Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Living Fitness Indonesia
- Menyusun test scenario dan test case secara sistematis yang mencakup precondition, test steps, test data, expected result, dan status pengujian.
- Melaksanakan pengujian fitur aplikasi berdasarkan requirement dan test case, mencatat hasil pengujian, serta mengidentifikasi dan mendokumentasikan potensi defect.
- Menyusun defect report yang jelas, lengkap, dan dapat direproduksi, mencakup title, environment, precondition, steps to reproduce, expected result, actual result, dan evidence.
- Menyusun test execution report yang merangkum hasil pengujian, termasuk pass rate, failed test, blocked test, open defect, closed defect, severity, dan defect priority.
- Melakukan penanganan dan analisis awal terhadap laporan issue dari pengguna, mulai dari memahami detail laporan, mengidentifikasi informasi yang diperlukan, melakukan investigasi dan reproduksi issue apabila memungkinkan, mengumpulkan serta mendokumentasikan bukti pendukung, hingga mengomunikasikan hasil analisis kepada tim Support dan Developer untuk proses tindak lanjut.
- Memahami dan melaksanakan sanity testing untuk memverifikasi bahwa perubahan atau perbaikan tertentu pada aplikasi telah berfungsi sesuai dengan kebutuhan sebelum pengujian dilanjutkan ke tahap berikutnya.
- Memahami dan melaksanakan regression testing untuk memastikan bahwa perubahan kode, perbaikan defect, atau penambahan fitur tidak menyebabkan gangguan pada fungsionalitas aplikasi yang sudah berjalan.
- Melaksanakan pengujian manual terhadap user story yang diberikan, mulai dari memahami requirement dan acceptance criteria, menyusun atau menyesuaikan test case, menyiapkan test data, menjalankan pengujian, memvalidasi hasil aktual, hingga mendokumentasikan hasil dan melaporkan defect.
- Mampu menyusun dan mempresentasikan hasil proyek akhir pengujian aplikasi secara sistematis, mencakup proses pengujian yang telah dilakukan, test scenario dan test case, hasil eksekusi pengujian, defect yang ditemukan, hasil retesting dan regression testing, serta rekomendasi perbaikan. Selain itu, peserta mampu mengisi assessment akhir untuk mengevaluasi pemahaman, pengetahuan, dan kompetensi yang telah diperoleh selama mengikuti program magang.
- Peserta mempelajari Aturan kerja, pengenalan produk, tim, lingkungan aplikasi, kebijakan keamanan data, dan peran QA. - Peserta mempelajari dasar-dasar pengembangan perangkat lunak Agile/Scrum, sprint, user story, acceptance criteria, dan proses pengembangan fitur
Peserta mampu menyusun test scenario dan test case secara sistematis yang mencakup precondition, test steps, test data, expected result, dan status pengujian.
Peserta mampu melakukan penanganan dan analisis awal terhadap laporan issue dari pengguna, mulai dari memahami detail laporan, mengidentifikasi informasi yang diperlukan, melakukan investigasi dan reproduksi issue apabila memungkinkan, mengumpulkan serta mendokumentasikan bukti pendukung, hingga mengomunikasikan hasil analisis kepada tim Support dan Developer untuk proses tindak lanjut.
Peserta mampu memahami dan melaksanakan sanity testing untuk memverifikasi bahwa perubahan atau perbaikan tertentu pada aplikasi telah berfungsi sesuai dengan kebutuhan sebelum pengujian dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Peserta melaksanakan pengujian manual terhadap user story yang diberikan, mulai dari memahami requirement dan acceptance criteria, menyusun atau menyesuaikan test case, menyiapkan test data, menjalankan pengujian, memvalidasi hasil aktual, hingga mendokumentasikan hasil dan melaporkan defect.
Peserta mampu menyusun dan mempresentasikan hasil proyek akhir pengujian aplikasi secara sistematis, mencakup proses pengujian yang telah dilakukan, test scenario dan test case, hasil eksekusi pengujian, defect yang ditemukan, hasil retesting dan regression testing, serta rekomendasi perbaikan. Selain itu, peserta mampu mengisi assessment akhir untuk mengevaluasi pemahaman, pengetahuan, dan kompetensi yang telah diperoleh selama mengikuti program magang.
Peserta mampu memahami prinsip dasar manual testing, membedakan positive testing dan negative testing, serta menjelaskan dan menerapkan alur dasar pengujian pada fitur aplikasi sederhana.
Peserta mampu melaksanakan pengujian fitur aplikasi berdasarkan requirement dan test case, mencatat hasil pengujian, serta mengidentifikasi dan mendokumentasikan potensi defect.
Peserta mampu memahami dan melaksanakan regression testing untuk memastikan bahwa perubahan kode, perbaikan defect, atau penambahan fitur tidak menyebabkan gangguan pada fungsionalitas aplikasi yang sudah berjalan.
Peserta mampu memahami fungsi Jira atau bug tracker dan test management tool, membedakan severity dan priority, memahami alur status defect, serta mendokumentasikan dan melaporkan hasil pengujian secara sistematis.
Peserta mampu menyusun defect report yang jelas, lengkap, dan dapat direproduksi, mencakup title, environment, precondition, steps to reproduce, expected result, actual result, dan evidence.
Peserta mampu memahami fungsi dasar Zendesk sebagai platform pengelolaan laporan dan kendala yang disampaikan oleh pengguna, serta memahami alur penanganan laporan mulai dari menerima dan membaca laporan, mengidentifikasi masalah dan memeriksa informasi pendukung.
Peserta mampu menyusun test execution report yang merangkum hasil pengujian, termasuk pass rate, failed test, blocked test, open defect, closed defect, severity, dan defect priority.
Jl. Hayam Wuruk No.26, RT.14/RW.1, Kb. Klp., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10120

Kota Adm. Jakarta Pusat
LIF Indonesia adalah Perusahaan yang berfokus pada pengembangan alat kesehatan digital, program kesehatan, dan komunitas yang mendukung masyarakat untuk menjalani hidup lebih sehat. LIF Indonesia berupaya membentuk kebiasaan hidup sehat yang dapat membawa perubahan positif bagi individu dan komunitas melalui teknologi, edukasi, serta perubahan perilaku yang berkelanjutan. Ada 4 aspek kesehatan yang menjadi fokus layanan LIF Indonesia: 1) Fitness: Pemantauan olahraga, langkah kaki, dan intensitas aktivitas. 2) Nutrition: Pencatatan makanan dan pemantauan asupan nutrisi. 3) Rest & Stress Management: Pemantauan kualitas tidur, pemulihan tubuh, dan pengelolaan stres. 4) Blood Glucose: Pemantauan informasi terkait glukosa darah. LIF Indonesia menggabungkan aplikasi, analisis berbasis AI, pemantauan aktivitas, dan panduan ahli untuk mendukung gaya hidup sehat.
Jaya Ripta Bhuwana
Hospitaliti dan Pariwisata, Hospitality dan Pariwisata

PT Hospi Medik Indonesia
Elektromedik

Digital Distribusi Indonesia
Manajemen, Teknik Industri, Administrasi Bisnis, Sistem Informasi

Diagnos Laboratorium Utama
Akuntansi

PT Agung Raya
Administrasi Perpajakan, Akuntansi, Administrasi Pajak

Perumda Pembangunan Sarana Jaya
Instalasi dan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Teknik Instalasi Listrik, Perhotelan, Pengelolaan Lingkungan, Teknik Perawatan Dan Perbaikan Gedung