Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

PT Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Pos Indonesia
software testing
1. Pengenalan Quality Assurance dan Software Development Peserta magang mempelajari konsep dasar Quality Assurance, Quality Control, Software Testing, serta peran QA dalam siklus pengembangan perangkat lunak. Peserta memahami tahapan Software Development Life Cycle (SDLC), Software Testing Life Cycle (STLC), serta hubungan QA dengan Developer, Product Owner, Business Analyst, dan pengguna. 2. Dasar-Dasar Software Testing Peserta mempelajari tujuan, prinsip, level, dan jenis-jenis pengujian perangkat lunak, meliputi Functional Testing, Non-Functional Testing, Regression Testing, Smoke Testing, Sanity Testing, Integration Testing, System Testing, dan User Acceptance Testing. 3. Test Scenario dan Test Case Peserta memahami cara menganalisis requirement dan menerjemahkannya menjadi Test Scenario, Test Case, Test Data, Expected Result, serta Acceptance Criteria dengan struktur yang sistematis dan dapat ditelusuri. 4. Defect Management Peserta mempelajari proses identifikasi, pencatatan, klasifikasi, prioritas, dan pelacakan defect atau bug. Materi mencakup Severity, Priority, Bug Lifecycle, Root Cause Analysis, serta penyusunan laporan defect yang jelas dan dapat ditindaklanjuti.
5. Functional dan Exploratory Testing Peserta mempelajari teknik pengujian fungsional aplikasi berdasarkan requirement serta teknik Exploratory Testing untuk menemukan potensi defect yang tidak tercakup dalam test case. 6. Teknik Perancangan Test Case Peserta mempelajari teknik test case design seperti Equivalence Partitioning, Boundary Value Analysis, Decision Table, State Transition, dan Error Guessing untuk meningkatkan coverage pengujian. 7. Web dan API Testing Peserta memahami konsep pengujian aplikasi berbasis web dan API, termasuk HTTP Method, Status Code, Request, Response, Header, Parameter, Authentication, serta validasi data pada API. 8. Test Management dan Test Reporting Peserta mempelajari pengelolaan test case, test execution, defect tracking, test progress, test coverage, serta penyusunan laporan hasil pengujian sebagai dasar evaluasi kualitas aplikasi.
9. Konsep dan Arsitektur Test Automation Peserta mempelajari konsep dasar Automation Testing, manfaat dan keterbatasannya dibandingkan Manual Testing, kriteria pemilihan test case untuk automation, serta konsep Automation Testing Framework. 10. Dasar Pemrograman untuk Automation Testing Peserta mempelajari konsep pemrograman yang diperlukan dalam automation testing, seperti variable, data type, conditional statement, looping, function, object, exception handling, serta penggunaan library atau package. 11. Web Automation Testing Peserta mempelajari konsep otomatisasi pengujian aplikasi web menggunakan tools automation testing, termasuk browser automation, locator, element interaction, assertion, synchronization, dan pengelolaan test data. 12. Automation Framework Peserta mempelajari struktur dan prinsip pengembangan automation framework yang maintainable, reusable, scalable, dan mudah dikembangkan untuk kebutuhan pengujian aplikasi secara berkelanjutan.
13. Pengenalan Artificial Intelligence dalam Software Testing Peserta mempelajari konsep pemanfaatan Artificial Intelligence dan Generative AI dalam proses Software Testing, termasuk peluang, manfaat, keterbatasan, risiko, serta prinsip penggunaan AI secara bertanggung jawab dalam aktivitas QA. 14. AI untuk Requirement dan Test Case Generation Peserta mempelajari pemanfaatan AI untuk membantu menganalisis requirement, mengidentifikasi test condition, menghasilkan draft test scenario dan test case, serta mengidentifikasi kemungkinan edge case dan negative scenario. 15. AI-Assisted Automation Script Development Peserta mempelajari penggunaan AI sebagai coding assistant untuk membantu membuat, menjelaskan, memperbaiki, melakukan refactoring, dan mengembangkan automation testing script berdasarkan requirement atau test case. 16. AI untuk Test Analysis dan Defect Investigation Peserta mempelajari pemanfaatan AI untuk membantu menganalisis hasil test execution, mengelompokkan error, mengidentifikasi pola defect, membantu analisis log, serta mendukung Root Cause Analysis.
17. Advanced Automation Testing Peserta mempelajari pengembangan automation test yang lebih kompleks, termasuk Data-Driven Testing, Parameterization, Reusable Function, Page Object Model, Test Suite Management, dan pengelolaan test environment. 18. Automated API Testing Peserta mempelajari implementasi automation testing untuk API, meliputi validasi request dan response, status code, response body, authentication, schema validation, serta pengelolaan test data. 19. Continuous Integration dan Continuous Testing Peserta mempelajari konsep CI/CD serta integrasi automation testing ke dalam pipeline pengembangan perangkat lunak sehingga pengujian dapat dijalankan secara otomatis pada setiap perubahan aplikasi. 20. Test Reporting dan Quality Metrics Peserta mempelajari pembuatan automated test report serta metrik kualitas seperti Test Coverage, Pass Rate, Fail Rate, Defect Density, Defect Leakage, Automation Coverage, dan tingkat keberhasilan regression testing.
21. Test Strategy dan Test Planning Peserta mempelajari penyusunan Test Strategy dan Test Plan berdasarkan karakteristik aplikasi, risiko, requirement, timeline, resource, test scope, test environment, serta prioritas pengujian. 22. End-to-End Automation Testing Peserta mempelajari pelaksanaan pengujian secara end-to-end mulai dari analisis requirement, penyusunan test scenario, pembuatan automation script, test execution, defect reporting, regression testing, hingga test reporting. 23. AI-Powered QA Project Peserta menerapkan AI dalam proses QA secara end-to-end, mulai dari analisis requirement, pembuatan test case, pengembangan automation script dengan bantuan AI, analisis hasil pengujian, hingga dokumentasi hasil testing. 24. Final Project dan Evaluasi Peserta menyelesaikan proyek pengujian aplikasi dengan menerapkan konsep Quality Assurance, Automation Testing, dan AI. Peserta mempresentasikan hasil proyek, automation framework atau script, test report, defect report, serta rekomendasi peningkatan kualitas aplikasi.
1. Mempelajari alur dan proses pengujian aplikasi. Peserta mempelajari aplikasi yang digunakan di unit kerja, memahami alur bisnis, fitur utama aplikasi, serta proses kerja QA dalam melakukan pengujian aplikasi. 2. Melakukan analisis requirement aplikasi. Peserta mempelajari requirement atau user story yang tersedia dan mengidentifikasi fungsi, kondisi, serta skenario yang perlu dilakukan pengujian. 3. Membuat Test Scenario dan Test Case. Peserta menyusun test scenario dan test case berdasarkan requirement dengan mencantumkan test steps, test data, expected result, dan actual result. 4. Melaksanakan Manual Testing. Peserta melakukan pengujian aplikasi secara manual berdasarkan test case yang telah dibuat dan mencatat hasil pengujian secara terstruktur. 5. Membuat laporan defect atau bug. Peserta mencatat defect yang ditemukan selama proses testing dengan melengkapi informasi seperti langkah reproduksi, expected result, actual result, severity, priority, dan evidence.
6. Melakukan Functional Testing. Peserta melakukan pengujian terhadap fungsi-fungsi aplikasi untuk memastikan fitur berjalan sesuai dengan requirement dan acceptance criteria. 7. Melakukan Exploratory Testing. Peserta melakukan pengujian eksploratif untuk menemukan potensi defect yang belum tercakup dalam test case berdasarkan pemahaman terhadap alur dan karakteristik aplikasi. 8. Melakukan Regression Testing. Peserta menjalankan kembali test case pada fitur yang terdampak perubahan atau perbaikan aplikasi untuk memastikan perubahan tidak menimbulkan defect baru. 9. Melakukan pengujian API. Peserta melakukan pengujian endpoint API menggunakan tools yang tersedia dengan melakukan validasi request, response, status code, parameter, dan response body. 10. Melakukan dokumentasi hasil testing. Peserta mendokumentasikan hasil test execution, defect yang ditemukan, status perbaikan defect, serta test coverage sebagai bahan laporan kepada mentor.
11. Mempersiapkan environment Automation Testing. Peserta melakukan instalasi dan konfigurasi tools, framework, browser, library, serta environment yang diperlukan untuk menjalankan automation testing. 12. Membuat automation script sederhana. Peserta mengubah test case manual yang telah dibuat menjadi automation script untuk menguji fungsi aplikasi secara otomatis. 13. Melakukan Web Automation Testing. Peserta membuat automation test untuk melakukan aktivitas pada aplikasi web, seperti membuka halaman, melakukan login, mengisi form, memilih menu, melakukan transaksi, dan melakukan validasi hasil. 14. Mengimplementasikan assertion dan validation. Peserta menambahkan assertion pada automation script untuk memastikan actual result sesuai dengan expected result. 15. Menjalankan dan melakukan debugging automation test. Peserta menjalankan automation test, menganalisis hasil eksekusi, mengidentifikasi error pada script maupun aplikasi, serta melakukan perbaikan terhadap automation script.
16. Menggunakan AI untuk menganalisis requirement. Peserta menggunakan Artificial Intelligence sebagai alat bantu untuk memahami requirement, mengidentifikasi test condition, serta menemukan kemungkinan positive, negative, dan edge case scenario. 17. Menggunakan AI untuk membuat draft Test Case. Peserta memanfaatkan AI untuk menghasilkan draft test scenario dan test case berdasarkan requirement yang diberikan, kemudian melakukan review dan validasi secara manual. 18. Menggunakan AI sebagai coding assistant. Peserta menggunakan AI untuk membantu membuat automation script berdasarkan test case, menjelaskan kode, melakukan debugging, dan memberikan alternatif implementasi automation testing. 19. Melakukan review automation script dengan bantuan AI. Peserta menggunakan AI untuk membantu mengidentifikasi potensi error, duplikasi kode, penggunaan locator yang kurang optimal, serta peluang peningkatan maintainability automation script. 20. Menggunakan AI untuk analisis hasil testing. Peserta menggunakan AI untuk membantu menganalisis test result, error message, log, dan pola kegagalan testing sebagai bahan awal untuk investigasi defect.
21. Mengembangkan reusable automation function. Peserta mengembangkan fungsi automation yang dapat digunakan kembali pada beberapa test case untuk mengurangi duplikasi script dan meningkatkan maintainability. 22. Mengimplementasikan Page Object Model atau struktur framework sejenis. Peserta melakukan pengorganisasian automation script berdasarkan struktur framework yang digunakan agar script lebih terstruktur, mudah dipelihara, dan dapat dikembangkan. 23. Membuat Data-Driven Automation Testing. Peserta membuat automation test yang dapat menjalankan skenario pengujian menggunakan beberapa variasi test data secara otomatis. 24. Melakukan Automation Regression Testing. Peserta menjalankan kumpulan automation test untuk melakukan regression testing terhadap fitur-fitur aplikasi yang mengalami perubahan. 25. Mengintegrasikan automation testing dengan CI/CD. Peserta mempraktikkan proses menjalankan automation test melalui pipeline atau environment CI/CD yang digunakan oleh unit kerja dengan pendampingan mentor. 26. Membuat automated test report. Peserta menghasilkan dan menganalisis laporan hasil automation testing yang mencakup test case yang dijalankan, status pass/fail, error, dan informasi pendukung lainnya.
27. Melakukan analisis requirement untuk proyek pengujian. Peserta memilih atau mendapatkan aplikasi/fitur yang akan menjadi objek final project dan melakukan analisis requirement, alur bisnis, risiko, serta ruang lingkup pengujian. 28. Menyusun Test Plan dan Test Scenario. Peserta menyusun rencana pengujian, test scenario, test case, test data, serta menentukan prioritas pengujian berdasarkan risiko dan kebutuhan aplikasi. 29. Mengembangkan automation test secara end-to-end. Peserta mengimplementasikan automation testing dari test case yang telah disusun, termasuk pengembangan script, assertion, test data, dan struktur automation framework. 30. Menerapkan AI dalam proses pengujian. Peserta menggunakan AI untuk membantu proses analisis requirement, pengembangan test case, pembuatan atau perbaikan automation script, debugging, serta analisis hasil testing. 31. Melakukan end-to-end testing dan regression testing. Peserta menjalankan keseluruhan rangkaian pengujian terhadap aplikasi, melakukan regression testing, mendokumentasikan defect, serta melakukan retest terhadap defect yang telah diperbaiki. 32. Menyusun laporan hasil pengujian. Peserta menyusun laporan yang memuat test execution result, defect yang ditemukan, automation coverage, test coverage, hasil regression testing, serta rekomendasi peningkatan kualitas aplikasi. 33. Presentasi Final Project. Peserta mempresentasikan hasil praktik kerja kepada mentor yang mencakup proses pengujian, automation framework/script, penerapan AI, hasil testing, defect yang ditemukan, dan rekomendasi perbaikan. 34. Evaluasi kompetensi peserta magang. Peserta mengikuti evaluasi akhir untuk mengukur pemahaman dan kemampuan dalam Software Testing, Quality Assurance, Automation Testing, serta pemanfaatan AI dalam proses pengujian perangkat lunak.
Jl. Banda No.30, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115

