Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Universitas Andalas Sekretariat Utama Kementerian Riset, Teknologi
Bagi seluruh peserta yang telah mendaftar melalui Aplikasi Maganghub dan memilih formasi magang di RS Universitas Andalas (RS Unand), diwajibkan untuk Bergabung/Join melalui link berikut:
https://forms.gle/wqfASUwmnfABWhdg8
Melaksanakan pelayanan kefarmasian kepada pasien, mulai dari memeriksa dan memastikan ketepatan resep, menyiapkan dan memberikan obat sesuai kebutuhan pasien, memberikan informasi dan edukasi mengenai penggunaan obat, serta memantau efektivitas dan keamanan penggunaan obat. Apoteker juga bertanggung jawab dalam pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan, memastikan penyimpanan dan ketersediaan obat sesuai ketentuan, melakukan pencatatan dan pelaporan, serta bekerja sama dengan dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya untuk memastikan pelayanan obat yang aman dan tepat bagi pasien.
Orientasi rumah sakit, visi misi, budaya kerja, struktur organisasi, pengenalan Instalasi Farmasi, regulasi pelayanan kefarmasian rumah sakit, kode etik apoteker, penggunaan SIMRS Farmasi dan Rekam Medis Elektronik (RME), Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), komunikasi efektif, serta pendampingan unit pelayanan farmasi klinik.
Konsep pharmaceutical care, medication review, medication reconciliation saat pasien masuk, pindah, dan pulang, identifikasi Drug Related Problems (DRPs), monitoring efektivitas dan keamanan terapi obat, kolaborasi dengan dokter dan tenaga kesehatan lain, serta dokumentasi pelayanan farmasi klinik pada RME.
Pelaksanaan intervensi farmasi berdasarkan hasil evaluasi terapi, pelayanan informasi obat kepada tenaga kesehatan dan pasien, edukasi penggunaan obat, pelaksanaan Monitoring Efek Samping Obat (MESO), pelaporan efek samping obat, serta pemantauan kepatuhan penggunaan obat.
Konsep Antimicrobial Stewardship Program (ASP), evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik, Drug Use Evaluation (DUE), Drug Utilization Review (DUR), farmakovigilans, monitoring penggunaan antibiotik, analisis pola penggunaan obat, serta kolaborasi dengan Tim PPRA dan Komite Farmasi dan Terapi.
Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), indikator mutu pelayanan farmasi, audit pelayanan farmasi klinik, pelaporan medication error, manajemen risiko penggunaan obat, penyusunan laporan farmasi klinik, dokumentasi intervensi farmasi, serta evaluasi kepatuhan terhadap SOP pelayanan kefarmasian.
Praktik pelayanan farmasi klinik secara komprehensif dengan supervisi minimal, pembahasan studi kasus (case discussion), presentasi intervensi farmasi, evaluasi kompetensi pelayanan farmasi klinik, penyusunan proyek peningkatan mutu penggunaan obat, serta penyusunan rencana pengembangan pelayanan farmasi klinik berbasis evidence-based practice.
Orientasi rumah sakit, visi misi, budaya kerja, struktur organisasi, pengenalan Instalasi Farmasi, regulasi pelayanan kefarmasian rumah sakit, kode etik apoteker, penggunaan SIMRS Farmasi dan Rekam Medis Elektronik (RME), Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), komunikasi efektif, serta pendampingan unit pelayanan farmasi klinik.
Orientasi rumah sakit, visi misi, budaya kerja, struktur organisasi, pengenalan Instalasi Farmasi, regulasi pelayanan kefarmasian rumah sakit, kode etik apoteker, penggunaan SIMRS Farmasi dan Rekam Medis Elektronik (RME), Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), komunikasi efektif, serta pendampingan unit pelayanan farmasi klinik.
Konsep pharmaceutical care, medication review, medication reconciliation saat pasien masuk, pindah, dan pulang, identifikasi Drug Related Problems (DRPs), monitoring efektivitas dan keamanan terapi obat, kolaborasi dengan dokter dan tenaga kesehatan lain, serta dokumentasi pelayanan farmasi klinik pada RME.
Pelaksanaan intervensi farmasi berdasarkan hasil evaluasi terapi, pelayanan informasi obat kepada tenaga kesehatan dan pasien, edukasi penggunaan obat, pelaksanaan Monitoring Efek Samping Obat (MESO), pelaporan efek samping obat, serta pemantauan kepatuhan penggunaan obat.
Konsep Antimicrobial Stewardship Program (ASP), evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik, Drug Use Evaluation (DUE), Drug Utilization Review (DUR), farmakovigilans, monitoring penggunaan antibiotik, analisis pola penggunaan obat, serta kolaborasi dengan Tim PPRA dan Komite Farmasi dan Terapi.
Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), indikator mutu pelayanan farmasi, audit pelayanan farmasi klinik, pelaporan medication error, manajemen risiko penggunaan obat, penyusunan laporan farmasi klinik, dokumentasi intervensi farmasi, serta evaluasi kepatuhan terhadap SOP pelayanan kefarmasian.
Praktik pelayanan farmasi klinik secara komprehensif dengan supervisi minimal, pembahasan studi kasus (case discussion), presentasi intervensi farmasi, evaluasi kompetensi pelayanan farmasi klinik, penyusunan proyek peningkatan mutu penggunaan obat, serta penyusunan rencana pengembangan pelayanan farmasi klinik berbasis evidence-based practice.
Konsep pharmaceutical care, medication review, medication reconciliation saat pasien masuk, pindah, dan pulang, identifikasi Drug Related Problems (DRPs), monitoring efektivitas dan keamanan terapi obat, kolaborasi dengan dokter dan tenaga kesehatan lain, serta dokumentasi pelayanan farmasi klinik pada RME.
Pelaksanaan intervensi farmasi berdasarkan hasil evaluasi terapi, pelayanan informasi obat kepada tenaga kesehatan dan pasien, edukasi penggunaan obat, pelaksanaan Monitoring Efek Samping Obat (MESO), pelaporan efek samping obat, serta pemantauan kepatuhan penggunaan obat.
Konsep Antimicrobial Stewardship Program (ASP), evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik, Drug Use Evaluation (DUE), Drug Utilization Review (DUR), farmakovigilans, monitoring penggunaan antibiotik, analisis pola penggunaan obat, serta kolaborasi dengan Tim PPRA dan Komite Farmasi dan Terapi.
Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), indikator mutu pelayanan farmasi, audit pelayanan farmasi klinik, pelaporan medication error, manajemen risiko penggunaan obat, penyusunan laporan farmasi klinik, dokumentasi intervensi farmasi, serta evaluasi kepatuhan terhadap SOP pelayanan kefarmasian.
Praktik pelayanan farmasi klinik secara komprehensif dengan supervisi minimal, pembahasan studi kasus (case discussion), presentasi intervensi farmasi, evaluasi kompetensi pelayanan farmasi klinik, penyusunan proyek peningkatan mutu penggunaan obat, serta penyusunan rencana pengembangan pelayanan farmasi klinik berbasis evidence-based practice.
Rumah Sakit Universitas Andalas

Kota Padang
Rumah Sakit Universitas Andalas

Unit Bisnis Padang
Farmasi

Unit Bisnis Padang
Farmasi

Unit Bisnis Padang
Farmasi

Universitas Andalas Sekretariat Utama Kementerian Riset, Teknologi
Fisioterapi

Semen Padang
Teknik Industri

Surya Citra Abadi Mandiri
Tata Boga, Pendidikan Tata Boga