi, jumlah pengguna terdampak, dan ketersediaan solusi sementara. 4. Status tiket dan pemantauan tindak lanjut Peserta mempelajari arti status tiket, kapan status perlu diperbarui, dan bagaimana mengidentifikasi tiket yang menunggu tindakan, informasi, atau koordinasi. 5. SLA dan eskalasi Peserta memahami fungsi target waktu layanan, perbedaan waktu respons dan waktu penyelesaian, serta kondisi yang memerlukan eskalasi sesuai jalur perusahaan. 6. Dokumentasi komunikasi Peserta belajar mencatat komunikasi dengan pengguna dan tim teknis secara ringkas, objektif, dan dapat ditelusuri.
1. Metode pemeriksaan masalah Peserta mempelajari cara memahami gejala, mengumpulkan informasi, meninjau kemungkinan penyebab umum, mengikuti langkah pemeriksaan yang disetujui, dan mencatat hasilnya. 2. Dukungan dasar perangkat pengguna Peserta mempelajari jenis kendala umum pada perangkat kerja dan langkah pemeriksaan awal berdasarkan panduan internal. 3. Dukungan dasar aplikasi dan akses Peserta memahami cara mengumpulkan informasi terkait kendala aplikasi atau akses, memeriksa panduan yang berlaku, serta meneruskan masalah yang memerlukan persetujuan khusus. 4. Pemeriksaan konektivitas dasar Peserta mengenali gejala gangguan konektivitas dan mempelajari pemeriksaan awal sesuai checklist, tanpa mengubah konfigurasi jaringan di luar kewenangan. 5. Penyelesaian dan konfirmasi kepada pengguna Peserta mempelajari cara mencatat solusi, mengonfirmasi hasil kepada pengguna, dan memastikan tiket hanya ditutup sesuai prosedur. 6. Batas kewenangan dan eskalasi teknis Peserta memahami jenis masalah yang harus segera diteruskan kepada tim teknis, seperti gangguan yang berdampak luas, permintaan akses khusus, atau kendala yang berulang.
1. Prinsip dasar keamanan informasi Peserta mempelajari pentingnya menjaga kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaan informasi serta mengikuti kebijakan keamanan perusahaan. 2. Keamanan akun dan data pengguna Peserta memahami larangan berbagi kredensial, pentingnya verifikasi sesuai prosedur, dan perlunya membatasi penggunaan data hanya untuk kebutuhan penanganan tiket. 3. Pengenalan phishing dan pelaporan Peserta belajar mengenali pesan atau tautan mencurigakan dan mengikuti prosedur pelaporan yang berlaku; phishing merupakan upaya memperoleh informasi sensitif melalui komunikasi atau situs palsu. 4. Penanganan indikasi insiden keamanan Peserta memahami bahwa indikasi akun terkompromi, malware, kebocoran data, atau akses tidak sah perlu dilaporkan dan dieskalasi kepada petugas berwenang. 5. Penyusunan panduan pengguna Peserta mempelajari struktur dokumentasi solusi, seperti deskripsi masalah, gejala, prasyarat, langkah penyelesaian, batasan, dan jalur bantuan lanjutan. 6. Pengelolaan basis pengetahuan Peserta memahami pentingnya dokumentasi yang jelas, akurat, mudah dicari, dan diperbarui ketika prosedur atau solusi berubah.
1. Konsep kualitas layanan helpdesk Peserta mempelajari hubungan antara ketepatan pencatatan, kecepatan respons, kualitas solusi, komunikasi, dan pengalaman pengguna. 2. Indikator kinerja helpdesk Peserta mengenal indikator seperti jumlah tiket, waktu respons pertama, waktu penyelesaian, penyelesaian pada kontak pertama, kepatuhan SLA, tiket terbuka, dan kepuasan pengguna. 3. Pengumpulan dan pemeriksaan data tiket Peserta mempelajari cara mengambil data sesuai izin, memeriksa data kosong atau duplikat, dan memastikan informasi yang digunakan sesuai periode serta definisi indikator. 4. Rekap dan visualisasi sederhana Peserta belajar menyusun tabel rekap dan grafik sederhana untuk menggambarkan volume tiket, kategori masalah, status, atau tren penyelesaian. 5. Penyusunan laporan operasional Peserta memahami struktur laporan sederhana yang berisi periode, data yang digunakan, indikator, temuan, dan hal-hal yang perlu dikonfirmasi atau ditindaklanjuti. 6. Interpretasi temuan secara objektif Peserta belajar menjelaskan pola yang terlihat dari data tanpa membuat kesimpulan yang tidak didukung bukti, serta menyampaikan keterbatasan data kepada mentor.
1. Identifikasi kendala layanan Peserta mempelajari cara mengidentifikasi tiket berulang, kategori dengan volume tinggi, kendala dokumentasi, atau hambatan proses berdasarkan data dan arahan mentor. 2. Analisis sederhana terhadap masalah berulang Peserta berlatih merumuskan masalah, mengumpulkan bukti yang diizinkan, dan menyusun kemungkinan penyebab untuk ditinjau bersama mentor. 3. Penyusunan usulan perbaikan Peserta belajar menyusun rekomendasi yang realistis, sesuai kewenangan, dan dapat ditindaklanjuti, misalnya perbaikan panduan atau usulan penyederhanaan alur komunikasi. 4. Penyusunan proyek akhir Peserta mempelajari cara menyiapkan laporan atau presentasi berdasarkan kegiatan selama magang dengan tidak mencantumkan data rahasia atau informasi pribadi. 5. Presentasi hasil pembelajaran Peserta mempresentasikan pengalaman, temuan, dokumentasi atau usulan perbaikan kepada mentor atau tim terkait dan menerima masukan. 6. Evaluasi kompetensi pemagangan Peserta bersama mentor mengevaluasi pemahaman proses helpdesk, ketelitian pencatatan, komunikasi, kepatuhan keamanan, kedisiplinan, dan perkembangan kompetensi.
1. Mengikuti orientasi unit IT Helpdesk Peserta mengikuti penjelasan tentang struktur tim, jenis layanan, jam operasional, kanal bantuan, tata tertib, dan prosedur eskalasi. 2. Mengamati proses penanganan tiket Peserta mengamati cara petugas menerima laporan, menggali informasi, mencatat tiket, memperbarui status, berkomunikasi dengan pengguna, dan menutup tiket. 3. Mengenali kategori layanan Peserta mempelajari kategori gangguan dan permintaan layanan yang digunakan perusahaan melalui contoh atau simulasi. 4. Mempelajari sistem dan panduan kerja Peserta berlatih menggunakan sistem ticketing pada lingkungan latihan atau melalui demonstrasi mentor, serta mempelajari prosedur internal yang relevan. 5. Menyusun catatan pembelajaran Peserta membuat ringkasan alur kerja dan daftar pertanyaan untuk didiskusikan dengan mentor tanpa mencatat informasi rahasia pengguna.
1. Mencatat tiket simulasi atau tiket yang ditugaskan Peserta memasukkan informasi tiket dengan supervisi, memeriksa kelengkapan uraian, kategori, waktu kejadian, dan informasi pendukung. 2. Memperbarui status tiket Peserta berlatih memperbarui status sesuai kondisi penanganan dan arahan mentor. 3. Membantu memantau tiket terbuka Peserta membantu membuat daftar tiket yang belum ditindaklanjuti atau memerlukan pembaruan, kemudian menyampaikan daftar tersebut kepada petugas penanggung jawab. 4. Menyusun rekap tiket sederhana Peserta membuat rekap tiket berdasarkan periode, kategori, atau status menggunakan data yang diizinkan. 5. Menyusun draf komunikasi kepada pengguna Peserta menyiapkan draf pemberitahuan penerimaan tiket atau pembaruan status untuk diperiksa mentor sebelum disampaikan.
1. Mengumpulkan informasi awal masalah Peserta membantu menanyakan gejala, waktu kejadian, layanan yang terdampak, serta langkah yang telah dicoba oleh pengguna. 2. Melakukan pemeriksaan dasar sesuai checklist Peserta mengikuti pemeriksaan awal pada kendala umum sesuai panduan dan pendampingan mentor, tanpa melakukan perubahan di luar kewenangan. 3. Mencatat langkah dan hasil pemeriksaan Peserta menulis langkah yang dilakukan dan hasilnya dalam tiket agar proses dapat dilanjutkan oleh petugas lain. 4. Membantu menangani permintaan standar Peserta membantu permintaan sederhana yang telah disetujui mentor, mengikuti alur dan dokumentasi yang berlaku. 5. Melakukan eskalasi dengan informasi lengkap Peserta menyiapkan ringkasan masalah, dampak, langkah yang sudah dilakukan, dan informasi pendukung sebelum meneruskan tiket.
1. Mengikuti latihan pengenalan pesan mencurigakan Peserta mempelajari contoh phishing dan berlatih mengikuti jalur pelaporan yang ditetapkan perusahaan. 2. Membuat draf panduan pengguna Peserta menyusun draf panduan singkat untuk masalah yang umum berdasarkan solusi yang telah disetujui mentor. 3. Meninjau kelengkapan dokumentasi tiket Peserta membantu meninjau sampel tiket yang diizinkan untuk memeriksa kelengkapan kategori, deskripsi, langkah pemeriksaan, dan catatan penyelesaian. 4. Memperbarui basis pengetahuan di bawah supervisi Peserta membantu memasukkan atau memperbarui artikel setelah isi dan langkahnya disetujui mentor. 5. Melaporkan indikasi risiko sesuai prosedur Peserta berlatih menyampaikan indikasi masalah keamanan atau paparan data kepada petugas berwenang tanpa melakukan investigasi sendiri.
1. Mengumpulkan data tiket yang disetujui Peserta mengambil data tiket sesuai periode dan hak akses yang diberikan oleh mentor. 2. Memeriksa kualitas data Peserta menandai data kosong, duplikat, atau kategori yang tidak konsisten untuk dikonfirmasi kepada petugas terkait. 3. Menyusun perhitungan indikator sederhana Peserta membantu menghitung indikator yang telah ditentukan tim, seperti volume tiket, status penyelesaian, waktu respons, atau tiket sesuai SLA. 4. Membuat tabel atau grafik operasional Peserta menyajikan data dalam format yang mudah dibaca sesuai template perusahaan dan arahan mentor. 5. Menyusun draf laporan bulanan Peserta membuat laporan singkat mengenai data, temuan, dan hal yang memerlukan klarifikasi untuk kemudian ditinjau mentor.
1. Memilih topik proyek bersama mentor Peserta memilih topik yang relevan dan dapat dianalisis dengan data yang diizinkan, misalnya kelengkapan tiket, kategori gangguan tertentu, atau dokumentasi solusi. 2. Mengolah data atau dokumentasi Peserta menyusun analisis sederhana berdasarkan data yang disetujui, menjaga kerahasiaan informasi, dan meminta validasi mentor sebelum menarik kesimpulan. 3. Menyusun rekomendasi perbaikan Peserta membuat usulan tindak lanjut yang realistis, misalnya perbaikan panduan pengguna atau peningkatan kelengkapan pencatatan tiket. 4. Menyusun laporan atau bahan presentasi Peserta menyiapkan hasil proyek tanpa menyertakan kredensial, data pribadi, atau informasi internal yang tidak boleh dibagikan. 5. Mempresentasikan hasil proyek Peserta memaparkan topik, metode, temuan, keterbatasan, dan rekomendasi kepada mentor atau tim terkait. 6. Mengikuti evaluasi akhir pemagangan Peserta mengikuti evaluasi bersama mentor atas ketelitian kerja, kualitas dokumentasi, komunikasi, kepatuhan prosedur, dan perkembangan kompetensi.
Jl. Banda No.30, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115

