Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia
Sebagai Advokasi & Policy Officer, peserta magang akan terlibat dalam mendukung pelaksanaan kegiatan advokasi dan kebijakan yang bertujuan mendorong perubahan kebijakan serta meningkatkan perhatian publik terhadap isu-isu strategis yang menjadi fokus PKBI.
Peserta magang akan memperoleh pengalaman dalam melakukan analisis isu dan kebijakan, pemetaan pemangku kepentingan, penyusunan bahan advokasi, komunikasi dengan berbagai pihak, serta pelaksanaan dan dokumentasi kegiatan advokasi. Dalam menjalankan tugasnya, peserta akan bekerja di bawah arahan Head of Advocacy atau Program Manager dan berkoordinasi dengan tim program, komunikasi dan media, layanan, serta mitra organisasi.
Tugas dan Tanggung Jawab Selama Magang
1. Melakukan Analisis Isu dan Kebijakan
Mengidentifikasi dan memantau isu sosial, kesehatan, hak seksual dan reproduksi, serta isu kebijakan yang relevan dengan mandat PKBI.
Mengumpulkan informasi mengenai peraturan, kebijakan, dan perkembangan isu yang berkaitan dengan program organisasi.
Membantu menganalisis permasalahan dan kesenjangan dalam kebijakan yang ditemukan.
Mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dapat memengaruhi proses advokasi.
Menyusun ringkasan informasi dan temuan sebagai bahan diskusi tim.
2. Melakukan Pemetaan Pemangku Kepentingan
Mengidentifikasi pihak-pihak yang memiliki kepentingan atau pengaruh terhadap isu yang sedang diadvokasi.
Memetakan pemerintah, organisasi masyarakat sipil, komunitas, akademisi, media, lembaga layanan, dan pihak terkait lainnya.
Mengumpulkan informasi mengenai peran, kepentingan, posisi, serta potensi dukungan dari masing-masing pemangku kepentingan.
Membantu menentukan pendekatan komunikasi yang sesuai dengan karakteristik masing-masing pihak.
3. Mendukung Penyusunan Strategi Advokasi
Membantu menyusun rencana kegiatan advokasi berdasarkan isu prioritas organisasi.
Membantu menentukan tujuan, sasaran, pesan utama, dan pihak yang menjadi target advokasi.
Membantu mengembangkan pendekatan dan kegiatan yang dapat mendukung pencapaian tujuan advokasi.
Memberikan masukan berdasarkan hasil analisis isu, data, dan temuan di lapangan.
4. Menyusun Bahan dan Materi Advokasi
Membantu menyusun policy brief, fact sheet, policy paper, key messages, dan bahan advokasi lainnya.
Mengolah data dan informasi menjadi materi yang ringkas, jelas, dan mudah dipahami.
Membantu menyiapkan bahan presentasi, infografis, dan materi pendukung kegiatan advokasi.
Memastikan informasi yang digunakan dalam materi advokasi akurat, relevan, dan berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
5. Mendukung Kegiatan Audiensi dan Forum Kebijakan
Membantu mempersiapkan audiensi, diskusi kebijakan, konsultasi publik, seminar, lokakarya, dan pertemuan dengan pemangku kepentingan.
Menyiapkan agenda, bahan diskusi, daftar peserta, serta materi pendukung kegiatan.
Mengikuti kegiatan dan mencatat hasil diskusi, masukan, pandangan, serta komitmen dari pihak yang terlibat.
Membantu menyusun tindak lanjut berdasarkan hasil pertemuan bersama tim advokasi.
6. Membangun dan Menjaga Jejaring dengan Pemangku Kepentingan
Mendukung komunikasi dengan pemerintah, organisasi masyarakat sipil, komunitas, akademisi, media, lembaga layanan, dan mitra strategis lainnya.
Membantu membangun hubungan kerja sama yang mendukung tujuan advokasi PKBI.
