Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Indo Trans Teknologi
"**Core Competencies**
- **Operations:** SLA Monitoring, Project Oversight, Vendor Management, Site Surveys.
- **Technical:** FAT/SAT Testing, Hardware/Software Integration, Technical Drawing (AutoCAD).
- **Quality & Compliance:** QC Auditing, KPI Tracking (Defect Rates), Maritime Regulatory Standards.
- **Field Support:** Installation Supervision, Maintenance Support, FE Coordination.
**Skill Requirements**
- **Data & Management:** SAP/ERP, Jira Service Management, Salesforce (SLA Tracking).
- **Technical Drawing & CAD:** Proficiency in AutoCAD or SolidWorks to prepare installation layouts and design drawings.
- **Testing & Validation:** Experience in conducting **Factory Acceptance Testing (FAT)** and Site Acceptance Testing (SAT).
- **Quality Management:** Knowledge of QC frameworks, KPI tracking (defect rates), and industry compliance standards.
- **Site Surveying:** Ability to interpret structural and environmental constraints (e.g., vessel layouts).
- **Hardware Integration:** Familiarity with integrating hardware components with software control systems.
- **Maintenance & Troubleshooting:** Skill in diagnostic tools and preventive maintenance workflows for maritime hardware."
Design and implement operational solutions integrating product hardware, quality control systems, and installation workflows.
Oversee operational processes to ensure compliance with Service-Level Agreements (SLAs).
Conduct site surveys to assess installation requirements and site readiness.
Provide installation support to ensure proper implementation and functionality of products.
Perform maintenance and technical support to ensure long-term product reliability and operational performance.
Peserta mempelajari struktur organisasi dan alur kerja Divisi Technical Support pada proyek Fuel Monitoring System, termasuk divisi terkait dan dokumen kerja yang digunakan. Peserta memetakan sistem monitoring bahan bakar (aliran BBM dari daily tank ke mesin utama via flowmeter in/out) dan monitoring mekanis (pembacaan RPM mesin utama), memahami wiring diagram dari Panel IoT hingga AE/ME/AE Chiller, serta mempelajari protokol komunikasi Modbus RTU beserta tantangan umum seperti data tidak terbaca (unreadable) dan solusinya (audit registrasi data, penyesuaian baud rate, perataan sistem komunikasi). Peserta juga dikenalkan pada tools operasional seperti Telematic, Console, AGS, dan Marine Platform untuk memantau device di lapangan.
Peserta melakukan praktik langsung instalasi dan konfigurasi tiga komponen inti Fuel Monitoring System: Flowmeter (pengalamatan/addressing, pengecekan data pada console, wiring ke panel), modul RPM (wiring ke panel dan verifikasi pembacaan data), dan modul ORBCOMM (upload firmware, konfigurasi passcode, serta sinkronisasi data ke platform AGS dan Telematic). Fokus bulan ini adalah membangun kompetensi hardware/software integration sebagai dasar sebelum peserta melaksanakan Factory Acceptance Testing (FAT).
Peserta melaksanakan Factory Acceptance Testing secara menyeluruh terhadap unit hardware sebelum dikirim ke lapangan, mencakup pengujian tegangan (VDC/VAC), koneksi ke Console, Telematic, dan Marine Platform, hingga verifikasi komunikasi Bluetooth/HP. Sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu, setiap indikasi kegagalan komponen langsung ditindaklanjuti dengan penggantian part di tempat sehingga menjamin tingkat kelulusan FAT hingga 100% sebelum instalasi. Peserta juga mempelajari prinsip dasar QC auditing dan KPI tracking seperti defect rate dan reliability sebagai bagian dari tanggung jawab QC System pada peran Technical Support Engineer.
Peserta terlibat dalam kalibrasi resmi lebih dari 50 unit Flowmeter Coriolis di Badan Metrologi DKI Jakarta untuk memastikan legalitas hukum dan akurasi data presisi, termasuk memahami proses adjust calibration factor sesuai standar Lembaga Metrologi (test run bertahap dengan toleransi ±0,5%). Peserta juga melakukan simulasi flowmeter di workshop untuk memvalidasi unit sebelum dikirim, serta mendukung kegiatan site survey ke kapal (contoh: KM. Sejahtera 36) untuk menilai kesiapan instalasi, mendokumentasikan kondisi struktural dan kelistrikan, dan memberikan rekomendasi perencanaan instalasi. Sebagai pengantar tanggung jawab Drawing & Design Layout, peserta mulai menyusun sketsa/layout dasar penempatan alat sesuai hasil site survey.
Peserta melaksanakan instalasi fisik unit Flowmeter Coriolis dan pemancar data satelit Orbcomm di atas kapal dengan rata-rata durasi 5 hari per kapal (kondisi cepat: 3 hari bila akses jalur kabel dan titik tapping mudah dijangkau; kondisi lambat: lebih dari 5 hari bila arsitektur kompartemen kapal rumit). Peserta mempelajari perbandingan kondisi teknis sebelum dan sesudah instalasi pada empat aspek utama: penempatan alat, jalur kabel, kelistrikan kapal, dan solusi lapangan -- termasuk penanganan masalah baru seperti alat mati mendadak akibat lonjakan tegangan (voltage spike) dan pembacaan sensor bernilai minus, yang diselesaikan melalui perbaikan sistem grounding, eliminasi arus bocor, dan re-kalibrasi arah aliran sensor. Kegiatan ini melatih kompetensi Supporting Installation dan Field Support sesuai deskripsi peran.
Peserta menangani tiket dukungan teknis pada sistem TROPS mencakup berbagai tipe isu (Flowmeter, RPM, Platform) dengan status mulai dari Request Visit hingga Resolved, serta mempelajari matriks pengambilan keputusan: penanganan jarak jauh (remote) untuk kegagalan software/konfigurasi, dan kunjungan lapangan (visit) untuk kegagalan fisik sensor atau kelistrikan yang tidak stabil -- berdasarkan analisis lebih dari 20 kasus kerusakan alat. Peserta turut memonitor pemenuhan SLA dan proses eskalasi, mendokumentasikan laporan kepatuhan (compliance report), serta menyusun rencana peningkatan berkelanjutan: standardisasi protokol pra-instalasi (pre-checklist daya kelistrikan kapal), dokumentasi pemetaan register Modbus RTU untuk mempercepat penanganan remote, audit berkala stabilitas sinyal Orbcomm, serta perbaikan tata kelola data (SOP, Serial Number Flowmeter, IMEI) dan pengusulan peran vocal point di divisi Technical Support Engineer. Bulan ini ditutup dengan presentasi laporan aktivitas akhir magang
Jl. TB Simatupang No.3, RT.3/RW.3, Cilandak Tim., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12560

Kota Adm. Jakarta Selatan
PT. Indo Trans Teknologi atau TransTRACK merupakan sebuah perusahaan yang membantu dalam mengoptimalkan operasi armada serta menyediakan supply chain integrator, dengan tujuan untuk mengurangi biaya, meningkatkan efisiensi, dan memaksimalkan produktivitas armada. Dengan solusi Fleet Operation Optimizer milik kami, TransTRACK menyediakan proses pengiriman yang efisien, yang memfokuskan ke pembelian pelanggan berulang kali. Fleet Management System TransTRACK akan melakukan remote pada armada, pengemudi, dan kargo. Transportation Management TransTRACK akan merampingkan proses pengiriman dan memastikan pengiriman tepat waktu, dan Truck Appointment System TransTRACK akan menyelesaikan masalah kemacetan truk dan waktu bongkar/muat yang kurang lancar. TransTRACK tumbuh sebagai Logistic Service Integrator. TransTRACK menyediakan logistik terintegrasi dan ekosistem supply chain yang mencakup berbagai pihak, termasuk berbagai 3PL, operator, gudang, dan penyedia solusi serta layanan lainnya. TransTRACK bermitra dengan pihak ke-3 dalam pembiayaan logistik dan asuransi kargo.

Biro Umum, Sekretariat Utama (Depok, Jawa Barat)
Kesehatan Gigi dan Mulut, Kesehatan Gigi, Keperawatan Gigi
Rasuna Residence Development
Tata Boga, Perhotelan, Pendidikan Tata Boga, Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, Pengelolaan Perhotelan
Selat Niagatama
Seni Kuliner dan Pengelolaan Jasa Makanan, Perhotelan

PT. Prana Nadi
Tata Boga, Hospitality dan Pariwisata, Manajemen Pariwisata

Puri Dharmawangsa Raya Hotel
Tata Boga, Seni Kuliner, Pendidikan Tata Boga

Anugrahsukses Utama Sejahtera
Refraksi Optisi