Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Altek Citra Cemerlang
Peserta magang akan mempelajari dan mendukung pelaksanaan kegiatan employee branding yang berfokus pada pengembangan pengalaman karyawan, komunikasi internal, budaya kerja, serta keterlibatan karyawan di lingkungan perusahaan. Melalui program ini, peserta magang akan memperoleh pengalaman dalam mengidentifikasi kebutuhan komunikasi internal, mendokumentasikan aktivitas perusahaan, serta menyusun materi dan evaluasi kegiatan yang mendukung terciptanya lingkungan kerja yang positif.
Tugas dan Tanggung Jawab
1. Membantu mengidentifikasi kebutuhan komunikasi internal dan mengumpulkan informasi yang relevan mengenai aktivitas, kebijakan, dan budaya kerja perusahaan.
2. Membantu menyusun materi komunikasi internal, seperti pengumuman, informasi kegiatan karyawan, panduan internal, dan informasi terkait program perusahaan.
3. Mendukung dokumentasi kegiatan internal perusahaan, termasuk kegiatan kebersamaan, orientasi karyawan, program pengembangan, dan aktivitas lain yang berkaitan dengan pengalaman karyawan.
4. Membantu mengumpulkan masukan dan umpan balik karyawan melalui survei sederhana atau metode pengumpulan informasi lain di bawah supervisi pembimbing.
5. Membantu menyusun dan memperbarui materi yang memperkenalkan nilai, budaya, kebiasaan kerja, serta lingkungan kerja perusahaan kepada karyawan.
6. Mendukung perencanaan dan pelaksanaan kegiatan internal yang bertujuan meningkatkan interaksi, keterlibatan, dan rasa kebersamaan antarkaryawan.
7. Membantu mengelola dokumentasi dan arsip kegiatan employee branding secara sistematis agar dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan referensi program berikutnya.
8. Membantu mengolah hasil survei, data partisipasi kegiatan, dan umpan balik karyawan menjadi rekapitulasi atau laporan sederhana.
9. Mempelajari penerapan komunikasi organisasi dan prinsip employee experience dalam mendukung hubungan yang positif antara perusahaan dan karyawan.
10. Membantu mengidentifikasi peluang perbaikan kegiatan dan komunikasi internal berdasarkan hasil observasi, dokumentasi, serta evaluasi program bersama pembimbing lapangan.
Seluruh kegiatan dilakukan melalui pendampingan, praktik kerja terarah, dan evaluasi berkala bersama pembimbing lapangan.
Peserta mempelajari model bisnis perusahaan sebagai penyedia layanan outsourcing dan tenaga kerja untuk mendukung kebutuhan operasional maupun proyek klien. Pembelajaran mencakup hubungan antara perusahaan, klien pengguna jasa, kandidat, karyawan yang ditempatkan, serta fungsi internal yang terlibat dalam pemenuhan dan pengelolaan tenaga kerja. Peserta mempelajari hubungan antara aktivitas branding perusahaan dengan proses recruitment dan pengelolaan karyawan. Materi mencakup bagaimana informasi mengenai perusahaan, jenis pekerjaan, lingkungan kerja, peluang pengembangan, serta pengalaman karyawan dapat digunakan untuk membangun pemahaman kandidat terhadap perusahaan sebelum melamar dan membantu menjaga komunikasi dengan karyawan setelah bergabung. Peserta juga mempelajari perbedaan komunikasi yang ditujukan kepada kandidat potensial, karyawan aktif, dan audiens bisnis seperti klien atau mitra. Melalui studi kasus komunikasi perusahaan, peserta mengidentifikasi tujuan pesan, karakteristik audiens, kanal komunikasi, serta informasi yang perlu disampaikan secara konsisten. Hasil pembelajaran berupa pemetaan hubungan antara Employee Branding, kebutuhan recruitment, pengalaman karyawan, dan model bisnis ALTEK, disertai identifikasi awal audiens yang menjadi sasaran komunikasi perusahaan.
Peserta mempelajari metode identifikasi target audiens untuk aktivitas employer branding pada perusahaan penyedia tenaga kerja. Pembelajaran mencakup karakteristik kandidat yang dibutuhkan perusahaan, jenis posisi yang sering dibuka, informasi yang umumnya dibutuhkan kandidat sebelum melamar, serta kebutuhan komunikasi kepada karyawan aktif dan pihak internal yang terlibat dalam recruitment. Peserta mempelajari cara menghubungkan kebutuhan recruitment dengan tema konten yang relevan. Sebagai contoh, kebutuhan menarik kandidat untuk posisi tertentu dapat diterjemahkan menjadi konten pengenalan pekerjaan, informasi proses seleksi, penjelasan lingkungan kerja, atau cerita pengalaman kerja yang telah diverifikasi. Untuk audiens internal, komunikasi dapat diarahkan pada penyampaian informasi perusahaan, dokumentasi kegiatan, pengenalan kebijakan yang telah disetujui, dan penguatan partisipasi karyawan. Melalui studi kasus kebutuhan manpower dan contoh publikasi perusahaan, peserta berlatih menentukan audiens, tujuan komunikasi, pesan utama, dan indikator sederhana yang dapat digunakan untuk menilai relevansi konten. Hasil pembelajaran berupa matriks target audiens dan pemetaan kebutuhan komunikasi employer branding yang mendukung aktivitas recruitment dan pengelolaan karyawan.
Peserta mempelajari prinsip produksi konten employer branding yang bertujuan menyampaikan identitas perusahaan dan memberikan informasi yang relevan kepada kandidat maupun karyawan. Pembelajaran mencakup penyusunan pesan utama, penulisan caption, pembuatan materi visual, penyusunan naskah video pendek, serta pemilihan format konten berdasarkan tujuan komunikasi dan karakteristik kanal publikasi. Peserta mempelajari cara menerjemahkan kebutuhan recruitment menjadi materi komunikasi yang informatif, seperti pengenalan posisi, gambaran tanggung jawab pekerjaan, informasi proses seleksi, dan pengenalan perusahaan sebagai tempat kerja. Pembelajaran juga mencakup teknik storytelling untuk menyampaikan pengalaman atau aktivitas karyawan berdasarkan informasi yang telah dikonfirmasi. Selain itu, peserta mempelajari prinsip konsistensi identitas visual, penggunaan bahasa yang sesuai dengan target audiens, pemeriksaan fakta, hak penggunaan foto dan materi, serta perlunya persetujuan sebelum publikasi. Melalui analisis contoh konten, peserta mengidentifikasi hubungan antara pesan, format, audiens, dan tujuan komunikasi. Hasil pembelajaran berupa pemahaman tahapan produksi konten employer branding dan panduan pemeriksaan materi sebelum dipublikasikan.
Peserta mempelajari fungsi berbagai kanal komunikasi dalam membangun citra perusahaan sebagai tempat kerja dan menjaga keterhubungan dengan karyawan. Pembelajaran mencakup penggunaan kanal publik seperti media sosial perusahaan untuk menyampaikan informasi karier dan identitas perusahaan, serta kanal internal yang digunakan untuk menyampaikan pengumuman, kegiatan, informasi administratif yang disetujui, dan aktivitas yang mendorong partisipasi karyawan. Peserta mempelajari cara menyesuaikan format dan gaya komunikasi berdasarkan karakteristik kanal dan kebutuhan audiens. Materi juga mencakup alur pengajuan materi, pemeriksaan informasi, persetujuan publikasi, penjadwalan, distribusi konten, serta dokumentasi hasil aktivitas komunikasi. Pembelajaran turut membahas prinsip komunikasi yang transparan dan konsisten, pengelolaan pertanyaan audiens, serta prosedur eskalasi apabila muncul pertanyaan atau masukan yang memerlukan tanggapan dari HR atau manajemen. Melalui studi kasus kampanye komunikasi perusahaan, peserta berlatih mengidentifikasi kanal, pesan, jadwal, dan pihak yang perlu dilibatkan. Hasil pembelajaran berupa pemahaman alur publikasi dan aktivasi Employee Branding yang menghubungkan komunikasi eksternal kepada kandidat dengan komunikasi internal kepada karyawan.
