Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Graha Proteksi Servis
Peserta magang Customer Relations Intern bertugas mendukung pemeliharaan hubungan baik antara perusahaan dan pelanggan melalui komunikasi yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kualitas layanan. Tanggung jawab meliputi pencatatan pertanyaan pelanggan, pembaruan database pelanggan atau CRM, pemantauan status permintaan layanan, koordinasi tindak lanjut keluhan dengan divisi terkait, serta dokumentasi interaksi pelanggan. Peserta membantu menyusun rekapitulasi masukan pelanggan, memantau waktu penyelesaian permintaan, dan mengumpulkan data kepuasan pelanggan. Peserta juga mendukung penyusunan laporan layanan dan rekomendasi perbaikan berdasarkan pola keluhan serta kebutuhan pelanggan dengan tetap menjaga kerahasiaan data pribadi.
Pada bulan pertama, peserta diperkenalkan pada fungsi dan tanggung jawab departemen Customer Relations dalam membangun, mempertahankan, dan meningkatkan kualitas hubungan antara perusahaan dengan pelanggan. Peserta mempelajari perbedaan antara Customer Relations, Customer Service, Customer Experience, dan Customer Relationship Management, serta memahami bagaimana setiap fungsi tersebut berkontribusi terhadap kepuasan pelanggan, reputasi perusahaan, dan keberlanjutan hubungan bisnis. Peserta juga mengenali hubungan kerja Customer Relations dengan departemen Sales, Marketing, Business Development, Finance, dan operasional dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Peserta selanjutnya mempelajari standar pelayanan yang berlaku di perusahaan, termasuk etika komunikasi, keramahan, ketepatan informasi, kecepatan respons, sikap profesional, serta kemampuan memahami kebutuhan pelanggan. Pembelajaran mencakup berbagai saluran komunikasi yang digunakan perusahaan, seperti telepon, email, aplikasi pesan, media sosial, dan platform layanan pelanggan. Peserta belajar menyesuaikan gaya komunikasi berdasarkan karakteristik pelanggan dan situasi yang dihadapi, tanpa mengabaikan standar bahasa, prosedur pelayanan, dan batas kewenangan yang telah ditentukan.
Pada bulan kedua, peserta mempelajari pengelolaan hubungan pelanggan menggunakan pendekatan Customer Relationship Management (CRM). Peserta memahami bahwa CRM tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan data pelanggan, tetapi juga sebagai sarana untuk mendokumentasikan riwayat interaksi, memahami kebutuhan pelanggan, memantau tindak lanjut, dan membantu perusahaan membangun hubungan jangka panjang. Pembelajaran mencakup pengenalan tahapan hubungan pelanggan, mulai dari interaksi pertama, proses pelayanan, tindak lanjut permintaan, pemeliharaan hubungan, hingga upaya mempertahankan pelanggan. Peserta akan diperkenalkan pada struktur data pelanggan yang umum digunakan, seperti identitas pelanggan, informasi kontak, riwayat komunikasi, kategori permintaan, status tindak lanjut, dan catatan layanan. Dalam praktiknya, peserta berlatih memasukkan, memperbarui, memeriksa, dan mengelompokkan data pelanggan menggunakan sistem CRM atau perangkat spreadsheet yang disetujui perusahaan. Peserta juga mempelajari pentingnya konsistensi pencatatan, penghindaran data duplikat, pembaruan informasi, serta penggunaan kategori yang seragam agar data dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional dan analisis.
Pada bulan ketiga, peserta mempelajari cara menangani keluhan pelanggan secara profesional, terstruktur, dan berorientasi pada penyelesaian masalah. Peserta memahami bahwa keluhan dapat muncul karena ketidaksesuaian produk atau layanan, keterlambatan, kesalahan informasi, kendala transaksi, komunikasi yang kurang jelas, atau perbedaan antara harapan pelanggan dan pengalaman yang diterima. Pembelajaran menekankan pentingnya melihat keluhan sebagai sumber informasi untuk memperbaiki kualitas layanan, bukan sekadar sebagai masalah yang harus segera ditutup. Peserta mempelajari tahapan penanganan keluhan, mulai dari mendengarkan pelanggan secara aktif, memahami inti permasalahan, memverifikasi informasi, mencatat kronologi, menentukan kategori keluhan, hingga meneruskan masalah kepada unit yang berwenang. Peserta juga berlatih menggunakan bahasa yang empatik dan tidak defensif, mengelola ekspektasi pelanggan, serta memberikan informasi mengenai proses tindak lanjut secara jelas. Melalui simulasi, peserta menghadapi berbagai situasi, seperti pelanggan yang kecewa, pelanggan yang meminta penyelesaian segera, dan pelanggan yang menyampaikan keluhan berulang.
Pada bulan keempat, peserta berfokus pada pengembangan kemampuan komunikasi lanjutan dan pengelolaan hubungan pelanggan dalam jangka panjang. Peserta mempelajari bagaimana perusahaan membangun kepercayaan melalui komunikasi yang konsisten, pelayanan yang responsif, pemahaman kebutuhan pelanggan, dan tindak lanjut yang dapat diandalkan. Materi mencakup teknik komunikasi tertulis dan lisan, penyusunan pesan yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan, pengelolaan ekspektasi, serta penyesuaian gaya komunikasi terhadap karakteristik dan situasi pelanggan. Peserta juga mempelajari strategi pemeliharaan hubungan pelanggan melalui komunikasi berkala, tindak lanjut setelah transaksi atau pelayanan, penyampaian informasi yang relevan, serta pengumpulan umpan balik. Peserta berlatih menyusun pesan tindak lanjut, konfirmasi penyelesaian permintaan, ucapan apresiasi, dan komunikasi mengenai pembaruan layanan berdasarkan pedoman perusahaan. Dalam kegiatan ini, peserta belajar menjaga keseimbangan antara pendekatan yang personal dan profesional, sehingga komunikasi tetap relevan tanpa mengganggu kenyamanan pelanggan atau melanggar ketentuan penggunaan data.
Pada bulan kelima, peserta mempelajari metode pengukuran kepuasan pelanggan dan pemanfaatan umpan balik untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Peserta memahami bahwa pengalaman pelanggan dapat dievaluasi melalui berbagai indikator, seperti tingkat kepuasan, kecepatan respons, penyelesaian keluhan, kualitas komunikasi, kemudahan memperoleh informasi, dan konsistensi pelayanan. Peserta diperkenalkan pada metrik yang umum digunakan, termasuk Customer Satisfaction Score (CSAT), Net Promoter Score (NPS), dan Customer Effort Score (CES), serta memahami perbedaan tujuan dan keterbatasan masing-masing indikator. Peserta berlatih mengumpulkan dan mengolah data dari survei kepuasan, formulir umpan balik, catatan keluhan, dan riwayat interaksi yang telah diizinkan untuk keperluan pembelajaran. Materi mencakup pengelompokan komentar pelanggan berdasarkan tema, identifikasi masalah yang berulang, perbandingan hasil antarperiode apabila datanya tersedia, serta penyusunan ringkasan temuan. Peserta juga mempelajari cara menyajikan data melalui tabel, grafik, atau dashboard sederhana agar hasil analisis lebih mudah dipahami oleh tim Customer Relations dan manajemen.
Pada bulan keenam, peserta mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama lima bulan sebelumnya melalui evaluasi proses pelayanan, penyusunan strategi hubungan pelanggan, dan pelaksanaan proyek akhir. Peserta mempelajari bagaimana data CRM, riwayat keluhan, hasil survei kepuasan, dan catatan tindak lanjut dapat digunakan untuk memahami kebutuhan pelanggan serta menentukan prioritas peningkatan pelayanan. Pembelajaran menekankan pentingnya menghubungkan aktivitas Customer Relations dengan tujuan perusahaan, seperti peningkatan kepuasan, pengurangan keluhan berulang, perbaikan kecepatan respons, dan penguatan loyalitas pelanggan. Peserta kemudian melakukan peninjauan terhadap salah satu proses Customer Relations yang telah dipelajari selama magang. Dengan arahan supervisor, peserta mengidentifikasi kendala yang terjadi dalam proses komunikasi, pencatatan data, penanganan keluhan, atau koordinasi penyelesaian permintaan. Analisis dilakukan dengan menggunakan data yang telah memperoleh izin atau skenario simulasi, sehingga peserta dapat menyusun gambaran kondisi awal dan menentukan aspek yang berpotensi diperbaiki. Peserta juga belajar menetapkan ruang lingkup masalah agar rekomendasi yang dibuat realistis, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan operasional.
Jl. Pemuda No.60-70, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur 60271

Kab. Jember
PT Graha Proteksi Servis merupakan perusahaan nasional yang berfokus pada pengembangan solusi keamanan terintegrasi (Integrated Security Solutions), mencakup penyediaan jasa keamanan swasta, sistem pengamanan, serta pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia di bidang keamanan. Didirikan pada tahun 2021 dan berkedudukan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, perusahaan ini dibangun dengan visi menjadi mitra strategis yang profesional, inovatif, dan terpercaya dalam mendukung kebutuhan perlindungan aset, operasional bisnis, serta pengelolaan risiko keamanan di berbagai sektor industri. Melalui pendekatan yang mengintegrasikan kompetensi personel, pemanfaatan teknologi, dan standar operasional yang terukur, PT Graha Proteksi Servis diarahkan untuk mengembangkan model bisnis keamanan yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan. Dengan peluang pengembangan layanan bagi sektor korporasi, komersial, industri, dan institusi, perusahaan berkomitmen membangun ekosistem layanan keamanan yang memiliki daya saing, potensi pertumbuhan jangka panjang, serta kemampuan menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, mitra strategis, dan investor.

PT. Menara Bumi Sejahtera (Fairfield By Marriott Surabaya)
Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, Administrasi Bisnis

Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Mohamad Soewandhie
Teknokimia Nuklir, Fisika, Teknik Nuklir

Puskesmas Tanjungsari
Psikologi

Ramasari Surya Persada
Pendidikan Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional

Puskesmas Keputih
Keperawatan Gigi

Puskesmas Klampis Ngasem
Kesehatan Gigi dan Mulut, Kesehatan Gigi, Keperawatan Gigi