Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Altek Citra Cemerlang
Peserta magang akan mempelajari dan mendukung pelaksanaan administrasi korporasi, pengelolaan dokumen perusahaan, korespondensi resmi, serta koordinasi administratif antarbagian. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai tata kelola administrasi perusahaan, penyusunan dokumentasi rapat, pengelolaan informasi korporasi, dan pemantauan tindak lanjut kegiatan perusahaan secara terstruktur.
Tugas dan Tanggung Jawab
1. Membantu pengelolaan dan pemutakhiran arsip dokumen perusahaan, termasuk dokumen legalitas, surat-menyurat, dokumen kerja sama, dan administrasi korporasi lainnya.
2. Membantu penyusunan, pemeriksaan kelengkapan, penomoran, serta pengarsipan surat resmi dan dokumen korespondensi perusahaan sesuai prosedur yang berlaku.
3. Mendukung persiapan administrasi rapat internal dan rapat koordinasi, termasuk penyusunan agenda, pengumpulan materi, pencatatan notulen, serta dokumentasi hasil rapat.
4. Membantu menyusun dan memperbarui daftar tindak lanjut hasil rapat, termasuk mencatat penanggung jawab, tenggat waktu, dan status penyelesaian berdasarkan informasi dari pihak terkait.
5. Membantu pemantauan kelengkapan dan masa berlaku dokumen administrasi perusahaan serta menyiapkan rekapitulasi untuk kebutuhan tindak lanjut.
6. Mendukung pengumpulan dan pengorganisasian dokumen yang diperlukan untuk proses kerja sama perusahaan, administrasi proyek, dan kebutuhan dokumentasi korporasi lainnya.
7. Membantu koordinasi administratif dengan departemen internal dan pihak eksternal terkait permintaan dokumen, jadwal rapat, serta tindak lanjut korespondensi resmi.
8. Membantu penyusunan laporan administrasi berkala, daftar dokumen, serta rekapitulasi status pekerjaan yang berkaitan dengan fungsi Corporate Secretary.
9. Mempelajari prinsip dasar tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), ketertiban dokumentasi, kerahasiaan informasi, dan prosedur administrasi korporasi.
10. Membantu mengidentifikasi peluang perbaikan dalam proses pengarsipan, pencatatan, dan pengelolaan dokumen perusahaan melalui penyusunan sistem dokumentasi atau panduan kerja sederhana di bawah supervisi pembimbing lapangan.
Seluruh kegiatan dilaksanakan melalui pendampingan, praktik kerja terarah, dan evaluasi berkala bersama pembimbing lapangan.
Peserta mempelajari model bisnis perusahaan sebagai penyedia layanan outsourcing dan tenaga kerja yang mendukung kebutuhan operasional maupun proyek klien. Pembelajaran mencakup hubungan bisnis antara perusahaan, klien pengguna jasa, tenaga kerja yang ditempatkan, serta fungsi internal yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan usaha. Peserta mempelajari bagaimana kegiatan bisnis perusahaan didukung oleh administrasi korporasi, mulai dari penerimaan permintaan informasi dan dokumen, penyusunan proposal atau dokumen penawaran, pengelolaan korespondensi, persiapan dokumen kerja sama, koordinasi rapat, hingga pengarsipan dokumen dan pemantauan tindak lanjut. Peserta juga mempelajari hubungan kerja antara Corporate Secretary dengan manajemen, tim HR, project management, dan pihak lain sesuai kebutuhan operasional perusahaan. Melalui studi kasus alur administrasi perusahaan, peserta mengidentifikasi jenis dokumen yang dibutuhkan pada setiap tahapan proses bisnis, pihak yang bertanggung jawab terhadap penyediaan informasi, serta tahapan pemeriksaan dan persetujuan dokumen. Pembelajaran juga mencakup pengenalan perbedaan antara dokumen internal, dokumen untuk klien, dan dokumen yang bersifat rahasia. Hasil pembelajaran berupa pemetaan proses administrasi korporasi dan penjelasan mengenai kontribusi fungsi Corporate Secretary dalam mendukung dokumentasi, koordinasi, dan kelancaran kegiatan bisnis perusahaan.
Peserta mempelajari proses korespondensi bisnis yang digunakan untuk mendukung komunikasi perusahaan dengan klien, mitra usaha, vendor, dan pihak internal. Pembelajaran mencakup fungsi surat resmi, surat pengantar dokumen, permintaan informasi, konfirmasi administrasi, undangan rapat, surat tindak lanjut, serta komunikasi tertulis lainnya yang relevan dengan kegiatan operasional perusahaan. Peserta mempelajari struktur dan unsur korespondensi resmi, meliputi identitas pengirim dan penerima, tujuan komunikasi, referensi dokumen apabila diperlukan, isi pesan, lampiran, penutup, serta penggunaan bahasa yang sesuai dengan hubungan bisnis. Pembelajaran juga mencakup pemeriksaan konsistensi nama perusahaan, nama penerima, jabatan, tanggal, nomor dokumen, dan informasi pendukung sebelum dokumen diajukan untuk pemeriksaan. Melalui studi kasus korespondensi terkait permintaan dokumen klien, koordinasi jadwal rapat, dan tindak lanjut administrasi kerja sama, peserta berlatih mengidentifikasi tujuan komunikasi dan menentukan informasi yang harus disampaikan. Peserta juga mempelajari alur pemeriksaan dan persetujuan sebelum surat atau komunikasi resmi dikirimkan. Hasil pembelajaran berupa pemahaman standar korespondensi bisnis, checklist pemeriksaan dokumen komunikasi, dan kemampuan menyusun draf komunikasi resmi berdasarkan kebutuhan administrasi perusahaan.
Peserta mempelajari prinsip pengelolaan dokumen korporasi yang digunakan untuk mendukung operasional dan administrasi perusahaan. Pembelajaran mencakup klasifikasi dokumen berdasarkan fungsi, status, tingkat kerahasiaan, dan kebutuhan penggunaannya, termasuk dokumen profil perusahaan, dokumen administrasi usaha, korespondensi, dokumen kerja sama, dokumen tender, dan dokumen internal. Peserta mempelajari pentingnya pengendalian versi untuk membedakan draf, dokumen yang sedang ditinjau, dokumen yang telah disetujui, dan dokumen final. Pembelajaran juga mencakup penggunaan nama file yang konsisten, pencatatan tanggal pembaruan, identifikasi pemilik dokumen, pengaturan akses, dan pencatatan riwayat perubahan apabila diperlukan. Untuk dokumen yang memiliki masa berlaku atau jadwal pembaruan, peserta mempelajari cara mencatat tanggal terkait dan menyiapkan pengingat administratif. Peserta juga mempelajari hubungan antara kelengkapan dokumen korporasi dengan kebutuhan verifikasi administrasi, penyusunan penawaran bisnis, dan pemenuhan persyaratan klien. Hasil pembelajaran berupa pemahaman prinsip pengendalian dokumen, matriks status dokumen, dan rancangan mekanisme monitoring masa berlaku serta pembaruan dokumen perusahaan.
Peserta mempelajari alur administrasi tender dan penyusunan dokumen penawaran dalam konteks perusahaan penyedia layanan outsourcing dan tenaga kerja. Pembelajaran mencakup pemahaman fungsi dokumen permintaan penawaran atau RFP, persyaratan administrasi, dokumen profil perusahaan, dokumen kualifikasi penyedia, proposal teknis, penawaran komersial, serta dokumen pendukung lain sesuai permintaan klien. Peserta mempelajari cara membaca daftar persyaratan tender, mengidentifikasi dokumen yang harus disiapkan, memetakan pihak internal yang bertanggung jawab menyediakan informasi, dan menyusun checklist pemenuhan persyaratan. Pembelajaran juga mencakup perbedaan antara kelengkapan administratif dan substansi teknis atau komersial yang memerlukan masukan dari fungsi terkait. Melalui studi kasus kebutuhan tender, peserta berlatih menyusun matriks persyaratan yang memuat nama dokumen, sumber informasi, penanggung jawab, status ketersediaan, tenggat waktu, dan kebutuhan verifikasi. Peserta juga mempelajari pentingnya menjaga konsistensi informasi perusahaan pada seluruh dokumen penawaran. Hasil pembelajaran berupa matriks persyaratan tender dan pemahaman alur koordinasi penyediaan dokumen administrasi untuk mendukung proses penawaran kepada klien.
