Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Graha Proteksi Servis
Peserta magang Procurement & Logistics Intern bertugas mendukung proses pengadaan barang dan jasa serta koordinasi kegiatan logistik perusahaan. Tanggung jawab meliputi administrasi permintaan pembelian, pengumpulan penawaran pemasok, pembaruan database vendor, perbandingan harga dan spesifikasi, pemantauan persediaan, serta pencatatan barang masuk dan keluar. Peserta juga membantu pelacakan pengiriman, koordinasi jadwal distribusi, pemeriksaan kelengkapan dokumen pengadaan, dan penyusunan laporan persediaan maupun logistik. Peserta diharapkan mampu bekerja secara teliti dan terorganisasi dalam mendukung efisiensi rantai pasok. Pemilihan pemasok, negosiasi final, persetujuan pembelian, dan keputusan pengeluaran tetap dilakukan oleh staf berwenang.
Pada bulan pertama, peserta diperkenalkan pada fungsi dan tanggung jawab departemen Procurement & Logistics dalam mendukung kelancaran operasional perusahaan. Peserta mempelajari perbedaan antara pengadaan (procurement), pembelian (purchasing), logistik (logistics), pergudangan (warehousing), dan manajemen rantai pasok (supply chain management). Pembelajaran juga mencakup hubungan antara kebutuhan barang dan jasa, proses pemilihan pemasok, ketersediaan persediaan, distribusi, serta pengendalian biaya operasional. Peserta akan memahami bagaimana koordinasi antara Procurement, Finance, Warehouse, Operations, dan unit pemohon diperlukan untuk memastikan barang atau jasa tersedia sesuai spesifikasi, jumlah, waktu, dan anggaran yang telah ditentukan. Peserta selanjutnya mempelajari alur dasar pengadaan barang dan jasa, mulai dari pengajuan kebutuhan oleh unit pemohon, pemeriksaan spesifikasi, permintaan penawaran, evaluasi pemasok, persetujuan pembelian, penerbitan dokumen pesanan, hingga penerimaan dan pencatatan barang. Materi diberikan melalui observasi proses kerja, peninjauan dokumen yang diizinkan, dan studi kasus sederhana agar peserta memahami tanggung jawab setiap pihak dalam proses pengadaan. Peserta juga diperkenalkan pada prinsip transparansi, akuntabilitas, persaingan yang wajar, efisiensi biaya, serta pencegahan konflik kepentingan dalam pemilihan pemasok.
Pada bulan kedua, peserta mempelajari proses pencarian, pemilihan, dan pengelolaan pemasok untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa perusahaan. Peserta memahami bahwa proses pengadaan tidak hanya berfokus pada harga terendah, tetapi juga mempertimbangkan kualitas produk, kesesuaian spesifikasi, kapasitas pemasok, waktu pengiriman, layanan purnajual, ketentuan pembayaran, serta risiko keterlambatan. Pembelajaran mencakup pengenalan strategi sourcing, proses permintaan penawaran (Request for Quotation atau RFQ), dan prinsip evaluasi pemasok berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan perusahaan. Peserta berlatih membantu mengumpulkan penawaran dari pemasok yang telah disetujui untuk dihubungi, memeriksa kelengkapan informasi harga, membandingkan spesifikasi, dan menyusun tabel perbandingan penawaran. Peserta juga mempelajari cara mengidentifikasi perbedaan biaya, seperti harga barang, biaya pengiriman, pajak yang relevan, serta ketentuan pembayaran. Dalam proses tersebut, peserta diarahkan untuk memastikan bahwa perbandingan dilakukan menggunakan dasar yang konsisten sehingga tim Procurement dapat mengevaluasi alternatif pemasok secara lebih objektif.
Pada bulan ketiga, peserta berfokus pada pengelolaan persediaan dan operasional gudang untuk memastikan ketersediaan barang sesuai kebutuhan perusahaan. Peserta mempelajari konsep persediaan, klasifikasi barang, pencatatan stok masuk dan keluar, penempatan barang, serta pemantauan tingkat persediaan. Materi juga mencakup perbedaan antara stok tersedia, stok yang telah dialokasikan, stok dalam perjalanan, dan stok yang tidak dapat digunakan karena rusak atau memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Peserta memahami bahwa pencatatan inventaris yang akurat penting untuk mencegah kekurangan stok, kelebihan persediaan, dan gangguan terhadap kegiatan operasional. Dalam praktiknya, peserta mempelajari alur penerimaan barang, pemeriksaan jumlah dan kondisi fisik, pencocokan dengan purchase order serta surat jalan, dan pencatatan hasil penerimaan. Peserta juga diperkenalkan pada proses penyimpanan, pelabelan, penataan lokasi, pengambilan barang, dan pengeluaran stok berdasarkan prosedur gudang. Peserta berlatih menggunakan spreadsheet, barcode, atau sistem inventaris yang tersedia untuk memperbarui catatan persediaan. Jika ditemukan selisih antara stok fisik dan catatan sistem, peserta belajar mendokumentasikan temuan serta melaporkannya kepada petugas yang bertanggung jawab.
Pada bulan keempat, peserta mempelajari proses koordinasi logistik dan distribusi barang dari pemasok menuju gudang atau dari gudang menuju lokasi tujuan. Peserta memahami berbagai tahapan pengiriman, termasuk perencanaan jadwal, pemilihan metode transportasi, persiapan dokumen, konfirmasi dengan pemasok atau penyedia jasa logistik, serta pemantauan status pengiriman. Pembelajaran juga mencakup hubungan antara ketepatan waktu pengiriman, biaya transportasi, kondisi barang, dan kualitas pelayanan kepada unit penerima atau pelanggan. Peserta berlatih membantu memantau status pesanan dan pengiriman melalui sistem yang tersedia, memperbarui perkiraan waktu kedatangan, serta mencatat informasi penting seperti nomor pesanan, nomor resi, nama penyedia jasa, lokasi pengiriman, dan status penerimaan. Peserta juga mempelajari dokumen logistik yang umum digunakan, seperti surat jalan, bukti pengiriman, bukti penerimaan, dan dokumen pendukung lain sesuai jenis barang serta prosedur perusahaan. Dalam kegiatan tersebut, peserta belajar memeriksa konsistensi data dan menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak terkait.
Pada bulan kelima, peserta mempelajari analisis biaya pengadaan dan logistik serta evaluasi kinerja pemasok untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih efisien. Peserta memahami bahwa biaya pengadaan tidak hanya mencakup harga barang, tetapi juga dapat meliputi biaya transportasi, penyimpanan, penanganan, administrasi, dan biaya lain yang relevan. Peserta diperkenalkan pada konsep total biaya kepemilikan (Total Cost of Ownership atau TCO) serta cara membandingkan alternatif pemasok dengan mempertimbangkan harga, kualitas, ketepatan pengiriman, dan risiko operasional. Dalam praktiknya, peserta berlatih mengolah data transaksi pengadaan dan pengiriman menggunakan spreadsheet atau sistem perusahaan yang diizinkan. Peserta mempelajari cara mengelompokkan biaya berdasarkan pemasok, kategori barang, periode transaksi, atau jenis pengiriman. Peserta juga berlatih menghitung perubahan harga, membandingkan anggaran dengan realisasi apabila data tersedia, serta menyajikan informasi dalam tabel atau grafik sederhana. Kegiatan ini membantu peserta memahami bagaimana analisis data dapat digunakan untuk menemukan pola biaya, mengidentifikasi ketidaksesuaian, dan memberikan gambaran mengenai efisiensi proses pengadaan.
Pada bulan keenam, peserta mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama lima bulan sebelumnya melalui evaluasi proses pengadaan, pengelolaan persediaan, koordinasi logistik, dan penyusunan proyek akhir. Peserta mempelajari bagaimana data permintaan pembelian, penawaran pemasok, status pesanan, pergerakan stok, biaya pengadaan, dan kinerja pengiriman dapat digunakan untuk menilai efektivitas proses rantai pasok. Pembelajaran menekankan pentingnya menghubungkan ketepatan administrasi, ketersediaan barang, efisiensi biaya, dan keandalan pemasok dengan kebutuhan operasional perusahaan. Peserta kemudian melakukan peninjauan terhadap salah satu proses Procurement & Logistics yang telah dipelajari selama program magang. Dengan arahan supervisor, peserta mengidentifikasi kendala seperti keterlambatan pembaruan status pesanan, data pemasok yang belum konsisten, selisih catatan stok, dokumentasi pengiriman yang tidak seragam, atau keterbatasan pemantauan biaya. Analisis dilakukan berdasarkan data yang diizinkan dan ruang lingkup yang telah disepakati agar peserta dapat menjelaskan kondisi awal, menemukan peluang perbaikan, dan menentukan indikator yang sesuai untuk mengukur hasilnya.
Jl. Pemuda No.60-70, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur 60271

