Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

PT Gistex Garmen Indonesia
- Machine Availability → memastikan mesin siap mendukung produksi.
- Downtime Reduction → menurunkan waktu hilang akibat breakdown.
- Preventive Maintenance Achievement → memastikan PM berjalan sesuai schedule.
- Root Cause Closure → memastikan masalah berulang diselesaikan sampai akar masalah.
- Machine Productivity Support → memastikan mesin yang digunakan produksi memberikan kontribusi terhadap output dan profit line.
Mempelajari dasar-dasar mekanik mesin produksi, fungsi dan cara kerja komponen mekanik, penggunaan tools, pemeriksaan kondisi mesin, serta prinsip dasar maintenance untuk menjaga mesin tetap dalam kondisi siap digunakan.
Mempelajari dan melakukan monitoring machine availability pada mesin produksi. Peserta melakukan pencatatan kondisi mesin, waktu operasi, waktu berhenti, serta mengolah data untuk mengetahui tingkat kesiapan mesin dalam mendukung proses produksi.
Mempelajari proses penanganan breakdown dan melakukan analisis downtime mesin. Peserta mencatat jenis kerusakan, waktu mulai dan selesai perbaikan, penyebab downtime, serta mengidentifikasi faktor yang menyebabkan kehilangan waktu produksi.
Mempelajari konsep dan pelaksanaan preventive maintenance berdasarkan schedule yang telah ditentukan. Peserta membantu melakukan pemeriksaan, cleaning, lubrication, adjustment, penggantian komponen tertentu, serta pencatatan hasil preventive maintenance.
Mempelajari dan mempraktikkan analisis akar masalah terhadap kerusakan atau gangguan mesin produksi. Peserta melakukan pengumpulan data, identifikasi masalah, analisis menggunakan metode 5 Why dan Fishbone Diagram, serta menentukan kemungkinan penyebab utama dari masalah mesin.
Mempelajari dan melakukan analisis hubungan antara kondisi mesin, machine availability, downtime, dan produktivitas produksi. Peserta melakukan monitoring performa mesin, mengidentifikasi faktor mesin yang memengaruhi output produksi, serta membantu memberikan rekomendasi improvement untuk meningkatkan produktivitas mesin dan mendukung pencapaian target produksi.
Melakukan pemeriksaan kondisi mesin secara langsung dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja. Peserta mempelajari pemeriksaan komponen mekanik, kondisi abnormal, kebocoran, getaran, suara, temperatur, dan kondisi lain yang dapat memengaruhi performa mesin.
Mempelajari penggunaan Microsoft Excel untuk pengolahan data maintenance, termasuk pencatatan downtime, machine availability, maintenance schedule, data breakdown, penggunaan formula, filtering, sorting, tabel, dan grafik untuk kebutuhan monitoring maintenance.
Melakukan analisis terhadap data downtime untuk mengidentifikasi sumber kehilangan waktu terbesar. Peserta membantu menentukan peluang improvement dan tindakan perbaikan untuk mengurangi downtime akibat breakdown mesin
Melakukan monitoring pencapaian preventive maintenance berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan. Peserta mengolah data PM menggunakan Microsoft Excel, mengidentifikasi pekerjaan yang belum terlaksana, serta membuat monitoring achievement dan tindak lanjut.
Melakukan monitoring dan tindak lanjut terhadap hasil root cause analysis. Peserta membantu menentukan corrective action, memantau pelaksanaan perbaikan, melakukan verifikasi hasil perbaikan, serta memastikan masalah yang terjadi dapat diselesaikan sampai ke akar penyebab dan tidak berulang.
Melakukan pengolahan dan monitoring data maintenance menggunakan Microsoft Excel, meliputi machine availability, downtime, breakdown, preventive maintenance achievement, dan root cause closure. Peserta membuat laporan maintenance secara berkala dan menyajikan hasil analisis untuk mendukung evaluasi dan pengambilan keputusan departemen.
Mengolah dan menganalisis data maintenance menggunakan Microsoft Excel, meliputi data breakdown, downtime, frekuensi kerusakan, durasi perbaikan, dan histori maintenance. Peserta membuat tabel, grafik, serta rangkuman data untuk membantu menentukan prioritas improvement mesin.
Melaksanakan project akhir dengan memilih salah satu mesin atau proses yang memiliki permasalahan availability, downtime, atau breakdown. Peserta melakukan pengumpulan data, analisis penyebab masalah, root cause analysis, evaluasi preventive maintenance, serta menyusun rekomendasi improvement. Hasil project diolah menggunakan Microsoft Excel dan dipresentasikan sebagai laporan improvement kepada pembimbing atau departemen terkait.
Jl. Raya Cirebon - Bandung No.12, Sinarjati, Kec. Dawuan, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat 45453

Kab. Majalengka

Dwipapuri Abadi
Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung

Dwipapuri Abadi
Teknik Mesin, Manajemen Konstruksi, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Sipil Bangunan Gedung

Dwipapuri Abadi
Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Konstruksi

Dwipapuri Abadi
Manajemen Konstruksi, Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung, Teknik Sipil, Teknik Konstruksi

Sewu Primatama Indonesia
Teknik Lingkungan, Ilmu Lingkungan, Higiene Perusahaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja