Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Pabrik Gula (PG) Wringin Anom didirikan pada tahun 1881 oleh perusahaan swasta Belanda bernama NV. Factory. Pabrik ini berlokasi di Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Berikut adalah ringkasan perjalanan panjang sejarahnya hingga saat ini 1. Era Kolonial hingga Kemerdekaan (1881–1945)1881: NV. Factory mendirikan pabrik ini untuk memanfaatkan masa keemasan agrobisnis tebu di Situbondo sebagai komoditas ekspor ke Eropa.1942–1945: Operasional pabrik beralih ke tangan pemerintah militer Jepang selama masa pendudukan. 2. Era Nasionalisasi dan PTPN XI (1957–2021)1957–1958: Pemerintah Republik Indonesia mengambil alih pabrik ini melalui kebijakan nasionalisasi aset asing.1968: Pengelolaannya diserahkan kepada Perusahaan Negara Perkebunan (PNP XXV) yang membawahi pabrik gula di wilayah Situbondo dan Bondowoso.1975: Mengalami peleburan menjadi PT Perkebunan XXIV-XXV (Persero).1996: Pengelolaan pabrik resmi bertransformasi di bawah naungan PT Perkebunan Nusantara XI (PTPN XI). 3. Era Modern di Bawah PT Sinergi Gula Nusantara (2021–Sekarang)2021: PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) didirikan sebagai bagian dari program restrukturisasi BUMN gula (Holding Perkebunan Nusantara).2022: Dilakukan kebijakan spin-off nasional. Operasional PG Wringin Anom resmi dialihkan dari PTPN XI ke PT Sinergi Gula Nusantara (Sugar Co).Saat Ini: PG Wringin Anom tetap aktif beroperasi dengan kapasitas giling mencapai 1.200 TCD (Ton Cane per Day). Pabrik ini berfokus pada swasembada gula nasional melalui kemitraan petani lokal dan mempertahankan tradisi kultural seperti Ritual Tebu Manten.