Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Buumi Kejora Indonesia
Deputy Ops Lead bertanggung jawab mendukung kinerja keseluruhan outlet BUUMI melalui penguatan standar dan efektivitas operasional, peningkatan kinerja komersial dan profitabilitas outlet, serta koordinasi event internal lintas tim. Posisi ini berfokus pada pengembangan sistem operasional, peningkatan efektivitas tim, identifikasi peluang bisnis, dan memastikan seluruh aktivitas berjalan lancar sesuai standar layanan serta tujuan bisnis BUUMI.
Mempelajari alur operasional outlet dari persiapan sebelum buka, kesiapan area bermain, briefing, pelayanan pelanggan, pengawasan aktivitas, hingga proses penutupan. Memahami SOP utama terkait keselamatan anak, crowd control, kebersihan, penanganan keluhan, dan standar layanan. Mengidentifikasi fungsi masing-masing posisi serta jalur eskalasi ketika terjadi kendala operasional.
Melakukan pemeriksaan lapangan dengan pendampingan untuk menilai kepatuhan terhadap SOP, kebersihan, keselamatan, kesiapan fasilitas, standar layanan, dan kelengkapan checklist operasional. Mendokumentasikan temuan secara objektif, membedakan isu kritis dan perbaikan rutin, serta menyampaikan hasil kepada Ops Lead/FL Lead. Mengikuti tindak lanjut temuan untuk memahami bagaimana tindakan korektif diterapkan.
Menganalisis kebutuhan crew berdasarkan pola kunjungan, jam sibuk, kapasitas area, aktivitas yang berlangsung, dan standar layanan yang harus dijaga. Membandingkan kebutuhan personel dengan jadwal aktual untuk mengidentifikasi potensi kekurangan atau kelebihan manpower. Menyusun rekomendasi awal terkait pembagian tugas, rotasi, atau penyesuaian jadwal untuk dibahas bersama Ops Lead.
Memimpin aktivitas shift tertentu dengan arahan dan pengawasan Ops Lead, termasuk briefing, pembagian tugas, pengecekan kesiapan, koordinasi selama operasional, dan serah terima shift. Berlatih mengambil keputusan untuk kendala rutin sesuai SOP serta mengetahui kapan masalah harus dieskalasikan. Setelah shift, melakukan evaluasi singkat terhadap pelaksanaan tugas, hambatan, dan tindak lanjut yang diperlukan.
Melakukan monitoring outlet dengan supervisi terbatas menggunakan checklist yang telah disepakati. Menilai kesiapan operasional, kepatuhan SOP, kualitas koordinasi crew, pengalaman pelanggan, dan penanganan kendala. Menyusun prioritas tindak lanjut berdasarkan tingkat risiko dan dampaknya, kemudian menyampaikan temuan serta rekomendasi yang jelas kepada Ops Lead.
Melakukan penilaian menyeluruh terhadap operasional outlet dengan menggabungkan hasil observasi, checklist SOP, data manpower, temuan pelanggan, dan indikator kinerja yang tersedia. Mengidentifikasi area yang sudah konsisten serta gap yang masih memerlukan perhatian, termasuk akar masalah dan dampaknya terhadap layanan atau efisiensi. Menyusun rekomendasi prioritas yang realistis untuk ditinjau bersama Ops Lead.
Mengikuti Ops Lead/FL Lead selama aktivitas operasional untuk mengamati pembagian tugas, koordinasi antarcrew, alur kedatangan dan keberangkatan pelanggan, pengelolaan antrean, serta penggunaan area dan fasilitas. Mencatat situasi yang berjalan efektif dan kendala yang muncul pada jam ramai maupun jam sepi. Menyusun catatan observasi awal sebagai dasar diskusi dengan pembimbing.
Mempelajari cara menilai kesiapan dan pelaksanaan tugas crew berdasarkan kehadiran, pembagian peran, kepatuhan SOP, kebutuhan layanan, dan kondisi outlet. Mengikuti proses penyusunan atau penyesuaian jadwal shift berdasarkan proyeksi keramaian, kebutuhan minimum personel, hari libur, dan ketersediaan tim. Memahami cara mengidentifikasi kekurangan manpower dan menyampaikan rekomendasi kepada Ops Lead.
Mengumpulkan observasi dan data dari masalah operasional yang berulang, seperti antrean, keterlambatan persiapan, ketidakkonsistenan SOP, atau koordinasi crew. Menggunakan pertanyaan sebab-akibat untuk membedakan gejala dan akar masalah, serta memvalidasi temuan dengan pihak terkait. Menyusun usulan perbaikan sederhana yang realistis, memiliki PIC, dan dapat dipantau hasilnya.
Memilih satu masalah prioritas berdasarkan observasi dan diskusi dengan Ops Lead, kemudian mendefinisikan kondisi awal serta hasil yang ingin dicapai. Menyusun rencana tindakan, PIC, jadwal, dan indikator keberhasilan yang sederhana. Menjalankan uji coba perbaikan dengan persetujuan pembimbing, memantau dampaknya, dan mendokumentasikan hasil serta penyesuaian yang diperlukan.
Meninjau catatan kinerja dan observasi crew untuk mengidentifikasi kekuatan, kesenjangan keterampilan, pola ketidakkonsistenan, atau kebutuhan coaching. Mendiskusikan pendekatan feedback dan pengembangan bersama Ops Lead dengan tetap mengikuti kewenangan dan prosedur yang berlaku. Menyusun rekomendasi tindak lanjut yang spesifik, misalnya penguatan SOP, pendampingan kerja, atau latihan keterampilan tertentu.
Mempresentasikan inisiatif perbaikan yang telah dipilih, termasuk latar belakang masalah, data awal, analisis akar masalah, langkah yang dijalankan, keterlibatan stakeholder, dan hasil yang terukur jika tersedia. Menjelaskan hambatan, pembelajaran, serta apakah perbaikan perlu dilanjutkan, disesuaikan, atau diperluas. Menyertakan rencana tindak lanjut dan indikator yang dapat digunakan untuk memantau keberlanjutan hasil.
Mengenali produk dan sumber pendapatan outlet, termasuk pilihan tiket, durasi bermain, add-on, serta produk atau layanan tambahan yang tersedia. Memahami bagaimana frontliner menjelaskan pilihan produk kepada pelanggan dan bagaimana transaksi tercatat dalam laporan penjualan. Mengamati faktor yang dapat memengaruhi keputusan pembelian tanpa melakukan perubahan strategi secara mandiri.
Mengumpulkan dan meninjau data penjualan harian serta mingguan, lalu membandingkannya dengan target yang ditetapkan. Mempelajari cara membaca tren berdasarkan outlet, hari, jam, jenis tiket, dan add-on jika data tersedia. Menyusun ringkasan sederhana tentang pencapaian, selisih dari target, dan pertanyaan yang perlu ditelusuri lebih lanjut bersama tim Operations atau Commercial.
Memahami komponen biaya operasional yang relevan, seperti manpower, supplies, kebutuhan kebersihan, maintenance, dan biaya pendukung aktivitas outlet. Mempelajari cara membaca data biaya yang tersedia dan membandingkan pengeluaran aktual dengan anggaran atau periode sebelumnya bila datanya tersedia. Mengidentifikasi biaya yang perlu ditelusuri lebih lanjut serta membedakan efisiensi biaya dari pengurangan yang berpotensi menurunkan kualitas layanan.
Menggabungkan pemahaman tentang penjualan dan biaya untuk membaca faktor yang memengaruhi kinerja outlet. Membandingkan data antarperiode atau antaroutlet jika tersedia, serta mengidentifikasi kemungkinan pengaruh volume pengunjung, komposisi produk, add-on, manpower, dan biaya operasional. Menyusun analisis dasar yang memisahkan fakta dari asumsi dan mendiskusikan temuan dengan Ops Lead atau pihak Commercial.
Mengembangkan satu usulan yang didukung data untuk meningkatkan pendapatan, memperbaiki konversi penjualan, meningkatkan penjualan add-on, atau mengoptimalkan biaya tanpa mengorbankan keselamatan dan kualitas layanan. Menjelaskan masalah yang ingin diselesaikan, data pendukung, langkah implementasi, kebutuhan sumber daya, risiko, dan indikator keberhasilan. Mendiskusikan kelayakan usulan dengan Ops Lead dan stakeholder terkait.
Menyusun tinjauan kinerja outlet berdasarkan data penjualan, target, biaya, dan indikator operasional yang tersedia. Menjelaskan faktor yang memengaruhi hasil, area peluang, asumsi yang digunakan, serta keterbatasan data. Mengajukan usulan peningkatan pendapatan atau efisiensi dengan estimasi dampak, kebutuhan implementasi, risiko, dan metrik evaluasi yang dapat dipantau.
Mengenali peran Marketing Ops, Marketing Partnership, Event, dan Operations dalam menyiapkan serta menjalankan kegiatan di outlet. Mengikuti rapat atau briefing untuk memahami alur komunikasi, pembagian PIC, kebutuhan venue, kebutuhan crew, dan tenggat waktu. Mencatat informasi yang perlu disiapkan tim Operations agar kebutuhan event dapat dipenuhi dengan baik.
Mendukung persiapan event dengan memeriksa timeline, daftar kebutuhan, pembagian PIC, kesiapan area, kebutuhan peralatan, dan kebutuhan manpower. Berkoordinasi dengan tim terkait untuk mengonfirmasi informasi yang belum lengkap serta mencatat risiko yang dapat memengaruhi jalannya event. Memahami bagaimana perubahan jadwal atau kebutuhan partner perlu dikomunikasikan kepada seluruh pihak yang terlibat.
Mendukung pelaksanaan event dengan memastikan kebutuhan operasional diterjemahkan menjadi tindakan yang jelas bagi tim outlet. Mengonfirmasi kesiapan crew, area, peralatan, alur tamu, jadwal, dan PIC untuk setiap kebutuhan. Menjadi penghubung operasional dalam ruang lingkup yang ditugaskan, mencatat perubahan atau kendala, serta melakukan eskalasi secara tepat waktu kepada Ops Lead dan tim Event.
Mengambil tanggung jawab atas bagian operasional event yang telah ditentukan, mulai dari pengecekan kesiapan sebelum acara hingga koordinasi saat acara berlangsung. Memastikan crew memahami tugas dan timeline, kebutuhan venue tersedia, serta perubahan informasi diteruskan kepada PIC terkait. Mencatat kendala dan keputusan penting agar dapat menjadi bahan evaluasi setelah acara.
Mengelola bagian event yang menjadi tanggung jawabnya mulai dari persiapan, koordinasi lintas tim, pengecekan kesiapan, pelaksanaan, hingga penutupan. Menjaga agar timeline, PIC, kebutuhan crew, venue, dan perubahan rencana tercatat serta dikomunikasikan secara jelas. Mengantisipasi kendala yang mungkin terjadi, melakukan eskalasi tepat waktu, dan memastikan tindak lanjut pasca-event terdokumentasi.
Menyusun evaluasi event dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan dengan meninjau pencapaian timeline, kesiapan venue dan crew, komunikasi lintas tim, penyelesaian kendala, serta pemenuhan kebutuhan partner. Mengidentifikasi hal yang berjalan baik, masalah yang terjadi, akar penyebab, dan rekomendasi perbaikan untuk event berikutnya. Menyampaikan pembelajaran secara ringkas beserta tindak lanjut yang disarankan.
Jl. RS. Fatmawati Raya No.45, RT.10/RW.11, Cilandak Bar., Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12430

Kota Adm. Jakarta Selatan
Buumi Playscape is an integrated children space offering varieties of play, activities and classes for children of 6 month to 12 years old. Buumi provides various children facilities including indoor playground, fun and educational classes, private event area, thematic exhibitions, and library.

Win Medika Inti
Hospitaliti dan Pariwisata, Manajemen, Teknik Industri, Administrasi Bisnis
Cakrawala Automotif Rabhasa
Informasi dan Humas, Desain Komunikasi Visual, Hubungan Masyarakat Dan Komunikasi Digital, Administrasi Bisnis Otomotif, Fotografi

Urc Indonesia
Manajemen, Pemasaran Digital, Manajemen Pemasaran/Marketing, Manajemen Pemasaran

PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk
Manajemen, Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Administrasi Bisnis

PT. Bina Graha Makmur - Mercure Jakarta Gatot Subroto Hotel
Tata Boga, Industri Pariwisata, Hospitality dan Pariwisata

PT Bank Ina Perdana Tbk
Manajemen, Teknik Industri, Keuangan Dan Perbankan, Sistem Informasi, Desain Komunikasi Visual, Manajemen Pemasaran/Marketing