Peserta mempelajari hubungan antara pengalaman karyawan, komunikasi internal, dan citra perusahaan sebagai tempat kerja. Dalam konteks perusahaan outsourcing, pembelajaran mencakup pentingnya penyampaian informasi yang konsisten kepada karyawan internal maupun karyawan yang ditempatkan pada proyek klien, dengan tetap memperhatikan perbedaan kebutuhan komunikasi dan akses informasi masing-masing kelompok. Peserta mempelajari bagaimana kegiatan internal, informasi pengembangan kompetensi, pengenalan kebijakan yang telah disetujui, apresiasi karyawan, dan dokumentasi aktivitas kerja dapat mendukung keterlibatan serta pemahaman karyawan terhadap perusahaan. Materi juga mencakup cara mengidentifikasi kebutuhan komunikasi berdasarkan masukan karyawan tanpa menganggap seluruh masukan sebagai representasi semua karyawan. Melalui studi kasus komunikasi internal, peserta berlatih memetakan kebutuhan informasi, menentukan tujuan komunikasi, dan menyusun pendekatan yang sesuai dengan karakteristik audiens. Peserta juga mempelajari batas antara kegiatan branding dan fungsi HR, khususnya bahwa masalah ketenagakerjaan, keluhan karyawan, atau persoalan hubungan industrial harus ditangani oleh pihak yang berwenang. Hasil pembelajaran berupa pemetaan kebutuhan komunikasi karyawan dan rancangan aktivitas Employee Branding yang mendukung keterlibatan karyawan serta konsistensi pesan perusahaan.
Peserta mempelajari cara mengevaluasi aktivitas employer branding berdasarkan tujuan komunikasi dan data yang tersedia. Pembelajaran mencakup pengenalan indikator performa konten, seperti jumlah publikasi, jangkauan, impresi, interaksi, pertumbuhan audiens, klik menuju informasi karier, serta respons audiens apabila data tersebut tersedia pada kanal yang digunakan perusahaan. Peserta mempelajari perbedaan antara indikator aktivitas dan hasil. Jumlah konten yang dipublikasikan menggambarkan aktivitas produksi, sedangkan jangkauan dan interaksi menggambarkan respons audiens terhadap konten. Peserta juga mempelajari keterbatasan data digital serta pentingnya menghindari kesimpulan kausal mengenai keberhasilan recruitment hanya berdasarkan peningkatan interaksi media sosial. Pembelajaran mencakup cara membandingkan performa konten berdasarkan tema, format, kanal, dan periode publikasi, serta mengidentifikasi materi yang perlu dievaluasi. Dalam konteks dukungan recruitment, peserta mempelajari kemungkinan penggunaan data rujukan pelamar atau sumber kandidat apabila data tersebut tersedia, relevan, dan dapat diakses sesuai kewenangan. Hasil pembelajaran berupa pemahaman indikator evaluasi employer branding dan rancangan format laporan performa konten yang dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan komunikasi.
Peserta mempraktikkan identifikasi elemen identitas perusahaan yang dapat digunakan sebagai dasar komunikasi employer branding. Aktivitas dimulai dengan menelaah informasi profil perusahaan, jenis layanan, karakteristik pekerjaan, kebijakan perusahaan yang relevan, materi komunikasi yang telah dipublikasikan, dan informasi lain yang telah disetujui untuk digunakan sebagai bahan pembelajaran. Berdasarkan informasi tersebut, peserta mengelompokkan pesan perusahaan ke dalam tema komunikasi, seperti pengenalan perusahaan, lingkungan dan aktivitas kerja, pengembangan kompetensi, pengalaman karyawan, proses recruitment, serta nilai yang ingin disampaikan perusahaan kepada calon karyawan. Peserta juga mempelajari cara membedakan informasi faktual yang telah dikonfirmasi dengan klaim yang masih memerlukan validasi. Peserta kemudian menyusun matriks pesan employer branding yang memuat tema, target audiens, tujuan komunikasi, informasi pendukung, kanal publikasi yang sesuai, dan pihak yang perlu memberikan persetujuan. Hasil kerja ditinjau pembimbing untuk memastikan kesesuaian dengan identitas perusahaan dan aktivitas yang benar-benar dijalankan. Hasil pembelajaran berupa matriks identitas dan pesan employer branding yang dapat menjadi dasar perencanaan konten pada bulan berikutnya.
