Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Yayasan Hasnur Centre
Posisi ini membantu dalam menyiapkan kebutuhan riset, penyusunan instrumen, pengolahan data awal, pengembangan kurikulum/program, serta produksi konten yang berbasis temuan empiris. Pemagang akan terlibat dalam alur kerja riset mulai dari pemetaan kebutuhan, telaah literatur, penyusunan instrumen, analisis sederhana, hingga pengemasan hasil menjadi laporan, policy brief, artikel populer, microblog, infografis, atau rancangan materi program.
Bulan pertama difokuskan pada tahap perencanaan riset ilmiah. Pemagang akan belajar mendesain rencana penelitian program, merancang instrumen pengumpulan data (seperti kuesioner kuantitatif dan panduan wawancara mendalam), memahami berbagai metodologi riset, serta melakukan user needs assessment (analisis kebutuhan pengguna) dan analisis mendalam terhadap program kompetitor sejenis
Fokus pada diseminasi data dalam bentuk formal. Pemagang diajarkan teknik menyusun laporan penelitian yang sistematis, menulis artikel ilmiah, serta menyusun jurnal ilmiah dengan struktur baku dan bahasa yang jelas guna menjaga akuntabilitas akademis hasil riset yang telah dilakukan.
Menerjemahkan data riset berat menjadi produk yang mudah dikonsumsi publik dan pembuat kebijakan. Pemagang dilatih menyusun policy brief yang ringkas dan solutif untuk tingkat manajemen/pengambil keputusan. Selain itu, mereka belajar merekonstruksi data riset menjadi konten kreatif digital yang menarik visualnya seperti microblog dan infografis.
Menghubungkan hasil temuan riset dengan pengembangan program. Pemagang akan belajar memformulasikan solusi nyata dari permasalahan lapangan yang ditemukan. Hasil analisis tersebut kemudian digunakan sebagai landasan utama dalam merancang struktur, materi, dan cetak biru kurikulum atau program baru yang relevan dengan kebutuhan institusi.
Difokuskan pada penajaman validitas produk kurikulum dan konten sebelum diimplementasikan secara massal. Pemagang akan melakukan stress-testing (uji kelayakan dan simulasi beban) terhadap cetak biru kurikulum yang telah dirancang pada Bulan 5-6. Mereka akan belajar menyelaraskan indikator capaian pembelajaran (learning outcomes) dengan matriks evaluasi instruksional. Penajaman materi juga mencakup penyusunan strategi konten makro (macro-content architecture) guna memastikan seluruh infografis, microblog, dan modul turunan memiliki konsistensi narasi ilmiah yang kuat, bernilai jual tinggi, serta mudah dipahami oleh audiens target.
Bulan terakhir difokuskan pada manajemen mutu. Pemagang mempelajari metode evaluasi untuk mengukur keefektifan program yang sedang berjalan di lembaga. Mereka akan mempraktikkan proses evaluasi tersebut secara berkala untuk menghasilkan laporan rekomendasi perbaikan yang berkelanjutan (continuous improvement) bagi program dan lembaga.
Bulan pertama difokuskan pada tahap perencanaan riset ilmiah. Pemagang akan belajar mendesain rencana penelitian program, merancang instrumen pengumpulan data (seperti kuesioner kuantitatif dan panduan wawancara mendalam), memahami berbagai metodologi riset, serta melakukan user needs assessment (analisis kebutuhan pengguna) dan analisis mendalam terhadap program kompetitor sejenis
Memasuki tahap pengolahan data lapangan. Pemagang akan dilatih menggunakan perangkat lunak statistik atau kualitatif (seperti SPSS, R, NVivo, atau Excel Advanced) untuk mengolah data. Pembelajaran ditekankan pada teknik pengujian validitas dan reliabilitas instrumen agar menghasilkan temuan yang valid, serta penerapan kode etik riset (terkait privasi data, inklusivitas, dan pencegahan konflik kepentingan).
Fokus pada diseminasi data dalam bentuk formal. Pemagang diajarkan teknik menyusun laporan penelitian yang sistematis, menulis artikel ilmiah, serta menyusun jurnal ilmiah dengan struktur baku dan bahasa yang jelas guna menjaga akuntabilitas akademis hasil riset yang telah dilakukan.
Menerjemahkan data riset berat menjadi produk yang mudah dikonsumsi publik dan pembuat kebijakan. Pemagang dilatih menyusun policy brief yang ringkas dan solutif untuk tingkat manajemen/pengambil keputusan. Selain itu, mereka belajar merekonstruksi data riset menjadi konten kreatif digital yang menarik visualnya seperti microblog dan infografis.
Menghubungkan hasil temuan riset dengan pengembangan program. Pemagang akan belajar memformulasikan solusi nyata dari permasalahan lapangan yang ditemukan. Hasil analisis tersebut kemudian digunakan sebagai landasan utama dalam merancang struktur, materi, dan cetak biru kurikulum atau program baru yang relevan dengan kebutuhan institusi.
Difokuskan pada penajaman validitas produk kurikulum dan konten sebelum diimplementasikan secara massal. Pemagang akan melakukan stress-testing (uji kelayakan dan simulasi beban) terhadap cetak biru kurikulum yang telah dirancang pada Bulan 5-6. Mereka akan belajar menyelaraskan indikator capaian pembelajaran (learning outcomes) dengan matriks evaluasi instruksional. Penajaman materi juga mencakup penyusunan strategi konten makro (macro-content architecture) guna memastikan seluruh infografis, microblog, dan modul turunan memiliki konsistensi narasi ilmiah yang kuat, bernilai jual tinggi, serta mudah dipahami oleh audiens target.
Bulan terakhir difokuskan pada manajemen mutu. Pemagang mempelajari metode evaluasi untuk mengukur keefektifan program yang sedang berjalan di lembaga. Mereka akan mempraktikkan proses evaluasi tersebut secara berkala untuk menghasilkan laporan rekomendasi perbaikan yang berkelanjutan (continuous improvement) bagi program dan lembaga.
Memasuki tahap pengolahan data lapangan. Pemagang akan dilatih menggunakan perangkat lunak statistik atau kualitatif (seperti SPSS, R, NVivo, atau Excel Advanced) untuk mengolah data. Pembelajaran ditekankan pada teknik pengujian validitas dan reliabilitas instrumen agar menghasilkan temuan yang valid, serta penerapan kode etik riset (terkait privasi data, inklusivitas, dan pencegahan konflik kepentingan).
Bulan terakhir berfokus pada penguasaan tata kelola aset intelektual lembaga dalam skala besar. Pemagang akan dilatih melakukan audit terhadap sistem manajemen pengetahuan (Knowledge Management System) internal organisasi, mengidentifikasi kebocoran informasi (knowledge loss), serta merancang repositori digital yang efisien untuk laporan riset, policy brief, dan draf kurikulum. Bulan ini ditutup dengan penyusunan dan presentasi proyek akhir mandiri (Capstone Project) berupa dokumen komprehensif: “Strategic R&D Roadmap for Future Programs” di hadapan tim manajemen puncak dan pemangku kebijakan lembaga.
QHCX+GH6, Sungai Lumbah, Kec. Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan 70582

