Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.
PT. Meratus Line
Melaksanakan inspeksi kondisi mekanikal alat berat; memeriksa engine, transmisi, hidrolik, rem, struktur dan sistem pelumasan; mencatat temuan, foto, dan rekomendasi tindak lanjut; membantu verifikasi penyelesaian pekerjaan.
Peserta mempelajari prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam aktivitas inspeksi alat berat, termasuk identifikasi bahaya, penggunaan alat pelindung diri (APD), penerapan prosedur kerja aman, serta pengenalan potensi risiko pada unit dan area kerja. Materi mencakup pengenalan jenis dan fungsi alat berat, komponen utama sistem mekanikal, serta pemahaman dasar mengenai prosedur pemeriksaan kondisi unit. Peserta juga mempelajari struktur dan penggunaan checklist inspeksi, teknik pencatatan kondisi awal, identifikasi ketidakwajaran secara visual, serta tata cara dokumentasi hasil pemeriksaan sesuai prosedur dan standar inspeksi yang berlaku.
Peserta mempelajari metode inspeksi kondisi engine, drivetrain, dan sistem hidrolik pada alat berat berdasarkan checklist dan prosedur teknis yang berlaku. Materi mencakup pemeriksaan visual terhadap kebocoran oli dan fluida, kondisi selang dan sambungan, kondisi komponen penggerak, serta indikasi keausan, kerusakan, atau kelainan operasional. Peserta juga diperkenalkan pada pembacaan indikator dan parameter dasar yang relevan, pengenalan gejala gangguan mekanikal, serta pencatatan hasil pemeriksaan secara sistematis. Seluruh kegiatan dilakukan di bawah supervisi personel yang berwenang dengan memperhatikan prosedur keselamatan, termasuk pengendalian energi berbahaya sebelum pemeriksaan pada area atau komponen yang berisiko.
Peserta mempelajari metode inspeksi struktur alat berat, termasuk identifikasi retak, deformasi, korosi, keausan, serta indikasi kerusakan pada sambungan dan komponen struktural. Materi juga mencakup pemeriksaan kondisi sistem pengereman, komponen pelumasan, titik pelumasan, serta indikasi kebocoran atau ketidaknormalan yang dapat memengaruhi keselamatan dan keandalan unit. Peserta diperkenalkan pada penggunaan alat ukur dasar sesuai kebutuhan inspeksi, pembandingan hasil pengukuran dengan spesifikasi atau batas toleransi yang berlaku, serta pencatatan kondisi aktual berdasarkan temuan lapangan. Pembelajaran menekankan ketelitian pemeriksaan, konsistensi penggunaan checklist, dan pemahaman terhadap dampak defect mekanikal terhadap keselamatan serta kinerja alat berat.
Peserta mempelajari metode klasifikasi defect berdasarkan jenis kerusakan, tingkat keparahan, dampak terhadap keselamatan, potensi kegagalan komponen, dan pengaruhnya terhadap operasional alat berat. Materi mencakup penentuan prioritas tindak lanjut berdasarkan kriteria atau standar yang digunakan perusahaan, pembedaan antara temuan kritis dan temuan yang dapat dijadwalkan untuk perbaikan, serta identifikasi kebutuhan eskalasi kepada personel yang berwenang. Peserta juga mempelajari teknik dokumentasi foto yang informatif, pencatatan lokasi dan deskripsi defect, penyusunan bukti inspeksi, serta pengintegrasian hasil pemeriksaan ke dalam formulir atau sistem pelaporan. Pembelajaran diarahkan pada penyajian temuan yang objektif, akurat, dan mudah ditindaklanjuti oleh tim maintenance.
Peserta mempelajari penyusunan rekomendasi tindak lanjut berdasarkan hasil inspeksi, tingkat keparahan defect, kebutuhan operasional, serta referensi teknis yang berlaku. Materi mencakup penjelasan temuan dan potensi dampaknya, penentuan urgensi tindak lanjut, koordinasi dengan tim maintenance, serta pemantauan status pekerjaan perbaikan. Peserta juga mempelajari proses verifikasi setelah perbaikan, meliputi pemeriksaan ulang pada area yang sebelumnya ditemukan defect, pencocokan hasil pekerjaan dengan rekomendasi inspeksi, dan dokumentasi status penyelesaian. Pembelajaran menekankan pentingnya ketertelusuran temuan, konsistensi antara laporan awal dan hasil tindak lanjut, serta eskalasi apabila defect belum terselesaikan atau masih ditemukan ketidaksesuaian. Keputusan teknis akhir dan persetujuan pengoperasian unit tetap menjadi kewenangan personel yang berwenang.
Peserta melaksanakan kegiatan inspeksi terarah pada unit alat berat dengan menerapkan prosedur K3, penggunaan checklist, pemeriksaan komponen mekanikal, pencatatan temuan, dokumentasi foto, serta klasifikasi dan penentuan prioritas defect yang telah dipelajari pada bulan sebelumnya. Peserta mengolah hasil inspeksi menjadi laporan kondisi unit yang memuat identitas unit, ruang lingkup pemeriksaan, kondisi komponen yang diperiksa, deskripsi dan bukti defect, tingkat prioritas, serta rekomendasi tindak lanjut berdasarkan kriteria teknis yang berlaku. Peserta juga melakukan peninjauan status tindak lanjut apabila data perbaikan tersedia, kemudian menyusun kesimpulan mengenai kondisi unit berdasarkan ruang lingkup inspeksi. Pada tahap akhir, peserta mempresentasikan laporan kepada pembimbing atau tim terkait untuk menjelaskan temuan utama, dasar penentuan prioritas, rekomendasi perbaikan, dan pertimbangan keselamatan yang relevan.
QPJG+P2F, Perak Bar., Kec. Krembangan, Surabaya, Jawa Timur 60177
Kota Surabaya

PT. Menara Bumi Sejahtera (Fairfield By Marriott Surabaya)
Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, Administrasi Bisnis

Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Mohamad Soewandhie
Teknokimia Nuklir, Fisika, Teknik Nuklir

Puskesmas Bulak Banteng
Kesehatan Gigi dan Mulut, Keperawatan Gigi

Puskesmas Balas Klumprik
Kesehatan Gigi dan Mulut

Puskesmas Tanjungsari
Psikologi

Ramasari Surya Persada
Pendidikan Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional