Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

PT Trans Retail Indonesia
Posisi Supply Chain & Stock Management Intern bertanggung jawab untuk mendukung kelancaran alur pergerakan barang secara end-to-end, mulai dari penerimaan barang masuk (inbound), pengelolaan dan audit akurasi persediaan (inventory control), hingga alur pengiriman barang keluar (outbound fulfillment). Melalui kombinasi kerja operasional lapangan dan analisis data, posisi ini berperan penting dalam mengoptimalkan perencanaan stok (demand forecasting & replenishment), menekan tingkat kerugian barang (waste/shrinkage), mengevaluasi performa vendor, serta memastikan seluruh proses distribusi berjalan efisien, tepat waktu, dan sesuai standar operasional perusahaan.
Pada bulan pertama, peserta fokus mempelajari alur kerja ekosistem rantai pasok (end-to-end supply chain), standar operasional gudang, serta sistem pencatatan inventaris (Warehouse Management System atau ERP). Kegiatan harian mencakup pendampingan proses penerimaan barang masuk (inbound receiving), verifikasi kesesuaian dokumen pengiriman (surat jalan/purchase order) dengan fisik barang, serta pemantauan proses put-away ke area penyimpanan. Selain itu, peserta melatih ketelitian dalam mengevaluasi tingkat akurasi penerimaan barang dan mengidentifikasi potensi selisih stok (discrepancy) sejak tahap awal pengiriman.
Bulan kedua difokuskan pada pemeliharaan tingkat akurasi persediaan barang dan penerapan kontrol ketat terhadap risiko kerusakan atau kehilangan stok di gudang. Peserta secara langsung mengelola serta mengeksekusi penghitungan stok fisik berkala (cycle count dan stock opname) untuk mencocokkan data riil lapangan dengan angka di sistem ERP. Dari hasil audit tersebut, peserta melakukan analisis root-cause terhadap indikasi kerugian akibat barang rusak (damaged), kedaluwarsa (expired), maupun hilang (shrinkage), lalu merumuskan rekomendasi penataan ulang slot penyimpanan (slotting optimization) guna menekan tingkat rasio kerugian barang.
Pada bulan ketiga, perhatian diarahkan pada perencanaan kebutuhan persediaan (inventory planning) dan optimasi perputaran barang untuk mencegah kondisi overstock maupun out-of-stock. Peserta mempelajari cara menganalisis data riwayat penjualan (historical sales data) serta tren permintaan musiman untuk menghitung rata-rata laju keluar barang (burn rate/lead time). Berdasarkan data tersebut, peserta membantu menentukan titik pemesanan ulang (Reorder Point/ROP), menetapkan jumlah persediaan pengaman (safety stock), dan menyusun jadwal rekonstitusi stok (replenishment plan) yang presisi untuk dikirimkan ke tim procurement atau pemasok.
Memasuki bulan keempat, peserta mulai mendalami alur operasional barang keluar (outbound process) dari gudang hingga sampai ke tangan jaringan distribusi atau konsumen akhir. Peserta terlibat langsung dalam memantau efisiensi alur pemetikan (picking), pengepakan (packing), serta kesiapan armada pengiriman (staging & loading). Selain itu, peserta mengukur indikator kinerja logistik seperti Order Fulfillment Cycle Time, rasio ketepatan waktu pengiriman (On-Time In-Full / OTIF), serta mengevaluasi biaya pengiriman (shipping cost per unit) guna menemukan peluang efisiensi biaya distribusi harian.
Bulan kelima berfokus pada evaluasi performa pemasok (vendor performance) serta pemetaan titik rawan kemacetan (bottleneck) dalam alur rantai pasok. Peserta menyusun laporan evaluasi bulanan mitra vendor/pemasok berdasarkan metrik lead time compliance, tingkat cacat barang (defect rate), dan pemenuhan kuantitas pesanan. Di sisi lain, peserta mengidentifikasi potensi risiko gangguan rantai pasok—seperti keterlambatan transportasi atau kelangkaan bahan baku—kemudian merumuskan rencana kontinjensi (mitigation plan) untuk memastikan kelancaran operasional pasokan di tingkat gudang dan toko.
Di bulan terakhir, peserta mengeksekusi proyek perbaikan rantai pasok (supply chain improvement capstone project) serta bertransisi untuk mengelola alur persediaan secara mandiri. Peserta mengidentifikasi isu efisiensi spesifik di lapangan—seperti tingginya lead time pemrosesan pesanan, inefisiensi tata letak gudang, atau akurasi forecasting yang rendah—lalu mengolah data analitis dan merancang proposal solusi terintegrasi. Kurikulum diakhiri dengan sesi presentasi hasil Capstone Project di depan tim Manajemen SCM, disusul penyusunan panduan operasional (SOP/handover docs) sebagai referensi proses standar untuk periode magang mendatang.
Jl. Raya Casablanca No.88, RT.16/RW.5, Menteng Dalam, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870

Kota Adm. Jakarta Selatan
Transmart adalah jaringan hipermarket dan pusat perbelanjaan (mal) di Indonesia di bawah naungan CT Corp. Beroperasi melalui PT Trans Retail Indonesia, perusahaan ini menawarkan konsep One-Stop Shopping yang mengintegrasikan kebutuhan ritel/groseri (Trans Living, Electronic Pro), tempat makan, dan hiburan (seperti Trans Studio Mini) dalam satu lokasi.

Biro Umum, Sekretariat Utama (Depok, Jawa Barat)
Kesehatan Gigi dan Mulut, Kesehatan Gigi, Keperawatan Gigi
Rasuna Residence Development
Tata Boga, Perhotelan, Pendidikan Tata Boga, Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, Pengelolaan Perhotelan

PT. Permata Birama Sakti
Seni Kuliner dan Pengelolaan Jasa Makanan, Tata Boga, Perhotelan, Seni Kuliner, Manajemen Perhotelan, Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, Pengelolaan Perhotelan, Manajemen Kuliner, Pendidikan Vokasional Seni Kuliner

Welspro Inspirasi Utama
Fisioterapi
Jakarta Pakar Kardia
Gizi dan Dietetika, Gizi Klinik

PT. Visi Utama Indonesia
Tata Boga, Perhotelan, Seni Kuliner, Manajemen Kuliner