Kota Bandung
Pos Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan status mulai dari Jawatan PTT (Post, Telegraph dan Telephone). Badan usaha yang dipimpin oleh seorang Kepala Jawatan ini operasinya tidak bersifat komersial dan fungsinya lebih diarahkan untuk mengadakan pelayanan publik. Perkembangan terus terjadi hingga statusnya menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Mengamati perkembangan zaman dimana sektor pos dan telekomunikasi berkembang sangat pesat, maka pada tahun 1965 berganti menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro), dan pada tahun 1978 berubah menjadi Perum Pos dan Giro yang sejak ini ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk hubungan dalam maupun luar negeri. Selama 17 tahun berstatus Perum, maka pada Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero). Selama 17 tahun berstatus Perusahaan Umum. Pada tanggal 20 Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero).

Koperasi Karyawan PT. Len Industri (Persero)
Multimedia, Animasi, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, Desain Grafis

PT Dirgantara Indonesian (Persero)
Teknik Mesin, Teknik Penerbangan

PT Dirgantara Indonesian (Persero)
Teknik Dirgantara, Teknik Aeronautika

PT Dirgantara Indonesian (Persero)
Teknik Dirgantara, Aeronautika

PT Dirgantara Indonesian (Persero)
Teknik Mesin, Teknik Penerbangan

Koperasi Karyawan PT. Len Industri (Persero)
Teknik Mekatronika, Teknik Mesin, Teknik Fisika, Teknik Elektro, Teknik Sipil