Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.
Sincetech Technology Indonesia
- Mempelajari pengoperasian dasar mesin Flyknit dan proses produksi.
- Membantu persiapan material dan area kerja sebelum produksi.
- Membantu memantau proses produksi dan mengidentifikasi cacat produk.
- Membantu melakukan pengecekan dasar kondisi mesin dan melaporkan apabila terdapat abnormalitas.
- Mengisi dan mencatat data produksi secara berkala.
- Menerapkan SOP, K3, dan standar 6S di area kerja.
- Melaksanakan tugas pendukung lainnya sesuai arahan atasan.
1. Teori: Mempelajari tata letak pabrik (area produksi, gudang bahan baku, ruang QC, ruang perbaikan, dan fasilitas umum). Memahami peraturan keselamatan kerja (K3) di area produksi, jenis-jenis bahaya di mesin rajut, serta fungsi dan cara penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm, sepatu safety, kacamata, dan earplug. Mempelajari prosedur tanggap darurat (kebakaran, gempa, dan kecelakaan kerja). 2. Praktik: Tidak ada praktik di topik ini. Peserta melakukan tour pabrik untuk melihat langsung area produksi, mengenali jalur evakuasi, titik kumpul darurat, dan posisi APAR. Mencoba memakai APD dengan benar dan melakukan simulasi evakuasi sederhana.
1. Teori: Mempelajari urutan pemasangan benang pada dudukan (creel), jalur benang yang benar dari cone hingga masuk ke tensioner dan jarum rajut, serta pengaturan ketegangan benang sesuai spesifikasi produk. Memahami tanda-tanda tegangan benang yang terlalu kencang atau terlalu kendor. 2. Praktik: Melakukan pemasangan benang pada creel di bawah bimbingan mentor, menyambungkan benang baru ke benang lama yang hampir habis, mengatur tegangan awal pada tensioner, dan memastikan jalur benang tidak terhalang atau tersangkut sebelum mesin dinyalakan.
1. Teori: Mempelajari kriteria produk Flyknit yang baik (grade A) dan cacat yang tidak boleh terjadi (grade B/C), seperti lubang, benang putus, variasi ketebalan, pola tidak simetris, dan noda. Memahami standar toleransi dimensi produk, cara membaca gambar kerja/spesifikasi produk, serta prosedur pengambilan sampel untuk pengecekan kualitas. 2.Praktik: Tidak ada praktik di topik ini. Peserta akan melihat contoh produk baik dan produk cacat sebagai perbandingan visual.
1. Teori: Mempelajari checklist pengecekan harian mesin (point check) yang mencakup: suhu mesin, level pelumasan/oli, kondisi sensor, tegangan benang, kebersihan jarum rajut, dan bunyi mesin. Memahami jadwal perawatan rutin (harian, mingguan, bulanan) serta tanda-tanda komponen yang perlu segera diganti. 2. Praktik: Melakukan pengecekan harian pada satu mesin di bawah bimbingan mentor: mengecek suhu, melumasi bagian-bagian tertentu, membersihkan debu dan sisa benang di sekitar jarum, mencatat semua temuan di logbook perawatan, dan melaporkan jika ada kondisi di luar normal.
1. Teori: Mempelajari alur SOP produksi secara menyeluruh, mulai dari persiapan shift (briefing awal), pengoperasian mesin, inspeksi kualitas, pergantian shift, hingga penutupan shift. Memahami pentingnya kejujuran dalam mencatat data produksi (output, reject, downtime) dan cara menghitung efisiensi dasar (efisiensi mesin). 2. Praktik: Mengisi logbook produksi harian secara mandiri di bawah pengawasan mentor, mencatat waktu start/stop mesin, jumlah produksi baik dan cacat, serta kendala yang dihadapi. Mempelajari cara melakukan serah terima shift (handover) secara profesional: menyampaikan kondisi mesin, stok bahan baku, dan catatan khusus kepada operator shift berikutnya.
Peserta magang menjalankan tanggung jawab penuh untuk 1–2 mesin Flyknit secara mandiri selama shift berlangsung, dengan pengawasan jarak jauh oleh mentor. Aktivitas meliputi: start mesin, mengatur kecepatan, melakukan inspeksi kualitas rutin, menangani benang putus, mengisi logbook, menjaga 6S area, serta melaporkan kendala yang tidak dapat ditangani sendiri. Ini adalah tahap uji coba kemandirian sebelum akhir magang.
1. Teori: Mempelajari jenis-jenis mesin rajut (Flyknit), fungsi utama setiap komponen (jarum rajut, sensor, rol penarik, sistem pengatur tegangan benang, dan panel kontrol). Memahami prinsip kerja mesin dari benang menjadi produk setengah jadi, serta cara membaca indikator dasar di layar monitor mesin. 2. Praktik: Melakukan pengenalan langsung ke mesin yang sedang beroperasi (dengan pendampingan mentor), mengidentifikasi setiap komponen yang telah dipelajari di teori, mempelajari fungsi tombol-tombol dasar di panel kontrol (start, stop, reset, dan speed control), serta mengamati aliran benang dari dudukan (creel) hingga masuk ke jarum rajut.
Mempelajari dan mempraktikkan teknik menyambung benang putus menggunakan alat splicing (splicer gun) dengan benar. Belajar membuat sambungan yang rapi dan kuat agar tidak mudah putus saat melewati jarum rajut. Melakukan latihan berulang kali hingga sambungan benang halus dan sesuai standar, serta belajar membuang sisa benang yang tidak terpakai.
Melakukan inspeksi visual terhadap produk hasil rajutan yang keluar dari mesin, mengidentifikasi 5 jenis cacat dasar (lubang, benang putus, pola kabur, ukuran tidak sesuai, dan permukaan kasar). Memisahkan produk baik dan produk cacat ke dalam keranjang berbeda, mencatat jumlah produk cacat di formulir inspeksi, dan melaporkan temuan secara langsung kepada leader lini untuk tindakan perbaikan.
Melatih pendengaran untuk membedakan bunyi mesin normal vs tidak normal (gesekan berlebihan, hentakan, atau suara logam). Mempraktikkan prosedur pelaporan gangguan: berhenti - amati - laporkan ke leader tanpa mencoba memperbaiki sendiri. Mempelajari cara menangani benang putus secara otomatis (auto-stop) dan mereset mesin setelah gangguan ringan selesai.
Menerapkan prinsip 6S di stasiun kerja secara mandiri tanpa diingatkan: membersihkan mesin dan lantai area kerja setelah produksi, merapikan peralatan ke tempatnya, membuang limbah produksi ke tempat yang telah ditentukan, mengecek kebersihan area sekitar, dan memastikan label/rambu keselamatan terpasang dengan jelas. Melakukan audit 6S sederhana pada area sendiri dan mencatat temuan perbaikan untuk hari berikutnya.
Peserta melakukan serah terima shift secara profesional dengan operator lain, menyampaikan kondisi mesin, stok benang, catatan produksi, dan rekomendasi untuk shift berikutnya. Sebagai tugas akhir, peserta menyusun laporan magang yang berisi: ringkasan hasil belajar selama 6 bulan, analisis kendala produksi yang sering dihadapi, rekomendasi perbaikan untuk area kerjanya (misal: saran penataan bahan baku, peningkatan efisiensi, atau usulan SOP baru), serta dokumentasi kegiatan. Laporan ini dipresentasikan di depan tim manajemen (Supervisor, Manager Produksi, HR) sebagai syarat kelulusan magang.
1. Teori: Mempelajari jenis-jenis benang yang digunakan (nilon, poliester, elastane, dll.), karakteristik masing-masing (kekuatan, elastisitas, ketahanan panas), kode warna dan nomor benang, serta cara membaca label spesifikasi pada cone benang. Memahami standar penyimpanan benang (suhu, kelembaban, dan posisi penyimpanan). 2. Praktik: Melakukan sortir dan identifikasi benang di gudang bahan baku, mencocokkan cone benang dengan kebutuhan produksi harian, menata benang di troli sesuai urutan pemakaian, serta mempelajari cara memindahkan benang ke area mesin dengan aman dan efisien.
Mempelajari prosedur menyalakan mesin (start) secara bertahap, memastikan semua komponen dalam posisi aman sebelum start. Mempraktikkan penghentian mesin secara normal (stop) dan penghentian darurat (emergency stop) jika terjadi situasi berbahaya. Belajar mengatur kecepatan mesin dari lambat (untuk setting awal) hingga kecepatan produksi normal, serta mengamati perubahan pola rajutan saat kecepatan diubah.
Mempelajari cara mengisi formulir catatan produksi dan formulir inspeksi kualitas (QC) dengan benar dan jujur. Mencatat jam produksi, jumlah output, jumlah cacat, jenis cacat dominan, dan tindakan yang telah diambil. Mempraktikkan komunikasi yang efektif kepada leader lini mengenai kondisi ketidaksesuaian, baik secara lisan maupun melalui formulir pelaporan tertulis.
Mempelajari cara cepat menangani benang putus saat mesin berhenti otomatis: mencari titik putus, menyambung kembali benang (splicing), membersihkan area sekitar jarum dari sisa benang, dan memulai ulang mesin dengan prosedur yang benar. Praktik melakukan penggantian cone benang yang telah habis dengan cone baru tanpa mengganggu produksi mesin lain.
1. Teori: Mempelajari konsep 6S (Seiri - Ringkas, Seiton - Rapi, Seiso - Resik, Seiketsu - Rawat, Shitsuke - Rajin, Safety - Aman) dan penerapannya di lingkungan produksi. Memahami standar kerapian area kerja, tata letak peralatan, serta pentingnya kebersihan untuk mencegah kecelakaan dan meningkatkan efisiensi. 2. Praktik: Melakukan pembersihan dan penataan stasiun kerja di area mesin yang menjadi tanggung jawab, mengatur peralatan kecil (gunting, kunci, alat bantu) di tempat yang telah ditentukan, membuang limbah benang/sisa produksi ke tempat sampah yang sesuai, dan membuat checklist 6S harian sederhana untuk area kerjanya.
J95W+M2X Gedung A1) Dean Shoes Pt, Mekarjaya, Kec. Purwasari, Karawang, Jawa Barat 41373
Kab. Karawang

PT. Gobel Dharma Sarana Karya
Tata Boga, Pendidikan Tata Boga

Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery
Mesin Industri

Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery
Teknik Mesin Industri, Teknik Industri

Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery
Kepabeanan dan Cukai

Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery
Kimia Industri

Bekaert Indonesia
Teknik Mesin Industri, Teknik Mesin, Teknik Industri, Manajemen Rekayasa, Statistika dan Sains Data, Statistika Terapan dan Komputasi, Statistika