Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Graha Proteksi Servis
Peserta magang Security Operations Intern bertugas mendukung kegiatan operasional keamanan perusahaan melalui pemantauan kondisi lingkungan kerja, pemeriksaan kepatuhan terhadap prosedur keamanan, pencatatan aktivitas pengamanan, serta dokumentasi kejadian atau potensi risiko. Peserta membantu menyusun laporan keamanan berkala, mengidentifikasi area yang memerlukan perhatian, memperbarui checklist pemeriksaan, dan mendukung evaluasi penerapan standar operasional prosedur (SOP). Peserta juga membantu koordinasi administratif dengan tim keamanan terkait tindak lanjut temuan. Seluruh kegiatan dilaksanakan di bawah supervisi petugas berwenang dan sesuai dengan kebijakan keamanan perusahaan.
Peserta diperkenalkan dengan fungsi Security Operations dalam mendukung keberlangsungan kegiatan perusahaan, melindungi aset, menjaga keselamatan personel, dan mengurangi risiko gangguan operasional. Peserta mempelajari struktur tim keamanan, pembagian tanggung jawab, jalur pelaporan, kebijakan internal, serta standar operasional prosedur (SOP). Kegiatan selanjutnya meliputi pengenalan jenis ancaman dan risiko, prinsip kerahasiaan informasi, tata cara komunikasi saat terjadi gangguan, pencatatan aktivitas operasional, dan penggunaan checklist pemeriksaan. Peserta melakukan observasi terhadap proses kerja tim keamanan tanpa menjalankan tindakan berisiko atau mengambil alih kewenangan petugas.
Peserta mempelajari proses pemantauan keamanan untuk membantu mengidentifikasi kejadian tidak biasa, gangguan operasional, pelanggaran prosedur, dan potensi ancaman terhadap aset perusahaan. Materi dapat mencakup pemantauan area kerja, pengamatan melalui CCTV sesuai kewenangan, pemeriksaan log aktivitas, atau pemantauan dashboard keamanan apabila perusahaan menggunakan SOC. Peserta berlatih membedakan kejadian rutin dan kejadian yang memerlukan tindak lanjut, mencatat waktu dan kronologi kejadian, mengelompokkan laporan berdasarkan tingkat urgensi, serta meneruskan informasi kepada supervisor melalui jalur eskalasi yang ditetapkan. Peserta tidak diperkenankan melakukan investigasi mandiri di luar kewenangan atau mengakses rekaman dan sistem yang tidak diizinkan.
Peserta mempelajari konsep ancaman, kerentanan, kemungkinan terjadinya insiden, dan dampak terhadap aktivitas perusahaan. Pembelajaran mencakup cara mengidentifikasi risiko keamanan pada proses kerja, fasilitas, aset, personel, dan informasi, sesuai cakupan tugas tim Security Operations. Dalam kegiatan praktik, peserta membantu menyusun daftar risiko berdasarkan observasi yang diizinkan, mengelompokkan risiko menurut kemungkinan dan dampaknya, serta menyusun matriks risiko sederhana. Peserta kemudian mempelajari pengendalian yang sudah diterapkan, mengidentifikasi potensi kekurangan prosedur, dan menyampaikan rekomendasi awal kepada supervisor. Seluruh penilaian dilakukan menggunakan data yang telah diizinkan atau skenario simulasi.
Peserta mempelajari alur penanganan insiden, mulai dari penerimaan informasi, pencatatan awal, penentuan tingkat urgensi, pelaporan kepada pihak berwenang, koordinasi dengan unit terkait, hingga dokumentasi tindak lanjut. Materi juga mencakup pengenalan prosedur keadaan darurat, jalur evakuasi, komunikasi darurat, dan prinsip menjaga keselamatan diri serta orang lain. Kegiatan praktik dilakukan melalui studi kasus atau simulasi terkontrol, misalnya gangguan akses fasilitas, kehilangan aset, pelanggaran prosedur, atau gangguan sistem pemantauan. Peserta membantu menyusun kronologi, checklist respons, daftar pihak yang perlu dihubungi, dan laporan pascainsiden. Tindakan lapangan, pengamanan lokasi, investigasi, dan keputusan darurat tetap menjadi tanggung jawab personel yang berwenang.
Peserta mempelajari prinsip pengendalian akses untuk melindungi fasilitas, aset, dan informasi perusahaan. Materi meliputi prosedur pemberian dan pencabutan akses, administrasi kartu identitas atau kartu akses, pencatatan kunjungan, pengelolaan daftar personel yang berwenang, serta pemeriksaan kepatuhan terhadap SOP. Peserta juga mempelajari pentingnya prinsip least privilege, yaitu pemberian akses sesuai kebutuhan tugas, serta pemisahan kewenangan dalam proses persetujuan. Untuk kegiatan praktik, peserta membantu memeriksa kelengkapan dokumentasi, menyusun rekap administrasi akses, mengidentifikasi data yang tidak konsisten, dan menyiapkan laporan temuan administratif. Perubahan hak akses dan tindakan terhadap pelanggaran hanya dilakukan oleh petugas yang memiliki kewenangan.
Peserta mengintegrasikan kompetensi yang telah diperoleh selama lima bulan sebelumnya melalui proyek akhir yang relevan dengan kebutuhan tim Security Operations. Proyek dapat berfokus pada evaluasi kualitas laporan insiden, analisis tren kejadian, peningkatan kelengkapan checklist keamanan, efektivitas proses eskalasi, atau penyempurnaan dokumentasi SOP. Peserta mengumpulkan data yang telah mendapat izin, melakukan pengelompokan dan analisis deskriptif, mengidentifikasi pola atau hambatan, serta menyusun rekomendasi yang dapat diterapkan. Jika relevan, peserta menggunakan spreadsheet atau dashboard sederhana untuk menampilkan tren dan indikator kinerja operasional, misalnya jumlah laporan, kategori insiden, kelengkapan dokumentasi, atau waktu pelaporan berdasarkan data yang tersedia. Pada tahap akhir, peserta menyusun laporan, mempresentasikan temuan kepada supervisor, menerima masukan, dan mendokumentasikan pembelajaran. Proyek harus menghindari pengungkapan lokasi sensitif, kredensial, kerentanan yang belum ditangani, atau informasi operasional rahasia.
Jl. Pemuda No.60-70, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur 60271