Peserta mempelajari peran kesekretariatan dalam mendukung koordinasi agenda manajemen dan kegiatan administratif perusahaan. Pembelajaran mencakup pengelolaan jadwal rapat, pencatatan agenda dan tenggat waktu, persiapan dokumen pendukung, pengaturan kebutuhan administratif kegiatan, serta koordinasi informasi antara pihak internal dan eksternal sesuai penugasan. Peserta mempelajari cara menentukan prioritas administrasi berdasarkan urgensi, tenggat waktu, dan ketergantungan antaraktivitas. Pembelajaran juga mencakup pencatatan permintaan dari manajemen, identifikasi informasi yang belum lengkap, penyiapan pengingat, serta dokumentasi hasil koordinasi untuk membantu pekerjaan ditindaklanjuti secara konsisten. Melalui studi kasus kegiatan manajemen atau koordinasi proyek, peserta berlatih menyusun kalender administrasi, daftar agenda, checklist persiapan, dan daftar tindak lanjut. Peserta juga mempelajari pentingnya menjaga kerahasiaan jadwal, materi rapat, dan informasi internal yang belum ditujukan untuk distribusi umum. Hasil pembelajaran berupa pemahaman alur koordinasi administrasi manajemen dan rancangan sistem pencatatan agenda serta tindak lanjut kegiatan perusahaan.
Peserta mempelajari cara mengevaluasi ketertiban administrasi perusahaan berdasarkan kelengkapan dokumen, konsistensi pencatatan, kepatuhan terhadap alur pemeriksaan internal, ketepatan pengarsipan, dan status tindak lanjut pekerjaan. Pembelajaran mencakup identifikasi indikator sederhana untuk menilai apakah suatu dokumen telah tersedia, diperiksa, disetujui, didistribusikan, dan diarsipkan sesuai kebutuhan proses bisnis. Peserta mempelajari cara mengidentifikasi kendala administratif, seperti dokumen yang belum lengkap, informasi yang tidak konsisten, keterlambatan pengumpulan data, status yang belum diperbarui, atau kesulitan menemukan arsip. Pembelajaran juga mencakup cara membedakan temuan faktual dengan dugaan penyebab, serta pentingnya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait sebelum menyusun kesimpulan. Melalui studi kasus register dokumen dan daftar tindak lanjut, peserta berlatih mengelompokkan temuan berdasarkan jenis, tingkat prioritas, dan kebutuhan penyelesaian. Peserta juga mempelajari penyusunan rekomendasi perbaikan sederhana yang relevan dengan aktivitas administrasi, seperti standardisasi checklist, perbaikan struktur arsip, atau penjadwalan monitoring dokumen. Hasil pembelajaran berupa pemahaman metode evaluasi administrasi, daftar indikator monitoring, dan rancangan perbaikan proses dokumentasi yang dapat ditinjau oleh pembimbing.
Peserta mempraktikkan identifikasi dan pengelompokan dokumen yang digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan. Aktivitas dimulai dengan mempelajari kategori dokumen berdasarkan fungsi dan tujuan penggunaannya, seperti dokumen profil perusahaan, korespondensi bisnis, dokumen administrasi internal, proposal dan dokumen penawaran, dokumen tender, dokumen kerja sama, serta dokumentasi rapat dan kegiatan perusahaan. Berdasarkan contoh dokumen yang telah diizinkan untuk pembelajaran, peserta mengidentifikasi nama dokumen, tujuan penggunaan, unit atau pihak terkait, status kelengkapan, lokasi penyimpanan, serta kebutuhan tindak lanjut apabila terdapat informasi yang belum tersedia. Peserta juga mempelajari cara membedakan dokumen final dengan dokumen yang masih berupa draf atau menunggu persetujuan. Selanjutnya, peserta menyusun indeks dokumen dan matriks administrasi menggunakan spreadsheet atau perangkat kerja yang digunakan perusahaan. Peserta berlatih menetapkan struktur kategori, penamaan file, penomoran dokumen apabila berlaku, dan pencatatan status dokumen untuk mempermudah pencarian serta pemantauan administrasi. Hasil pembelajaran berupa daftar inventaris dokumen perusahaan, matriks klasifikasi dokumen, dan rancangan pencatatan status administrasi yang dapat membantu tim terkait mengelola dokumen secara lebih terstruktur.
Peserta membantu penyusunan draf korespondensi berdasarkan kebutuhan administrasi yang diberikan pembimbing. Aktivitas dapat mencakup penyusunan surat pengantar dokumen, permintaan kelengkapan informasi, konfirmasi jadwal, undangan rapat, serta surat tindak lanjut terkait kebutuhan administrasi klien atau mitra bisnis. Setiap draf disusun berdasarkan informasi yang telah diverifikasi, menggunakan format perusahaan apabila tersedia, dan diperiksa sebelum diajukan kepada pihak yang berwenang. Peserta mempraktikkan pemeriksaan konsistensi informasi, ketepatan lampiran, kejelasan tujuan komunikasi, dan kesesuaian format dokumen. Peserta kemudian membantu mencatat korespondensi yang masuk dan keluar dalam register administrasi. Pencatatan dapat mencakup tanggal penerimaan atau pengiriman, nomor referensi apabila digunakan, pihak terkait, perihal, status tindak lanjut, dan lokasi penyimpanan dokumen. Peserta juga memantau korespondensi yang masih menunggu tanggapan dan menyusun daftar pengingat untuk disampaikan kepada pembimbing. Hasil pembelajaran berupa draf korespondensi yang telah diperiksa, register surat atau komunikasi bisnis, dan rekapitulasi tindak lanjut korespondensi yang membantu perusahaan memantau komunikasi administratif secara tertib.
Peserta mempraktikkan pengelolaan arsip digital berdasarkan struktur penyimpanan dan ketentuan akses yang digunakan perusahaan. Aktivitas mencakup pengelompokan dokumen berdasarkan kategori, pemberian nama file secara konsisten, pencatatan metadata yang diperlukan, dan penempatan dokumen pada lokasi penyimpanan yang sesuai. Peserta memeriksa kesesuaian antara register dokumen dan file yang tersedia, mengidentifikasi dokumen yang belum ditemukan, duplikasi file, ketidaksesuaian nama, atau dokumen yang masih berstatus draf tetapi tercatat sebagai final. Temuan dicatat dalam daftar pemeriksaan dan disampaikan kepada pembimbing untuk diverifikasi sebelum dilakukan perubahan pada arsip resmi. Peserta juga membantu memperbarui register dokumen, termasuk informasi versi, tanggal pembaruan, status persetujuan, lokasi penyimpanan, serta tanggal kedaluwarsa atau kebutuhan pembaruan apabila relevan. Pengarsipan dilakukan tanpa mengubah dokumen final atau memberikan akses kepada pihak yang tidak berwenang. Hasil pembelajaran berupa arsip digital yang tertata sesuai instruksi, register dokumen yang diperbarui, dan laporan rekonsiliasi yang menunjukkan kelengkapan serta status dokumen yang telah diperiksa.
Peserta membantu proses kompilasi dokumen administrasi untuk kebutuhan tender atau penawaran bisnis berdasarkan persyaratan yang diberikan pembimbing. Aktivitas dimulai dengan menelaah daftar persyaratan, mengidentifikasi dokumen yang tersedia, mengumpulkan informasi dari sumber internal yang telah ditentukan, dan mencatat dokumen yang masih perlu dilengkapi atau dikonfirmasi. Peserta mempraktikkan pemeriksaan administratif terhadap kelengkapan file, konsistensi nama perusahaan, identitas dokumen, tanggal, referensi, dan kesesuaian format dengan persyaratan yang tersedia. Untuk dokumen yang memerlukan masukan teknis, komersial, atau persetujuan manajemen, peserta mencatat kebutuhan tersebut dan meneruskannya kepada pihak yang bertanggung jawab tanpa membuat keputusan substantif secara mandiri. Setelah dokumen dikompilasi, peserta menyusun indeks lampiran dan checklist final untuk membantu proses pemeriksaan oleh pembimbing. Peserta juga membantu mencatat versi dokumen, status pemeriksaan, dan tenggat pengumpulan agar dokumen dapat dipersiapkan secara sistematis sebelum disampaikan oleh pihak yang berwenang. Hasil pembelajaran berupa checklist pemenuhan persyaratan tender, indeks dokumen penawaran, dan rekapitulasi status kelengkapan yang membantu tim terkait memantau kesiapan administrasi penawaran bisnis.
Peserta membantu pencatatan dan pemantauan agenda administrasi berdasarkan arahan pembimbing. Aktivitas mencakup pencatatan jadwal kegiatan, identifikasi tenggat waktu, pengumpulan dokumen pendukung, pembaruan status persiapan, dan penyusunan pengingat untuk pekerjaan yang belum selesai. Peserta juga membantu menyusun daftar tindak lanjut berdasarkan hasil rapat atau instruksi administratif yang telah dikonfirmasi. Daftar tersebut dapat memuat uraian tugas, pihak penanggung jawab, tenggat waktu, status pengerjaan, dan catatan tindak lanjut. Peserta memperbarui status berdasarkan informasi yang diterima dan melakukan konfirmasi melalui pembimbing apabila terdapat informasi yang belum jelas. Dalam pelaksanaan kegiatan, peserta mempelajari cara menyusun dokumentasi yang mudah ditelusuri serta menyampaikan ringkasan progres administrasi kepada pihak internal yang ditentukan. Peserta tidak mengambil keputusan atas nama manajemen dan tidak mengubah prioritas atau jadwal yang telah ditetapkan tanpa arahan. Hasil pembelajaran berupa kalender atau register agenda, daftar monitoring tindak lanjut, dan laporan status administrasi kegiatan yang membantu mendukung koordinasi internal perusahaan.
Peserta mempraktikkan pemeriksaan dan rekonsiliasi terhadap register dokumen, arsip digital, korespondensi, dokumentasi rapat, serta dokumen administrasi bisnis yang telah digunakan selama program magang atau disediakan sebagai studi kasus. Pemeriksaan dilakukan dengan membandingkan catatan administrasi dengan dokumen sumber untuk mengidentifikasi kelengkapan, konsistensi informasi, status persetujuan, versi dokumen, dan kebutuhan tindak lanjut. Peserta mencatat temuan yang dapat diverifikasi, seperti dokumen yang belum tercatat, file yang belum tersedia, informasi register yang perlu diperbarui, atau tindak lanjut yang belum memiliki status penyelesaian. Temuan disampaikan kepada pembimbing untuk dikonfirmasi sebelum dilakukan perubahan pada arsip atau register resmi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, peserta menyusun laporan administrasi korporasi menggunakan spreadsheet atau format yang digunakan perusahaan. Laporan dapat mencakup rekapitulasi dokumen berdasarkan kategori, status korespondensi, hasil monitoring tindak lanjut rapat, status kelengkapan administrasi tender atau kerja sama, serta daftar temuan dan rekomendasi perbaikan. Pada akhir kegiatan, peserta menyajikan ringkasan hasil pembelajaran dan menjelaskan bagaimana pengelolaan dokumen yang tertib mendukung koordinasi, pemenuhan kebutuhan klien, dan kelancaran operasional perusahaan. Hasil pembelajaran berupa laporan administrasi korporasi, register yang telah diperiksa, daftar tindak lanjut, dan rekomendasi perbaikan proses yang ditinjau oleh pembimbing.
Peserta mempelajari fungsi rapat sebagai sarana koordinasi dan pengambilan keputusan dalam operasional perusahaan. Pembelajaran mencakup tahapan persiapan rapat, identifikasi tujuan dan peserta, penyusunan agenda, pengumpulan materi pendukung, pengaturan jadwal, serta penentuan kebutuhan dokumentasi sebelum rapat berlangsung. Peserta mempelajari metode pencatatan hasil rapat yang membedakan pokok pembahasan, keputusan yang disepakati, tugas atau tindak lanjut, penanggung jawab, dan target penyelesaian. Pembelajaran juga mencakup cara menyusun notulen secara objektif, merangkum informasi tanpa mengubah substansi keputusan, dan mengidentifikasi hal yang perlu dikonfirmasi kepada pimpinan rapat. Melalui studi kasus rapat koordinasi proyek atau rapat internal perusahaan, peserta berlatih menyusun agenda dan format notulen berdasarkan informasi yang disediakan. Peserta juga mempelajari prosedur pemeriksaan, distribusi, penyimpanan, dan pembatasan akses terhadap dokumentasi rapat sesuai tingkat kerahasiaannya. Hasil pembelajaran berupa agenda rapat, format notulen, dan daftar tindak lanjut rapat yang dapat digunakan untuk mendukung koordinasi serta pemantauan pelaksanaan keputusan.
Peserta mempelajari alur administrasi kerja sama bisnis antara perusahaan dengan klien atau mitra. Pembelajaran mencakup identifikasi kebutuhan dokumen kerja sama, pengumpulan informasi para pihak, penataan draf dokumen, proses pemeriksaan internal, pencatatan status persetujuan, dokumentasi penandatanganan, serta pengarsipan dokumen yang telah diselesaikan. Peserta mempelajari fungsi dokumen seperti perjanjian kerja sama, surat perjanjian atau dokumen kontraktual lain yang digunakan perusahaan, beserta dokumen pendukung yang diperlukan sesuai transaksi dan prosedur internal. Pembelajaran juga mencakup pentingnya konsistensi informasi para pihak, referensi dokumen, ruang lingkup kerja sama, tanggal, masa berlaku, dan lampiran yang dirujuk. Melalui studi kasus administrasi kerja sama penyediaan tenaga kerja atau layanan proyek, peserta berlatih mengidentifikasi kelengkapan informasi dan memetakan status dokumen mulai dari tahap draf, pemeriksaan, persetujuan, hingga finalisasi. Peserta mempelajari batas antara pemeriksaan administratif dan penelaahan hukum yang harus ditangani oleh pihak berwenang. Hasil pembelajaran berupa pemahaman alur administrasi dokumen kerja sama, checklist kelengkapan dokumen, dan matriks monitoring status dokumen perjanjian.
Peserta membantu persiapan dan dokumentasi rapat internal atau rapat koordinasi bisnis sesuai penugasan pembimbing. Kegiatan mencakup penyusunan agenda berdasarkan arahan penyelenggara, pencatatan jadwal dan peserta, pengumpulan materi pendukung, serta persiapan format dokumentasi yang diperlukan. Pada saat rapat atau melalui simulasi, peserta berlatih mencatat pokok pembahasan, keputusan yang disampaikan, daftar tugas lanjutan, pihak yang bertanggung jawab, dan target waktu penyelesaian. Setelah kegiatan, peserta menyusun draf notulen untuk diperiksa oleh pembimbing atau pihak yang memimpin rapat sebelum didistribusikan kepada penerima yang berwenang. Peserta selanjutnya menyusun daftar monitoring tindak lanjut rapat menggunakan spreadsheet atau format perusahaan. Status setiap tindak lanjut diperbarui berdasarkan informasi yang telah dikonfirmasi, termasuk pekerjaan yang belum dimulai, sedang diproses, atau telah diselesaikan. Peserta juga membantu menyiapkan pengingat administratif apabila terdapat tindak lanjut yang mendekati target waktu. Hasil pembelajaran berupa agenda dan notulen rapat, register tindak lanjut keputusan, serta rekapitulasi status penyelesaian tugas yang membantu perusahaan menjaga kesinambungan koordinasi antarbagian.
Peserta membantu pencatatan dan monitoring dokumen kerja sama yang sedang dipersiapkan, diperiksa, menunggu persetujuan, atau telah difinalisasi. Berdasarkan dokumen dan informasi yang telah diizinkan untuk digunakan, peserta mencatat identitas dokumen, pihak terkait, status proses, kelengkapan lampiran, tanggal penting, serta tindak lanjut administratif yang masih diperlukan. Peserta berlatih membandingkan informasi dalam register dengan dokumen sumber untuk mengidentifikasi status yang belum diperbarui, lampiran yang belum tersedia, atau informasi administratif yang memerlukan konfirmasi. Peserta juga membantu menyiapkan pengingat kepada pembimbing mengenai dokumen yang memerlukan tindak lanjut atau mendekati jadwal pembaruan. Untuk dokumen yang telah disetujui dan ditandatangani oleh pihak berwenang, peserta membantu memastikan salinan final diarsipkan pada lokasi yang sesuai dan status dokumen diperbarui. Peserta tidak mengubah substansi perjanjian, melakukan negosiasi komersial, atau menandatangani dokumen atas nama perusahaan. Hasil pembelajaran berupa register dokumen kerja sama, checklist kelengkapan dan finalisasi, serta rekapitulasi tindak lanjut administrasi yang membantu perusahaan menjaga ketertiban dokumentasi hubungan bisnis.
Jl. Taman Alfa Indah Blok K. 3 No. 28, RT.7/RW.7, Petukangan Utara, Kec. Pesanggrahan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12260

Kota Tangerang
ALTEK CITRA CEMERLANG (ALTEK) merupakan perusahaan konsultan yang berfokus pada bidang Teknologi dan Periklanan

Biro Umum, Sekretariat Utama (Depok, Jawa Barat)
Kesehatan Gigi dan Mulut, Kesehatan Gigi, Keperawatan Gigi
Rasuna Residence Development
Tata Boga, Perhotelan, Pendidikan Tata Boga, Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, Pengelolaan Perhotelan

PT. Permata Birama Sakti
Seni Kuliner dan Pengelolaan Jasa Makanan, Tata Boga, Perhotelan, Seni Kuliner, Manajemen Perhotelan, Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, Pengelolaan Perhotelan, Manajemen Kuliner, Pendidikan Vokasional Seni Kuliner

Welspro Inspirasi Utama
Fisioterapi
Jakarta Pakar Kardia
Gizi dan Dietetika, Gizi Klinik

PT. Visi Utama Indonesia
Tata Boga, Perhotelan, Seni Kuliner, Manajemen Kuliner