Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Graha Proteksi Servis
Peserta magang Corporate Communication Intern bertugas mendukung pelaksanaan komunikasi internal dan eksternal serta menjaga konsistensi informasi dan citra perusahaan. Tanggung jawab meliputi penulisan siaran pers, artikel korporat, newsletter, materi presentasi, pengumuman internal, dan dokumentasi kegiatan perusahaan. Peserta juga membantu melakukan media monitoring, merangkum pemberitaan, memetakan pemangku kepentingan, menyusun kalender komunikasi, serta mendukung persiapan acara dan kegiatan hubungan media. Selain itu, peserta membantu memantau isu reputasi dan mengevaluasi efektivitas aktivitas komunikasi melalui laporan berkala. Seluruh materi publikasi dan pernyataan resmi harus mengikuti pedoman komunikasi serta proses persetujuan perusahaan.
Pada bulan pertama, peserta diperkenalkan pada fungsi Corporate Communication dalam organisasi, termasuk perannya dalam membangun reputasi, menjaga konsistensi pesan, menyampaikan informasi perusahaan, dan menjalin hubungan dengan pemangku kepentingan. Peserta mempelajari perbedaan komunikasi korporat, public relations, pemasaran, komunikasi internal, dan komunikasi eksternal agar dapat memahami ruang lingkup pekerjaan serta koordinasi antarbagian. Peserta juga mempelajari identitas perusahaan yang meliputi visi, misi, nilai, karakter komunikasi, pedoman penggunaan logo, gaya bahasa, dan standar penyampaian pesan. Melalui analisis dokumen dan contoh komunikasi perusahaan, peserta berlatih mengidentifikasi karakter pesan yang sesuai dengan identitas organisasi serta memahami pentingnya akurasi, konsistensi, dan persetujuan sebelum informasi dipublikasikan.
Pada bulan kedua, peserta mempelajari teknik penulisan komunikasi korporat yang informatif, profesional, akurat, dan sesuai dengan karakter perusahaan. Materi mencakup prinsip penulisan berita, struktur siaran pers, penyusunan judul dan paragraf pembuka, penggunaan kutipan narasumber, pemeriksaan fakta, serta penyuntingan bahasa. Peserta juga mempelajari cara membedakan informasi faktual, opini, klaim promosi, dan informasi yang masih memerlukan verifikasi. Peserta berlatih membuat berbagai materi komunikasi, seperti siaran pers, profil perusahaan, artikel untuk situs web, newsletter internal, pernyataan perusahaan, ringkasan kegiatan, dan naskah komunikasi untuk acara. Setiap materi disusun berdasarkan tujuan komunikasi, audiens sasaran, pesan utama, dan kanal publikasi yang akan digunakan.
Pada bulan ketiga, peserta mempelajari peran media dalam membentuk persepsi publik terhadap perusahaan. Materi meliputi pengenalan ekosistem media, hubungan dengan jurnalis, pemetaan media yang relevan, penyusunan daftar kontak media profesional, serta prinsip komunikasi yang terbuka dan bertanggung jawab. Peserta memahami pentingnya menyampaikan informasi yang akurat, menghormati tenggat waktu, dan menjaga hubungan profesional tanpa mengabaikan kebijakan perusahaan. Peserta melakukan pemantauan pemberitaan berdasarkan kata kunci, nama perusahaan, sektor industri, produk, pimpinan, dan isu yang relevan. Hasil pemantauan dikategorikan berdasarkan topik, sumber media, tanggal publikasi, relevansi, serta nada pemberitaan apabila dapat dinilai secara memadai. Peserta juga belajar membedakan pemberitaan yang bersifat positif, netral, atau negatif dan memahami bahwa klasifikasi tersebut memerlukan konteks, bukan sekadar pencarian kata tertentu.
Pada bulan keempat, peserta berfokus pada komunikasi internal dan hubungan dengan pemangku kepentingan. Peserta mempelajari bagaimana perusahaan menyampaikan kebijakan, pembaruan organisasi, pencapaian, program karyawan, serta informasi penting lainnya melalui kanal yang tepat. Materi juga mencakup pemilihan audiens, penyesuaian pesan, pengaturan jadwal publikasi, dan pengumpulan umpan balik untuk menilai apakah informasi telah dipahami dengan baik. Peserta melakukan pemetaan pemangku kepentingan, seperti karyawan, manajemen, pelanggan, mitra bisnis, komunitas, regulator, dan media, sesuai konteks perusahaan. Peserta berlatih menyusun matriks pemangku kepentingan yang memuat kebutuhan informasi, tingkat keterlibatan, kanal komunikasi, dan frekuensi komunikasi yang disarankan. Informasi sensitif hanya digunakan apabila telah memperoleh izin dari pembimbing.
Pada bulan kelima, peserta mempelajari cara perusahaan membangun dan menjaga reputasi melalui konsistensi perilaku organisasi, kualitas komunikasi, transparansi informasi, dan respons terhadap isu yang berkembang. Peserta memahami perbedaan antara isu operasional, kritik publik, pemberitaan negatif, dan krisis yang berpotensi menimbulkan dampak signifikan terhadap organisasi. Peserta berlatih melakukan pemantauan isu dari pemberitaan media, kanal komunikasi publik, dan sumber informasi lain yang diizinkan. Hasil pemantauan digunakan untuk menyusun issue log yang mencatat kronologi, sumber, pihak terdampak, potensi dampak, status verifikasi, serta kebutuhan tindak lanjut. Peserta juga mempelajari prinsip dasar komunikasi krisis, seperti kecepatan respons yang proporsional, ketepatan fakta, empati, konsistensi pesan, dan koordinasi dengan pihak yang berwenang.
Pada bulan keenam, peserta mengintegrasikan kompetensi dari lima bulan sebelumnya ke dalam proyek akhir yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Proyek dapat berupa rancangan kampanye komunikasi korporat, program komunikasi internal, strategi publikasi perusahaan, sistem media monitoring, atau evaluasi komunikasi pada suatu kegiatan organisasi. Peserta menyusun analisis situasi, tujuan komunikasi, audiens sasaran, pesan utama, pilihan kanal, kalender kegiatan, kebutuhan sumber daya, serta indikator keberhasilan. Peserta kemudian mengembangkan materi komunikasi yang relevan dan menyusun mekanisme pemantauan untuk menilai pelaksanaan program. Pembimbing memberikan arahan mengenai ruang lingkup proyek, penggunaan data, persetujuan materi, dan batasan publikasi.
Jl. Pemuda No.60-70, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur 60271

