Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.
PT. Meratus Line
Membantu inspeksi sistem kelistrikan alat berat, panel kontrol, motor, sensor, kabel, baterai dan proteksi; mencatat parameter, abnormalitas, dan rekomendasi; mendukung pengujian di bawah supervisi teknisi berwenang.
Peserta mempelajari prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kelistrikan dalam aktivitas inspeksi alat berat, termasuk identifikasi bahaya listrik, penggunaan alat pelindung diri (APD), pengendalian risiko, serta penerapan prosedur Lockout/Tagout (LOTO) untuk mencegah pelepasan energi yang tidak terkendali. Materi mencakup pengenalan sumber energi listrik, potensi bahaya akibat hubungan pendek dan sengatan listrik, serta prosedur kerja aman sebelum pemeriksaan dilakukan. Peserta juga diperkenalkan pada simbol dan diagram kelistrikan, seperti wiring diagram dan electrical schematic, untuk memahami hubungan antarkomponen, jalur suplai daya, rangkaian kontrol, dan sistem proteksi pada alat berat. Seluruh pemahaman diterapkan sesuai prosedur perusahaan dan di bawah arahan personel yang berwenang.
Peserta mempelajari fungsi dan karakteristik komponen elektrikal pada alat berat, meliputi panel kontrol, kabel, konektor, motor listrik, sensor, dan komponen pendukung rangkaian. Materi mencakup pemeriksaan visual terhadap kondisi fisik panel, kerapian dan integritas kabel, kekencangan sambungan sesuai prosedur, tanda-tanda panas berlebih, korosi, kerusakan isolasi, serta indikasi abnormalitas pada motor dan sensor. Peserta juga mempelajari fungsi dasar sensor dan aktuator dalam sistem kontrol alat berat, serta memahami hubungan antara kondisi komponen dan kinerja sistem secara keseluruhan. Kegiatan inspeksi dilakukan menggunakan checklist yang berlaku, dengan pemeriksaan atau pembongkaran komponen bertegangan hanya dilakukan oleh teknisi berwenang sesuai prosedur keselamatan.
Peserta mempelajari prinsip pengukuran dasar kelistrikan serta pengenalan alat ukur seperti multimeter dan alat ukur lain yang relevan dengan kebutuhan inspeksi. Materi mencakup pemahaman parameter tegangan, arus, resistansi, dan kontinuitas, termasuk interpretasi hasil pengukuran berdasarkan spesifikasi atau batas toleransi yang berlaku. Peserta juga mempelajari tata cara pencatatan parameter atau PRM (parameter recording and monitoring, sesuai terminologi internal perusahaan), pengisian checklist, serta dokumentasi hasil pengukuran untuk membandingkan kondisi aktual dengan nilai referensi. Seluruh praktik pengukuran dilakukan di bawah supervisi teknisi yang berwenang, dengan pemilihan metode, alat ukur, dan kondisi pengujian yang sesuai untuk menghindari risiko sengatan listrik, kerusakan peralatan, atau kesalahan pengukuran.
Peserta mempelajari fungsi dan prinsip kerja sistem proteksi kelistrikan pada alat berat, termasuk fuse, circuit breaker, relay, grounding, serta perangkat proteksi lain sesuai konfigurasi unit. Materi mencakup pemeriksaan kondisi fisik komponen proteksi, identifikasi indikasi kerusakan, kabel yang mengalami panas berlebih, sambungan yang tidak normal, penurunan kondisi baterai, serta gejala gangguan pada rangkaian kontrol. Peserta juga mempelajari cara membandingkan temuan inspeksi dengan standar teknis dan riwayat kerusakan yang tersedia, serta mencatat abnormalitas berdasarkan lokasi, gejala, dan potensi dampaknya terhadap keselamatan maupun keandalan unit. Penentuan tingkat risiko dan tindakan lanjutan dilakukan berdasarkan prosedur perusahaan dan arahan teknisi yang berwenang.
Peserta mempelajari pendekatan troubleshooting awal untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan penyebab gangguan elektrikal berdasarkan gejala, hasil pengukuran, diagram kelistrikan, dan riwayat kerusakan unit. Materi mencakup pengumpulan informasi gangguan, penelusuran rangkaian berdasarkan diagram, perbandingan parameter aktual dengan spesifikasi, serta penyusunan dugaan penyebab yang perlu diverifikasi oleh teknisi. Peserta juga mempelajari pencatatan hasil analisis, penyusunan rekomendasi pemeriksaan lanjutan, koordinasi dengan tim maintenance, dan pemantauan status tindak lanjut hingga pekerjaan dinyatakan selesai oleh personel berwenang. Pembelajaran menekankan pentingnya analisis berbasis bukti, dokumentasi yang dapat ditelusuri, dan pembatasan kewenangan peserta agar diagnosis serta tindakan perbaikan kritis tetap dilakukan oleh teknisi yang kompeten.
Peserta melaksanakan inspeksi elektrikal terarah dengan menerapkan prosedur K3, pemahaman diagram kelistrikan, pemeriksaan komponen, pengukuran dasar di bawah supervisi, serta identifikasi abnormalitas yang telah dipelajari selama program. Hasil pemeriksaan disusun menjadi laporan inspeksi yang mencakup identitas unit, ruang lingkup pemeriksaan, kondisi komponen, parameter hasil pengukuran, dokumentasi temuan, potensi risiko, dan rekomendasi tindak lanjut berdasarkan standar teknis yang berlaku. Peserta juga melakukan pemantauan status penyelesaian temuan berdasarkan informasi yang tersedia, mencatat hasil verifikasi oleh teknisi berwenang, serta mengidentifikasi temuan yang masih memerlukan tindakan lanjutan. Pada tahap akhir, peserta mempresentasikan laporan kepada pembimbing atau tim terkait untuk menjelaskan kondisi sistem elektrikal, temuan utama, dasar rekomendasi, dan status tindak lanjut secara sistematis dan objektif.
QPJG+P2F, Perak Bar., Kec. Krembangan, Surabaya, Jawa Timur 60177
Kota Surabaya

PT. Menara Bumi Sejahtera (Fairfield By Marriott Surabaya)
Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, Administrasi Bisnis

Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Mohamad Soewandhie
Teknokimia Nuklir, Fisika, Teknik Nuklir

Puskesmas Bulak Banteng
Kesehatan Gigi dan Mulut, Keperawatan Gigi

Puskesmas Balas Klumprik
Kesehatan Gigi dan Mulut

Puskesmas Tanjungsari
Psikologi

Ramasari Surya Persada
Pendidikan Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional