Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

PT Eco Smart Garment Indonesia
Tugas utama Industrial Engineering (IE) di industri garment berfokus pada efisiensi lini produksi, optimalisasi tenaga kerja (manpower), eliminasi pemborosan (waste), serta perhitungan standar waktu dan kapasitas produksi. Berikut rincian jobdesk dan tanggung jawab utama tim IE di industri garment :
1. Perhitungan Waktu dan Penetapan Target (Time Study & SAM/SMV)Standard Allowed Minutes (SAM) / Standard Minute Value (SMV): Mengukur waktu standar yang dibutuhkan operator untuk menyelesaikan satu operasi jahitan atau proses produksi. Time & Motion Study: Menganalisis gerakan kerja operator guna mengurangi gerakan yang tidak perlu (waste motion) dan menentukan metode terbaik.Target Setting: Menentukan kuota target per jam dan harian untuk setiap sewing line berdasarkan kalkulasi SAM.
2. Penataan Line Produksi (Line Balancing & Layout)Line Layout: Merancang tata letak mesin dan alur kerja (flow process) per model pakaian agar perpindahan material lancar.Line Balancing: Menyeimbangkan beban kerja antar-operator di sepanjang lini jahit untuk meminimalkan bottleneck (kemacetan) dan waktu menganggur (idle time).Skill Matrix Alignment: Memetakan tingkat keahlian operator (skill matrix) dan menempatkan mereka di proses yang sesuai dengan kapasitasnya.
3. Pengembangan Metode dan Ergonomi (Method Engineering)Work Simplification: Mengembangkan metode kerja yang lebih cepat, aman, dan efisien. Attachment & Folder Design: Menganalisis kebutuhan alat bantu (attachment, folder, atau jig) pada mesin jahit untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan proses produksi.Ergonomics: Memastikan posisi duduk, pencahayaan, dan tata letak peranti kerja nyaman serta mendukung keselamatan dan kesehatan kerja (K3) operator.
4. Implementasi Lean Manufacturing & Continuous ImprovementPenerapan 5S & Kaizen: Menerapkan prinsip keteraturan area kerja (5S) serta perbaikan berkesinambungan (Kaizen) untuk meningkatkan kebersihan dan efisiensi.Eliminasi Waste: Mengidentifikasi dan memangkas 7 wastes (seperti overproduction, penumpukan WIP/Work in Process, cacat produk/rework, dan keterlambatan material).Value Stream Mapping (VSM): Memetakan alur informasi dan material dari bahan mentah (fabric) hingga barang jadi (garment) untuk mengurangi lead time.
5. Analisis Performa & Pelaporan KPIEfficiency Monitoring: Memantau dan menganalisis efisiensi harian sewing line, cutting, dan finishing.Costing & Labor Cost Analysis: Menghitung biaya tenaga kerja langsung (direct labor cost) per garmen dan memantau realisasi kapasitas produksi terhadap estimasi awal (costing). Reporting: Menyusun laporan performa bulanan, grafik KPI produksi, serta rekomendasi perbaikan untuk pihak manajemen.
6. Persiapan Produksi Baru (Pre-Production & Sample Room)Breakdown Operation: Menyusun daftar seluruh urutan operasi (operation breakdown/OB) dari sebuah desain garmen beserta jenis mesin yang dibutuhkan.PP Meeting (Pre-Production Meeting): Berkoordinasi dengan tim Merchandising (PPIC), Quality Control (QC), dan Supervisor Produksi sebelum produksi massal dimulai untuk mengantisipasi potensi kendala teknis.
Memahami perbedaan IE Line vs IE Project. Tanggung jawab IE NPI: 1. Tahap Pre-Costing: Bantu marketing hitung SMV cepat untuk quotation. 2. Tahap Development: Analisa konstruksi, usulkan perubahan untuk efisiensi. 3. Tahap Pilot Run: Buat layout awal, hitung target, validasi proses. 4. Tahap Mass Production: Handover ke IE Line + monitoring hasil improvement. KPI IE Project: % Saving SMV vs SMV lama, % Achieve Target Pilot Run, On-time Handover NPI.
Memahami jenis layout: 1. Straight Line: Untuk style simple, output tinggi. 2. U-Shape/Modular: Fleksibel untuk style rumit & ganti style cepat, komunikasi antar operator mudah. 3. Batch vs Progressive Bundle System. Prinsip layout efisien: 1. Alur material searah, tidak crossing. 2. Jarak antar mesin minimal, sesuai jenis operasi. 3. Penempatan mesin berat/khusus di awal. 4. Posisi QC Inline strategis. 5. Target output line jadi dasar jumlah mesin & manpower.
Pilot Run adalah produksi percobaan 50-200 pcs untuk validasi semua data NPI. Tahapan: 1. Pre-Pilot: Pastikan sample, layout, mesin, jig, operator training, dokumen lengkap. 2. During-Pilot: IE pantau 100% proses, catat semua masalah: bottleneck, defect, metode tidak sesuai. 3. Post-Pilot: Kumpulkan data output/jam, DHU, actual SMV, downtime. 4. Output: Laporan Pilot Run berisi perbandingan Target vs Aktual, daftar masalah, dan rekomendasi sebelum mass production. Aturan: Pilot Run gagal jika Achieve Target <75% atau DHU >10%.
Standard Work = Cara terbaik, teraman, dan termudah untuk lakukan 1 operasi hari ini. Tujuannya: mengurangi variasi, jadi dasar training & improvement. 3 Dokumen wajib: 1. Standard Work Sheet SWS: Urutan langkah, key point, alasan, waktu per elemen. 2. Work Combination Table: Diagram yang nunjukin hubungan waktu manual, jalan mesin, dan jalan operator untuk 1 siklus. Dipakai untuk shared operation. 3. Standard Operation Sheet SOS: Layout area kerja + posisi material + alur gerakan. Ketiga dokumen ini ditempel di workstation.
SMV adalah dasar hitung Cost Per Minute pabrik. Alur costing: 1. SMV Garmen x Rate Pabrik USD/Menit = Sewing Cost. 2. Pahami komponen SMV: Waktu jahit + Allowance + % handling + % machine delay. 3. Strategi costing NPI: SMV GSD awal biasanya ditambah buffer 5-8% untuk jaga risiko style baru. 4. Analisa Target Price: Jika buyer kasih target FOB, hitung balik SMV Maksimal = (Target FOB - Material - Overhead) / Rate. 5. Tugas IE NPI: Kasih input ke merchandiser apakah style bisa masuk target price atau butuh engineering change.
Bedah ulang alur NPI: 1. Costing GSD → 2. Analisa Konstruksi → 3. Layout & OB → 4. Pilot Run → 5. Validasi SMV → 6. Improvement → 7. Standard Work → 8. Handover. KPI sukses NPI: 1. SMV Aktual vs SMV Costing deviasi <5%. 2. Achieve Target Pilot Run ≥90%. 3. DHU 3 hari pertama mass production ≤4%. 4. Efisiensi Line ≥92%. 5. On-time delivery handover. Diskusi: "Apa yang dilakukan jika buyer tiba-tiba ubah konstruksi H-7 sebelum bulk?"
Skill wajib IE NPI: Menerjemahkan desain jadi urutan operasi yang paling efisien. Langkah: 1. Bedah Tech Pack: Pahami POM, jenis jahitan, jenis mesin, dan toleransi. 2. Analisa Konstruksi: Identifikasi "High Cost Operation" seperti manual work, proses sulit, atau jahitan berlapis. 3. Usulan Engineering: Contoh, mengubah "set-in sleeve" jadi "raglan" untuk hemat 0.15 menit, atau usulkan penggunaan folder. 4. Buat Operation Breakdown awal berdasarkan analisa. Output: Form Analisa Konstruksi per style.
Dasar pengambilan data waktu untuk hitung SMV/SAM. Materi: 1. Alat: Stopwatch decimal, Form Time Study. 2. Metode: Snap Back Method vs Continuous Method. 3. Elemen Kerja: Pisahkan operasi jadi elemen: Ambil, Atur, Jahit, Buang. 4. Rating Performance: Konsep operator 100% pace. Latihan rating dengan video: Bedakan operator 80%, 100%, 120%. 5. Allowance: Pahami Relaksasi 11%, Mesin 4%, Personal 5%. Rumus: Basic Time = Observed Time x Rating. SMV = Basic Time + Allowance.
Ditugaskan ambil data di sample room. Tugas: 1. Pilih 3 operasi dasar: "Jahit side seam", "Obras bawah", "Pasang label". 2. Ambil 10 cycle waktu untuk tiap operasi pada 1 operator. 3. Lakukan rating performance tiap cycle. 4. Hitung Basic Time, SMV per operasi. 5. Bandingkan hasil SMV dengan data GSD/Sistem. Selisih >10% wajib analisa penyebabnya. Target: Akurasi pengambilan waktu & rating <5% beda dengan mentor.
Memahami cara hitung SMV tanpa stopwatch, khusus untuk tahap costing & NPI. Materi: 1. Konsep GSD: Data waktu standar untuk gerakan dasar TMU. 2. Kode GSD Dasar: Get, Put, Align, Sew, Trim. 3. Langkah Analisa GSD: Nonton video operasi → Pecah gerakan → Pilih kode GSD → Total TMU → Konversi ke Menit. 4. Kelebihan: Bisa hitung SMV dari sample/gambar, tidak butuh operator. 5. Latihan: Hitung GSD untuk "Ambil badan depan + atur di bawah sepatu + jahit 10 cm".
Diberikan 1 sample kaos oblong basic + Tech Pack. Tugas: 1. Buat Operation Breakdown lengkap dari potong sampai packing. 2. Hitung SMV per operasi menggunakan GSD untuk 5 operasi jahit utama. 3. Totalkan jadi SMV Garmen. 4. Presentasikan hasil: "Estimasi SMV NPI style ini 8.25 menit, operasi tertinggi Jahit Krah 1.10 menit". 5. Bandingkan dengan SMV style sejenis yang sudah jalan. Target: Estimasi SMV selesai dalam 1 hari dengan deviasi <8% saat validasi pilot run nanti.
Diberikan Operation Breakdown + SMV style baru dari Bulan 1. Tugas: 1. Tentukan target output/jam, contoh 80 pcs/jam. 2. Hitung kebutuhan mesin & manpower: Manpower = SMV total / Target menit per pcs. 3. Lakukan Line Balancing awal pakai Yamazumi Chart. 4. Gambar layout U-Shape di AutoCAD/Kertas Milimeter skala 1:50. Cantumkan: Jenis mesin, alur bundle, posisi operator, meja QC. 5. Presentasikan layout + hitungan efisiensi balance rencana. Target: Efisiensi balance layout di atas 85%.
Menghilangkan 7 Waste, fokus pada Waste of Motion. 16 Prinsip Ekonomi Gerakan: 1. Dua tangan mulai & selesai bersamaan. 2. Tangan jangan menganggur bersamaan. 3. Gerakan tangan simetris & berlawanan. 4. Gunakan gerakan paling rendah: Jari > Pergelangan > Lengan. 5. Material & tools dalam jangkauan normal maks 50 cm. 6. Manfaatkan gravitasi untuk buang barang. Analisa Therblig: Gerakan Efektif vs Tidak Efektif seperti "Mencari", "Memilih", "Memegang".
Rekam video 1 operator pada operasi "Pasang Manset". Tugas: 1. Putar video slow-motion, petakan semua gerakan tangan kiri & kanan pakai Two-Hand Chart. 2. Identifikasi gerakan Tidak Efektif: "Mencari bagian", "Bongkar tumpukan", "Pindah tangan". 3. Hitung waktu untuk gerakan sia-sia tersebut. 4. Usulkan perbaikan metode: Posisi bundle, pakai dispenser benang, meja bantu miring. 5. Estimasi saving: Jika gerakan sia-sia 3 detik/pcs, saving/bulan = 3 dtk x 800 pcs/hari x 26 hari. Target: Temukan minimal 15% potensi saving dari 1 operasi.
Workplace buruk = cacat + fatigue + lambat. Standar ergonomis: 1. Tinggi meja jahit: Siku operator 90 derajat. 2. Kursi: Bisa diatur tinggi, ada sandaran. 3. Pencahayaan: 800-1000 lux di area jarum. 4. Jangkauan: Semua komponen di area "Primary Reach Zone". Konsep Jig/Folder/Attachment: Alat bantu untuk seragamkan kualitas + percepat proses. Contoh: Jig pasang karet, folder bisban, marking template. Syarat jig bagus: Foolproof, sekali pasang langsung jahit, tidak perlu diatur ulang.
Pilih 1 workstation dengan masalah dari Materi 4. Tugas: 1. Gambar layout workstation Before-After skala 1:20. Perbaiki posisi bundle, tempat gunting, arah buang. 2. Identifikasi 1 proses yang bisa dibantu Jig. Contoh: "Pasang label size". 3. Buat sketsa desain Jig sederhana + cara pakainya. 4. Hitung estimasi biaya buat jig vs saving waktu per bulan. 5. Presentasikan ke Mekanik & SPV untuk dapat masukan. Target: Desain bisa langsung diimplementasikan untuk pilot run.
Ambil 1 style baru yang sudah dibuat layout & SMV GSD di Bulan 1-2. Tugas: 1. Briefing operator + QC sebelum pilot run jalan. 2. Ambil data time study real saat pilot run untuk 5 operasi kritis. 3. Bandingkan SMV Aktual vs SMV GSD. Analisa deviasi >10%. 4. Catat bottleneck: Operasi mana yang cycle time-nya melebihi takt time. 5. Buat Laporan Pilot Run: Lampirkan data output, DHU, SMV valid, 3 masalah utama + usulan perbaikan. Target: SMV tervalidasi dan layout siap revisi untuk mass production.
IE Project wajib bisa cari saving. Siklus PDCA: Plan-Do-Check-Act. Fokus Plan: 1. Identifikasi 7 Waste di sewing: Overproduction, Waiting, Transport, Over-processing, Inventory, Motion, Defect. 2. Sumber data: Laporan DHU tinggi, bottleneck dari Yamazumi, komplain operator, video motion study. 3. Prioritas project: Pilih masalah dengan impact terbesar pakai Pareto Chart 80/20. 4. Target SMART: Contoh "Menurunkan SMV operasi Pasang Krah dari 1.20 ke 1.00 dalam 2 minggu".
Pilih 1 masalah dari hasil Pilot Run Materi 2. Tugas: 1. Plan: Analisa root cause pakai 5 Why. Buat action plan: ganti metode, pasang jig, training. 2. Do: Implementasi perbaikan di 3 mesin selama 2 hari. Ambil data Before. 3. Check: Ambil data After. Hitung saving waktu/menit. Bandingkan output/jam, DHU Before-After. 4. Act: Jika berhasil, buatkan SOP baru + training ke semua operator. Jika gagal, balik ke Plan. Buat A3 Report 1 lembar untuk dokumentasi project. Target: Ada saving menit terukur minimal 5%.
Menaikkan efisiensi balance dari 85% ke >95%. Teknik: 1. Buat Yamazumi Chart: Batang vertikal isi waktu tiap operasi vs Takt Time. 2. Analisa: Mana operasi beban tinggi/bottleneck, mana yang beban rendah/waiting. 3. Strategi Balancing: Pecah operasi gemuk, gabung operasi kurus, alihkan elemen kerja, tambah manpower di bottleneck. 4. Konsep Shared Operation: 1 operator handle 2 mesin jika total waktunya < takt time. Syarat: Jarak mesin dekat, tidak ganggu alur.
Gunakan data SMV aktual & bottleneck dari Pilot Run Materi 2. Tugas: 1. Buat Yamazumi Chart kondisi Before. Hitung efisiensi balance awal. 2. Lakukan re-balancing: Usulkan 3 skenario perubahan alokasi kerja. 3. Pilih skenario terbaik, simulasi di line 2 jam. 4. Ambil data output After. Hitung efisiensi balance baru. 5. Update Layout Line & Operation Breakdown final untuk handover ke IE Line. Target: Efisiensi balance naik minimal +7% dan bottleneck terurai.
Ambil 1 operasi hasil project PDCA Bulan 3. Tugas: 1. Rekam video operator terbaik dengan metode baru. 2. Pecah operasi jadi 4-6 langkah utama. 3. Untuk tiap langkah, tulis: Cara, Key Point titik kritis yang bikin defect/aman, dan Alasan kenapa harus begitu. 4. Cantumkan waktu standar per langkah dari time study. 5. Sertakan foto before-after jika ada perubahan layout/jig. 6. Minta validasi SPV & QC. Target: 1 SWS selesai dan dipasang di workstation dalam 2 hari.
SOP Video lebih efektif dari dokumen tulisan untuk operator. Standar video: 1. Durasi maks 2 menit per operasi. 2. Angle Kamera: Tampak atas untuk alur tangan, tampak depan untuk postur. 3. Konten: Tampilkan "Gerakan Salah" 3 detik, lalu "Gerakan Benar" slow-motion. 4. Tambahkan teks Key Point & lingkaran merah di titik kritis. 5. Gunakan operator yang metode kerjanya sudah 100% sesuai standar. 6. Suara: Narasi jelas atau teks subtitle. Hindari musik. Tools: HP + tripod + aplikasi editing sederhana.