Kab. Jember
PT Graha Proteksi Servis merupakan perusahaan nasional yang berfokus pada pengembangan solusi keamanan terintegrasi (Integrated Security Solutions), mencakup penyediaan jasa keamanan swasta, sistem pengamanan, serta pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia di bidang keamanan. Didirikan pada tahun 2021 dan berkedudukan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, perusahaan ini dibangun dengan visi menjadi mitra strategis yang profesional, inovatif, dan terpercaya dalam mendukung kebutuhan perlindungan aset, operasional bisnis, serta pengelolaan risiko keamanan di berbagai sektor industri. Melalui pendekatan yang mengintegrasikan kompetensi personel, pemanfaatan teknologi, dan standar operasional yang terukur, PT Graha Proteksi Servis diarahkan untuk mengembangkan model bisnis keamanan yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan. Dengan peluang pengembangan layanan bagi sektor korporasi, komersial, industri, dan institusi, perusahaan berkomitmen membangun ekosistem layanan keamanan yang memiliki daya saing, potensi pertumbuhan jangka panjang, serta kemampuan menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, mitra strategis, dan investor.

PT. Menara Bumi Sejahtera (Fairfield By Marriott Surabaya)
Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, Administrasi Bisnis

Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Mohamad Soewandhie
Teknokimia Nuklir, Fisika, Teknik Nuklir

Puskesmas Bulak Banteng
Kesehatan Gigi dan Mulut, Keperawatan Gigi

Puskesmas Balas Klumprik
Kesehatan Gigi dan Mulut

Puskesmas Tanjungsari
Psikologi

Ramasari Surya Persada
Pendidikan Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional