Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.
Puskesmas Ketabang
Peserta pemagangan mendukung pelaksanaan layanan psikologi klinis di Puskesmas melalui kegiatan skrining kesehatan mental, wawancara awal, observasi perilaku, administrasi alat ukur psikologis sesuai kewenangan, psikoedukasi, pendampingan intervensi psikologis, pencatatan layanan, kegiatan promotif-preventif, koordinasi lintas profesi, serta proyek perbaikan layanan kesehatan jiwa.
Seluruh kegiatan dilakukan di bawah supervisi psikolog klinis atau mentor yang ditunjuk. Peserta tidak diperkenankan:
• Menetapkan diagnosis psikologis secara mandiri tanpa supervisi.
• Memberikan psikoterapi mandiri di luar kewenangan dan penugasan.
• Menafsirkan hasil alat tes psikologi tanpa supervisi.
• Menyampaikan hasil pemeriksaan kepada pasien atau keluarga tanpa persetujuan mentor.
• Membuka informasi pribadi pasien kepada pihak yang tidak berkepentingan.
• Menangani kasus krisis atau risiko bunuh diri secara mandiri.
• Mengambil keputusan rujukan tanpa koordinasi dengan tenaga kesehatan yang berwenang.
Materi • Profil, visi, misi, dan budaya kerja Puskesmas Ketabang. • Struktur organisasi dan alur pelayanan. • Karakteristik wilayah dan masalah kesehatan mental masyarakat. • Integrasi Layanan Primer. • Peran psikolog klinis dalam pelayanan primer. • Alur pelayanan kesehatan jiwa. • Etika profesi psikologi. • Informed consent. • Kerahasiaan dan perlindungan data pasien. • Batas hubungan profesional. • Keselamatan pasien. • Pencegahan dan pengendalian infeksi. • Memahami Upaya Berhenti Merokok (UBM) • Sistem rujukan kesehatan jiwa. • Pengenalan format pencatatan layanan psikologi. Kegiatan peserta • Mengikuti orientasi Puskesmas. • Mengamati alur pelayanan kesehatan jiwa. • Mengikuti pelayanan bersama mentor. • Mengenali kelompok sasaran pelayanan. • Mempelajari formulir skrining dan pencatatan. • Mengamati proses komunikasi dengan pasien. • Mengikuti rapat koordinasi atau lokakarya mini. • Mengidentifikasi kebutuhan awal layanan psikologi.
Materi • Prinsip wawancara psikologis. • Membangun rapport. • Teknik pertanyaan terbuka dan tertutup. • Observasi perilaku. • Identifikasi keluhan utama. • Riwayat psikososial. • Faktor risiko dan faktor protektif. • Skrining masalah emosional dan perilaku. • Skrining kecemasan, depresi, stres, dan gangguan tidur. • Skrining masalah anak dan remaja. • Skrining masalah psikologis ibu hamil dan pascapersalinan. • Tanda bahaya psikologis. • Identifikasi risiko menyakiti diri atau orang lain. • Identifikasi perkok. • Dokumentasi hasil skrining. Kegiatan peserta • Mengamati wawancara psikologis. • Melakukan konseling merokok. • Melakukan wawancara awal di bawah supervisi. • Membantu administrasi instrumen skrining. • Melakukan observasi perilaku. • Mencatat keluhan, faktor risiko, dan faktor protektif. • Mendiskusikan hasil skrining dengan mentor. • Mengidentifikasi kebutuhan asesmen lanjutan. • Membantu penyusunan ringkasan kasus. • Mengikuti pembahasan kasus.
Materi • Tujuan dan tahapan asesmen psikologis. • Integrasi hasil wawancara, observasi, dan alat ukur. • Pemilihan instrumen sesuai kebutuhan. • Administrasi alat ukur di bawah supervisi. • Prinsip validitas dan reliabilitas. • Interpretasi hasil secara terbimbing. • Formulasi kasus biopsikososial. • Identifikasi faktor pencetus, pemelihara, dan protektif. • Diagnosis banding psikologis. • Penentuan kebutuhan intervensi. • Penentuan kebutuhan rujukan. • Penyusunan laporan psikologis. • Etika penggunaan alat tes. • Penilaian kesiapan berhenti merokok Kegiatan peserta • Membantu persiapan asesmen. • Melakukan administrasi alat ukur sesuai arahan mentor. • Melakukan scoring sesuai prosedur. • Mengintegrasikan data awal bersama mentor. • Menyusun formulasi kasus sederhana. • Membantu penyusunan laporan psikologis. • Mengikuti diskusi diagnosis banding. • Mempresentasikan hasil asesmen. • Menyusun rekomendasi awal di bawah supervisi.
Materi • Prinsip intervensi psikologis di layanan primer. • Psikoedukasi individual dan kelompok. • Teknik komunikasi suportif. • Konseling dasar. • Problem solving sederhana. • Manajemen stres. • Relaksasi napas. • Grounding. • Sleep hygiene. • Aktivasi perilaku. • Regulasi emosi. • Dukungan psikologis awal. • Parenting education. • Dukungan psikologis untuk caregiver. • Evaluasi respons terhadap intervensi. Kegiatan peserta • Mengamati sesi konseling. • Membantu menyusun rencana intervensi. • Memberikan psikoedukasi di bawah supervisi. • Mempraktikkan relaksasi atau grounding sesuai arahan. • Membantu kegiatan kelompok. • Membuat leaflet, poster, atau media digital. • Melakukan evaluasi pemahaman pasien. • Mencatat perkembangan pasien. • Mendiskusikan efektivitas intervensi dengan mentor.
Materi • Promosi kesehatan mental masyarakat. • Pencegahan masalah psikologis. • Kesehatan mental anak dan remaja. • Kesehatan mental ibu hamil dan ibu pascapersalinan. • Kesehatan mental lansia. • Stres pengasuhan dan konflik keluarga. • Masalah psikososial penyakit kronis. • Kekerasan dalam rumah tangga dan perlindungan kelompok rentan. • Deteksi dini krisis psikologis. • Risiko bunuh diri dan keselamatan pasien. • Kunjungan rumah. • Manajemen kasus. • Kolaborasi lintas profesi. • Jejaring rujukan. • Pemantauan tindak lanjut UBM Kegiatan peserta • Membantu pemetaan kelompok berisiko. • Mengikuti kegiatan Posyandu, sekolah, atau komunitas. • Membantu skrining kesehatan mental masyarakat. • Mengikuti kunjungan rumah. • Membantu psikoedukasi keluarga. • Mengikuti pembahasan kasus lintas profesi. • Membuat daftar tindak lanjut pasien. • Membantu monitoring pasien pascarujukan. • Mengidentifikasi hambatan akses layanan. • Menyusun rekomendasi tindak lanjut.
Materi • Identifikasi masalah layanan. • Penentuan prioritas masalah. • Analisis akar masalah. • Penyusunan tujuan dan indikator proyek. • Perencanaan intervensi. • Implementasi perbaikan skala kecil. • Pengukuran hasil. • Evaluasi efektivitas. • Penyusunan laporan. • Presentasi profesional. • Penyusunan portofolio. • Refleksi etik dan pengembangan kompetensi. Kegiatan peserta • Memilih satu masalah bersama mentor. • Mengumpulkan data awal. • Melakukan analisis akar masalah. • Menyusun rencana perbaikan. • Mengembangkan media, instrumen, atau sistem monitoring. • Melaksanakan uji coba. • Membandingkan kondisi sebelum dan sesudah. • Menyusun laporan akhir. • Mempresentasikan hasil proyek. • Menyusun portofolio. • Mengikuti evaluasi akhir.
Jl. Jaksa Agung Suprapto No.10, Ketabang, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur 60272
Kota Surabaya
Puskesmas Ketabang merupakan fasilitas pelayanan kesehatan umum yang menyediakan pelayanan kesehatan primer bagi seluruh masyarakat yang telah bekerjasama dengan BPJS. Puskesmas Ketabang yang berada di Kecamatan Genteng Kota Surabaya memiliki 2 wilayah kelurahan yaitu Kelurahan Ketabang dan Kelurahan Embong Kaliasin.

Puskesmas Tanjungsari
Psikologi

Puskesmas Klampis Ngasem
Farmasi

Puskesmas Sawahan
Keperawatan Gigi

Ramasari Surya Persada
Pendidikan Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional

Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Mohamad Soewandhie
Teknokimia Nuklir, Fisika, Teknik Nuklir

PT. Besturi Delta Medika (Rumah Sakit Manyar Medical Centre)
Fisioterapi