Gunakan SWS dari Materi 2 sebagai script. Tugas: 1. Siapkan workstation sesuai SOS. 2. Rekam proses dari 2 angle: atas & depan. 3. Rekam juga contoh "salah" yang sering terjadi. 4. Edit video: Potong, kasih teks Key Point, kasih simbol OK/Salah, percepat/lambatkan bagian penting. 5. Simpan dengan nama standar: "SOP_Pasang_Manset_StyleA_Rev01.mp4". 6. Putar ke 3 operator, minta feedback apakah mudah dipahami. Target: 1 video SOP siap pakai untuk training.
IE NPI harus bisa transfer metode baru ke operator. Metode training TWI - Job Instruction: 1. Siapkan: Jelaskan tujuan training. 2. Sajikan: Demo-kan sambil sebutkan langkah + key point. 3. Coba: Minta operator praktik, koreksi langsung. 4. Tindak Lanjut: Cek berkala. Skill Matrix: Tabel untuk mapping skill operator vs operasi. Level: 1=Training, 2=Bisa dengan diawasi, 3=Mandiri, 4=Bisa melatih. Gunanya untuk alokasi operator saat ganti style & perencanaan multi-skill.
Gunakan SOP Video Materi 4. Tugas: 1. Kumpulkan 5 operator yang pegang operasi tersebut. 2. Lakukan training pakai metode TWI + putar SOP Video. 3. Uji 1 per 1: Minta operator praktek 5 pcs, nilai kesesuaian dengan standar. 4. Update Skill Matrix line tersebut di papan Skill Matrix. 5. Pantau hasil 1 hari: Apakah output/jam naik dan DHU turun sesuai target project Bulan 3. Target: Minimal 4 dari 5 operator capai Level 3 Mandiri dalam 2 hari.
Diberikan Tech Pack + Sample fisik style baru dari buyer. Tugas: 1. Buat Operation Breakdown lengkap. 2. Hitung SMV tiap operasi pakai GSD. 3. Buat rekap: SMV Jahit, SMV Manual, Total SMV. 4. Hitung Sewing Cost = Total SMV x Rate Pabrik. 5. Bandingkan dengan Target Price buyer. Jika di atas target, buat 2 opsi Engineering Change untuk turunkan SMV min 5%. Contoh: Ganti jenis jahitan, usulkan folder. Target: 1 Cost Break Down Sheet selesai dalam 1 hari.
Meninggalkan cara manual. 1. AutoCAD: Bikin block untuk tiap jenis mesin. Gambar layout skala 1:50. Kelebihan: Cepat revisi, hitung jarak akurat, bisa print rapi untuk di line. 2. Excel Advance: Rumus untuk Line Balancing. Pakai IF, VLOOKUP untuk Operation Breakdown. Buat Yamazumi Chart otomatis pakai Stacked Bar Chart. Buat simulasi "What-If": Jika takt time turun, berapa manpower nambah. 3. Pengenalan software lain: GSD Software, Pro-SMV, FastReact untuk planning.
Ambil layout manual Bulan 2. Tugas: 1. Gambar ulang di AutoCAD: Buat block mesin, meja, alur bundle dengan panah. 2. Di Excel: Input Operation Breakdown + SMV. Buat formula hitung manpower otomatis berdasar target output. 3. Buat Yamazumi Chart otomatis yang update jika SMV diubah. 4. Buat 1 sheet "Dashboard NPI": Isinya Target Output, Efisiensi Balance, Bottleneck Operation, Total Manpower. Target: File layout & excel bisa dipakai untuk semua style baru selanjutnya.
Handover gagal = masalah berulang di massal. Checklist Handover: 1. Dokumen: OB Final, Layout Final, SMV Final tervalidasi, SWS+SOS+SOP Video, Daftar Jig. 2. Data: Hasil Pilot Run, CAP yang masih open, Skill Matrix operator yang sudah training. 3. Fisik: Pastikan jig sudah dipasang di line, sample referensi OK. 4. Meeting: IE NPI presentasi ke IE Line, SPV, QC. Serah terima tanggung jawab. 5. Monitoring: IE NPI wajib dampingi 3 hari pertama mass production untuk pastikan target tercapai.
Pakai semua data dari style yang dikerjakan Bulan 1-4. Tugas: 1. Siapkan Paket Handover: Print semua dokumen, siapkan file digital, SOP Video. 2. Buat Slide Presentasi 10 menit: Latar belakang, hasil Pilot Run Before-After, SMV Final, Saving, Sisa Masalah. 3. Simulasi meeting: Presentasi ke mentor sebagai IE Line & Manager. 4. Jawab pertanyaan & buat Berita Acara Handover. 5. Buat Rencana Monitoring 3 Hari Pertama. Target: Handover dinyatakan "Lengkap" dan siap mass production.
Diberikan Tech Pack + Sample style baru yang belum pernah ditangani. Peserta kerja mandiri, mentor hanya menilai. Tahapan: 1. Hari 1-2: Analisa konstruksi, buat OB, estimasi SMV GSD, usulan engineering change. 2. Hari 3-4: Buat layout AutoCAD, hitung manpower, siapkan jig. 3. Hari 5-6: Pimpin Pilot Run, ambil time study validasi. 4. Hari 7-8: Olah data, buat SWS + SOP Video 1 operasi kritis, presentasi Handover. 5. Hari 9-10: Dampingi 1 hari mass production. Kriteria Lulus: Semua dokumen lengkap, SMV tervalidasi, Pilot Run Achieve ≥85%, bisa jawab semua pertanyaan teknis.
Tugas final: Pilih 1 line dengan masalah produktivitas. Syarat project: 1. Target saving minimal 0.50 menit/pcs atau naikkan output ≥10%. 2. Gunakan full PDCA + A3 Report. 3. Harus melibatkan: Motion study, re-layout, jig baru, atau kombinasi operasi. 4. Implementasi min 3 hari & ambil data Before-After. 5. Hitung saving Rupiah/Bulan = Saving Menit x Rate x Output/bulan. Presentasikan di depan Manager Pabrik. Target: Project disetujui untuk replikasi ke line lain jika ROI <3 bulan.
IE NPI harus bisa "jualan" hasil engineering ke buyer. Materi: 1. Cara baca Cost Sheet buyer dan cari celah efisiensi. 2. Teknik presentasi Engineering Change: Jangan bilang "susah", tapi "Jika kita ubah konstruksi A ke B, SMV turun 0.30 menit = hemat USD 0.15/pcs, kualitas tetap sama". 3. Pakai data video Before-After untuk meyakinkan. 4. Pahami istilah: FOB, CM, CMT, Target Cost. 5. Simulasi: Buyer minta turunkan harga, tugas IE kasih 3 opsi saving dari sisi metode kerja.
IE adalah agen perubahan. Prinsip: 1. Data Driven: Semua keputusan berdasarkan time study & data, bukan "kira-kira". 2. Gemba: Masalah hanya bisa dipahami di lantai produksi, bukan dari meja. 3. Respect for People: Improvement tidak boleh bikin operator cedera atau overburden. Ergonomi wajib. 4. Integritas: SMV tidak boleh di-markup untuk "aman". Satu angka SMV salah dampaknya ke bonus ribuan orang. 5. Kaizen: Tidak ada proses yang sempurna, selalu ada yang bisa diperbaiki besok.
Sesi kelulusan. Agenda: 1. Nilai gabungan: Uji NPI 50% + Major Project 40% + Sikap 10%. 2. Presentasi 20 menit: Paparkan Major Improvement Project ke panel Manager IE, Pabrik, HR. 3. Feedback 360: Kekuatan & area pengembangan. Contoh: "Kuat di analisa GSD, tingkatkan skill AutoCAD". 4. Susun IDP 6 Bulan ke Depan: Target jadi Leader Project, sertifikasi GSD License, atau spesialis layout. 5. Penyerahan Sertifikat "IE Project & NPI Specialist". Target: Peserta siap handle NPI & project improvement mandiri.
GMJQ+8H2, Dusun III, Babadan, Kec. Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57376

Kab. Boyolali
Merupakan salah satu anak perusahaan dari PT. PAN Brothers Tbk & Group yang merupakan perusahaan manufaktur di bidang garment terbesar di Indonesia. PT ESGI Klego berdiri sejak tahun 2014 dan berfokus pada pembuatan pakaian jadi seperti celana kasual, rok, jaket dll. Dalam proses produksi kami didukung oleh berbagai tenaga ahli dan terampil sebanyak kurang lebih 3800 karyawan. Mengusung motto kami "Clothing the word with Indonesia Heart."

Rsu Islam Boyolali
Keperawatan Anestesiologi

Rsu Islam Boyolali
Gizi dan Dietetika, Gizi

Unit Bisnis Surakarta
Farmasi

Rs Pku Aisyiyah Boyolali
Terapi Wicara

PT Eco Smart Garment Indonesia
Teknik Sipil

PT Eco Smart Garment Indonesia
Tata Busana, Pendidikan Tata Busana, Teknik Industri