Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Graha Proteksi Servis
Peserta magang IT & Security Systems Intern bertanggung jawab mendukung operasional teknologi informasi dan pemeliharaan sistem perusahaan. Tugas mencakup pencatatan inventaris perangkat TI, dukungan awal terhadap kendala perangkat keras dan perangkat lunak, dokumentasi jaringan, pengelolaan tiket bantuan teknis, serta pemantauan kondisi sistem sesuai akses yang diberikan. Peserta juga membantu pemeriksaan dasar keamanan perangkat, dokumentasi pencadangan data, pemantauan log yang diizinkan, dan pencatatan insiden teknologi informasi. Peserta diharapkan menyusun dokumentasi teknis dan laporan pekerjaan secara sistematis. Seluruh aktivitas dilakukan sesuai SOP, prinsip keamanan informasi, dan batas akses yang ditetapkan perusahaan.
Pada bulan pertama, peserta diperkenalkan pada struktur, fungsi, dan tanggung jawab departemen IT & Security Systems dalam mendukung aktivitas operasional perusahaan. Peserta mempelajari peran IT support dalam memastikan perangkat, aplikasi, jaringan, dan layanan digital dapat digunakan oleh karyawan secara optimal. Pembelajaran juga mencakup alur penerimaan permintaan bantuan teknis, pencatatan tiket, penentuan prioritas masalah, komunikasi dengan pengguna, serta proses eskalasi kepada staf yang memiliki kewenangan teknis lebih lanjut. Peserta akan mempelajari komponen dasar komputer, laptop, monitor, printer, perangkat penyimpanan, sistem operasi, aplikasi kerja, dan perangkat pendukung lainnya. Dalam praktiknya, peserta berlatih melakukan pemeriksaan awal terhadap perangkat, mengidentifikasi masalah umum, memasang aplikasi yang telah disetujui, memeriksa pembaruan sistem, serta mendokumentasikan tindakan perbaikan. Peserta juga diperkenalkan pada prosedur pemeliharaan perangkat, pengelolaan lisensi perangkat lunak, dan praktik penggunaan perangkat perusahaan yang aman.
Pada bulan kedua, peserta mempelajari dasar-dasar infrastruktur jaringan komputer dan administrasi sistem yang digunakan untuk mendukung komunikasi serta pertukaran data di lingkungan perusahaan. Materi meliputi konsep jaringan lokal (Local Area Network atau LAN), jaringan nirkabel, alamat IP, DNS, DHCP, gateway, router, switch, serta hubungan antara perangkat pengguna dan server. Peserta juga diperkenalkan pada konsep arsitektur jaringan, fungsi perangkat jaringan, dan pentingnya konektivitas yang stabil bagi kelangsungan operasional perusahaan. Dalam kegiatan praktik, peserta berlatih melakukan pemeriksaan konektivitas, mengidentifikasi gangguan jaringan sederhana, membaca konfigurasi dasar, serta menggunakan perangkat diagnostik yang telah disetujui. Peserta mempelajari cara membedakan masalah yang bersumber dari perangkat pengguna, koneksi jaringan, konfigurasi, atau layanan sistem. Setiap proses troubleshooting dilakukan dalam lingkungan yang diizinkan dan didokumentasikan agar hasil pemeriksaan dapat ditinjau kembali oleh supervisor.
Pada bulan ketiga, peserta mulai mempelajari prinsip dasar keamanan siber dan bagaimana perusahaan melindungi perangkat, akun, aplikasi, jaringan, serta informasi dari akses yang tidak sah dan gangguan keamanan. Peserta diperkenalkan pada konsep kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi (confidentiality, integrity, and availability), serta berbagai ancaman umum seperti phishing, malware, pencurian kredensial, rekayasa sosial, dan penyalahgunaan hak akses. Pembelajaran menekankan hubungan antara perilaku pengguna, konfigurasi sistem, dan kebijakan keamanan dalam menjaga lingkungan teknologi perusahaan. Peserta mempelajari fungsi perangkat lunak perlindungan endpoint, firewall, pembaruan keamanan, antivirus atau endpoint detection tools, serta mekanisme autentikasi. Melalui praktik terkontrol, peserta berlatih memeriksa status pembaruan sistem, mengenali indikator peringatan keamanan, meninjau konfigurasi dasar, dan mendokumentasikan kondisi perangkat. Peserta juga mempelajari pentingnya penggunaan perangkat lunak resmi, penghindaran aplikasi tidak berizin, serta penerapan kebijakan penggunaan perangkat dan media penyimpanan eksternal.
Pada bulan keempat, peserta mempelajari dasar-dasar administrasi sistem dan pemantauan infrastruktur IT yang mendukung layanan perusahaan. Materi mencakup pengenalan server, sistem operasi server, kapasitas penyimpanan, pemanfaatan CPU dan memori, ketersediaan layanan, serta pencatatan log sistem. Peserta memahami bahwa pemeliharaan infrastruktur tidak hanya berfokus pada penyelesaian gangguan, tetapi juga pada pemantauan kondisi sistem, deteksi dini masalah, pengelolaan perubahan, dan dokumentasi agar layanan tetap tersedia. Peserta diperkenalkan pada penggunaan dashboard pemantauan sistem dan metrik dasar untuk mengetahui kondisi perangkat maupun layanan. Dalam lingkungan latihan atau sistem yang telah mendapat izin, peserta berlatih membaca indikator penggunaan sumber daya, mengenali peringatan, memeriksa log yang relevan, serta menyusun laporan ketika ditemukan anomali. Peserta juga belajar membedakan peringatan biasa dari masalah yang memerlukan eskalasi segera kepada administrator atau tim infrastruktur.
Pada bulan kelima, peserta mempelajari proses pemantauan keamanan sistem dan penanganan awal insiden teknologi informasi. Peserta diperkenalkan pada fungsi Security Operations Center (SOC), konsep pengumpulan log, pemantauan peringatan keamanan, dan penggunaan alat pemantauan yang tersedia di perusahaan. Pembelajaran mencakup cara mengenali pola aktivitas yang tidak biasa, memahami informasi dasar dari log autentikasi, serta membedakan peringatan yang perlu diperiksa lebih lanjut dengan aktivitas rutin yang tidak menunjukkan indikasi ancaman. Peserta juga mempelajari tahapan umum penanganan insiden, mulai dari identifikasi, pencatatan, klasifikasi awal, eskalasi, penanganan oleh tim berwenang, hingga dokumentasi dan evaluasi setelah insiden. Melalui skenario simulasi, peserta berlatih menyusun kronologi kejadian, mencatat waktu dan sumber peringatan, mengidentifikasi aset yang mungkin terdampak, serta menyampaikan informasi yang diperlukan kepada supervisor. Peserta memahami bahwa setiap tindakan terhadap sistem harus mengikuti prosedur respons insiden, termasuk ketentuan mengenai pelestarian bukti digital dan pembatasan akses.
Pada bulan keenam, peserta mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama lima bulan sebelumnya melalui kegiatan dokumentasi teknis, evaluasi proses kerja, dan penyusunan proyek akhir. Peserta mempelajari cara mengubah hasil pekerjaan teknis menjadi dokumentasi yang mudah dipahami, konsisten, dan dapat digunakan oleh tim IT. Dokumentasi tersebut dapat mencakup inventaris perangkat, panduan troubleshooting, catatan perubahan konfigurasi, prosedur pemantauan sistem, checklist keamanan, atau alur eskalasi insiden. Peserta kemudian melakukan evaluasi sederhana terhadap proses kerja yang telah dipelajari selama magang. Dengan arahan supervisor, peserta mengidentifikasi kendala seperti dokumentasi perangkat yang belum seragam, pencatatan tiket yang kurang lengkap, kesulitan memantau aset, atau belum tersedianya panduan untuk menangani gangguan umum. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, peserta menyusun usulan perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan dapat diterapkan tanpa mengganggu layanan yang sedang berjalan.
Jl. Pemuda No.60-70, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur 60271