Mengidentifikasi peluang kolaborasi dengan pihak yang memiliki perhatian atau kepentingan terhadap isu yang diadvokasi.
Membantu menjaga komunikasi dan koordinasi dengan mitra secara profesional dan berkelanjutan.
7. Mendukung Kampanye dan Komunikasi Publik
Berkoordinasi dengan tim komunikasi, media, dan program dalam pelaksanaan kampanye advokasi.
Membantu menyusun pesan komunikasi yang sesuai dengan tujuan dan sasaran advokasi.
Mendukung penyusunan konten edukasi dan informasi mengenai isu sosial, kesehatan, dan kebijakan.
Membantu menyebarluaskan informasi yang dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran publik terhadap isu strategis PKBI.
8. Melakukan Dokumentasi dan Pengelolaan Informasi
Mendokumentasikan proses dan hasil kegiatan advokasi, termasuk audiensi, diskusi, pertemuan, dan kegiatan kampanye.
Membantu menyusun notulensi, laporan kegiatan, dan dokumentasi hasil advokasi.
Mengelola data dan informasi mengenai isu, kebijakan, pemangku kepentingan, serta kegiatan advokasi secara sistematis.
Membantu memperbarui database pemangku kepentingan dan informasi kebijakan yang relevan.
Menjaga ketepatan, kerapian, dan kerahasiaan dokumen sesuai dengan ketentuan organisasi.
Kompetensi yang Diharapkan
Melalui kegiatan magang ini, peserta diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dalam:
Melakukan analisis isu dan kebijakan.
Melakukan riset dan mengolah informasi dari berbagai sumber.
Memahami proses dan strategi advokasi kebijakan.
Melakukan pemetaan dan membangun komunikasi dengan pemangku kepentingan.
Menyusun policy brief, fact sheet, dan materi advokasi.
Melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak.
Menyusun laporan dan mendokumentasikan kegiatan secara sistematis.
Bekerja secara kolaboratif dalam tim.
Berpikir kritis, analitis, dan berbasis data.
Memahami hubungan antara isu sosial, kesehatan, kebijakan, dan kerja-kerja advokasi PKBI.
Hasil yang Diharapkan
Pada akhir masa magang, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai proses advokasi kebijakan, mulai dari mengidentifikasi isu, melakukan analisis kebijakan, memetakan pemangku kepentingan, menyusun strategi dan materi advokasi, melakukan komunikasi dengan stakeholder, hingga mendokumentasikan dan mengevaluasi kegiatan advokasi.
Peserta juga diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam mendukung kegiatan advokasi PKBI secara profesional, bertanggung jawab, dan berdasarkan data serta bukti yang relevan.
Peserta memahami sejarah, nilai, prinsip, misi, struktur organisasi, serta peran Divisi Advokasi dan Kampanye Kebijakan Publik dalam mendukung kerja PKBI.
Peserta belajar mengidentifikasi masalah, menyusun pohon masalah, menganalisis penyebab, membaca dampak kebijakan, dan menentukan isu prioritas untuk advokasi.
Peserta belajar membaca regulasi, mengidentifikasi celah kebijakan, menilai kesesuaian kebijakan dengan prinsip HAM, HKSR, perlindungan perempuan, perlindungan anak, dan inklusi.
Peserta mempelajari konsep kampanye, tujuan kampanye, segmentasi audiens, kanal komunikasi, kalender konten, narasi kampanye, serta evaluasi jangkauan kampanye.
Peserta mempelajari cara membangun jejaring advokasi, mengelola komunikasi dengan mitra, menyusun database koalisi, serta mendukung kerja kolaboratif lintas lembaga.
Peserta menyusun rancangan proyek akhir seperti policy brief, kampanye digital, peta aktor kebijakan, database mitra advokasi, atau materi edukasi publik.
Peserta mempelajari konsep advokasi, tujuan advokasi, sasaran advokasi, perubahan kebijakan, aktor kebijakan, serta posisi organisasi masyarakat sipil dalam mempengaruhi kebijakan publik.
