Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Mass Rapid Transit Jakarta Perseroda
- Merancang dan memproduksi aset visual harian media sosial MRT Jakarta seperti Key Visual (KV), infografis trivia data, dan draf storyboard konten kreatif.
- Membuat dan menyesuaikan desain wallpaper digital untuk kebutuhan publikasi
- Berkolaborasi dengan tim untuk memastikan seluruh output visual tetap konsisten dengan panduan identitas merek (brand guidelines) korporat.
Pemagang mempraktikkan pembuatan Key Visual (KV) statis harian untuk media sosial MRT Jakarta dan merancang draf wallpaper digital stasiun di bawah supervisi tim.
Pemegang mempraktikkan pengenalan brand guidelines perusahaan dan belajar menerjemahkan draf konsep karakter (seperti profil awal customer persona) menjadi sketsa atau draf visual awal.
Pemagang mempraktikkan pembuatan storyboard (sketsa alur kotak-per-kotak) untuk konten edukasi, info grafis, atau trivia media sosial berdasarkan brief
Pemagang mempraktikkan pembuatan aset visual bergerak (motion graphic atau animasi 2D/3D pendek) berskala ringan untuk meningkatkan interaktivitas konten media sosial korporat.
Pemagang mempraktikkan finalisasi seluruh komponen visual customer persona dan aset media sosial yang siap rilis, serta memastikan konsistensi kualitas desain dengan tim ahli.
Pemagang menyusun dokumentasi teknis seluruh aset digital (master file library) yang telah dibuat dan melakukan evaluasi serta presentasi portofolio kreatif akhir selama masa magang.
Jl. M.H. Thamrin No.Kav.59, RT.9/RW.5, Gondangdia, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10350

Kota Adm. Jakarta Pusat
PT Mass Rapid Transit Jakarta (PT MRT Jakarta) berdiri pada tanggal 17 Juni 2008, berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas dengan mayoritas saham dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (struktur kepemilikan: Pemprov DKI Jakarta 99.98%, PD Pasar Jaya 0.02%). PT MRT Jakarta memiliki ruang lingkup kegiatan di antaranya untuk pengusahaan dan pembangunan prasarana dan sarana MRT, pengoperasian dan perawatan (operation and maintenance/O&M) prasarana dan sarana MRT, serta pengembangan dan pengelolaan properti/bisnis di stasiun dan kawasan sekitarnya, serta Depo dan kawasan sekitarnya. Rencana pembangunan MRT di Jakarta sesungguhnya sudah dirintis sejak tahun 1985. Namun, saat itu proyek MRT belum dinyatakan sebagai proyek nasional. Pada tahun 2005, Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa proyek MRT Jakarta merupakan proyek nasional. Berangkat dari kejelasan tersebut, maka Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai bergerak dan saling berbagi tanggung jawab. Pencarian dana disambut oleh Pemerintah Jepang yang bersedia memberikan pinjaman. Proyek MRT Jakarta dimulai dengan pembangunan jalur MRT Fase I sepanjang ± 16 kilometer dari Terminal Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia yang memiliki 13 stasiun berikut 1 Depo. Untuk meminimalisir dampak pembangunan fisik Fase I, selain menggandeng konsultan manajemen lalu lintas, PT MRT Jakarta juga memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Pengoperasian Fase I dimulai pada tahun 2019. Pembangunan jalur MRT Fase I menjadi awal sejarah pengembangan jaringan terpadu dari sistem MRT yang merupakan bagian dari sistem transportasi massal DKI Jakarta. Pengembangan selanjutnya meneruskan jalur Sudirman menuju Ancol (disebut jalur Utara-Selatan) serta pengembangan jalur Timur-Barat.

Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP)
Ilmu Komputer

Wisma Nusantara International (Pullman Jakarta Indonesia)
Bahasa Dan Kebudayaan Korea, Bahasa dan Kebudayaan Korea, Pendidikan Bahasa Korea, Bahasa Korea
Jaya Ripta Bhuwana
Hospitaliti dan Pariwisata, Hospitality dan Pariwisata
Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Okupasi Terapi, Terapi Okupasi
Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Fisioterapi, fisioterapi

PT Kapuas Cemerlang Maju
Tata Boga, Pendidikan Tata Boga