Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

PT Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Pos Indonesia
Pengawalan Operasi di Regional IV
1. Monitoring Dashboard Operasional Peserta melakukan pemantauan data volume kiriman, pencapaian SLA, status kiriman, dan kinerja operasional kantor di wilayah Regional IV dengan pendampingan mentor. 2. Pemetaan Alur Proses Kiriman Peserta menyusun pemetaan alur kiriman mulai dari First Mile, Middle Mile, hingga Last Mile, termasuk identifikasi titik proses yang berpotensi menimbulkan keterlambatan. 3. Penyusunan Laporan Monitoring Awal Peserta membuat rekapitulasi hasil monitoring operasional secara berkala sebagai dasar evaluasi dan pengenalan permasalahan SLA.
1. Monitoring Kiriman di Kantor Asal Peserta memantau kiriman yang telah diterima tetapi belum diproses atau belum diteruskan ke tahapan berikutnya, serta mengidentifikasi potensi kiriman menginap. 2. Pemeriksaan Kesesuaian Produk dan Ketentuan Kiriman Peserta membantu melakukan pengecekan data produk dan kepatuhan terhadap ketentuan penerimaan kiriman berdasarkan data dan prosedur yang berlaku, di bawah pengawasan petugas terkait. 3. Rekapitulasi dan Eskalasi Kiriman Berisiko SLA Peserta menyusun daftar kiriman yang berpotensi terlambat, mengidentifikasi kantor asal yang memerlukan perhatian, serta membantu menyampaikan hasil monitoring kepada mentor dan unit terkait.
1. Monitoring Jadwal Angkutan KCU, KC, dan SPP Peserta melakukan pencatatan dan pemantauan jadwal rencana serta realisasi keberangkatan dan kedatangan angkutan, termasuk kesesuaian jadwal N22 dan jadwal operasional lainnya. 2. Monitoring Pergerakan Angkutan melalui SIMONA Peserta memantau data pergerakan angkutan melalui aplikasi SIMONA, mengidentifikasi keterlambatan, dan membuat rekapitulasi penyimpangan antara jadwal dan realisasi. 3. Analisis Dampak Keterlambatan Angkutan Peserta menelusuri keterkaitan keterlambatan angkutan dengan proses distribusi berikutnya, termasuk potensi keterlambatan penerusan kiriman dan dampaknya terhadap pencapaian SLA. 4. Penyusunan Laporan Monitoring Angkutan Peserta menyusun laporan periodik mengenai ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan, rute bermasalah, serta kebutuhan tindak lanjut operasional.
1. Evaluasi Okupansi dan Utilisasi Armada Peserta mengolah data kapasitas angkutan dan volume muatan untuk mengidentifikasi tingkat okupansi, ruang kapasitas yang belum dimanfaatkan, serta rute yang memerlukan evaluasi. 2. Analisis Ketepatan Jadwal dan Efektivitas Rute Peserta membandingkan jadwal dengan realisasi keberangkatan dan kedatangan, memetakan pola keterlambatan, serta membantu mengidentifikasi peluang perbaikan jadwal, rute, dan konektivitas angkutan. 3. Identifikasi Peluang Optimalisasi Kapasitas Angkutan Peserta mengidentifikasi potensi ruang angkutan yang dapat dimanfaatkan untuk kiriman proyek atau korporat berdasarkan data kapasitas, jadwal, rute, dan kebutuhan pengiriman, untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan unit terkait. 4. Penyusunan Usulan Perbaikan Middle Mile Peserta menyusun analisis dan usulan perbaikan atas permasalahan angkutan, termasuk ketidaksesuaian jadwal, okupansi yang belum optimal, dan keterlambatan distribusi, dengan validasi mentor.
1. **Monitoring Kiriman Mendekati Batas SLA** Peserta melakukan pemantauan kiriman yang telah memasuki proses antaran dan mendekati batas waktu SLA untuk mengidentifikasi potensi keterlambatan. 2. **Monitoring Kinerja Antaran dan Status Kiriman** Peserta melakukan rekapitulasi data keberhasilan antaran, kiriman gagal antar, kiriman tertunda, serta ketidaksesuaian pembaruan status berdasarkan dashboard yang tersedia. 3. **Pengawalan Tindak Lanjut kepada Kantor Terkait** Peserta membantu menyusun daftar prioritas pengawalan antaran dan memantau tindak lanjut kantor terkait sesuai SOP serta arahan mentor. 4. Analisis Permasalahan SLA Last Mile Peserta mengidentifikasi pola permasalahan antaran dan menyusun laporan penyebab keterlambatan sebagai bahan evaluasi kinerja operasional.
1. Penyusunan Dashboard Monitoring SLA Regional IV Peserta membantu mengolah dan menyajikan data kinerja SLA First Mile, Middle Mile, dan Last Mile dalam bentuk rekapitulasi atau dashboard monitoring operasional. 2. Analisis Permasalahan dan Penentuan Prioritas Pengawalan Peserta melakukan analisis data untuk mengidentifikasi kantor, rute, produk, atau tahapan proses yang memiliki kontribusi terhadap ketidaktercapaian SLA, kemudian menyusun prioritas tindak lanjut. 3. Penyusunan Rekomendasi Improvement Operasional Peserta menyusun rekomendasi perbaikan berbasis data yang mencakup pencegahan kiriman menginap, peningkatan ketepatan waktu angkutan, optimalisasi okupansi, dan pengawalan SOP antaran. 4.Penyusunan Laporan Akhir dan Presentasi Hasil Pemagangan Peserta menyusun laporan akhir berisi hasil monitoring, analisis kinerja, temuan permasalahan, dan rekomendasi perbaikan SLA untuk dipresentasikan kepada mentor dan unit kerja terkait.
