Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Ksatria Medika Airlangga
Melaksanakan kegiatan pemagangan di bidang pencitraan medis yang meliputi persiapan dan pelaksanaan pemeriksaan radiografi diagnostik sesuai prosedur operasional standar, penerapan proteksi radiasi dan keselamatan pasien, serta dukungan pemeriksaan pada kasus kegawatdaruratan dan trauma di bawah supervisi tenaga profesional. Peserta juga terlibat dalam pengelolaan pelayanan radiologi, komunikasi dan koordinasi antarprofesi, pengelolaan logistik, pengendalian dan evaluasi mutu citra, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Selain itu, peserta mengembangkan kompetensi dalam inovasi teknologi pemeriksaan, sistem informasi radiologi, analisis permasalahan pelayanan, dan penyusunan kajian serta publikasi ilmiah untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan pencitraan medis.
pengenalan Struktur organisasi instalasi radiologi dan pembagian tugas. Etika profesi, kerahasiaan rekam medis, informed consent sesuai indikasi, dan hak pasien. Alur pelayanan, SPO, komunikasi efektif, serta pelaporan insiden.
Positioning toraks PA dan lateral pada pasien yang sesuai. Simulasi toraks AP untuk pasien dengan keterbatasan mobilitas. Positioning abdomen AP supine dan erect sesuai indikasi. Evaluasi inspirasi, rotasi, kolimasi, penetrasi, dan cakupan anatomi.
Alur pelayanan radiologi pada kondisi gawat darurat. Prioritas pemeriksaan berdasarkan permintaan klinis dan urgensi. Komunikasi dengan dokter IGD, perawat, dan tim resusitasi. Identifikasi pasien, keselamatan pasien, dan proteksi radiasi dalam situasi darurat. penerimaan dan verifikasi permintaan pemeriksaan emergensi. radiografi toraks, pelvis, dan ekstremitas pada skenario kegawatdaruratan. penentuan prioritas alur kerja bersama pembimbing. dokumentasi, serah terima, dan eskalasi ketika pemeriksaan terkendala.
Memetakan alur pelayanan pasien. Menyusun jadwal kerja dan pembagian tugas antar rekan pemagangan. Menganalisis hambatan waktu tunggu. Membuat rencana pengembangan pelayanan berdasarkan kebutuhan fasilitas. inventarisasi alat dan aksesori, pengelolaan bahan habis pakai, pencatatan stok, perencanaan kebutuhan, penyimpanan, dan pelaporan kerusakan.
Mengidentifikasi masalah teknis yang berulang dalam pemeriksaan. Membandingkan alur kerja atau teknik pemeriksaan yang tersedia. Menyusun ide perbaikan teknik atau alat bantu kerja. Membuat prototipe sederhana atau simulasi solusi dan mengevaluasinya menggunakan kriteria keselamatan. Memetakan alur data dari pendaftaran hingga penyimpanan citra. Mengidentifikasi hambatan dalam pencatatan dan pengambilan citra. Membuat rancangan formulir digital, dashboard sederhana, atau sistem pelacakan pemeriksaan. Menguji rancangan menggunakan data simulasi dan menilai kemudahan penggunaannya.
identifikasi masalah penelitian, rumusan masalah, tujuan, desain penelitian pelayanan, variabel, metode pengumpulan data, etika penelitian, dan perlindungan data pasien. Mengolah data kajian yang telah disetujui. Membuat tabel dan grafik hasil. Menyusun draf artikel atau laporan ilmiah. Melakukan pemeriksaan konsistensi data, sitasi, dan daftar pustaka.
Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas. Pencegahan dan pengendalian infeksi, kebersihan tangan, APD, dan keselamatan ergonomi. Pencegahan jatuh, pemindahan pasien, dan penanganan keadaan darurat.
Pemeriksaan manus, wrist, brachii, antebrachii, elbow, dan shoulder. Pemeriksaan pedis, ankle, cruris, genu, dan femur. Pemilihan proyeksi tambahan berdasarkan indikasi dan SPO. Evaluasi posisi, kolimasi, marker, dan kelengkapan anato
penanganan pasien trauma dan koordinasi dengan tim trauma. Radiografi pada dugaan cedera toraks, pelvis, tulang belakang, dan ekstremitas. Imobilisasi, pencegahan perburukan cedera, serta keterbatasan positioning. Proteksi radiasi dan pemilihan proyeksi sesuai kondisi pasien. radiografi pasien dengan dugaan fraktur ekstremitas. radiografi toraks dan pelvis pada skenario trauma. pemindahan dan positioning dengan mempertahankan stabilisasi pasien. modifikasi teknik pada pasien yang tidak dapat diposisikan secara rutin.
: komunikasi antarprofesi, koordinasi dengan dokter pengirim, perawat, manajemen rumah sakit, teknisi alat, pemasok, dan pasien; komunikasi risiko serta penanganan keluhan. identifikasi bahaya, penilaian risiko, proteksi radiasi, keselamatan listrik, ergonomi, pengendalian infeksi, dan prosedur respons keadaan darurat.
indikator mutu, pengukuran waktu tunggu, tingkat pengulangan citra, kelengkapan dokumentasi, kepatuhan terhadap SPO, serta teknik analisis data deskriptif. audit mutu, siklus perbaikan berkelanjutan, evaluasi capaian indikator, analisis akar masalah, dan pengukuran tindak lanjut.
peninjauan kompetensi, etika kerja, keselamatan pasien, evaluasi diri, dan rencana pengembangan profesional.
Pemeriksaan kondisi apron timbal dan alat proteksi. Simulasi pengaturan kolimasi dan parameter paparan. Praktik penggunaan dosimeter sesuai prosedur fasilitas. Observasi pemeriksaan area radiasi dan pengisian log keselamatan.
Pemeriksaan servikal, torakal, dan lumbal sesuai protokol. Pemeriksaan pelvis dan hip. Latihan proyeksi khusus yang tersedia di fasilitas. Simulasi pemilihan proyeksi dengan mempertimbangkan nyeri dan keterbatasan gerak.
Pengelolaan area pemeriksaan dan proteksi radiasi. Tantangan pemeriksaan pada pasien dengan alat bantu napas, monitor, dan keterbatasan mobilitas. Koordinasi dengan tenaga kesehatan serta pengendalian infeksi. Pemeriksaan kesiapan unit portabel dan detektor. Radiografi toraks AP portabel. positioning dengan keterbatasan ruang dan peralatan pendukung pasien. Komunikasi dengan perawat dan dokumentasi pemeriksaan.
Identifikasi komponen dan pemeriksaan kesiapan alat. Latihan pengaturan faktor eksposi pada phantom. Simulasi akuisisi, pemrosesan, dan penyimpanan citra. Identifikasi artefak dan latihan penggunaan konsol.
Simulasi positioning pediatrik menggunakan phantom. Latihan komunikasi dan persiapan pasien anak bersama pendamping. Praktik adaptasi pemeriksaan pada pasien geriatri dan pasien dengan keterbatasan gerak. Evaluasi parameter eksposi, kolimasi, dan pencegahan pengulangan citra.
Kriteria citra diagnostik yang dapat diterima. Penyebab pengulangan citra: positioning, gerakan, kolimasi, artefak, dan faktor eksposi. Prinsip analisis reject/repeat dan pengaruhnya terhadap dosis pasien. Dokumentasi dan pelaporan hasil evaluasi mutu.
Universitas, Jl. Prof. DR. Moestopo No.47, Pacar Kembang, Kec. Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur 60132

Kota Surabaya
Yayasan Ksatria Medika Airlangga merupakan organisasi nirlaba yang didirikan pada tanggal 10 Januari 2017 oleh alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.Yayasan ini mengoperasikan layanan rumah sakit terapung yang kemudian disebut Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga.Rumah sakit kapal ini sejak semula didesain dari awal sebagai kapal dengan peruntukan selayaknya sebuah rumah sakit lengkap dengan kamar operasi di dalamnya. Dibangun di Galesong, Sulawesi Selatan dalam rupa sebuah kapal Phinisi dari kayu berukuran 27 meter x 7 meter yang dilengkapi dengan fasilitas kesehatan modern, termasuk dua ruang operasi di dalamnya.Kami melakukan pelayanan kesehatan menyeluruh bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terpencil di Indonesia. Kami mengirimkan rumah sakit berupa sebuah kapal serta dokter spesialis dan tim untuk mengupayakan menyelesaikan masalah kesehatan di pulau-pulau secara GRATIS

PT. Menara Bumi Sejahtera (Fairfield By Marriott Surabaya)
Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, Administrasi Bisnis

Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Mohamad Soewandhie
Teknokimia Nuklir, Fisika, Teknik Nuklir

Puskesmas Bulak Banteng
Kesehatan Gigi dan Mulut, Keperawatan Gigi

Puskesmas Balas Klumprik
Kesehatan Gigi dan Mulut

Puskesmas Tanjungsari
Psikologi

Ramasari Surya Persada
Pendidikan Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional