
PT Dirgantara Indonesian (Persero)
Membuat perenecanaan manufaktur atau instruksi kerja dengan menerjemahkan data teknik ke dalam data manufaktur dengan mempertimbangkan Bill of Material (BOM), dokumen teknik, spesifikasi produksi, urutan pembuatan dengan waktu baku, dan persyaratan konfigurasi yang memungkinkan memenuhi kriteria untuk pengerjaan, yang harus ditetapkan dengan cara praktis dan jelas.
Meliputi aspek penentuan strategi manufaktur guna memenuhi kualitas produk yang dipersyaratkan untuk portofolio pesawat di lingkungan Divisi Rekayasa Manufaktur.
Mempelajari prosedur Manufacturing Planning
"a. Melakukan evaluasi terkait penerapan perubahan, b. Melakukan evaluasi terhadap persediaan part number lama, c. Menentukan effectivity dari part number baru, d. Menentukan tindakan terhadap perubahan untuk memastikan konfigurasi produk tetap terjaga."
"a. Blue print reading b. Proses spesikasi c. Quality dokumen"
"a. Menentukan strategi manufaktur dari konfigurasi produk, b. Menentukan “make or buy” pada produk/proses yang menjadi area portofolionya, dengan mempertimbangkan core/noncore competence, kemampuan teknologi yang tersedia, dan kapasitas produksi yang tersedia, c. Industrial flowchart manufacturing (IFM), d. Menstrukturkan IFM kedalam Manufacturing Bill Of Material (MBOM), e. Merancang alat bantu yang diperlukan, baik itu tool maupun jigs."
Menyusun routing yang berisikan tahapan operasi yang diperlukan dengan instruksi kerja yang jelas, informatif (mampu dimengerti oleh operator & inspector), dan tergambarkan dengan baik (visual process), waktu kerja (time standard) yang diperlukan disetiap tahapan operasi dengan akurat, dan jumlah man power yang diperlukan di setiap tahapan operasi.
Meliputi aspek penentuan strategi manufaktur guna memenuhi kualitas produk yang dipersyaratkan untuk portofolio pesawat di lingkungan Divisi Rekayasa Manufaktur.
Mempelajari prosedur Manufacturing Planning
"a. Melakukan evaluasi terkait penerapan perubahan, b. Melakukan evaluasi terhadap persediaan part number lama, c. Menentukan effectivity dari part number baru, d. Menentukan tindakan terhadap perubahan untuk memastikan konfigurasi produk tetap terjaga."
"a. Blue print reading b. Proses spesikasi c. Quality dokumen"
"a. Menentukan strategi manufaktur dari konfigurasi produk, b. Menentukan “make or buy” pada produk/proses yang menjadi area portofolionya, dengan mempertimbangkan core/noncore competence, kemampuan teknologi yang tersedia, dan kapasitas produksi yang tersedia, c. Industrial flowchart manufacturing (IFM), d. Menstrukturkan IFM kedalam Manufacturing Bill Of Material (MBOM), e. Merancang alat bantu yang diperlukan, baik itu tool maupun jigs."
Menyusun routing yang berisikan tahapan operasi yang diperlukan dengan instruksi kerja yang jelas, informatif (mampu dimengerti oleh operator & inspector), dan tergambarkan dengan baik (visual process), waktu kerja (time standard) yang diperlukan disetiap tahapan operasi dengan akurat, dan jumlah man power yang diperlukan di setiap tahapan operasi.
4H2J+QV6, Husen Sastranegara, Kec. Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat 40174

Kota Bandung
PT Dirgantara Indonesia adalah Perusahaan yang memproduksi Pesawat terbang, yang berlokasi di Bandung Jawa Barat

Nusa Sejahtera Kharisma
Kedokteran Gigi, Kedokteran, Keperawatan

Nusa Sejahtera Kharisma
Kedokteran Gigi, Kedokteran, Keperawatan

Mitrakarya Niaga Sukses
Bisnis Perhotelan, Perhotelan, Manajemen Perhotelan, Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, Pengelolaan Perhotelan

Mitrakarya Niaga Sukses
Bisnis Perhotelan, Perhotelan, Manajemen Perhotelan, Manajemen Perhotelan dan Pariwisata

PT Dirgantara Indonesian (Persero)
Teknik Mesin, Teknik Penerbangan

Puri Laju Abba
Instalasi dan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Pemeliharaan Mesin