Kota Bandung
Pos Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan status mulai dari Jawatan PTT (Post, Telegraph dan Telephone). Badan usaha yang dipimpin oleh seorang Kepala Jawatan ini operasinya tidak bersifat komersial dan fungsinya lebih diarahkan untuk mengadakan pelayanan publik. Perkembangan terus terjadi hingga statusnya menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Mengamati perkembangan zaman dimana sektor pos dan telekomunikasi berkembang sangat pesat, maka pada tahun 1965 berganti menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro), dan pada tahun 1978 berubah menjadi Perum Pos dan Giro yang sejak ini ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk hubungan dalam maupun luar negeri. Selama 17 tahun berstatus Perum, maka pada Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero). Selama 17 tahun berstatus Perusahaan Umum. Pada tanggal 20 Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero).

Koperasi Karyawan PT. Len Industri (Persero)
Multimedia, Animasi, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, Desain Grafis

PT Dirgantara Indonesian (Persero)
Teknik Mesin, Teknik Penerbangan

PT Dirgantara Indonesian (Persero)
Teknik Dirgantara, Teknik Aeronautika

PT Dirgantara Indonesian (Persero)
Teknik Dirgantara, Aeronautika

PT Dirgantara Indonesian (Persero)
Teknik Mesin, Teknik Penerbangan

Koperasi Karyawan PT. Len Industri (Persero)
Teknik Mekatronika, Teknik Mesin, Teknik Fisika, Teknik Elektro, Teknik Sipil