
Rumah Atsiri Indonesia
Membantu tim Consignment dalam mengelola administrasi dan operasional produk pada mitra, mulai dari pencatatan barang masuk dan keluar, monitoring stok, rekapitulasi penjualan, hingga pengelolaan dokumen konsinyasi. Peserta juga membantu proses pembuatan dokumen seperti surat jalan, invoice, dan dokumen retur, serta melakukan koordinasi dan follow up dengan mitra untuk memastikan data penjualan, stok, dan pembayaran tercatat secara akurat dan tepat waktu.
Materi disampaikan melalui sesi kelas/pembekalan (onboarding) bersama mentor dan tim HR, dilengkapi bahan bacaan profil perusahaan dan SOP internal. Peserta mengenal area kerja, anggota tim divisi Retail, serta mempelajari product knowledge dasar berikut kode produk dan daftar harga. Selanjutnya peserta mempelajari konsep konsinyasi, jenis-jenis mitra, serta alur kerja dari pengiriman barang hingga penagihan, dan mengikuti daily meet tim untuk memahami alur komunikasi lintas tim.
Peserta mempraktikkan langsung pendataan mitra konsinyasi dan mempelajari isi perjanjian kerja sama sebagai acuan administrasi. Peserta membuat dokumen pengiriman barang berdasarkan permintaan mitra, berkoordinasi dengan tim inventory & warehouse untuk penyiapan barang, serta melakukan input transaksi ke sistem. Seluruh dokumen diarsipkan secara rapi sehingga mudah ditelusuri. Output: database mitra yang terbarui dan dokumen pengiriman yang lengkap dan sesuai.
Peserta memantau posisi stok konsinyasi di setiap outlet mitra dan merekap laporan penjualan yang dikirimkan mitra secara berkala. Data penjualan dicocokkan dengan data stok di sistem untuk memastikan kesesuaian, kemudian dijadikan dasar penyusunan usulan restock. Peserta juga berlatih berkomunikasi secara profesional dengan mitra untuk follow up laporan dan kebutuhan barang. Output: rekap penjualan dan kartu stok konsinyasi per mitra.
Peserta menyusun invoice konsinyasi berdasarkan laporan penjualan yang telah diverifikasi, memantau jatuh tempo pembayaran, dan melakukan follow up kepada mitra. Peserta mendampingi proses rekonsiliasi pembayaran bersama tim finance serta mengelola administrasi retur barang sesuai ketentuan kerja sama. Apabila ditemukan selisih data, peserta belajar menelusuri penyebab dan menyusun penyelesaiannya bersama mentor. Output: invoice, rekap piutang konsinyasi, dan berita acara retur.
Peserta terlibat dalam stock opname konsinyasi dengan membandingkan stok fisik di outlet mitra dan data sistem, kemudian menganalisa selisih serta menyusun tindak lanjutnya. Peserta mendampingi kunjungan ke mitra untuk mengecek display, kondisi produk, dan tanggal kedaluwarsa. Hasil kegiatan dirangkum dalam laporan bulanan konsinyasi yang memuat penjualan, stok, piutang, dan retur tiap mitra.
Peserta mengelola administrasi konsinyasi secara mandiri dengan supervisi minimal, sekaligus menganalisa performa penjualan tiap mitra dan mengklasifikasikan produk fast moving serta slow moving. Hasil analisa dituangkan menjadi rekomendasi perbaikan alokasi produk dan alur administrasi. Di akhir bulan, peserta menyusun laporan akhir magang, mempresentasikan hasil kerja selama enam bulan, dan mengikuti evaluasi kompetensi bersama mentor serta tim manajemen.
84V2+XRV, Jl. Raya Solo - Tawangmangu Jl. Watusambang, Watusambang, Plumbon, Kec. Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57792

Kab. Karanganyar
FROM CITRONELLA FACTORY TO RUMAH ATSIRI INDONESIA On our walk in Plumbon Village, Tawangmangu, Solo – Central Java, one day, we came across an abandoned factory complex: something we found out later on as a Citronella distillery facility from 1963. Intrigued by the remaining facility and the unusual façade of the factory, we decided to dig deeper into its history. The distillery factory—intended to be the biggest in Asia that day—was called 'Citronella factory', a silent witness of the economic cooperation between Indonesia and Bulgaria (as Bulgaria had expertise in rose essential oil and supplies around 80% rose essential oil in the world). Plumbon village was selected as the site location due to its natural potentials that fit the planting of essential oil's ingredients; like citronella. The factory went through a series of ownership exchange, until PT. Rumah Atsiri Indonesia decided to officially take over the establishment in 2015; and revived it into an edu-recreation complex that also includes MICE facilities, research & development and marketplace for essential oils. We believe that the complex and its surrounding village was a reminder of Indonesia's abundance and potentials to play an essential role in the global economy. We feel responsible to preserve and revive the knowledge, skills, and innovation related to essential oils in Indonesia. In Rumah Atsiri Indonesia, we do this through various means of education, research, development and training projects, as well as cross-industry collaboration and marketplace design.

Rs Pku Muhammadiyah Karanganyar
Refraksi Optisi

Unit Bisnis Surakarta
Farmasi

Hardo Soloplast
Desain Komunikasi Visual

Kantor Pertanahan Kabupaten Karanganyar
Geografi, Pertanahan, Teknik Geodesi, Teknik Geomatika

Kantor Pertanahan Kabupaten Karanganyar
Geografi, Pertanahan, Teknik Geodesi

Rumah Atsiri Indonesia
Tata Boga, Perhotelan, Seni Kuliner, Pendidikan Tata Boga