Kota Banjarmasin
Yayasan Hasnur Centre merupakan sebuah organisasi sosial yang didirikan oleh almarhum Haji Abdussamad Sulaiman HB di Banjarmasin dan diresmikan pada tanggal 21 April 2010. Yayasan Hasnur center didirikan sejalan dengan komitmen founder terhadap masyarakat Banua dan terus berupaya untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Banua yang mandiri dan sejahtera. Pengembangan program dan kegiatan Yayasan Hasnur Center terus dilaksanakan hingga saat ini keberadaannya diharapkan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat benua sesuai dengan semangat yang dimiliki oleh Yayasan Hasnur Center yakni “Bakti untuk Banua” Program kerja yang dijalankan dan dikembangkan Yayasan Hasnur Center meliputi: - Bidang sosial, keagamaan, dan kelembagaan - Bidang pendidikan, kepemudaan, dan pengembangan program

Yayasan Hasnur Centre
Manajemen & Produksi Film Video & TV, Manajemen, Ilmu Komunikasi, Desain Komunikasi Visual, Desain Media

Kantor Pertanahan Kabupaten Barito Kuala
Teknik Informatika, Geografi, Pertanahan, Teknik Geodesi, Teknik Geomatika, Perencanaan Wilayah Dan Kota

Yayasan Hasnur Centre
Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Ilmu Komunikasi, Administrasi Bisnis, Akuntansi, Bisnis Digital

Yayasan Hasnur Centre
Manajemen, Ekonomi, Hubungan Internasional, Akuntansi

Patria Maritim Perkasa
Teknik Mesin, Teknik Perkapalan

Patria Maritim Perkasa
Teknik Industri, Psikologi