Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Indo Trans Teknologi
Job Deskripsi Peserta Magang
1. Maritime Monitoring (SHIFTING AGENT): Memantau status perangkat GPS dan aktivitas kapal serta mengidentifikasi anomali offline, anomali DataLog, anomali Fitur, keterlambatan data posisi, dan gangguan konektivitas.
2. Maritime Data Analytics: Menganalisis pola gangguan berdasarkan kapal, perangkat, durasi offline, frekuensi kejadian, dan riwayat kasus untuk menentukan prioritas penanganan.
3. Root Cause Analysis: Melakukan analisis awal penyebab gangguan berdasarkan data monitoring, kronologi kasus, dan hasil troubleshooting untuk mendukung proses eskalasi.
4. Customer Communication: Mengonfirmasi kondisi lapangan kepada pelanggan, menggali informasi gangguan, dan memberikan pembaruan status penanganan secara empatik dan profesional.
5. Reporting & Dashboard: Menyusun laporan dan visualisasi data untuk memantau tren gangguan, performa perangkat, serta efektivitas penanganan.
6. Operational Improvement: Mengidentifikasi pola masalah berulang dan memberikan rekomendasi berbasis data untuk meningkatkan kontinuitas monitoring kapal dan kualitas layanan Maritime.
Kualifikasi Peserta Magang
Mahasiswa minimal semester 5 atau fresh graduate jurusan Perkapalan engineering, Sistem Informasi, Teknik Informatika, Sains Data, Statistika, atau bidang relevan.
Menguasai Microsoft Excel/Google Sheets, termasuk Pivot Table dan formula pengolahan data.
Memiliki kemampuan analisis data, logical thinking, problem-solving, dan identifikasi pola gangguan.
Memiliki empati tinggi, komunikasi yang baik, teliti, proaktif, dan bertanggung jawab.
Memahami dasar GPS tracking, troubleshooting, atau jaringan menjadi nilai tambah.
Familiar dengan SQL, Looker Studio, atau Power BI menjadi nilai tambah.
"Peserta mempelajari struktur organisasi dan alur kerja tim Customer Success Maritime pada layanan Fuel Monitoring System, termasuk koordinasi lintas divisi dan penggunaan dokumen operasional. Peserta memahami alur monitoring konsumsi BBM melalui flowmeter in/out serta pemantauan RPM mesin utama untuk membantu mengidentifikasi ketidakwajaran data dan anomali operasional. Peserta melakukan pemantauan awal menggunakan Telematic, Console, AGS, dan Marine Platform, serta memeriksa status perangkat, kelengkapan data, dan riwayat gangguan sesuai SOP. Peserta berwenang melakukan monitoring, validasi data awal, dokumentasi temuan, dan pengumpulan bukti pendukung. Peserta tidak berwenang mengubah konfigurasi perangkat, wiring, parameter komunikasi Modbus, registrasi data, maupun melakukan tindakan teknis yang berisiko mengganggu sistem operasional kapal. Apabila ditemukan indikasi gangguan seperti data unreadable, ketidaksesuaian pembacaan BBM, atau anomali RPM, peserta wajib mendokumentasikan kronologi, melakukan eskalasi kepada PIC atau tim teknis berwenang, serta memantau perkembangan kasus hingga memperoleh arahan tindak lanjut."
"Peserta melakukan monitoring rutin Fuel Monitoring System melalui Telematic, Console, AGS, dan Marine Platform untuk memantau status perangkat, pembacaan flowmeter in/out, RPM mesin utama, serta kelengkapan dan pembaruan data. Peserta memvalidasi anomali awal dengan membandingkan data aktual yang tersedia, riwayat monitoring, dan catatan operasional, serta mengidentifikasi indikasi data tidak terbaca (unreadable), data tidak terbarui, atau pembacaan yang tidak wajar. Peserta menyusun laporan monitoring harian, mendokumentasikan waktu kejadian dan perangkat terdampak, serta melaporkan temuan kepada pembimbing atau PIC terkait. Peserta tidak berwenang mengubah konfigurasi perangkat, parameter komunikasi, maupun menyimpulkan kerusakan teknis tanpa verifikasi tim berwenang."
"Peserta mengolah data monitoring Fuel Monitoring System untuk mengidentifikasi pola anomali berdasarkan kapal, perangkat, periode, frekuensi kejadian, durasi gangguan, pembacaan konsumsi BBM, dan RPM mesin utama. Peserta menggunakan Microsoft Excel atau Google Sheets, termasuk filter, Pivot Table, lookup, dan formula dasar untuk mengelompokkan kasus, membandingkan tren, serta menentukan prioritas pemeriksaan berdasarkan durasi, frekuensi, dan dampak operasional. Peserta menyusun analisis awal atas temuan, membedakan data faktual dari dugaan penyebab, dan menyampaikan indikasi gangguan berulang kepada pembimbing atau tim teknis untuk diverifikasi. Peserta tidak berwenang menetapkan akar masalah teknis atau menyatakan adanya penyimpangan konsumsi BBM tanpa validasi dari pihak yang berwenang."
"Peserta melakukan pemeriksaan awal terhadap laporan gangguan Fuel Monitoring System dengan meninjau status perangkat, waktu pembaruan data, riwayat kejadian, konsistensi pembacaan flowmeter dan RPM, serta informasi pendukung yang tersedia. Peserta menyusun kronologi kasus, mengidentifikasi gejala, mengumpulkan bukti, dan mengelompokkan kasus berdasarkan jenis gangguan serta tingkat urgensi sesuai SOP. Peserta menyiapkan eskalasi kepada PIC atau tim teknis dengan menyertakan identitas kapal dan perangkat, waktu kejadian, gejala, hasil pemeriksaan awal, serta bukti pendukung. Peserta memantau perkembangan tiket dan memperbarui dokumentasi hingga kasus memperoleh tindak lanjut. Peserta tidak berwenang melakukan perubahan wiring, registrasi data, baud rate, konfigurasi Modbus, atau tindakan teknis lainnya tanpa otorisasi dan supervisi yang ditetapkan perusahaan."
"Peserta mendukung komunikasi dengan pelanggan terkait gangguan monitoring kapal, melakukan konfirmasi informasi yang relevan, dan menyampaikan pembaruan status kasus secara empatik, profesional, dan berdasarkan fakta yang telah terverifikasi. Peserta membantu mencatat kronologi, kebutuhan pelanggan, dampak operasional yang dilaporkan, tindakan yang telah dilakukan, serta komitmen tindak lanjut dari PIC terkait. Peserta memantau status kasus dan target SLA sesuai SOP, mengidentifikasi keterlambatan respons atau tindak lanjut, serta mengingatkan pembimbing atau PIC apabila diperlukan eskalasi lanjutan. Peserta tidak berwenang menjanjikan waktu penyelesaian, memberikan kesimpulan teknis yang belum terverifikasi, menyetujui kompensasi, atau membuat komitmen di luar kewenangannya."
"Peserta menyusun laporan analitik akhir berdasarkan data monitoring dan penanganan kasus Fuel Monitoring System, meliputi tren gangguan, perangkat atau kapal yang sering mengalami anomali, durasi gangguan, pola pembacaan data, status eskalasi, serta kepatuhan SLA berdasarkan data yang tersedia. Peserta mengembangkan dashboard sederhana menggunakan Excel, Google Sheets, atau Looker Studio untuk membantu tim memantau kondisi operasional dan prioritas tindak lanjut. Berdasarkan hasil analisis, peserta mengidentifikasi masalah berulang dan menyusun rekomendasi perbaikan proses monitoring, dokumentasi, komunikasi, atau eskalasi dengan menyertakan bukti data dan potensi dampaknya. Peserta mempresentasikan hasil kepada pembimbing untuk dievaluasi. Seluruh rekomendasi bersifat usulan dan tidak boleh diterapkan pada sistem operasional tanpa persetujuan PIC berwenang."
Jl. TB Simatupang No.3, RT.3/RW.3, Cilandak Tim., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12560

Kota Adm. Jakarta Selatan
PT. Indo Trans Teknologi atau TransTRACK merupakan sebuah perusahaan yang membantu dalam mengoptimalkan operasi armada serta menyediakan supply chain integrator, dengan tujuan untuk mengurangi biaya, meningkatkan efisiensi, dan memaksimalkan produktivitas armada. Dengan solusi Fleet Operation Optimizer milik kami, TransTRACK menyediakan proses pengiriman yang efisien, yang memfokuskan ke pembelian pelanggan berulang kali. Fleet Management System TransTRACK akan melakukan remote pada armada, pengemudi, dan kargo. Transportation Management TransTRACK akan merampingkan proses pengiriman dan memastikan pengiriman tepat waktu, dan Truck Appointment System TransTRACK akan menyelesaikan masalah kemacetan truk dan waktu bongkar/muat yang kurang lancar. TransTRACK tumbuh sebagai Logistic Service Integrator. TransTRACK menyediakan logistik terintegrasi dan ekosistem supply chain yang mencakup berbagai pihak, termasuk berbagai 3PL, operator, gudang, dan penyedia solusi serta layanan lainnya. TransTRACK bermitra dengan pihak ke-3 dalam pembiayaan logistik dan asuransi kargo.

Biro Umum, Sekretariat Utama (Depok, Jawa Barat)
Kesehatan Gigi dan Mulut, Kesehatan Gigi, Keperawatan Gigi
Rasuna Residence Development
Tata Boga, Perhotelan, Pendidikan Tata Boga, Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, Pengelolaan Perhotelan
Selat Niagatama
Seni Kuliner dan Pengelolaan Jasa Makanan, Perhotelan

PT. Prana Nadi
Tata Boga, Hospitality dan Pariwisata, Manajemen Pariwisata

Puri Dharmawangsa Raya Hotel
Tata Boga, Seni Kuliner, Pendidikan Tata Boga

Anugrahsukses Utama Sejahtera
Refraksi Optisi