Peserta memahami isu utama PKBI, seperti HKSR, keluarga berencana, kesehatan ibu dan anak, HIV dan AIDS, perlindungan perempuan dan anak, kekerasan seksual, inklusi, dan non-diskriminasi.
Peserta memetakan aktor kebijakan, lembaga pemerintah, organisasi masyarakat sipil, komunitas, media, akademisi, tokoh masyarakat, dan kelompok terdampak.
Peserta mempelajari cara mengumpulkan data program, data lapangan, regulasi, berita, hasil diskusi, dan cerita perubahan untuk memperkuat pesan advokasi.
Peserta menyusun policy brief yang berisi ringkasan masalah, data pendukung, analisis kebijakan, kelompok terdampak, pilihan solusi, dan rekomendasi kebijakan.
Peserta belajar menyusun pesan advokasi yang jelas, singkat, berbasis data, tidak diskriminatif, serta sesuai dengan karakter sasaran seperti pemerintah, komunitas, media, atau publik.
Peserta membuat materi kampanye seperti poster, infografis, caption media sosial, siaran pers sederhana, leaflet, materi presentasi, dan bahan edukasi publik.
Peserta memahami cara membaca isu publik, merespons informasi keliru, menjaga sensitivitas isu, menyusun klarifikasi, dan membangun komunikasi publik yang etis.
Peserta membantu persiapan audiensi, diskusi publik, rapat koordinasi, forum komunitas, konferensi pers, atau pertemuan dengan pemangku kepentingan.
Peserta mempelajari indikator kampanye, capaian advokasi, dokumentasi kegiatan, perubahan respons publik, hasil pertemuan, serta rekomendasi tindak lanjut.
Peserta melaksanakan proyek akhir dengan bimbingan mentor, mulai dari koordinasi, produksi bahan, pelaksanaan kampanye, dokumentasi, pengumpulan data, dan evaluasi awal.
Peserta menyusun laporan akhir, menyerahkan portofolio, mempresentasikan hasil proyek, menerima umpan balik, dan mengikuti evaluasi kompetensi dari pembimbing.
Jl. Abdi Negara I No.8, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara, Kota Bandar Lampung, Lampung 35212

Kota Adm. Jakarta Timur
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) merupakan sebuah Non-Govermental Organization (NGo) yang bergerak di Bidang Kesehatan, Pemberdayaan Sosial, dan Perlindungan Perempuan dan Anak. PKBI melakukan berbagai program, advokasi, pemberian informasi, edukasi dan layanan yang berkaitan dengan kesehatan seksual dan reproduksi di Indonesia. Berbagai aktifitas yang dilakukan di antaranya yaitu pemberian informasi dan edukasi bagi anak, remaja, dan keluarga; ikut serta dalam advokasi dan kampanye penghapusan kekerasan seksual; penanggulangan HIV dan AIDS, Layanan Keluarga Berencana dan aktif melakukan advokasi untuk pemenuhan hak kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Unit kerja PKBI yaitu : Klinik, Youth Center, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Torabika Eka Semesta DIV.instant Creamer Balaraja
Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Elektro Industri

Bumi Enviro Lestari
Instalasi dan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Teknik Instalasi Listrik, Teknik Fisika, Sistem Pembangkit Energi, Teknik Sistem Energi, Teknik Energi Terbarukan
PT Visi Prima Artha
Teknik Otomasi Industri, Teknik Mesin, Elektronika, Mesin Industri
Torabika Eka Semesta DIV.instant Creamer Balaraja
Teknik Mesin, Administrasi, Statistik, Teknik Elektro, Statistika
PT. Torabika Eka Semesta
Teknik Mesin Industri, Teknik Mesin Alat Berat, Teknik Elektro, Teknik Elektro Industri

Bukitrandu Sentosa
Teknik Mesin, Pendidikan Teknik Elektro, Pendidikan Vokasional Teknik Mesin