1. Monitoring Dashboard Operasional Peserta melakukan pemantauan data volume kiriman, pencapaian SLA, status kiriman, dan kinerja operasional kantor di wilayah Regional IV dengan pendampingan mentor. 2. Pemetaan Alur Proses Kiriman Peserta menyusun pemetaan alur kiriman mulai dari First Mile, Middle Mile, hingga Last Mile, termasuk identifikasi titik proses yang berpotensi menimbulkan keterlambatan. 3. Penyusunan Laporan Monitoring Awal Peserta membuat rekapitulasi hasil monitoring operasional secara berkala sebagai dasar evaluasi dan pengenalan permasalahan SLA.
1. Monitoring Kiriman di Kantor Asal Peserta memantau kiriman yang telah diterima tetapi belum diproses atau belum diteruskan ke tahapan berikutnya, serta mengidentifikasi potensi kiriman menginap. 2. Pemeriksaan Kesesuaian Produk dan Ketentuan Kiriman Peserta membantu melakukan pengecekan data produk dan kepatuhan terhadap ketentuan penerimaan kiriman berdasarkan data dan prosedur yang berlaku, di bawah pengawasan petugas terkait. 3. Rekapitulasi dan Eskalasi Kiriman Berisiko SLA Peserta menyusun daftar kiriman yang berpotensi terlambat, mengidentifikasi kantor asal yang memerlukan perhatian, serta membantu menyampaikan hasil monitoring kepada mentor dan unit terkait.
1. Monitoring Jadwal Angkutan KCU, KC, dan SPP Peserta melakukan pencatatan dan pemantauan jadwal rencana serta realisasi keberangkatan dan kedatangan angkutan, termasuk kesesuaian jadwal N22 dan jadwal operasional lainnya. 2. Monitoring Pergerakan Angkutan melalui SIMONA Peserta memantau data pergerakan angkutan melalui aplikasi SIMONA, mengidentifikasi keterlambatan, dan membuat rekapitulasi penyimpangan antara jadwal dan realisasi. 3. Analisis Dampak Keterlambatan Angkutan Peserta menelusuri keterkaitan keterlambatan angkutan dengan proses distribusi berikutnya, termasuk potensi keterlambatan penerusan kiriman dan dampaknya terhadap pencapaian SLA. 4. Penyusunan Laporan Monitoring Angkutan Peserta menyusun laporan periodik mengenai ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan, rute bermasalah, serta kebutuhan tindak lanjut operasional.
1. Evaluasi Okupansi dan Utilisasi Armada Peserta mengolah data kapasitas angkutan dan volume muatan untuk mengidentifikasi tingkat okupansi, ruang kapasitas yang belum dimanfaatkan, serta rute yang memerlukan evaluasi. 2. Analisis Ketepatan Jadwal dan Efektivitas Rute Peserta membandingkan jadwal dengan realisasi keberangkatan dan kedatangan, memetakan pola keterlambatan, serta membantu mengidentifikasi peluang perbaikan jadwal, rute, dan konektivitas angkutan. 3. Identifikasi Peluang Optimalisasi Kapasitas Angkutan Peserta mengidentifikasi potensi ruang angkutan yang dapat dimanfaatkan untuk kiriman proyek atau korporat berdasarkan data kapasitas, jadwal, rute, dan kebutuhan pengiriman, untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan unit terkait. 4. Penyusunan Usulan Perbaikan Middle Mile Peserta menyusun analisis dan usulan perbaikan atas permasalahan angkutan, termasuk ketidaksesuaian jadwal, okupansi yang belum optimal, dan keterlambatan distribusi, dengan validasi mentor.
1. **Monitoring Kiriman Mendekati Batas SLA** Peserta melakukan pemantauan kiriman yang telah memasuki proses antaran dan mendekati batas waktu SLA untuk mengidentifikasi potensi keterlambatan. 2. **Monitoring Kinerja Antaran dan Status Kiriman** Peserta melakukan rekapitulasi data keberhasilan antaran, kiriman gagal antar, kiriman tertunda, serta ketidaksesuaian pembaruan status berdasarkan dashboard yang tersedia. 3. **Pengawalan Tindak Lanjut kepada Kantor Terkait** Peserta membantu menyusun daftar prioritas pengawalan antaran dan memantau tindak lanjut kantor terkait sesuai SOP serta arahan mentor. 4. Analisis Permasalahan SLA Last Mile Peserta mengidentifikasi pola permasalahan antaran dan menyusun laporan penyebab keterlambatan sebagai bahan evaluasi kinerja operasional.
1. Penyusunan Dashboard Monitoring SLA Regional IV Peserta membantu mengolah dan menyajikan data kinerja SLA First Mile, Middle Mile, dan Last Mile dalam bentuk rekapitulasi atau dashboard monitoring operasional. 2. Analisis Permasalahan dan Penentuan Prioritas Pengawalan Peserta melakukan analisis data untuk mengidentifikasi kantor, rute, produk, atau tahapan proses yang memiliki kontribusi terhadap ketidaktercapaian SLA, kemudian menyusun prioritas tindak lanjut. 3. Penyusunan Rekomendasi Improvement Operasional Peserta menyusun rekomendasi perbaikan berbasis data yang mencakup pencegahan kiriman menginap, peningkatan ketepatan waktu angkutan, optimalisasi okupansi, dan pengawalan SOP antaran. 4.Penyusunan Laporan Akhir dan Presentasi Hasil Pemagangan Peserta menyusun laporan akhir berisi hasil monitoring, analisis kinerja, temuan permasalahan, dan rekomendasi perbaikan SLA untuk dipresentasikan kepada mentor dan unit kerja terkait.
Jl. Sisingamangaraja No.45, Wonotingal, Kec. Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah 50252

Kota Bandung
Pos Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan status mulai dari Jawatan PTT (Post, Telegraph dan Telephone). Badan usaha yang dipimpin oleh seorang Kepala Jawatan ini operasinya tidak bersifat komersial dan fungsinya lebih diarahkan untuk mengadakan pelayanan publik. Perkembangan terus terjadi hingga statusnya menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Mengamati perkembangan zaman dimana sektor pos dan telekomunikasi berkembang sangat pesat, maka pada tahun 1965 berganti menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro), dan pada tahun 1978 berubah menjadi Perum Pos dan Giro yang sejak ini ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk hubungan dalam maupun luar negeri. Selama 17 tahun berstatus Perum, maka pada Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero). Selama 17 tahun berstatus Perusahaan Umum. Pada tanggal 20 Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero).

Rumah Sakit Daerah K.r.M.t. Wongsonegoro Kota Semarang
Gizi dan Dietetika, Gizi Klinik

Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi Semarang
Fisika
Leke Bangun Indonesia
Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Bahasa Mandarin Untuk Komunikasi Bisnis Dan Profesional

Rumah Sakit Daerah K.r.M.t. Wongsonegoro Kota Semarang
Teknologi Radiologi Pencitraan, Radiologi, Teknik Radiologi

Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi Semarang
Teknik Kardiovaskuler

Prima Agus Teknik
Komputer Grafis, Desain Komunikasi Visual, Desain Media, Desain Grafis, Kriya Seni