Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.
PT. Meratus Line
Pengawasan teknis reefer, pengendalian produktivitas repair, pengelolaan manpower, spare parts, serta pencapaian KPI operasional.
Peserta mempelajari alur proses bisnis Maintenance and Repair (MNR) reefer container, mulai dari penerimaan unit, pemeriksaan awal, identifikasi kebutuhan perbaikan, pelaksanaan pekerjaan, hingga pengujian dan penyelesaian repair. Materi mencakup pengenalan komponen utama reefer container, fungsi sistem pendingin, alur koordinasi antara tim teknis, supervisor, warehouse, dan pihak terkait, serta pemahaman dokumen administrasi dan pencatatan status pekerjaan. Peserta juga diperkenalkan pada alur pengawasan operasional, penggunaan sumber daya, dan indikator kinerja dasar untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi kelancaran proses repair reefer.
Peserta mempelajari prinsip dasar sistem pendingin reefer container, fungsi komponen elektrikal dan mekanikal, serta parameter operasional yang digunakan untuk mengevaluasi kondisi unit. Materi mencakup pengenalan gejala kerusakan, pembacaan alarm dan kode gangguan, pemahaman prosedur troubleshooting, serta penggunaan checklist pemeriksaan sesuai standar teknis yang berlaku. Peserta juga mempelajari proses pengawasan kualitas repair, verifikasi hasil pekerjaan, pengujian fungsi unit setelah perbaikan, dan dokumentasi temuan teknis. Seluruh aktivitas teknis dilaksanakan sesuai prosedur keselamatan kerja dan di bawah pengawasan personel yang berwenang, dengan penekanan pada ketepatan diagnosis, kesesuaian hasil repair, dan pengurangan risiko pekerjaan ulang (rework).
Peserta mempelajari perencanaan dan pengalokasian manpower berdasarkan volume pekerjaan, tingkat kesulitan repair, kompetensi teknisi, dan prioritas operasional. Materi mencakup pemahaman pembagian tugas dan shift kerja, pemantauan beban kerja, pencatatan jam kerja, serta evaluasi produktivitas berdasarkan jumlah unit yang ditangani, durasi penyelesaian pekerjaan, dan pemanfaatan tenaga kerja. Peserta juga mempelajari faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas, seperti ketersediaan spare parts, waktu tunggu, tingkat kerusakan, dan pekerjaan ulang. Pembelajaran diarahkan pada kemampuan mengolah data produktivitas, mengidentifikasi hambatan operasional, serta memahami cara meningkatkan efektivitas penggunaan manpower tanpa mengabaikan kualitas repair dan keselamatan kerja.
Peserta mempelajari proses pengelolaan spare parts untuk mendukung kegiatan repair reefer container, meliputi identifikasi kebutuhan suku cadang, pencatatan penerimaan dan pengeluaran, pembaruan data stok, serta monitoring ketersediaan material. Materi mencakup klasifikasi spare parts berdasarkan jenis dan fungsi, pengendalian penggunaan material, rekonsiliasi data inventaris, serta koordinasi dengan tim warehouse terkait pemenuhan kebutuhan repair. Peserta juga mempelajari pentingnya akurasi pencatatan, pemantauan pola penggunaan suku cadang, dan identifikasi potensi kekurangan stok maupun material yang jarang digunakan. Pembelajaran ini bertujuan membangun pemahaman mengenai hubungan antara pengendalian inventaris, waktu tunggu perbaikan, dan produktivitas operasional.
Peserta mempelajari proses pengumpulan, validasi, pengolahan, dan analisis data operasional untuk mendukung monitoring pencapaian KPI reefer. Materi mencakup penggunaan Microsoft Excel untuk menyusun laporan berkala, rekapitulasi aktivitas repair, analisis produktivitas manpower, pemantauan durasi penyelesaian pekerjaan, serta evaluasi penggunaan spare parts. Peserta juga mempelajari cara membandingkan realisasi dengan target KPI, mengidentifikasi tren dan penyimpangan kinerja, serta menyajikan informasi melalui tabel, grafik, atau dashboard monitoring. Selain itu, peserta memahami mekanisme koordinasi antara tim teknis, supervisor, warehouse, dan pihak terkait untuk menindaklanjuti kendala operasional, menyelaraskan prioritas pekerjaan, serta mendukung pencapaian target produktivitas dan kualitas repair.
Peserta melaksanakan proyek perbaikan berkelanjutan berdasarkan permasalahan nyata dalam operasional reefer, seperti rendahnya produktivitas repair, ketidakseimbangan alokasi manpower, tingginya waktu tunggu spare parts, pekerjaan ulang, atau belum optimalnya pencapaian KPI. Aktivitas pembelajaran mencakup identifikasi masalah, pengumpulan dan analisis data, penentuan akar penyebab, penyusunan alternatif solusi, serta perancangan rencana implementasi dengan mempertimbangkan aspek teknis, produktivitas, kualitas, dan penggunaan sumber daya. Peserta mengintegrasikan pemahaman proses bisnis MNR, troubleshooting dan quality control, manpower planning, inventory management, KPI monitoring, reporting, serta koordinasi operasional dalam menyusun usulan perbaikan yang terukur. Peserta juga mempelajari penetapan ruang lingkup, timeline, indikator keberhasilan, dan metode evaluasi proyek, kemudian menyusun laporan serta mempresentasikan hasil analisis, rekomendasi perbaikan, dan potensi dampaknya terhadap produktivitas repair serta pencapaian KPI operasional.
QPJG+P2F, Perak Bar., Kec. Krembangan, Surabaya, Jawa Timur 60177
Kota Surabaya

PT. Menara Bumi Sejahtera (Fairfield By Marriott Surabaya)
Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, Administrasi Bisnis

Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Mohamad Soewandhie
Teknokimia Nuklir, Fisika, Teknik Nuklir

Puskesmas Bulak Banteng
Kesehatan Gigi dan Mulut, Keperawatan Gigi

Puskesmas Balas Klumprik
Kesehatan Gigi dan Mulut

Puskesmas Tanjungsari
Psikologi

Ramasari Surya Persada
Pendidikan Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional