Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

China State Construction Overseas Development Shanghai
Ringkasan Pekerjaan:
Memastikan seluruh pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lapangan sesuai dengan standar kualitas, spesifikasi teknis proyek, gambar kerja (shop drawings), serta regulasi keselamatan dan mutu bangunan yang berlaku.
Tanggung Jawab Utama:
1. Melakukan inspeksi rutin terhadap kualitas material yang masuk ke lokasi proyek (incoming inspection).
2. Mengawasi dan memeriksa pelaksanaan pekerjaan di lapangan sesuai Method Statement dan Inspection and Test Plan (ITP).
3. Mengidentifikasi dan mencatat pekerjaan yang tidak sesuai standar (Non-Conformance Report / NCR) serta mengawal tindakan perbaikannya.
4. Mendampingi Owner Representative / Konsultan Pengawas saat proses uji laboratorium (uji kuat tekan beton, uji tarik baja, dsb.) dan inspeksi bersama.
5. Menyusun laporan berkala mengenai pengawasan kualitas (Quality Report) dan dokumen kelayakan serah terima pekerjaan.
Kemampuan membaca, memahami, dan menerjemahkan gambar kerja (shop drawing, as-built drawing, gambar struktur, arsitektur, dan MEP) serta dokumen spesifikasi teknis, RKS, dan BoQ menjadi pekerjaan yang tepat di lapangan. Mencakup pemahaman simbol, notasi, skala, detail penulangan, dimensi, elevasi, dan level; kemampuan menemukan ketidaksesuaian atau konflik antar gambar; serta mengajukan Request for Information (RFI) bila ada informasi yang tidak jelas. Kompetensi ini juga mencakup memastikan pelaksanaan sejalan dengan standar yang dirujuk spesifikasi, sehingga kesalahan interpretasi yang berujung pada pembongkaran ulang dapat dihindari.
Kemampuan mengawasi dan mengarahkan pelaksanaan pekerjaan sehari-hari di lokasi proyek. Mencakup pengaturan tenaga kerja dan subkontraktor, pengawasan kesesuaian pekerjaan dengan gambar, metode, dan jadwal, pengendalian progres serta produktivitas, pelaporan harian/mingguan, dan koordinasi antar pekerjaan. Aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga menjadi bagian penting, seperti memastikan penggunaan APD, izin kerja, dan prosedur kerja aman. Pengawas yang kompeten mampu mengambil keputusan cepat di lapangan dan mengomunikasikan masalah kepada manajemen proyek.
Pemahaman tentang cara dan teknologi yang digunakan untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi secara efisien, aman, dan bermutu. Mencakup metode kerja untuk berbagai pekerjaan (pondasi, bekisting, pengecoran, struktur baja, precast, dll.), pemilihan peralatan dan urutan kerja, serta penyusunan method statement. Termasuk pula pemanfaatan teknologi modern seperti BIM, drone survey, sistem bekisting modular, beton ready-mix/self-compacting concrete, dan aplikasi pemantauan proyek digital. Tujuannya meningkatkan produktivitas, menekan biaya dan waktu, serta mengurangi risiko.
Keterampilan memotong, membengkokkan, dan merakit baja tulangan sesuai gambar bar bending schedule (BBS) dan standar yang berlaku. Mencakup pembacaan daftar tulangan, perhitungan panjang potong dan panjang penyaluran/sambungan lewatan, pembuatan bentuk (sengkang, kait, bengkokan) dengan diameter bengkok minimum yang benar, serta penggunaan bar cutter dan bar bender. Juga mencakup pemberian label dan penyimpanan hasil fabrikasi, perakitan tulangan, pemasangan beton decking/selimut beton, serta pengendalian toleransi dimensi dan efisiensi pemakaian material (minim sisa/waste). Kualitas pekerjaan ini sangat menentukan kekuatan dan daya tahan struktur beton bertulang.
Kemampuan memastikan seluruh pekerjaan konstruksi memenuhi standar mutu, spesifikasi teknis, dan persyaratan kontrak. Kompetensi ini mencakup penyusunan dan penerapan rencana mutu (Quality Plan), inspeksi pekerjaan di setiap tahap (sebelum, saat, dan sesudah pelaksanaan), pengisian checklist dan Inspection Request, serta pencatatan hasil pengujian. Selain itu, mencakup penanganan ketidaksesuaian (Non-Conformance Report/NCR), tindakan korektif dan pencegahan, serta pelaporan mutu secara berkala. Tujuannya agar hasil pekerjaan sesuai standar (misalnya SNI), minim rework, dan dapat diserahterimakan tanpa temuan berarti.
Kemampuan memeriksa, menguji, dan memastikan bahwa material serta alat kerja layak dan sesuai spesifikasi sebelum dan selama digunakan. Pada material, mencakup pemeriksaan kiriman (sertifikat pabrik/mill certificate, merek, dimensi, kondisi fisik), pengambilan sampel, pengujian laboratorium (uji slump dan kuat tekan beton, uji tarik dan lengkung baja tulangan, gradasi agregat, dll.), serta penyimpanan yang benar agar mutu tidak menurun. Pada peralatan, mencakup pemeriksaan kelayakan dan kalibrasi alat ukur (total station, waterpass, hammer test, dll.), serta perawatan alat berat dan alat bantu. Hasilnya, material yang tidak sesuai dapat ditolak lebih awal sebelum terpasang.
Kemampuan membaca, memahami, dan menerjemahkan gambar kerja (shop drawing, as-built drawing, gambar struktur, arsitektur, dan MEP) serta dokumen spesifikasi teknis, RKS, dan BoQ menjadi pekerjaan yang tepat di lapangan. Mencakup pemahaman simbol, notasi, skala, detail penulangan, dimensi, elevasi, dan level; kemampuan menemukan ketidaksesuaian atau konflik antar gambar; serta mengajukan Request for Information (RFI) bila ada informasi yang tidak jelas. Kompetensi ini juga mencakup memastikan pelaksanaan sejalan dengan standar yang dirujuk spesifikasi, sehingga kesalahan interpretasi yang berujung pada pembongkaran ulang dapat dihindari.
Kemampuan mengawasi dan mengarahkan pelaksanaan pekerjaan sehari-hari di lokasi proyek. Mencakup pengaturan tenaga kerja dan subkontraktor, pengawasan kesesuaian pekerjaan dengan gambar, metode, dan jadwal, pengendalian progres serta produktivitas, pelaporan harian/mingguan, dan koordinasi antar pekerjaan. Aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga menjadi bagian penting, seperti memastikan penggunaan APD, izin kerja, dan prosedur kerja aman. Pengawas yang kompeten mampu mengambil keputusan cepat di lapangan dan mengomunikasikan masalah kepada manajemen proyek.
Pemahaman tentang cara dan teknologi yang digunakan untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi secara efisien, aman, dan bermutu. Mencakup metode kerja untuk berbagai pekerjaan (pondasi, bekisting, pengecoran, struktur baja, precast, dll.), pemilihan peralatan dan urutan kerja, serta penyusunan method statement. Termasuk pula pemanfaatan teknologi modern seperti BIM, drone survey, sistem bekisting modular, beton ready-mix/self-compacting concrete, dan aplikasi pemantauan proyek digital. Tujuannya meningkatkan produktivitas, menekan biaya dan waktu, serta mengurangi risiko.
Keterampilan memotong, membengkokkan, dan merakit baja tulangan sesuai gambar bar bending schedule (BBS) dan standar yang berlaku. Mencakup pembacaan daftar tulangan, perhitungan panjang potong dan panjang penyaluran/sambungan lewatan, pembuatan bentuk (sengkang, kait, bengkokan) dengan diameter bengkok minimum yang benar, serta penggunaan bar cutter dan bar bender. Juga mencakup pemberian label dan penyimpanan hasil fabrikasi, perakitan tulangan, pemasangan beton decking/selimut beton, serta pengendalian toleransi dimensi dan efisiensi pemakaian material (minim sisa/waste). Kualitas pekerjaan ini sangat menentukan kekuatan dan daya tahan struktur beton bertulang.
Kemampuan memastikan seluruh pekerjaan konstruksi memenuhi standar mutu, spesifikasi teknis, dan persyaratan kontrak. Kompetensi ini mencakup penyusunan dan penerapan rencana mutu (Quality Plan), inspeksi pekerjaan di setiap tahap (sebelum, saat, dan sesudah pelaksanaan), pengisian checklist dan Inspection Request, serta pencatatan hasil pengujian. Selain itu, mencakup penanganan ketidaksesuaian (Non-Conformance Report/NCR), tindakan korektif dan pencegahan, serta pelaporan mutu secara berkala. Tujuannya agar hasil pekerjaan sesuai standar (misalnya SNI), minim rework, dan dapat diserahterimakan tanpa temuan berarti.
Kemampuan memeriksa, menguji, dan memastikan bahwa material serta alat kerja layak dan sesuai spesifikasi sebelum dan selama digunakan. Pada material, mencakup pemeriksaan kiriman (sertifikat pabrik/mill certificate, merek, dimensi, kondisi fisik), pengambilan sampel, pengujian laboratorium (uji slump dan kuat tekan beton, uji tarik dan lengkung baja tulangan, gradasi agregat, dll.), serta penyimpanan yang benar agar mutu tidak menurun. Pada peralatan, mencakup pemeriksaan kelayakan dan kalibrasi alat ukur (total station, waterpass, hammer test, dll.), serta perawatan alat berat dan alat bantu. Hasilnya, material yang tidak sesuai dapat ditolak lebih awal sebelum terpasang.
QRWC+75G, RT.10/RW.11, Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10250

Kota Adm. Jakarta Barat
BUMN Konstruksi Tiongkok Beroperasi Sejak 2015

Wisma Nusantara International (Pullman Jakarta Indonesia)
Bahasa Dan Kebudayaan Korea, Bahasa dan Kebudayaan Korea, Pendidikan Bahasa Korea, Bahasa Korea
Jaya Ripta Bhuwana
Hospitaliti dan Pariwisata, Hospitality dan Pariwisata

PT Ramayana Lestari Sentosa, Tbk
Teknik Mesin Industri, Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Elektro, Teknik Elektro Industri

Cozmo Menteng
Bisnis Perhotelan, Seni Kuliner dan Pengelolaan Jasa Makanan, Hospitaliti dan Pariwisata, Tata Boga, Perhotelan, Manajemen Bisnis Pariwisata, Seni Kuliner, Manajemen Perhotelan, Pendidikan Tata Boga, Hospitality dan Pariwisata, Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, Manajemen Pariwisata, Kepariwisataan, Pengelolaan Perhotelan, Manajemen Kuliner, Pendidikan Vokasional Seni Kuliner

Cozmo Menteng
Bisnis Perhotelan, Bahasa Inggris Untuk Industri Pariwisata, Hospitaliti dan Pariwisata, Tata Boga, Industri Pariwisata, Perhotelan, Manajemen Bisnis Pariwisata, Pendidikan Tata Boga, Hospitality dan Pariwisata, Manajemen Pariwisata, Kepariwisataan, Pengelolaan Perhotelan

PT Halim Bangun Sarana Indah
Teknik Mesin, Teknik Industri, Pembuatan Peralatan dan Perkakas Produksi, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Pengelolaan Perhotelan