Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Barakka Jaya Pangkep
Kegiatan mengolah hasil perikanan dan pertanian menjadi produk pangan yang berkualitas, aman dikonsumsi, dan bernilai tambah melalui tahapan pemilihan bahan baku, pencucian, pengolahan, pemberian bumbu, pemasakan, penggorengan, pengemasan, hingga penyimpanan.
Peserta diperkenalkan pada profil usaha IKM Barakka Jaya, meliputi sejarah berdiri, visi dan misi, produk unggulan, serta peran usaha dalam pengembangan ekonomi lokal.
Peserta mempelajari teknik pemilihan, penerimaan, penyimpanan, dan penanganan bahan baku agar tetap segar, higienis, serta memenuhi standar kualitas sebelum diproses.
Peserta mempelajari proses pembuatan abon ikan tuna mulai dari persiapan bahan baku, perebusan, pencabikan, pencampuran bumbu, hingga proses penggorengan dan pengemasan.
Peserta mempelajari proses pembuatan bakso ikan tuna, mulai dari pemilihan bahan, penggilingan, pencampuran bumbu, pembentukan, hingga perebusan dan penyimpanan produk.
Peserta mempelajari teknik pengolahan bandeng isian yang diisi dengan bumbu khas, mulai dari proses pembersihan, pemisahan duri, pengolahan bumbu, pengisian, hingga proses pemasakan dan penyajian.
Peserta mempelajari cara menilai kinerja tenaga kerja, meliputi kedisiplinan, produktivitas, keterampilan, serta kerja sama tim untuk meningkatkan efektivitas operasional usaha.
Peserta diperkenalkan pada profil usaha IKM Barakka Jaya, meliputi sejarah berdiri, visi dan misi, produk unggulan, serta peran usaha dalam pengembangan ekonomi lokal.
Materi ini membahas pentingnya menjaga keamanan pangan dari hulu ke hilir, termasuk pengendalian kontaminasi selama proses distribusi bahan baku hingga produk sampai ke konsumen
Peserta mempelajari teknik pengolahan ikan bandeng menjadi abon, termasuk pembersihan, penghilangan duri, pengolahan bumbu, hingga menghasilkan abon yang kering dan tahan lama.
Peserta diajarkan cara pembuatan nugget ikan tuna, termasuk pengolahan daging ikan, pencampuran bahan, pencetakan, pelapisan tepung, hingga proses pemasakan dan pengemasan.
Peserta mempelajari proses pembuatan abon bandeng, termasuk teknik pengolahan ikan, pemisahan duri, pencampuran bumbu, penggorengan, hingga menghasilkan abon yang kering, gurih, dan tahan lama.
Penilaian terhadap alur produksi, efisiensi penggunaan bahan dan waktu, serta identifikasi kendala untuk meningkatkan kualitas dan output produksi.
Gambaran umum industri pengolahan hasil perikanan, mulai dari potensi, jenis produk olahan, hingga peluang usaha di sektor perikanan.
Peserta mempelajari teknik pemilihan, penerimaan, penyimpanan, dan penanganan bahan baku agar tetap segar, higienis, serta memenuhi standar kualitas sebelum diproses.
Peserta diajarkan cara membuat nugget ikan tuna, mulai dari penggilingan daging ikan, pencampuran bahan, pencetakan, pelapisan tepung, hingga proses pengukusan dan penggorengan.
Peserta mempelajari teknik pembuatan abon tuna mulai dari pengukusan, pencabikan daging, pencampuran bumbu, hingga penggorengan dan pengeringan untuk menghasilkan abon berkualitas.
Peserta mempelajari cara membuat otak-otak dari ikan bandeng, mulai dari pengolahan daging ikan, pencampuran bahan, pembungkusan, hingga proses pengukusan atau pemanggangan.
Peserta memahami cara mengevaluasi strategi pemasaran, termasuk efektivitas promosi, jangkauan pasar, serta peningkatan penjualan produk.
Peserta memahami pentingnya legalitas usaha seperti NIB, P-IRT, sertifikat halal, dan izin lainnya untuk mendukung keberlangsungan dan kepercayaan konsumen.
Peserta memahami potensi risiko dalam rantai pasok seperti keterlambatan, kerusakan bahan, dan fluktuasi kualitas, serta strategi mitigasi untuk menjaga kelancaran produksi.
Peserta mempelajari proses pembuatan abon ikan tuna mulai dari persiapan bahan baku, perebusan, pencabikan, pencampuran bumbu, hingga proses penggorengan dan pengemasan.
Peserta mempelajari proses pembuatan bandeng isian yang diisi bumbu khas, mulai dari pembersihan, pengolahan, pengisian, hingga proses pemasakan.
Peserta diajarkan teknik pembuatan bakso ikan tuna, mulai dari penggilingan daging ikan, pencampuran bahan, pembentukan, perebusan, hingga penyimpanan produk.
Evaluasi terhadap penerapan standar operasional, praktik produksi yang baik (GMP), dan sistem keamanan pangan (HACCP) untuk memastikan kualitas dan keamanan produk.
Materi ini menekankan pentingnya kebersihan lingkungan, alat, dan tenaga kerja untuk menjaga kualitas dan keamanan produk.
Materi ini menjelaskan alur rantai pasok mulai dari pemasok, produksi, penyimpanan, hingga distribusi, serta pentingnya koordinasi antar pihak untuk efisiensi operasional.
Peserta diajarkan cara pembuatan otak-otak berbahan ikan bandeng, mulai dari pengolahan daging ikan, pencampuran bumbu, pembungkusan, hingga proses pemanggangan atau pengukusan.
Peserta mempelajari proses pembuatan bakso ikan tuna, mulai dari pemilihan bahan, penggilingan, pencampuran bumbu, pembentukan, hingga perebusan dan penyimpanan produk.
Peserta diajarkan cara membuat nugget ikan tuna, mulai dari pengolahan bahan, pencampuran, pencetakan, pelapisan, hingga proses pengukusan dan penggorengan.
Peserta mempelajari sistem penanganan keluhan konsumen, mulai dari penerimaan, analisis, hingga tindak lanjut sebagai upaya peningkatan kepuasan pelanggan.
Peserta mempelajari prinsip-prinsip keamanan pangan agar produk yang dihasilkan aman dikonsumsi dan sesuai standar.
Materi ini membahas pengelolaan stok bahan baku dan produk jadi secara efektif untuk menghindari kelebihan atau kekurangan persediaan.
Peserta memperdalam teknik produksi abon bandeng dengan fokus pada konsistensi rasa, tekstur, serta efisiensi proses produksi skala usaha.
Peserta mempelajari teknik menghasilkan bawang goreng yang renyah dan berkualitas, mulai dari pemilihan bahan, pengirisan, penggorengan, hingga pengemasan.
Peserta mempelajari teknik pengolahan bandeng isian yang diisi dengan bumbu khas, mulai dari proses pembersihan, pemisahan duri, pengolahan bumbu, pengisian, hingga proses pemasakan dan penyajian.
Penerapan K3 di lingkungan kerja, termasuk identifikasi potensi bahaya dan upaya pencegahan kecelakaan kerja.
Membahas Good Manufacturing Practices (GMP) sebagai pedoman dalam proses produksi yang baik dan benar untuk menghasilkan produk berkualitas.
Peserta dikenalkan strategi pemasaran baik secara offline maupun online, termasuk branding, promosi, dan pemanfaatan media digital untuk meningkatkan penjualan.
Peserta mempelajari proses pembuatan bakso ikan tuna, termasuk teknik penggilingan, pencampuran bahan pengikat, pembentukan, hingga perebusan dan penyimpanan.
Peserta mempelajari teknik pengolahan ikan bandeng menjadi abon, termasuk teknik pemisahan duri, pengolahan bumbu, hingga menghasilkan produk yang tahan lama dan bercita rasa khas.
Peserta memahami teknik pembuatan abon tuna, mulai dari perebusan, pencabikan, pencampuran bumbu, hingga proses penggorengan dan pengeringan.
Peserta mempelajari cara menilai kinerja tenaga kerja, meliputi kedisiplinan, produktivitas, keterampilan, serta kerja sama tim untuk meningkatkan efektivitas operasional usaha.
Peserta memahami pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk memastikan setiap proses produksi berjalan konsisten dan efisien.
Materi ini membahas sistem distribusi produk yang efektif, mulai dari pengemasan, penyimpanan, hingga pengiriman agar produk sampai ke konsumen dalam kondisi baik.
Peserta mempelajari teknik pembuatan bandeng isian yang diisi dengan bumbu khas, mulai dari proses pembersihan, pengisian, hingga pengolahan akhir.
Peserta diajarkan cara membuat otak-otak berbahan ikan bandeng, mulai dari pengolahan bahan, pencampuran, pembungkusan, hingga proses pengukusan atau pemanggangan.
Peserta memahami penguatan praktik pembuatan abon bandeng dengan fokus pada konsistensi rasa, tekstur, serta peningkatan efisiensi produksi.
Peserta memahami cara mengukur dan mengevaluasi peningkatan produktivitas melalui indikator kinerja, efisiensi kerja, serta penerapan metode perbaikan berkelanjutan.
Gambaran umum industri pengolahan hasil perikanan, mulai dari potensi, jenis produk olahan, hingga peluang usaha di sektor perikanan.
Peserta mempelajari pentingnya perawatan rutin peralatan produksi untuk menjaga kinerja alat, memperpanjang usia pakai, dan mencegah kerusakan.
Peserta diajarkan proses pengolahan bawang goreng yang renyah dan berkualitas, mulai dari pemilihan bahan, pengirisan, penggorengan, hingga pengemasan.
Peserta diajarkan penguatan keterampilan dalam produksi abon tuna dengan fokus pada konsistensi kualitas, efisiensi proses, dan standar produksi.
Peserta mempraktikkan produksi bawang goreng untuk meningkatkan keterampilan yang berfokus pada kualitas produk.
Penilaian terhadap alur produksi, efisiensi penggunaan bahan dan waktu, serta identifikasi kendala untuk meningkatkan kualitas dan output produksi.
Materi ini menjelaskan sistem Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) untuk mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya dalam proses produksi.
Materi ini menjelaskan kegiatan pemeriksaan dan identifikasi kondisi mesin secara berkala untuk memastikan kelayakan operasional dan mencegah gangguan produksi.
Peserta kembali mempraktikkan produksi abon bandeng sebagai penguatan keterampilan, dengan penekanan pada standar kualitas dan efisiensi waktu produksi.
Peserta kembali mempraktikkan produksi bawang goreng untuk meningkatkan keterampilan, dengan penekanan pada kualitas produk dan efisiensi kerja.
Peserta mempelajari proses pembuatan abon bandeng, termasuk teknik pengolahan ikan, pemisahan duri, pencampuran bumbu, penggorengan, hingga menghasilkan abon yang kering, gurih, dan tahan lama.
Peserta memahami cara mengevaluasi strategi pemasaran, termasuk efektivitas promosi, jangkauan pasar, serta peningkatan penjualan produk.
Peserta memahami pentingnya legalitas usaha seperti NIB, P-IRT, sertifikat halal, dan izin lainnya untuk mendukung keberlangsungan dan kepercayaan konsumen.
Peserta memahami prosedur pembersihan menyeluruh dan sanitasi lingkungan produksi untuk menjaga kebersihan, mencegah kontaminasi, serta mendukung keamanan pangan.
Peserta mempelajari teknik pengolahan ikan bandeng menjadi abon, termasuk pembersihan, penghilangan duri, pengolahan bumbu, hingga menghasilkan abon yang kering dan tahan lama.
Peserta kembali mengulang praktik untuk memperkuat penguasaan teknik produksi abon bandeng, menjaga standar mutu, dan meningkatkan produktivitas.
Peserta mempelajari cara membuat otak-otak dari ikan bandeng, mulai dari pengolahan daging ikan, pencampuran bahan, pembungkusan, hingga proses pengukusan atau pemanggangan.
Evaluasi terhadap penerapan standar operasional, praktik produksi yang baik (GMP), dan sistem keamanan pangan (HACCP) untuk memastikan kualitas dan keamanan produk.
Peserta mempelajari cara memilih, menyimpan, dan menangani bahan baku agar tetap segar dan berkualitas sebelum diolah.
Materi ini membahas pentingnya menjaga keamanan pangan dari hulu ke hilir, termasuk pengendalian kontaminasi selama proses distribusi bahan baku hingga produk sampai ke konsumen
Peserta diajarkan cara membuat nugget ikan tuna, mulai dari penggilingan daging ikan, pencampuran bahan, pencetakan, pelapisan tepung, hingga proses pengukusan dan penggorengan.
Peserta diajarkan cara pembuatan nugget ikan tuna, termasuk pengolahan daging ikan, pencampuran bahan, pencetakan, pelapisan tepung, hingga proses pemasakan dan pengemasan.
Peserta diajarkan teknik pembuatan bakso ikan tuna, mulai dari penggilingan daging ikan, pencampuran bahan, pembentukan, perebusan, hingga penyimpanan produk.
Peserta mempelajari sistem penanganan keluhan konsumen, mulai dari penerimaan, analisis, hingga tindak lanjut sebagai upaya peningkatan kepuasan pelanggan.
Materi ini menekankan pentingnya kebersihan lingkungan, alat, dan tenaga kerja untuk menjaga kualitas dan keamanan produk.
Peserta memahami potensi risiko dalam rantai pasok seperti keterlambatan, kerusakan bahan, dan fluktuasi kualitas, serta strategi mitigasi untuk menjaga kelancaran produksi.
Peserta diajarkan cara pembuatan otak-otak berbahan ikan bandeng, mulai dari pengolahan daging ikan, pencampuran bumbu, pembungkusan, hingga proses pemanggangan atau pengukusan.
Peserta mempelajari teknik pembuatan abon tuna mulai dari pengukusan, pencabikan daging, pencampuran bumbu, hingga penggorengan dan pengeringan untuk menghasilkan abon berkualitas.
Peserta diajarkan cara membuat nugget ikan tuna, mulai dari pengolahan bahan, pencampuran, pencetakan, pelapisan, hingga proses pengukusan dan penggorengan.
Penerapan K3 di lingkungan kerja, termasuk identifikasi potensi bahaya dan upaya pencegahan kecelakaan kerja.
Materi ini mencakup tahapan persiapan sebelum produksi, seperti penyiapan alat, bahan, serta pengecekan kesiapan proses kerja.
Materi ini menjelaskan alur rantai pasok mulai dari pemasok, produksi, penyimpanan, hingga distribusi, serta pentingnya koordinasi antar pihak untuk efisiensi operasional.
Peserta memperdalam teknik produksi abon bandeng dengan fokus pada konsistensi rasa, tekstur, serta efisiensi proses produksi skala usaha.
Peserta mempelajari proses pembuatan bandeng isian yang diisi bumbu khas, mulai dari pembersihan, pengolahan, pengisian, hingga proses pemasakan.
Peserta memahami teknik pembuatan abon tuna, mulai dari perebusan, pencabikan, pencampuran bumbu, hingga proses penggorengan dan pengeringan.
Peserta memahami cara mengukur dan mengevaluasi peningkatan produktivitas melalui indikator kinerja, efisiensi kerja, serta penerapan metode perbaikan berkelanjutan.
Peserta mempelajari prinsip-prinsip keamanan pangan agar produk yang dihasilkan aman dikonsumsi dan sesuai standar.
Materi ini membahas pengelolaan stok bahan baku dan produk jadi secara efektif untuk menghindari kelebihan atau kekurangan persediaan.
Peserta mempelajari proses pembuatan bakso ikan tuna, termasuk teknik penggilingan, pencampuran bahan pengikat, pembentukan, hingga perebusan dan penyimpanan.
Peserta mempelajari teknik menghasilkan bawang goreng yang renyah dan berkualitas, mulai dari pemilihan bahan, pengirisan, penggorengan, hingga pengemasan.
Peserta memahami penguatan praktik pembuatan abon bandeng dengan fokus pada konsistensi rasa, tekstur, serta peningkatan efisiensi produksi.
Peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya K3 untuk menjaga keselamatan tenaga kerja dan mencegah kecelakaan di tempat kerja.
Peserta dikenalkan strategi pemasaran baik secara offline maupun online, termasuk branding, promosi, dan pemanfaatan media digital untuk meningkatkan penjualan.
Peserta mempelajari teknik pembuatan bandeng isian yang diisi dengan bumbu khas, mulai dari proses pembersihan, pengisian, hingga pengolahan akhir.
Peserta mempelajari teknik pengolahan ikan bandeng menjadi abon, termasuk teknik pemisahan duri, pengolahan bumbu, hingga menghasilkan produk yang tahan lama dan bercita rasa khas.
Membahas Good Manufacturing Practices (GMP) sebagai pedoman dalam proses produksi yang baik dan benar untuk menghasilkan produk berkualitas.
Materi ini membahas sistem distribusi produk yang efektif, mulai dari pengemasan, penyimpanan, hingga pengiriman agar produk sampai ke konsumen dalam kondisi baik.
Peserta diajarkan proses pengolahan bawang goreng yang renyah dan berkualitas, mulai dari pemilihan bahan, pengirisan, penggorengan, hingga pengemasan.
Peserta diajarkan cara membuat otak-otak berbahan ikan bandeng, mulai dari pengolahan bahan, pencampuran, pembungkusan, hingga proses pengukusan atau pemanggangan.
Penerapan metode 5S untuk menciptakan lingkungan kerja yang rapi, bersih, dan efisien sehingga meningkatkan produktivitas.
Peserta mempelajari pentingnya perawatan rutin peralatan produksi untuk menjaga kinerja alat, memperpanjang usia pakai, dan mencegah kerusakan.
Peserta kembali mempraktikkan produksi abon bandeng sebagai penguatan keterampilan, dengan penekanan pada standar kualitas dan efisiensi waktu produksi.
Peserta diajarkan penguatan keterampilan dalam produksi abon tuna dengan fokus pada konsistensi kualitas, efisiensi proses, dan standar produksi.
Peserta memahami pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk memastikan setiap proses produksi berjalan konsisten dan efisien.
Materi ini menjelaskan kegiatan pemeriksaan dan identifikasi kondisi mesin secara berkala untuk memastikan kelayakan operasional dan mencegah gangguan produksi.
Peserta kembali mempraktikkan produksi bawang goreng untuk meningkatkan keterampilan, dengan penekanan pada kualitas produk dan efisiensi kerja.
Materi ini menjelaskan sistem Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) untuk mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya dalam proses produksi.
Peserta memahami prosedur pembersihan menyeluruh dan sanitasi lingkungan produksi untuk menjaga kebersihan, mencegah kontaminasi, serta mendukung keamanan pangan.
Peserta kembali mengulang praktik untuk memperkuat penguasaan teknik produksi abon bandeng, menjaga standar mutu, dan meningkatkan produktivitas.
Peserta mempelajari cara memilih, menyimpan, dan menangani bahan baku agar tetap segar dan berkualitas sebelum diolah.
Materi ini mencakup tahapan persiapan sebelum produksi, seperti penyiapan alat, bahan, serta pengecekan kesiapan proses kerja.
Peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya K3 untuk menjaga keselamatan tenaga kerja dan mencegah kecelakaan di tempat kerja.
Penerapan metode 5S untuk menciptakan lingkungan kerja yang rapi, bersih, dan efisien sehingga meningkatkan produktivitas.
5GRV+G78, Samalewa, Kec. Bungoro, Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan, Sulawesi Selatan 90617

Kab. Pangkajene Kepulauan
Barakka Jaya merupakan Industri Kecil Menengah yang bergerak di bidang pengolahan hasil perikanan di Kabupaten Pangkep. Barakka Jaya mengembangkan produk olahan berkualitas dengan memanfaatkan potensi hasil perikanan lokal serta menerapkan inovasi dalam produksi dan pemasaran.

Citra Utama
Pendidikan Teknik Elektro, Pendidikan Teknik Mesin

Semen Tonasa
Teknik Informatika

Semen Tonasa
Teknik Informatika, Teknik Komputer

Semen Tonasa
Teknik Informatika

Semen Tonasa
Teknik Informatika

Semen Tonasa
Teknik Informatika, Teknik Mesin, Teknik Industri