Kab. Jember
PT Graha Proteksi Servis merupakan perusahaan nasional yang berfokus pada pengembangan solusi keamanan terintegrasi (Integrated Security Solutions), mencakup penyediaan jasa keamanan swasta, sistem pengamanan, serta pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia di bidang keamanan. Didirikan pada tahun 2021 dan berkedudukan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, perusahaan ini dibangun dengan visi menjadi mitra strategis yang profesional, inovatif, dan terpercaya dalam mendukung kebutuhan perlindungan aset, operasional bisnis, serta pengelolaan risiko keamanan di berbagai sektor industri. Melalui pendekatan yang mengintegrasikan kompetensi personel, pemanfaatan teknologi, dan standar operasional yang terukur, PT Graha Proteksi Servis diarahkan untuk mengembangkan model bisnis keamanan yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan. Dengan peluang pengembangan layanan bagi sektor korporasi, komersial, industri, dan institusi, perusahaan berkomitmen membangun ekosistem layanan keamanan yang memiliki daya saing, potensi pertumbuhan jangka panjang, serta kemampuan menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, mitra strategis, dan investor.

PT. Menara Bumi Sejahtera (Fairfield By Marriott Surabaya)
Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, Administrasi Bisnis

Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Mohamad Soewandhie
Teknokimia Nuklir, Fisika, Teknik Nuklir

Puskesmas Tanjungsari
Psikologi

Ramasari Surya Persada
Pendidikan Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional

Puskesmas Keputih
Keperawatan Gigi

Puskesmas Klampis Ngasem
Kesehatan Gigi dan Mulut, Kesehatan Gigi, Keperawatan Gigi