Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.
PT. Meratus Line
Mendukung identifikasi kebutuhan pelatihan teknisi; menyusun matriks kompetensi, modul, jadwal, materi dan evaluasi; mengelola kehadiran, hasil asesmen dan laporan efektivitas pelatihan.
Peserta mempelajari konsep dasar pengembangan kompetensi dan peran fungsi training development dalam mendukung peningkatan kemampuan teknisi. Materi mencakup pemahaman struktur organisasi dan fungsi kerja teknis, pengenalan job description, identifikasi tanggung jawab dan ruang lingkup pekerjaan, serta pemahaman kompetensi yang dibutuhkan berdasarkan posisi dan jenis pekerjaan. Peserta juga mempelajari perbedaan kompetensi teknis, kompetensi keselamatan kerja, dan kompetensi pendukung, serta mengenal metode identifikasi kesenjangan kompetensi berdasarkan tuntutan pekerjaan, standar operasional, hasil asesmen, dan kebutuhan pengembangan tenaga kerja. Pembelajaran ini menjadi dasar untuk memahami hubungan antara kebutuhan operasional, standar kompetensi, dan perencanaan program pelatihan.
Peserta mempelajari metode Training Needs Analysis (TNA) untuk mengidentifikasi kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki teknisi dan kompetensi yang dipersyaratkan oleh pekerjaan. Materi mencakup pengumpulan data melalui job description, hasil penilaian kinerja, asesmen kompetensi, wawancara dengan atasan, dan observasi pekerjaan sesuai ketersediaan informasi. Peserta juga mempelajari penyusunan matriks kompetensi yang memetakan jenis kompetensi, tingkat penguasaan yang dipersyaratkan, tingkat kompetensi aktual, serta kebutuhan pelatihan berdasarkan posisi atau kelompok pekerjaan. Hasil analisis digunakan untuk menentukan prioritas pelatihan berdasarkan tingkat kesenjangan, risiko pekerjaan, kebutuhan operasional, dan urgensi pengembangan kompetensi teknisi.
Peserta mempelajari prinsip penyusunan program pelatihan berdasarkan hasil TNA dan matriks kompetensi. Materi mencakup perumusan tujuan pembelajaran, penentuan ruang lingkup materi, penyusunan silabus, pengembangan modul, pemilihan metode pembelajaran, serta penentuan durasi dan urutan materi sesuai tingkat kompetensi peserta. Peserta juga mempelajari penyusunan materi teknis yang relevan dengan pekerjaan teknisi, seperti prosedur operasional, penggunaan peralatan, troubleshooting, inspeksi, dan keselamatan kerja sesuai kebutuhan pelatihan. Selain itu, peserta diperkenalkan pada penyusunan studi kasus, latihan praktik, checklist penilaian, dan referensi pembelajaran untuk memastikan materi pelatihan terstruktur, mudah dipahami, serta selaras dengan standar dan prosedur perusahaan.
Peserta mempelajari proses perencanaan dan pengelolaan administrasi pelatihan, mulai dari penyusunan jadwal, penentuan peserta, koordinasi dengan trainer, hingga persiapan fasilitas, peralatan, dan materi pembelajaran. Materi mencakup pengelolaan data peserta, pencatatan kehadiran, distribusi materi, persiapan kebutuhan pelatihan teori dan praktik, serta koordinasi dengan departemen terkait untuk menyesuaikan jadwal pelatihan dengan kebutuhan operasional. Peserta juga mempelajari mekanisme dokumentasi pelaksanaan pelatihan, pengelolaan perubahan jadwal, dan pemantauan kesesuaian antara rencana dan realisasi kegiatan. Pembelajaran menekankan ketelitian administrasi, koordinasi lintas fungsi, serta kelengkapan dokumentasi untuk mendukung kelancaran dan ketertelusuran setiap program pelatihan.
Peserta mempelajari metode penyusunan instrumen asesmen untuk mengukur pencapaian kompetensi sebelum dan sesudah pelatihan. Materi mencakup pengembangan pre-test dan post-test, penyusunan pertanyaan berdasarkan tujuan pembelajaran, checklist observasi praktik, serta kriteria penilaian yang sesuai dengan kompetensi yang diuji. Peserta juga mempelajari pengumpulan dan pengolahan hasil asesmen, perbandingan nilai sebelum dan sesudah pelatihan, pengelolaan umpan balik peserta, serta evaluasi pelaksanaan pelatihan berdasarkan indikator yang telah ditetapkan. Selain itu, peserta diperkenalkan pada kerangka evaluasi pelatihan, seperti Kirkpatrick, untuk memahami evaluasi reaksi peserta, peningkatan pengetahuan dan keterampilan, penerapan hasil belajar di tempat kerja, serta dampaknya terhadap kinerja apabila data pendukung tersedia.
Peserta mengintegrasikan hasil pembelajaran selama lima bulan sebelumnya untuk menyusun evaluasi program pelatihan teknisi berdasarkan data kebutuhan kompetensi, matriks kompetensi, materi pelatihan, kehadiran, dan hasil asesmen. Aktivitas mencakup analisis pencapaian tujuan pembelajaran, perbandingan hasil pre-test dan post-test, evaluasi umpan balik peserta, identifikasi kompetensi yang masih memerlukan pengembangan, serta peninjauan kesesuaian pelaksanaan pelatihan dengan rencana awal. Peserta juga mempelajari penyusunan laporan efektivitas pelatihan yang memuat indikator evaluasi, temuan utama, kesenjangan kompetensi yang belum tertutup, dan rekomendasi perbaikan program. Berdasarkan hasil analisis tersebut, peserta menyusun rencana pengembangan kompetensi yang mencakup prioritas pelatihan lanjutan, sasaran peserta, usulan metode pembelajaran, serta target dan indikator keberhasilan untuk mendukung peningkatan kompetensi teknisi secara berkelanjutan.
QPJG+P2F, Perak Bar., Kec. Krembangan, Surabaya, Jawa Timur 60177
Kota Surabaya

PT. Menara Bumi Sejahtera (Fairfield By Marriott Surabaya)
Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, Administrasi Bisnis

Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Mohamad Soewandhie
Teknokimia Nuklir, Fisika, Teknik Nuklir

Puskesmas Bangkingan
Fisioterapi

Ramasari Surya Persada
Pendidikan Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin, Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional

Puskesmas Keputih
Keperawatan Gigi
Puskesmas Kalirungkut
Keperawatan Gigi