Pengumuman! Cek Eligibilitas Magang Nasional Batch 3 Tahun 2026 Sudah Dibuka. Segera cek status kelayakan Anda melalui akun Maganghub.

Peacegeneration Indonesia
1. Mendukung analisis jabatan dan beban kerja melalui pengumpulan, validasi, dan pengolahan data pekerjaan untuk mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja, distribusi beban kerja, dan rekomendasi perencanaan SDM.
2. Membantu menelaah kebijakan, SOP, dan dokumen HR untuk mengidentifikasi kesesuaian dengan ketentuan ketenagakerjaan serta persyaratan donor, termasuk melakukan pemetaan kesenjangan dokumen dan menyusun rekomendasi perbaikan.
3. Mendukung evaluasi efektivitas organisasi melalui pemetaan proses kerja, analisis akar masalah, identifikasi hambatan koordinasi, dan penyusunan rekomendasi perbaikan proses organisasi.
4. Membantu analisis kebutuhan pengembangan kompetensi, pemetaan talenta, dan identifikasi posisi kritis sebagai bahan pertimbangan pengembangan karyawan dan perencanaan suksesi.
5. Mendukung evaluasi kinerja melalui pengolahan data KPI, analisis pencapaian target, identifikasi kesenjangan kinerja, dan penyusunan rekomendasi perbaikan sistem pemantauan kinerja.
6. Mengintegrasikan data HR untuk menyusun laporan analisis, rekomendasi strategis berbasis data, dan alat monitoring sesuai kebutuhan organisasi.
7. Menyusun dokumentasi hasil analisis, laporan evaluasi, dan rekomendasi tindak lanjut secara sistematis dengan menjaga kerahasiaan data serta bekerja di bawah supervisi mentor.
A. Tujuan pembelajaran: Peserta dapat memahami konteks organisasi, model bisnis, program, struktur organisasi, dan peran strategis fungsi HR dalam mendukung pencapaian tujuan Yayasan PeaceGeneration Indonesia. B. Pengetahuan (Knowledge): 1. Dapat menjelaskan profil, visi, misi, struktur organisasi, program, dan model social enterprise PeaceGen. 2. Dapat menjelaskan fungsi HR strategis dalam mendukung keberlanjutan organisasi dan pencapaian tujuan program. 3. Dapat mengidentifikasi hubungan antara strategi organisasi, kebutuhan SDM, dan efektivitas operasional. 4. Dapat menjelaskan peran HR dalam perencanaan tenaga kerja, pengembangan kompetensi, kepatuhan, dan manajemen kinerja. C. Keterampilan (Skills): 1. Mampu membuat pemetaan struktur organisasi, unit kerja, fungsi, dan program berdasarkan informasi yang tersedia. 2. Mampu menyusun ringkasan hubungan antara tujuan organisasi, kebutuhan SDM, dan fungsi strategis HR. D. Sikap Kerja (Work Attitudes): Mempelajari informasi organisasi secara teliti, aktif bertanya, berpikir strategis, menjaga kerahasiaan informasi internal, dan memahami batas kewenangan. E. Metode dan Output: Orientasi, diskusi terarah, dan studi dokumen. Output berupa ringkasan model organisasi dan peta hubungan strategi organisasi dengan fungsi HR.
A. Tujuan pembelajaran: Peserta dapat memahami prinsip kepatuhan ketenagakerjaan, tata kelola HR, dan persyaratan donor yang relevan dengan operasional organisasi. B. Pengetahuan (Knowledge): 1. Dapat menjelaskan ketentuan ketenagakerjaan yang relevan dengan hubungan kerja, waktu kerja, cuti, kompensasi, dan pemutusan hubungan kerja. 2. Dapat menjelaskan prinsip tata kelola HR, pengendalian internal, dan dokumentasi kebijakan. 3. Dapat mengidentifikasi jenis persyaratan donor yang berkaitan dengan pengelolaan SDM, safeguarding, dan akuntabilitas organisasi. 4. Dapat menjelaskan perbedaan antara ketentuan hukum, kebijakan internal, dan persyaratan khusus donor. C. Keterampilan (Skills): 1. Mampu mengidentifikasi sumber regulasi dan dokumen acuan yang relevan. 2. Mampu menyusun daftar awal persyaratan ketenagakerjaan dan donor untuk proses evaluasi kepatuhan. D. Sikap Kerja (Work Attitudes): Teliti, kritis, menjaga kerahasiaan dokumen, dan tidak membuat kesimpulan kepatuhan tanpa dasar yang memadai. E. Metode dan Output: Pembelajaran terarah, telaah regulasi, dan studi dokumen. Output berupa matriks awal regulasi ketenagakerjaan dan persyaratan donor yang relevan dengan HR.
A. Tujuan pembelajaran: Peserta dapat memahami konsep efektivitas organisasi dan metode evaluasi proses kerja untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi. B. Pengetahuan (Knowledge): 1. Dapat menjelaskan hubungan antara struktur organisasi, pembagian tanggung jawab, proses kerja, dan pencapaian tujuan. 2. Dapat menjelaskan konsep efektivitas organisasi dan indikator yang relevan. 3. Dapat mengidentifikasi faktor penyebab duplikasi pekerjaan, hambatan koordinasi, dan ketidakjelasan peran. 4. Dapat menjelaskan prinsip analisis akar masalah dan perbaikan proses kerja. C. Keterampilan (Skills): 1. Mampu mengidentifikasi data yang diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas proses organisasi. 2. Mampu menyusun kerangka evaluasi proses kerja berdasarkan permasalahan yang ditetapkan. D. Sikap Kerja (Work Attitudes): Berpikir sistematis, objektif, kritis, kolaboratif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. E. Metode dan Output: Pembelajaran terarah, diskusi kasus, dan studi dokumen. Output berupa kerangka evaluasi efektivitas organisasi dan indikator awal perbaikan proses.
A. Tujuan pembelajaran: Peserta dapat memahami prinsip pengembangan talenta, pemetaan kompetensi, dan perencanaan suksesi untuk mendukung keberlanjutan organisasi. B. Pengetahuan (Knowledge): 1. Dapat menjelaskan konsep kompetensi, talent development, dan succession planning. 2. Dapat menjelaskan hubungan antara kebutuhan kompetensi, hasil kinerja, dan rencana pengembangan individu. 3. Dapat mengidentifikasi pertimbangan dalam menentukan posisi kritis dan kebutuhan keberlanjutan peran. 4. Dapat menjelaskan prinsip objektivitas, keadilan, dan kerahasiaan dalam pemetaan talenta. C. Keterampilan (Skills): 1. Mampu mengidentifikasi data yang diperlukan untuk analisis kebutuhan pengembangan talenta. 2. Mampu menyusun kerangka pemetaan kompetensi dan kebutuhan pengembangan. D. Sikap Kerja (Work Attitudes): Objektif, adil, berorientasi pada pengembangan, dan menjaga kerahasiaan data pekerja. E. Metode dan Output: Pembelajaran terarah dan studi kasus. Output berupa kerangka pemetaan kompetensi dan prinsip perencanaan pengembangan talenta.
A. Tujuan pembelajaran: Peserta dapat memahami prinsip manajemen kinerja dan penggunaan data SDM untuk mengevaluasi pencapaian serta mendukung pengambilan keputusan. B. Pengetahuan (Knowledge): 1. Dapat menjelaskan hubungan antara sasaran organisasi, KPI lembaga, dan KPI individu. 2. Dapat menjelaskan prinsip penetapan indikator, target, monitoring, dan evaluasi kinerja. 3. Dapat mengidentifikasi indikator SDM yang relevan untuk analisis kinerja organisasi. 4. Dapat menjelaskan prinsip penggunaan data dan interpretasi hasil analisis secara objektif. C. Keterampilan (Skills): 1. Mampu mengidentifikasi data yang dibutuhkan untuk evaluasi kinerja. 2. Mampu menyusun kerangka analisis kinerja berdasarkan indikator yang tersedia. D. Sikap Kerja (Work Attitudes): Analitis, objektif, teliti, menjaga kerahasiaan data, dan menghindari kesimpulan yang tidak didukung bukti. E. Metode dan Output: Pembelajaran terarah, studi kasus, dan telaah data. Output berupa kerangka analisis kinerja dan daftar indikator people analytics yang relevan.
A. Tujuan pembelajaran: Peserta mampu mengimplementasikan proyek perbaikan HR berdasarkan kebutuhan aktual organisasi dan kompetensi yang telah dikembangkan selama program magang. B. Pengetahuan (Knowledge): 1. Dapat mengidentifikasi masalah prioritas, target proyek, indikator keberhasilan, dan risiko implementasi. 2. Dapat menjelaskan hubungan antara rencana proyek, kebutuhan pemangku kepentingan, dan hasil yang diharapkan. C. Keterampilan (Skills): 1. Mampu melaksanakan proyek sesuai rencana dan target yang telah disepakati. 2. Mampu mengelola koordinasi, sumber daya, data, dan bukti pelaksanaan proyek. 3. Mampu memantau indikator keberhasilan serta menyesuaikan pelaksanaan berdasarkan temuan. 4. Mampu mendokumentasikan hasil implementasi dan menyusun rekomendasi tindak lanjut. D. Sikap Kerja (Work Attitudes): Mandiri, proaktif, bertanggung jawab, kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada hasil. E. Metode dan Output: Pelaksanaan proyek secara langsung dengan supervisi berkala. Output berupa proyek perbaikan HR yang diimplementasikan, bukti hasil kerja, dan dokumentasi pencapaian indikator.
A. Tujuan pembelajaran: Peserta dapat memahami konsep analisis jabatan dan analisis beban kerja sebagai dasar evaluasi kapasitas dan kebutuhan tenaga kerja. B. Pengetahuan (Knowledge): 1. Dapat menjelaskan tujuan, prinsip, dan tahapan analisis jabatan serta analisis beban kerja. 2. Dapat menjelaskan hubungan antara uraian jabatan, aktivitas kerja, volume pekerjaan, waktu penyelesaian, dan kapasitas tenaga kerja. 3. Dapat mengidentifikasi faktor yang memengaruhi distribusi beban kerja dan kebutuhan SDM. 4. Dapat menjelaskan penggunaan hasil analisis beban kerja dalam perencanaan tenaga kerja dan perbaikan proses kerja. C. Keterampilan (Skills): 1. Mampu mengidentifikasi data dan informasi yang dibutuhkan untuk melakukan analisis jabatan dan beban kerja. 2. Mampu menentukan metode pengumpulan data yang sesuai untuk kebutuhan analisis beban kerja. D. Sikap Kerja (Work Attitudes): Berpikir analitis, objektif, sistematis, teliti, dan menggunakan data secara bertanggung jawab. E. Metode dan Output: Pembelajaran terarah dan studi kasus. Output berupa kerangka analisis jabatan dan rancangan pengumpulan data beban kerja.
A. Tujuan pembelajaran: Peserta mampu mengevaluasi kesesuaian kebijakan dan praktik HR organisasi dengan ketentuan ketenagakerjaan yang relevan. B. Pengetahuan (Knowledge): 1. Dapat mengidentifikasi aspek kebijakan HR yang perlu dievaluasi berdasarkan regulasi yang berlaku. 2. Dapat menjelaskan prinsip analisis kesenjangan antara ketentuan hukum dan kebijakan organisasi. 3. Dapat mengidentifikasi risiko ketidakpatuhan dan kebutuhan tindak lanjut. 4. Dapat menjelaskan prinsip penyusunan peraturan lembaga, SOP, dan dokumen pendukung HR. C. Keterampilan (Skills): 1. Mampu memetakan ketentuan yang relevan terhadap kebijakan dan praktik HR yang berjalan. 2. Mampu melakukan gap analysis serta mengidentifikasi ketidaksesuaian yang membutuhkan tindak lanjut. 3. Mampu menyusun rekomendasi revisi kebijakan, peraturan lembaga, atau SOP berdasarkan hasil evaluasi. 4. Mampu menyiapkan rancangan perbaikan dokumen untuk ditinjau oleh pihak yang berwenang. D. Sikap Kerja (Work Attitudes): Objektif, teliti, menjaga kerahasiaan, berintegritas, dan memahami batas kewenangan dalam interpretasi regulasi. E. Metode dan Output: Telaah regulasi, evaluasi kebijakan, dan diskusi dengan supervisor. Output berupa laporan evaluasi kepatuhan ketenagakerjaan serta rancangan rekomendasi revisi kebijakan atau SOP.
A. Tujuan pembelajaran: Peserta mampu menganalisis efektivitas proses organisasi dan mengidentifikasi akar masalah yang memengaruhi pencapaian tujuan kerja. B. Pengetahuan (Knowledge): 1. Dapat mengidentifikasi indikator dan sumber data yang dapat digunakan dalam diagnosis organisasi. 2. Dapat menjelaskan metode analisis akar masalah dan pemetaan proses. 3. Dapat mengidentifikasi hubungan antara pembagian peran, alur kerja, koordinasi, dan hambatan operasional. C. Keterampilan (Skills): 1. Mampu memetakan proses kerja dan hubungan antarfungsi. 2. Mampu menganalisis data dan informasi untuk mengidentifikasi hambatan proses. 3. Mampu melakukan analisis akar masalah berdasarkan bukti. 4. Mampu menyusun prioritas masalah berdasarkan dampak dan urgensi. D. Sikap Kerja (Work Attitudes): Analitis, terbuka terhadap berbagai perspektif, objektif, dan menjaga kerahasiaan informasi organisasi. E. Metode dan Output: Analisis proses, wawancara terarah jika diperlukan, dan diskusi hasil. Output berupa peta proses kerja, laporan diagnosis organisasi, dan analisis akar masalah.
A. Tujuan pembelajaran: Peserta mampu menganalisis kesenjangan kompetensi dan menyusun rekomendasi pengembangan talenta sesuai kebutuhan organisasi. B. Pengetahuan (Knowledge): 1. Dapat mengidentifikasi sumber data kompetensi dan kebutuhan pengembangan. 2. Dapat menjelaskan metode analisis kesenjangan kompetensi. 3. Dapat mengidentifikasi alternatif pengembangan berdasarkan kebutuhan individu dan organisasi. C. Keterampilan (Skills): 1. Mampu menganalisis kebutuhan kompetensi berdasarkan jabatan dan prioritas organisasi. 2. Mampu mengidentifikasi kesenjangan kompetensi berdasarkan data yang tersedia. 3. Mampu menyusun rekomendasi pengembangan individu atau kelompok. 4. Mampu menentukan indikator keberhasilan program pengembangan. D. Sikap Kerja (Work Attitudes): Analitis, objektif, konstruktif, dan menghargai kebutuhan pengembangan setiap pekerja. E. Metode dan Output: Analisis kompetensi, telaah data, dan diskusi terarah. Output berupa laporan kesenjangan kompetensi dan rancangan rencana pengembangan talenta.
A. Tujuan pembelajaran: Peserta mampu menganalisis pencapaian kinerja dan mengevaluasi kesesuaian indikator dengan sasaran organisasi. B. Pengetahuan (Knowledge): 1. Dapat mengidentifikasi pola pencapaian dan kesenjangan target berdasarkan data KPI. 2. Dapat menjelaskan faktor yang memengaruhi kualitas indikator dan proses monitoring. 3. Dapat mengidentifikasi keterbatasan data dalam evaluasi kinerja. C. Keterampilan (Skills): 1. Mampu mengolah dan menganalisis data pencapaian KPI. 2. Mampu mengidentifikasi tren, kesenjangan target, dan area yang membutuhkan tindak lanjut. 3. Mampu mengevaluasi konsistensi indikator dengan sasaran yang hendak dicapai. 4. Mampu menyusun rekomendasi perbaikan sistem monitoring dan evaluasi kinerja. D. Sikap Kerja (Work Attitudes): Objektif, kritis, teliti, menjaga kerahasiaan, dan mempertimbangkan konteks sebelum menarik kesimpulan. E. Metode dan Output: Praktik analisis KPI, diskusi temuan, dan penyusunan laporan. Output berupa laporan evaluasi kinerja dan rekomendasi perbaikan indikator atau mekanisme monitoring.
A. Tujuan pembelajaran: Peserta mampu mengevaluasi hasil proyek, menyusun laporan akhir berbasis data, mempresentasikan hasil, dan melakukan serah terima kepada organisasi. B. Pengetahuan (Knowledge): 1. Dapat menjelaskan prinsip evaluasi capaian proyek berdasarkan target dan indikator keberhasilan. 2. Dapat mengidentifikasi pembelajaran, keterbatasan, risiko keberlanjutan, dan kebutuhan tindak lanjut proyek. C. Keterampilan (Skills): 1. Mampu menganalisis perbedaan target dan realisasi proyek. 2. Mampu menyusun laporan akhir yang memuat masalah, metode, pelaksanaan, hasil, dan rekomendasi. 3. Mampu mempresentasikan hasil proyek dan menanggapi umpan balik secara profesional. 4. Mampu menyiapkan dokumen serah terima dan rekomendasi tindak lanjut. D. Sikap Kerja (Work Attitudes): Akuntabel, reflektif, komunikatif, profesional, dan terbuka terhadap evaluasi. E. Metode dan Output: Penyusunan laporan, presentasi akhir, evaluasi bersama supervisor, dan serah terima proyek. Output berupa laporan akhir, presentasi, portofolio hasil kerja, dan dokumen serah terima.
A. Tujuan pembelajaran: Peserta mampu menganalisis beban kerja dan kapasitas tenaga kerja untuk menghasilkan rekomendasi perencanaan SDM berdasarkan kebutuhan organisasi. B. Pengetahuan (Knowledge): 1. Dapat mengidentifikasi komponen data yang dibutuhkan dalam analisis beban kerja. 2. Dapat menjelaskan prinsip pengolahan data aktivitas, volume, dan waktu kerja. 3. Dapat mengidentifikasi kesenjangan antara kapasitas tenaga kerja dan kebutuhan pekerjaan. 4. Dapat menjelaskan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun rekomendasi distribusi pekerjaan dan kebutuhan tenaga kerja. C. Keterampilan (Skills): 1. Mampu mengumpulkan, memvalidasi, dan mengolah data beban kerja dari sumber yang tersedia. 2. Mampu menghitung kebutuhan waktu kerja dan kapasitas tenaga kerja berdasarkan metode yang digunakan. 3. Mampu menganalisis distribusi beban kerja serta mengidentifikasi potensi ketidakseimbangan kapasitas. 4. Mampu menyusun rekomendasi perencanaan tenaga kerja berdasarkan hasil analisis. D. Sikap Kerja (Work Attitudes): Objektif, teliti, kritis, menjaga kerahasiaan data pekerja, dan mempertanggungjawabkan hasil analisis. E. Metode dan Output: Praktik analisis data, diskusi hasil, dan konsultasi dengan supervisor. Output berupa laporan analisis beban kerja dan rekomendasi distribusi pekerjaan atau kebutuhan tenaga kerja.
A. Tujuan pembelajaran: Peserta mampu mengevaluasi pemenuhan persyaratan donor terkait HR dan menyusun rekomendasi untuk meningkatkan kesiapan organisasi dalam proses due diligence. B. Pengetahuan (Knowledge): 1. Dapat mengidentifikasi jenis persyaratan donor yang berkaitan dengan kebijakan HR, safeguarding, tata kelola, dan dokumentasi pekerja. 2. Dapat menjelaskan prinsip penilaian kecukupan dokumen dan bukti pendukung. 3. Dapat mengidentifikasi kesenjangan antara persyaratan donor dan kondisi dokumen yang tersedia. 4. Dapat menjelaskan prinsip penentuan prioritas tindak lanjut berdasarkan risiko dan urgensi. C. Keterampilan (Skills): 1. Mampu memetakan persyaratan donor terhadap kebijakan, SOP, dan bukti pendukung yang tersedia. 2. Mampu melakukan analisis kesenjangan dan menilai kebutuhan perbaikan dokumentasi. 3. Mampu menyusun rekomendasi pemenuhan persyaratan donor, termasuk pembaruan dokumen atau perbaikan proses HR. 4. Mampu menyusun matriks tindak lanjut dengan prioritas, penanggung jawab yang diusulkan, dan target penyelesaian. D. Sikap Kerja (Work Attitudes): Akuntabel, sistematis, kritis, menjaga kerahasiaan, dan mengutamakan bukti yang valid. E. Metode dan Output: Praktik donor due diligence, studi dokumen, dan konsultasi dengan supervisor. Output berupa matriks donor due diligence, laporan kesenjangan, dan rekomendasi tindak lanjut.
A. Tujuan pembelajaran: Peserta mampu menyusun rekomendasi perbaikan proses organisasi berdasarkan hasil diagnosis dan kebutuhan aktual. B. Pengetahuan (Knowledge): 1. Dapat menjelaskan prinsip penyusunan alternatif solusi dan penentuan prioritas perbaikan. 2. Dapat mengidentifikasi pertimbangan sumber daya, risiko, dan dampak implementasi. 3. Dapat menjelaskan prinsip penetapan indikator keberhasilan perbaikan proses. C. Keterampilan (Skills): 1. Mampu menyusun alternatif solusi berdasarkan akar masalah. 2. Mampu membandingkan alternatif berdasarkan manfaat, risiko, dan kelayakan. 3. Mampu menyusun rekomendasi perbaikan proses beserta tahapan implementasi dan indikator keberhasilan. D. Sikap Kerja (Work Attitudes): Berorientasi pada solusi, realistis, kolaboratif, dan bertanggung jawab atas dasar rekomendasi. E. Metode dan Output: Analisis alternatif, diskusi dengan pemangku kepentingan, dan penyusunan proposal. Output berupa rekomendasi peningkatan efektivitas organisasi dan rencana implementasi.
A. Tujuan pembelajaran: Peserta mampu menyusun rancangan awal perencanaan suksesi berdasarkan kebutuhan posisi kritis dan keberlanjutan fungsi organisasi. B. Pengetahuan (Knowledge): 1. Dapat menjelaskan prinsip identifikasi posisi kritis dan risiko ketergantungan pada individu tertentu. 2. Dapat mengidentifikasi kriteria kesiapan dan kebutuhan pengembangan kandidat suksesi. 3. Dapat menjelaskan hubungan antara succession planning dan pengembangan kompetensi. C. Keterampilan (Skills): 1. Mampu memetakan posisi kritis berdasarkan dampak terhadap keberlanjutan organisasi. 2. Mampu menyusun kriteria kesiapan suksesi yang relevan dan objektif. 3. Mampu menyusun rancangan succession planning beserta rekomendasi pengembangan untuk mengurangi risiko kesenjangan talenta. D. Sikap Kerja (Work Attitudes): Objektif, bijaksana, menjaga kerahasiaan, dan tidak membuat keputusan penempatan atau promosi di luar kewenangan. E. Metode dan Output: Pemetaan posisi kritis, analisis data yang diizinkan, dan konsultasi dengan supervisor. Output berupa rancangan succession planning dan rekomendasi pengembangan untuk posisi kritis.
A. Tujuan pembelajaran: Peserta mampu mengintegrasikan data HR untuk mengidentifikasi prioritas perbaikan dan menyusun rekomendasi berbasis bukti. B. Pengetahuan (Knowledge): 1. Dapat menjelaskan penggunaan data HR dalam mendukung perencanaan tenaga kerja, pengembangan kompetensi, dan evaluasi kinerja. 2. Dapat mengidentifikasi hubungan antara indikator SDM dan kebutuhan pengambilan keputusan. 3. Dapat menjelaskan prinsip penyajian data, interpretasi temuan, dan perumusan rekomendasi. C. Keterampilan (Skills): 1. Mampu mengintegrasikan data HR yang relevan untuk kebutuhan analisis. 2. Mampu mengidentifikasi pola atau masalah berdasarkan data yang tersedia. 3. Mampu menyusun rekomendasi strategis beserta indikator keberhasilan dan prioritas tindak lanjut. 4. Mampu menyajikan hasil analisis melalui laporan atau alat monitoring yang sesuai. D. Sikap Kerja (Work Attitudes): Berpikir kritis, sistematis, berbasis bukti, menjaga kerahasiaan, dan berorientasi pada solusi. E. Metode dan Output: Analisis data, penyusunan laporan, dan presentasi temuan. Output berupa laporan people analytics, rekomendasi strategis HR, dan rancangan alat monitoring sesuai kebutuhan organisasi.
A. Tujuan pembelajaran: Peserta mampu mengintegrasikan pemahaman organisasi dan hasil analisis beban kerja untuk mengidentifikasi prioritas pengelolaan SDM. B. Pengetahuan (Knowledge): 1. Dapat menjelaskan hubungan antara hasil analisis beban kerja dan prioritas strategis HR. 2. Dapat mengidentifikasi risiko ketidaksesuaian kapasitas, pembagian tanggung jawab, dan kebutuhan kompetensi. 3. Dapat menjelaskan prinsip penyusunan rekomendasi HR berdasarkan kebutuhan dan prioritas organisasi. C. Keterampilan (Skills): 1. Mampu mengintegrasikan data organisasi, uraian jabatan, dan hasil analisis beban kerja. 2. Mampu mengidentifikasi akar masalah dan menentukan prioritas perbaikan. 3. Mampu menyusun rekomendasi HR beserta dasar analisis dan alternatif tindak lanjut. D. Sikap Kerja (Work Attitudes): Berorientasi pada solusi, kritis, kolaboratif, dan bertanggung jawab atas validitas rekomendasi. E. Metode dan Output: Analisis kasus organisasi, diskusi dengan supervisor, dan penyusunan rekomendasi. Output berupa laporan analisis kebutuhan strategis HR dan prioritas perbaikan.
Jl. Otto Iskandar Dinata No.392, Nyengseret, Kec. Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat 40252

Kota Bandung
PeaceGeneration Indonesia atau PeaceGen adalah social enterprise yang berdedikasi untuk memperjuangkan Pendidikan Perdamaian sejak tahun 2007. Lebih dari 17 tahun PeaceGen fokus bergerak pada Pelatihan Pengembangan Pendidikan Perdamaian, Pengembangan Media Pembelajaran Perdamaian, dan Advokasi Pesan Perdamaian. Melalui media kreatif dan menyenangkan kami berkolaborasi dengan Guru, Pendidik, dan Kaum Muda sebagai agen perubahan untuk menciptakan masyarakat yang damai dan inklusif.

PT Dawa Daya Kahuripan
Fisioterapi

Mitrakarya Niaga Sukses
Tata Boga, Pendidikan Tata Boga, Manajemen Kuliner, Pendidikan Vokasional Seni Kuliner

Puri Laju Abba
Instalasi dan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Pemeliharaan Mesin

Nusa Sejahtera Kharisma
Kedokteran Gigi, Kedokteran, Keperawatan

Inkaba
Teknik Tenaga Listrik, Teknik Manufaktur, Pendidikan Teknik Mesin

Nusa Sejahtera Kharisma
Kedokteran Gigi, Kedokteran, Keperawatan