Peserta mempraktikkan penyusunan rencana konten berdasarkan identitas perusahaan, target audiens, dan kebutuhan komunikasi yang telah diidentifikasi. Aktivitas dimulai dengan memilih tema konten yang relevan, menentukan tujuan setiap publikasi, menyusun pesan utama, memilih format konten, serta menentukan kanal dan jadwal publikasi berdasarkan kebutuhan perusahaan. Tema konten dapat mencakup pengenalan perusahaan dan layanan, informasi karier, aktivitas karyawan, proses kerja, pengalaman pengembangan kompetensi, kegiatan internal, serta dokumentasi pencapaian perusahaan yang telah disetujui untuk dipublikasikan. Peserta mempelajari cara menyeimbangkan kebutuhan komunikasi kepada kandidat potensial dengan kebutuhan informasi bagi karyawan aktif. Peserta kemudian menyusun editorial plan atau kalender konten menggunakan spreadsheet atau perangkat kerja yang digunakan perusahaan. Dokumen memuat tanggal rencana publikasi, tema, target audiens, format konten, pesan utama, kebutuhan materi, penanggung jawab, status produksi, dan status persetujuan. Peserta juga mengidentifikasi kebutuhan koordinasi dengan tim HR, recruitment, atau pihak lain untuk memperoleh informasi yang akurat. Hasil pembelajaran berupa kalender konten employer branding yang terstruktur, relevan dengan kebutuhan perusahaan, dan dapat digunakan sebagai acuan produksi serta monitoring publikasi.
Peserta mempraktikkan produksi konten berdasarkan editorial plan yang telah disetujui pembimbing. Aktivitas dapat mencakup penulisan caption, penyusunan materi visual, pembuatan naskah video pendek, pengolahan dokumentasi kegiatan perusahaan, serta pengembangan materi pengenalan pekerjaan yang mendukung kebutuhan recruitment. Untuk konten karier, peserta mengumpulkan informasi mengenai posisi, tanggung jawab pekerjaan, kualifikasi, dan proses seleksi dari sumber internal yang telah ditentukan. Informasi tersebut kemudian diolah menjadi materi komunikasi yang jelas dan mudah dipahami tanpa mengubah persyaratan atau menambahkan informasi yang belum dikonfirmasi oleh tim terkait. Untuk konten kehidupan kerja, peserta membantu menyusun cerita atau dokumentasi aktivitas karyawan berdasarkan kegiatan yang benar-benar terjadi dan telah memperoleh izin yang diperlukan. Peserta juga memeriksa kesesuaian teks, visual, identitas perusahaan, serta informasi pendukung sebelum mengajukan materi kepada pembimbing untuk ditinjau. Hasil pembelajaran berupa portofolio draf konten employer branding yang mencakup materi karier dan kehidupan kerja, disertai catatan tujuan komunikasi, target audiens, dan status persetujuan setiap materi.
Peserta membantu pelaksanaan publikasi konten dan dokumentasi kegiatan berdasarkan kalender konten yang telah disetujui. Aktivitas meliputi pemeriksaan kesiapan materi, verifikasi caption dan informasi pendukung, koordinasi persetujuan, penjadwalan publikasi, serta pencatatan tautan atau lokasi materi yang telah dipublikasikan. Dalam kegiatan Employee Branding, peserta dapat membantu mendokumentasikan aktivitas internal, pengenalan karyawan, kegiatan pengembangan kompetensi, atau aktivitas perusahaan lain yang relevan dan benar-benar dilaksanakan. Peserta berkoordinasi dengan pembimbing untuk memastikan kegiatan dapat didokumentasikan, pihak yang ditampilkan telah memberikan persetujuan yang diperlukan, dan informasi yang dibagikan tidak melanggar kerahasiaan perusahaan atau klien. Setelah publikasi, peserta mencatat tanggal tayang, kanal, format, tema, dan status konten dalam content tracker. Peserta juga membantu merekap respons atau pertanyaan audiens yang relevan dan meneruskannya kepada pihak yang berwenang apabila diperlukan. Hasil pembelajaran berupa dokumentasi publikasi, content tracker yang diperbarui, serta rekapitulasi aktivitas komunikasi yang dapat digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan rencana branding perusahaan.
Peserta membantu menyusun materi komunikasi internal berdasarkan kebutuhan dan arahan pembimbing. Aktivitas dapat mencakup penyusunan pengumuman kegiatan, materi pengenalan program perusahaan, dokumentasi aktivitas karyawan, materi apresiasi, serta informasi lain yang telah dikonfirmasi dan disetujui untuk disampaikan melalui kanal internal. Peserta berlatih mengumpulkan informasi dari sumber yang berwenang, menyusun pesan secara jelas, menyesuaikan format dengan kanal komunikasi, dan memeriksa kesesuaian informasi sebelum materi diajukan untuk persetujuan. Apabila terdapat dokumentasi pengalaman karyawan, peserta membantu menyusun pertanyaan atau bahan cerita yang relevan, memastikan partisipasi dilakukan secara sukarela, dan memperoleh persetujuan penggunaan materi sesuai prosedur perusahaan. Peserta juga membantu merekap pelaksanaan kegiatan komunikasi internal, termasuk jenis materi, sasaran audiens, kanal distribusi, tanggal pelaksanaan, dan respons yang dapat didokumentasikan. Masukan atau pertanyaan karyawan yang berkaitan dengan persoalan administratif atau ketenagakerjaan diteruskan kepada tim HR untuk ditindaklanjuti. Hasil pembelajaran berupa materi komunikasi internal, dokumentasi pengalaman karyawan yang telah memperoleh persetujuan, dan laporan pelaksanaan aktivitas Employee Branding yang mendukung komunikasi perusahaan dengan karyawan.
Peserta mempraktikkan pengumpulan, pemeriksaan, dan rekapitulasi data dari aktivitas Employee Branding yang dilaksanakan selama program magang. Data yang digunakan dapat mencakup kalender konten, materi yang dipublikasikan, jangkauan dan interaksi konten apabila tersedia, dokumentasi kegiatan internal, serta catatan pelaksanaan komunikasi perusahaan. Peserta menyusun rekapitulasi menggunakan spreadsheet atau format pelaporan yang digunakan perusahaan. Laporan memuat aktivitas yang direncanakan dan dilaksanakan, kanal publikasi, tema konten, status pelaksanaan, indikator performa yang tersedia, serta kendala yang ditemukan selama proses produksi atau distribusi materi. Berdasarkan data tersebut, peserta melakukan evaluasi sederhana dengan membandingkan hasil aktual terhadap tujuan komunikasi yang telah ditetapkan. Peserta mengidentifikasi pola yang terlihat pada performa konten, kebutuhan perbaikan proses persetujuan atau dokumentasi, dan peluang pengembangan materi yang lebih relevan dengan kebutuhan kandidat serta karyawan. Peserta kemudian menyusun rekomendasi yang didukung oleh data, seperti penyesuaian tema, format konten, jadwal publikasi, atau mekanisme dokumentasi aktivitas karyawan. Hasilnya dipresentasikan kepada pembimbing untuk memperoleh masukan dan memastikan rekomendasi sesuai dengan kondisi perusahaan. Hasil pembelajaran berupa laporan evaluasi Employee Branding, rekapitulasi performa konten, dan rekomendasi perbaikan yang menunjukkan kemampuan peserta menghubungkan aktivitas branding dengan kebutuhan komunikasi dan proses bisnis ALTEK.
Jl. Taman Alfa Indah No23 blok .K. 3, RT.7/RW.7, Petukangan Utara, Kec. Pesanggrahan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12260

Kota Tangerang
ALTEK CITRA CEMERLANG (ALTEK) merupakan perusahaan konsultan yang berfokus pada bidang Teknologi dan Periklanan

Biro Umum, Sekretariat Utama (Depok, Jawa Barat)
Kesehatan Gigi dan Mulut, Kesehatan Gigi, Keperawatan Gigi
Rasuna Residence Development
Tata Boga, Perhotelan, Pendidikan Tata Boga, Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, Pengelolaan Perhotelan
Tljo Asset Management
Bisnis Perhotelan, Perhotelan, Manajemen Perhotelan, Manajemen Perhotelan dan Pariwisata
Jakarta Pakar Kardia
Gizi dan Dietetika, Gizi Klinik

PT. Visi Utama Indonesia
Tata Boga, Perhotelan, Seni Kuliner, Manajemen Kuliner

PT. Prana Nadi
Tata Boga, Hospitality dan Pariwisata, Manajemen Pariwisata