Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.
PT. Anugerah Tangkas Transportindo - Bali
Divisi Operasional Logistik adalah divisi yang bertanggung jawab menjalankan seluruh proses teknis dan administratif kegiatan logistik perusahaan mulai dari penerimaan pesanan (purchase order), pengurusan proses impor barang (dokumen pengapalan, kepabeanan, dan koordinasi dengan freight forwarder maupun Bea Cukai), pengelolaan penerimaan barang di gudang, hingga distribusi barang kepada pelanggan atau divisi lain.
Divisi ini menjadi penghubung utama antara pihak eksternal (supplier, freight forwarder, Bea Cukai, transporter) dan pihak internal (gudang, purchasing, keuangan, sales) untuk memastikan barang bergerak tepat waktu, tepat jumlah, sesuai dokumen, dan sesuai regulasi yang berlaku. Karena itu, seorang staf operasional dituntut memahami alur proses impor secara utuh, mampu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, serta memiliki rasa ingin tahu dan semangat belajar yang tinggi terhadap regulasi dan sistem kerja yang terus berkembang.
Struktur organisasi perusahaan dan posisi divisi Operasional di dalamnya. Visi, misi, dan SOP dasar divisi Operasional. Pengenalan sistem kerja (ERP/WMS) yang digunakan sehari-hari.
Lembaga terkait proses impor: Bea Cukai, Karantina, Kementerian Perdagangan. Konsep Lartas (larangan/pembatasan) dan izin impor terkait. Kaitan regulasi ini dengan teori kepabeanan pada kurikulum jurusan Logistik.
Pemetaan alur lengkap: Purchase Order, produksi/pengiriman oleh supplier, proses shipping (FCL/LCL), Bill of Lading, asuransi, customs clearance delivery ke gudang. Peran dan titik koordinasi setiap pihak di sepanjang alur inti kompetensi 'memahami alur proses impor' bagi lulusan jurusan Logistik.
Prinsip komunikasi efektif dalam konteks kerja tim operasional (internal & eksternal). Teknik pelaporan status pekerjaan yang jelas dan tepat waktu kepada atasan/tim terkait.
Jenis kendala umum: keterlambatan kapal, dokumen tidak lengkap, barang rusak/kurang, selisih data bea cukai. Pendekatan problem solving dan eskalasi masalah yang tepat.
Sesi review menyeluruh alur proses impor, dokumen, dan regulasi yang telah dipelajari. Sharing session pengalaman selama praktik lapangan
Konsep dasar rantai pasok (supply chain) dan posisi kegiatan impor di dalamnya relevan dengan mata kuliah/kompetensi jurusan Logistik. Terminologi logistik: Incoterms 2020 (FOB, CIF, EXW, dll.), moda transportasi (laut, udara, darat). Peran freight forwarder, shipping line, dan customs broker dalam rantai distribusi.
PIB (Pemberitahuan Impor Barang): fungsi, struktur, dan cara pengisian. HS Code (Harmonized System): fungsi klasifikasi barang dan dampaknya pada tarif. Perhitungan bea masuk, PPN impor, dan PPh Pasal 22 impor.
Analisis studi kasus shipment aktual perusahaan (anonim/contoh) dari awal hingga barang diterima gudang. Identifikasi dokumen yang muncul di tiap tahap dan pihak yang terlibat.
Simulasi koordinasi dengan gudang (penerimaan barang), purchasing (data pemesanan), dan keuangan (pembayaran bea/pajak). Role play penanganan miskomunikasi antar divisi.
Menangani studi kasus nyata (di bawah supervisi) dan menyusun rekomendasi solusi. Diskusi kelompok untuk melatih rasa ingin tahu dan berpikir kritis terhadap akar masalah.
Menangani proses impor secara mandiri penuh (end-to-end) sebagai evaluasi kompetensi alur proses impor. Penilaian ketepatan dokumen, komunikasi dengan pihak terkait, dan penyelesaian masalah yang muncul.
Mengenal dokumen dasar: Purchase Order (PO), Commercial Invoice, Packing List. Latihan membaca dan mencocokkan data antar dokumen (cross check).
Simulasi pengisian PIB menggunakan data dummy shipment. Latihan menentukan HS Code dari contoh barang aktual perusahaan.
Mengikuti (shadowing) proses tracking shipment yang sedang berjalan bersama staf operasional. Praktik koordinasi komunikasi dengan freight forwarder terkait status pengiriman.
Latihan komunikasi profesional dengan pihak eksternal (forwarder, supplier, Bea Cukai). Simulasi negosiasi sederhana terkait jadwal pengiriman.
Menangani satu proses impor (shipment) secara mandiri dari sisi dokumentasi dan koordinasi, dengan bimbingan mentor. Penerapan langsung seluruh materi Bulan 1–4 dalam konteks pekerjaan nyata.
Presentasi hasil belajar dan proyek akhir (studi kasus/shipment yang ditangani) di hadapan tim/mentor. Melatih kemampuan komunikasi formal dan kerja sama tim.
Observasi langsung alur kerja gudang dan tim operasional (job shadowing). Praktik input data pesanan/dokumen ke sistem sebagai bekal memahami data flow sebelum masuk ke proses impor yang lebih kompleks.
Pengenalan sistem CEISA (Customs-Excise Information System and Automation) sebagai gambaran sistem kepabeanan nasional. Diskusi studi kasus kendala umum dokumen impor (data tidak sesuai, dokumen kurang lengkap).
Menyusun timeline estimasi satu proses impor dari PO hingga barang tiba di gudang, termasuk titik-titik risiko keterlambatan.
Mengikuti rapat koordinasi tim operasional secara langsung dan menyampaikan hasil pengamatan/laporan singkat — melatih kepercayaan diri berkomunikasi dalam tim.
Pengenalan tren digitalisasi proses impor & logistik (tracking system, dokumen digital) untuk mendorong semangat belajar berkelanjutan.
Evaluasi 360 (atasan, mentor, rekan tim) terhadap kompetensi: pemahaman alur impor, komunikasi & kerja sama tim, inisiatif belajar. Penyusunan rencana pengembangan lanjutan sesuai hasil evaluasi.
Jl. Bypass Ngurah Rai No.1D, Tuban, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
Kab. Badung

Surreal Leisure Group
Pendidikan Teknik Elektro

Truntum Kuta
Tata Boga, Pendidikan Tata Boga

PT Legian Paradise (The One Legian)
Pendidikan Teknik Elektro, Pendidikan Teknik Bangunan

Sultan Raja Baginda
Tata Boga, Perhotelan, Pendidikan Tata Boga

PT Legian Paradise (The One Legian)
Hospitaliti dan Pariwisata, Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, Manajemen Bisnis

Qualita Indonesia
Ilmu Komputer, Manajemen