Kab. Jember
PT Graha Proteksi Servis merupakan perusahaan nasional yang berfokus pada pengembangan solusi keamanan terintegrasi (Integrated Security Solutions), mencakup penyediaan jasa keamanan swasta, sistem pengamanan, serta pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia di bidang keamanan. Didirikan pada tahun 2021 dan berkedudukan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, perusahaan ini dibangun dengan visi menjadi mitra strategis yang profesional, inovatif, dan terpercaya dalam mendukung kebutuhan perlindungan aset, operasional bisnis, serta pengelolaan risiko keamanan di berbagai sektor industri. Melalui pendekatan yang mengintegrasikan kompetensi personel, pemanfaatan teknologi, dan standar operasional yang terukur, PT Graha Proteksi Servis diarahkan untuk mengembangkan model bisnis keamanan yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan. Dengan peluang pengembangan layanan bagi sektor korporasi, komersial, industri, dan institusi, perusahaan berkomitmen membangun ekosistem layanan keamanan yang memiliki daya saing, potensi pertumbuhan jangka panjang, serta kemampuan menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, mitra strategis, dan investor.

PT. Menara Bumi Sejahtera (Fairfield By Marriott Surabaya)
Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, Administrasi Bisnis

Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Mohamad Soewandhie
Teknokimia Nuklir, Fisika, Teknik Nuklir

Puskesmas Tanjungsari
Psikologi

Ramasari Surya Persada
Pendidikan Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional

Puskesmas Keputih
Keperawatan Gigi

Puskesmas Klampis Ngasem
Kesehatan Gigi dan Mulut, Kesehatan Gigi, Keperawatan Gigi