Kab. Jember
PT Graha Proteksi Servis merupakan perusahaan nasional yang berfokus pada pengembangan solusi keamanan terintegrasi (Integrated Security Solutions), mencakup penyediaan jasa keamanan swasta, sistem pengamanan, serta pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia di bidang keamanan. Didirikan pada tahun 2021 dan berkedudukan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, perusahaan ini dibangun dengan visi menjadi mitra strategis yang profesional, inovatif, dan terpercaya dalam mendukung kebutuhan perlindungan aset, operasional bisnis, serta pengelolaan risiko keamanan di berbagai sektor industri. Melalui pendekatan yang mengintegrasikan kompetensi personel, pemanfaatan teknologi, dan standar operasional yang terukur, PT Graha Proteksi Servis diarahkan untuk mengembangkan model bisnis keamanan yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan. Dengan peluang pengembangan layanan bagi sektor korporasi, komersial, industri, dan institusi, perusahaan berkomitmen membangun ekosistem layanan keamanan yang memiliki daya saing, potensi pertumbuhan jangka panjang, serta kemampuan menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, mitra strategis, dan investor.

PT. Menara Bumi Sejahtera (Fairfield By Marriott Surabaya)
Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, Administrasi Bisnis

Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Mohamad Soewandhie
Teknokimia Nuklir, Fisika, Teknik Nuklir

Puskesmas Bulak Banteng
Kesehatan Gigi dan Mulut, Keperawatan Gigi

Puskesmas Balas Klumprik
Kesehatan Gigi dan Mulut

Puskesmas Tanjungsari
Psikologi

Ramasari Surya Persada
Pendidikan Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional